NovelToon NovelToon
Pendekar Tingkat Dewa

Pendekar Tingkat Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:224.3k
Nilai: 5
Nama Author: Raffa Alief

Di dunia yang selalu mencari pemenang, ia memilih untuk berjalan sendirian, tidak untuk menang tapi untuk menghentikan sesuatu yang tak pernah benar-benar ia pahami.

Ia kembali, bukan sebagai anak yang ingin belajar, tapi sebagai seseorang yang sudah tahu terlalu banyak, dan percaya terlalu sedikit. Di matanya, dunia ini belum berubah, hanya lebih pandai menyembunyikan niat buruk di balik tradisi dan kehormatan.

Ia tak datang mmembawa dendam. Tapi tidak juga datang dengan damai.

Dalam bayang-bayang kesunyian malam, medan perang telah menanti di ujung waktu, satu langkah kecil menjadi pemantik sejarah baru. Atau hanya jejak lain yang hilang bersama debu?


(Remake)

Zhong Li -> Shi Yexian

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raffa Alief, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 26 - Mulai Dari Awal

Selesai mandi, Zhong Li kembali di sibukkan dengan keadaan damainya, dirinya sarapan bersama keluarga You Fan dengan tenang. Setelah itu barulah dirinya memulai latihannya, untuk saat ini dirinya memutuskan untuk melatih fisiknya, sekalian mengembangkan tubuhnya untuk merasakan kekuatan Qi.

Tapi sebelum semua itu mulai berjalan dirinya kini harus dihadapkan dengan gangguan dari You Fan yang merengek kepadanya, saingan masa depannya itu terus mengajaknya untuk menemaninya bermain bertiga.

“Bertiga? Dengan siapa lagi?” Zhong Li tidak terlalu ingat apa yang ia jalani di masa lalunya, dia sekarang tampak tidak lebih dari anak yang hilang ingatan.

“Heh? Entah kenapa kau ini semakin aneh saja anak iblis.” You Fan melipat tangannya.

“Bukankah sudah ku bilang, jangan panggil aku anak iblis!” Zhong Li menatap You Fan dengan datar.

You Fan sedikit tersentak, “Agh! Maaf kan aku…”

“Jadi siapa saja yang kau ajak bermain?”

“Kau dan kak Yueyue.”

“Itu saja, baiklah aku izin tidak ikut, kalian saja bermainlah! Aku ingin menikmati udara segar! Aku duluan, sampai nanti.” Zhong Li kembali melanjutkan berjalan, dirinya menuju ke arah hutan meninggalkan You Fan sendirian.

“Ada apa anak iblis itu, sikap nya semakin tidak jelas saja.” You Fan menggerutu selayaknya anak kecil yang kemauannya tidak di turuti.

“Apa kau masih memanggil Zhong Li dengan sebutan ‘Anak Iblis’ lagi, apa kau ingin aku memukulmu lagi?” Suara perempuan bergema di telinga You Fan, membuat anak kecil yang mendengarnya itu sedikit merinding ketakutan.

“Kak Yueyue, maaf aku sering kali lupa soal itu! Ini hanya masalah sepele saja, jadi tolong jangan pukul aku lagi.” You Fan menenangkan perempuan yang baru saja membisikkan sesuatu yang mengerikan tepat di depan telinganya.

“Jadi, di mana Zhong Li? Aku tidak melihatnya sama sekali di sini.” Mata perempuan itu menelusuri sekitar, berniat mencari keberadaan Zhong Li yang belum tampak di depan matanya.

“Ah! Itu… dia baru saja meninggalkanku.” You Fan tidak menahan kenyataan untuk terungkap, lagi pula dirinya hanyalah seorang anak kecil yang masih sangat sangat suci untuk mengetahui kebohongan. “Jadi, ayo kita bermain!”

“Hmm? Maaf, aku ingin membantu ibu ku saja, dia sepertinya sedang menjemur baju saat ini… kali ini bermainlah sendiri, atau lebih baik bantu saja ibumu yang akan melahirkan adik mu itu… aku duluan!” Perempuan itu menemani You Fan dengan sangat singkat, bahkan sekarang dirinya sudah tidak terlihat lagi di dalam pandangan You Fan.

You Fan hanya bisa menghela napasnya cukup panjang, “…Jika saat ini masih pagi, seharusnya ayah masih belum berangkat berburu! Aku ikut berburu dengan ayah saja, mungkin ini adalah waktu yang paling tepat untuk belajar sesuatu.”

***

Zhong Li sudah cukup lama berjalan kaki di tengah hutan ini, karena dirinya merasakan jika ini sudah terlalu jauh, akhirnya ia memutuskan untuk berhenti melanjutkan masuk lebih jauh ke dalam hutan dan memilih untuk memulai pelatihannya.

“Untuk yang pertama, lakukan pemanasan terlebih dahulu, baru bisa di mulai.” Berhubung ini adalah latihan fisik, Zhong Li jelas akan melakukan pemanasan, ini dia lakukan untuk menurunkan kemungkinan terjadinya cidera dalam waktu latihannya kedepannya.

Setelah itu barulah ia memulai latihannya, meskipun latihannya sangat sederhana, meskipun begitu ini sangatlah bermanfaat bagi tubuh para Pendekar yang bisa berevolusi dengan cepat.

Dalam artian, dirinya dan semua orang yang memiliki Unsur Jiwa yang akan menjadi pendekar, dapat memiliki kekuatan fisik yang sangat kuat dalam waktu yang lebih singkat dari pada yang waktu latihan yang seharusnya di butuhkan, tapi jelas semua ini ada teknik dan pengorbanannya.

“Semua pendekar bisa melakukan ini, tapi sangat jarang dari mereka yang mengetahuinya. Ini adalah teknik melatih tubuh ciptaan ku sendiri, lebih tepatnya saat aku masih di anggap sebagai Pendekar Tingkat Khusus.”

“Namanya adalah Adaptasi, dan hal yang harus di korbankan adalah tekad yang sangat kuat. Cara melakukan sebenarnya sangat mudah, tapi Cuma butuh waktu pengulangan yang sangat banyak.”

Zhong Li memulai latihannya dengan berlari cepat ke arah desanya, tujuannya saat ini hanya harus menempuh jarak satu kilometer saja. Setelah di rasa cukup, dirinya meneruskan latihannya dengan latihan yang berhubungan dengan angkat beban.

Setelah itu dirinya kembali berlari, kali ini dengan arah berlawan arah dari ke arah desanya, tujuannya saat ini adalah harus menempuh jarak sepuluh kilometer, sepuluh kali lipat dari yang tadi.

Setelah selesai dirinya kembali mengulang latihan angkat bebannya dengan gerakan ulang lebih dari sepuluh kali lipat dari yang tadi ia lakukan.

“Ah, ini baru saja tahap kedua, tapi sepertinya aku sudah mulai jenuh.”

Latihan ini terlihat lebih seperti pemaksaan, maka itu harus butuh tekad yang kuat untuk menjalaninya. “Sialan! Semangatlah diriku! aku tidak boleh kalah dari rasa malas yang terus menggerogoti hati ini!”

Zhong Li kembali menjalankan latihannya, kali ini lanjut ke tahap ke tiga, dirinya memulai dengan kembali berlari dengan jarak tempuh tetap sama dengan tahap yang kedua, begitu juga dengan pengulangan gerakan angkat bebannya.

Sampai akhirnya, hari sudah menunjukkan tepat di siang lepas menuju ke sore, Zhong Li sudah terbujur kaku di tanah dengan keringat membasahi seluruh tubuhnya penuh.

“Hanya sampai ke tahap ke lima saja! Ah ini bukanlah masalah, lagi pula masih ada hari esok.” Zhong Li mengingat jika penyerangan di desanya itu akan terjadi setelah adik You Fan lahir.

“Total hari ini aku sudah menempuh jarak lebih dari 41 kilometer, yah itu bukan angka yang kecil tapi itu masih terlalu jauh dengan ekspetasi ku pagi tadi.” Zhong Li merangkak ke pohon terdekat berniat untuk menyandarkan bahunya di sana.

“Hah, kaki kecil ini membuat ku terlihat sangat menyedihkan.” Zhong Li memandang kaki kecilnya yang masih sedikit gemetaran karena terlalu terkejut untuk menempuh jarak yang sangat panjang barusan, belum lagi ditambah dengan latihan angkat bebannya.

“Selanjutnya!… Merasakan kekuatan Qi ya?… ini memang bukan perkara yang mudah tapi juga tidak terlalu sulit.” Zhong Li duduk bersila dengan punggung yang masih bersandar di pohon.

Cara merasakan kekuatan Qi terbagi menjadi dua cara, cara pertama dan yang termudah adalah dengan cara memakan obat-obatan yang terbuat dari tanaman yang menyerap kekuatan Qi, meskipun begitu itu obat itu haruslah obat yang sudah tergolong obat khusus dalam hal ini, obat itu berguna untuk membantu kita dalam membuka indra perasa terhadap kekuatan Qi.

‘Yah dengan obat-obatan biasa juga bisa, tapi itu akan memakan waktu agak lama, belum lagi akan ada kemungkinan menimbulkan resiko yang besar jadi itu sangat tidak patut untuk di coba.’

Dan cara yang kedua dan terakhir adalah dengan cara tradisional. Cara ini disebut tradisional karena caranya yang sangat kuno, kita yang ingin merasakan kekuatan Qi tanpa menggunakan obat di paksa untuk merasakannya sendiri kekuatan itu di alam terbuka.

Fokus untuk merasakannya terlebih dahulu, setelah itu baru berusaha untuk menyerap dan mengolahnya, itu adalah cara yang sangat kuno, sangat berbeda dengan cara kerja yang menggunakan obat.

Cara yang pertama tidak membutuhkan dua usaha itu, di dalam obat itu sudah memiliki kekuatan Qi yang sudah lumayan besar, jadi tinggal di rasakan dan di olah dengan baik saja, dengan begitu semuanya sudah selesai.

Zhong Li menghela napasnya pelan setelah akhirnya dirinya bisa merasakan kekuatan Qi, tapi dirinya harus di kejutkan dengan hari yang sudah mulai menjelang malam, dengan langit senja yang sudah ingin berganti.

“Sialan! Dari siang ke sore ini sudah termasuk sangat lama, setidaknya aku harus membutuhkan waktu dua hari penuh untuk bisa merasakan kekuatan Qi secara sempurna.” Zhong Li langsung berlari ke arah rumahnya secepat yang dirinya bisa.

1
Jumadi 0707
yng dimaksud pria paruh baya itu umur brp ada jenggot dah putih n masa umurnya 50 an setidaknya 70 an lah Thor jelasin aja Thor peria tua
Jumadi 0707
maksud bertempur gk tau maunya dan bertele2 gk ngerti
alexander
bagus ceritanya
Muhamad Rizki
GT
Dzikir Ari
Kenapa jadi berbeli Belit kata katanya
Dzikir Ari
Alur mulai tertata dan selanjutnya jangan membosankan Tor, ini sekedar masukan...🙏
Dzikir Ari
Gimana kok Alurnya mbulet tor
Dzikir Ari
jalan ceritanya cukup menarik tapi terlalu bertele tele Tor
Dzikir Ari
Lanjutkan Tor
Dzikir Ari
Lanjut
Dzikir Ari
Coba mampir, moga Alurnya tidak bikin bosan Tor 🙏
Haryanto Sendtot
lanjut
Haryanto Sendtot
mna up nya lgi
Abdullah
update ya
Djambar Barmo
Alur cerita tidak mengalir,beberapa bab isinya tidak berhubungan, kalau bercerita harusnya terstruktur
Ahmad Tavip
remove aja cerita ini
Ahmad Tavip
bertele tele
Suyatno Saban
lanjutkan
Idk!
bagus ceritanya, lanjutkan
de wek
baru nemu malam ini di beranda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!