Aku Dany Susilo... aku adalah personil dari band Punk yang mendadak bisa berinteraksi dengan mahluk tak kasat mata, bersama sahabatku, aku berusaha memecahkan misteri tentang matinya teman-temanku di vila nggateli ini.
Di cerita ini kalian akan menemukan berbagai trik dan intrik yang tidak akan kalian temukan di Novel horor atau misteri lain.
Banyak hal yang tidak bisa diprediksi sebelumnya, sehingga menimbulkan teka teki yang aduhay.
Cerita ini bukan horor atau misteri yang biasanya menampilkan pocong, atau kunti, atau gendruo dan sebangsanya.
Mahluk ghaib yang ada paling juga hantu teman kami yang sudah mati.
Cerita ini membawa pembaca untuk memahami dan merasakan apa yang dirasakan oleh obyek yang yang ada disini, sehingga pembaca dapat merasakan kengerian tanpa harus menampilkan sosok pocong, kunti dan sejenisnya.
Saya disini dibantu oleh lima teman yang masih hidup, dan arwah teman baik kami yang telah mati sebelumnya yaitu, Wildan, Gilank, dan Ibor. Mereka membantu kami dalam memecahkan masalah yang menimpa kami.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Bashi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26 ( SEMUA TERLIHAT MENGERIKAN ! )
Perlahan teman teman ku membuka mata mereka, dan teriakan pertama berasal dari Tifano.
“Waaaaa,,itu apa diluar sana, banyak mahluk mengerikan diluar area lingkaran ini!” teriak Tifano
“Subhanallah..banyak sekali mahluk ciptaan Tuhan yang buruk rupa” sebut Ali
“Aku ndak berani buka mataku rek, aku takut rek” kata Gilank
“Ya itu mereka yang waktu itu makan mayat-mayat teman kita” kata Ukik “pakTembol, waktu mereka menyerang teman-temanku kenapa aku bisa melihat mereka dengan jelas?” tanya ukik
“Yah” kata pak Tembol “waktu itu mereka menampakan wujud , karena mereka akan memakan jenazah temanmu yang bewujud nyata”
“Wuiiihhhhh.... mereka kenapa tidak bisa masuk area lingkaran ini pak?” tanya broni yang dengan berani menatap mahluk menjijikan yang ada diluar area lingkaran.
“Itulah kebesaran Tuhan, dibalik kengerian dan keangkeran suatu tempat, pasti ada suatu area suci yang mana mereka yang jahat tidak dapat memasukinya” kata pak Tembol
“Makanya aku membawa kalian kesini untuk membuka portal kalian, agar tidak ada mahluk jahat yang mengganggu” lanjutnya.
“Setalah ini kita kembali ke rumah saya, kemudian kita akan rencanakan untuk mengunjungi mereka” kata pakTembol
“Gak bisa hari ini saja kah pak” tanyaku
“Belum bisa, saya akan menemui mbah Kara telebih dahulu untuk meminta pendapatnya, kapan kita akan mendatangi mereka” sahutnya
“Sewaktu nanti kita pulang, kita akan lewati tempat yang indah itu, biar kalian tahu apa yang ada disana” kata pak Tembol
“Pak, ini kan sudah malam dan keadaan gelap gulita, apa kita tidak bermalam saja disini? Tanyaku
“Hahahahah justru malam hari ini baik buat kalian, kalian bisa gunakan batin dan perasaan kalian untuk mencari jalan pulang” kata pak Tembol “nanti kalian harus bisa pulang tanpa saya.
“Maksudnya pak?” tanya Ukik
“Nanti saya lepas kalian, kalian harus bisa pulang tanpa saya” lanjutnya “kalian harus bisa mencari jalan pulang di kegelapan ini dan melawan tiap mahluk yang menggangu kalian atau kalian akan mati!”
“Ya..taruhanya adalah mati!, kalian sudah aku bekali dengan bekal yang cukup, jadi gunakan bekal pemberianku itu dengan maksimal”
Aku tak menduga kalau pak Tembol akan melepas kami di jurang ini untuk mencari jalan pulang. Mungkin ini untuk menguji teman-teman untuk menghadapi demit yang telah menahan arwah teman kami.
“Oklah pak” jawabku “aku setuju pak”
“Nanti kita mulai dari pintu gerbang tempat kita melihat istana emas dan perempuan telanjang tadi” kata pak tembol tertawa
Aku bisa melihat wajah wajah temanku yang tidak siap dan ketakutan, kalau aku sih pasrah, aku berserah diri kepada Tuhan, atas ijin Tuhan aku akan selamat sampai rumah pak Tembol meskipun gelap gulita di depanku.
“Pasrah aja sama yang diatas, ini juga adalah ujian kita untuk menghadapi anak buah Nyai Suparmi” kataku
“Ayo kita ke tempat yang kata kalian indah itu yuk” ajak pak tembol sambil tertawa
“Rek, apa kalian masih ingat jalan pulang?” tanya Ukik
“Blas ndak!” balas Gilank
“Aku masih ingat sedikit” kata Ali
“Tadi waktu siang hari aja kita butuh depalan jam, lha ini gelap rek, butuh berapa jam lagi hahahahah” kata Tifano tertawa putus asa.
“Wis pasrah aelah, bener kata Dany, kita pasrah ae” kata Broni
Kami berjalan perlahan menuju istana emas dengan perempuan telanjangnya, posisi kami masih di area lingkaran batu cadas, kami belum keluar dari area bebatuan ini. Memang setelah menyelamatkan Wildan dan Ibor aku bisa melihat mahluk tak kasat mata, tetapi hanya mahluk yang berenergi yang besar yang bisa aku lihat, dan kadang
harus dengan susah payah konsentrasi.
Tetapi setelah tadi ibuka portalku, semakin aku peka melihat yang aneh-aneh disekelilingku.
Aku berbisik kepada teman temanku
“Nanti kalau kita keluar dari area ini, kalian harus banyak-banyak istigfar” kataku "akan makin banyak yang kita lihat rek”
“Iya bener Dany” kata Ali
“Ayo cepat jalan kalian, kita hampir tertinggal dari pak Tembol itu lho!” seru Broni
“Ini udah cepat rek” kata Ukik “pak asuTembol aja yang jalannya seperti melayang”
“wis gak usah banyak omong, ayo cepat” sahut Gilank
Dan ternyata betul juga, baru selangkah melangkahkan kaki keluar dari area batu kita sudah disambut oleh ratusan atau mungkin ribuan mahluk ghaib dengan berbagai bentuk yang ganjil, banyak dari mereka yang berusaha menyentuh kami , atau bahkan meludahi kami, tetapi entah karena ilmu yang diberikan pak Tembol, mereka tidak
bisa menyentuh atau meludahi kami.
“Wooooo...iki opo opoan rek” kata Gilank
“ Jijik rek...bentuknya aneh-aneh lho” sahut Tifano
“Tapi mereka gak bisa nyentuh kita ya” kata Ali “apa mungkin karena pak Tembol ya ?”
“Hiii...hiiii.hiii...jijik aku liatnya” kata Ukik
“Jan*ok! Ada yang meludah ke kita c*k!, api jarak lima centimeter dari muka kita ludah itu jatuh ke tanah” kata Broni “ nggilani rek ludahnya hiiiii”
"Ayo cepat!” perintah pak Tembol “jalan kalian terlalu lambat”
“Lihat itu di depan kalian, yang tadi kalian bilang itu bangunan emas, banyak bidadari telanjang, ada kolam renang yang bening dll” kata pak Tembol
“Woooaaaahhh!” teriak Gilank” i..itu bukanya prempuan yang cantik-cantik!...K..kenapa semua jadi mahluk menjijikan yang bewujud laki laki dengan ******** panjang sepanjang kaki yang ujungnya selalau meneteskan nanah”
“Semua bidadari berubah menjadi mahluk laki-laki menjijikan yang kelaminya meneteskan nanah!” kata Ukik
“K...ko..kolam itu..ko..kolam itu hanya kubangan yang berisi darah hitam dan nanah yang menjijikan!” jerit Tifano
“Bangunan emas tadi itu hanya berupa gua....gua yang berwana hitam dan diselimuti oleh lumut yang basah karena banyak lendir nanah dan darah dimana mana” sahut Broni
“Jan*ooookk! Dipojokan itu ada mahluk menjijikan yang sedang melakukan aktifitas sod*mi...nggilaniiii c*k” sahut Gilank
Memang didepanku terlihat dengan jelas kondisi yang berbeda dengan apa yang sebelumnya kita lihat, aku yang sebelumnya hanya melihat samar berupa bayangan , sekarang bisa melihat dengan jelas kengerian dan hal yang menjijikan yang terjadi di depan mata kita yang pada awalnya kita anggap itu istana dan bidadari-bidadari.