Kau hadir dengan sebuah alasan klise yaitu cinta untukku si pemain cinta.
Dan kini setelah semua yang kita alami,kau memberiku sejuta alasan untukku tetap Mencintaimu.
Setelah merasakan cinta kini aku tau kenapa kau menolakku KARINA. Tapi kini kau menarikku jauh kedalam sayap kerinduan. Dan aku tidak akan membiarkan masa lalu mendorongmu jauh dari cintaku karena tanpamu cintaku tak kan sempurna KARINA ADESTA.
Meskipun kau memberiku pelangi dan hujan secara bersamaan tapi entah kenapa hatiku tak bergeming sedikitpun dari ruang cinta ini.
Aku tidak menyangka akan bisa bertahan sampai akhir dengan cinta yang seperti air di samudera luas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ang lin Hua, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Biarkan aku mencoba mencintaimu
Rommy yang sebenarnya sudah tahu kehidupan Karina sejak awal dari Gerald hanya bersikap tenang dan santai. Ia pun tahu akan ke mana Karina membawanya. Setibanya di sebuah kediaman keluarga Adesta, salah satu pemegang saham terbesar di perusahaan Pratama. Mata Rommy dimanjakan dengan penyambutan beberapa pelayan yang sangat menghormati tuan dan tamu mereka.
Farah—ibu kandung Karina—terkejut melihat buah hatinya tiba di rumah dengan seragam kantor. Ia pun meluapkan kerinduannya dan menghambur memeluk erat gadis kesayangannya itu.
"Sayang! Periku! Akhirnya kamu pulang juga, Nak," lirihnya merangkul lembut Karina.
Keduanya kembali duduk di sofa bersama tamu istimewa mereka.
"Mommy ini Rommy, sepupu bos aku—Pak Gerald Pratama, pemilik kerajaan bisnis Pratama," ucap Karina menunjuk ke arah Rommy yang menunduk memberi hormat pada Farah.
"Rommy, this is the real me ... ini mama aku dan itu foto papa aku.”
Karina menunjuk ke arah foto keluarga Adesta yang terpajang di dinding ruang keluarga. Karina mengajak Rommy berkeliling rumahnya. Sementara Farah segera meminta pelayan menyiapkan makan siang dan menyiapkan kamar untuk nona muda mereka.
"Rommy, aku boleh minta tolong, nggak?"
"Aku tau kamu mau minta tolong apa," tebak Rommy.
"Apa?"
"Kamu mau minta tolong ke aku agar aku tidak membocorkan ini ke Gerald, kan?" Karina tersenyum dan mengangguk ke arah Rommy.
"Kamu tenang aja, aku nggak akan kasih tau Gerald kok. Terus kenapa kamu memilih tinggal di kos-kosan dan bekerja sebagai bawahan?"
"Sebenarnya itu hanya bentuk pemberontakanku pada keluarga."
Rommy mengerutkan keningnya mendengar jawaban Karina. "Maksud kamu?"
"Papa dan mama jodohin aku sama anak sahabatnya, tapi aku menolak."
"Kenapa?"
"Karena aku gak cinta sama dia."
"Kenapa kamu gak mencobanya? Siapa tau lama-lama kamu akan jatuh cinta."
"Gak, aku gak mau. Meskipun dipaksa ataupun dicoba, aku nggak bisa."
"Apa kamu tau laki-laki yang mau dijodohin.”
"Nggak dan aku nggak mau tau. Makanya aku nggak pernah nanya."
Rommy dan Karina tiba di sebuah kursi dengan meja bundar putih di tengahnya tempat Karina dan keluarga bersantai. Keduanya pun mengambil tempat duduk.
"Buat aku pernikahan terjadi karena kedua pasangan saling mencintai, sehingga aura dan sakral sebuah pernikahan, kan, terasa di sana. Kalau pernikahannya paksaan, apa kamu mau tersenyum, tapi hatimu menjerit dan memberontak?"
Rommy menunduk dan tersenyum seolah kini ia memahami akan keadaan hubungan Gerald dan Karina.
"Karina, boleh aku tanya satu hal lagi?"
"Katakan."
"Kamu menolak perjodohan dengan dasar cinta. Apa kamu sudah memiliki orang yang kamu cintai?"
Karina terdiam, ia pun membuang pandangannya ke arah lain. Bayangan masa kecil Karina kembali berkelebat di pikiran seolah sedang berputar di depan mata.
"Aku tidak tau apa aku mencintainya atau tidak, tapi aku sedang menunggu seseorang. Dia berjanji akan datang menemuiku, tapi ...," jelas Karina yang menggantung ucapannya.
Farah memanggil keduanya dari kejauhan. Mereka pun segera menjamu tamunya dengan sangat baik. Rommy dipersilakan makan siang bersama, sedangkan Karina malah pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri. Kesempatan itu digunakan Farah untuk berbicara pribadi dengan Rommy.
"Nak Rommy … Tante yakin kamu sudah tau akan hal ini, dan keberadaanmu di sini pasti karena permintaan Gerald," ucap Farah.
"Wooww! Amazing! Emang keluarga Adesta nggak bisa diragukan lagi kalau soal kecerdasan. Aku nggak heran Karina bisa secerdas itu."
Rommy menyantap makanan yang disajikan Farah kepadanya.
"Ya Tante, tapi kalau boleh … apakah Tante bisa izinkan aku memiliki Karina juga?"
"Kamu ini, ya! Lalu Catty mau kau apakan? Dasar playboy! Tante tidak mau. Tante sudah memilih Gerald jadi menantu Tante, harga mati!" seru Farah.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa