PENGUMUMAN : GW LIBUR, LAGI BANYAK TUGAS
Jiang Yan, Nama yang sangat melegenda di Tanah Benua Daratan, Siapapun yang pernah mendengar ceritanya pasti akan tahu siapa dia sebenarnya.
Kehidupan sebenarnya sangat lah melelahkan, merupakan seorang yang terpilih menjadi Naga Kesembilan dan Seorang Shen Diren membuatnya harus hidup penuh dengan rintangan. Hingga dia berhasil melaluinya.
Tentunya hal itu membuat kekosongan dalam hatinya, apakah itu cinta, keluarga, orang yang dia sayangi. Semua tertutupi oleh kekuatannya.
Menenggelamkan Benua Dewa?, Meratakan Surga?.
Itu hanya sebagian kecil aksinya. kini dia sudah berdiri di puncak!.
Mengadalkan kemampuannya sendiri menjadi legenda tertinggi.
Sebelum Munculnya Kejahatan lainnya.
Jadwal Up : 2 hari sekali 3 Chapter jam 10.00 Siang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uwu Rkw Uwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 26 Masalah Di Perjalanan
Tubuh Zen Ren Bergetar setelah mendegar nama Jiang Yan Ziya, ingatannya kembali segar tentang bagaimana seorang manusia dengan kultivasi Tingkat Kaisar Dewa tertinggi dapat dengan mudah memporak porandakan Surga dan bahkan menghacurkannya.
Ia tentu tak melupakannya, Jiang yan tanpa gentar menghadapi Jutaan Prajurit dewa, dengan sabit malaikat maut ditangannya dia menebas siapa pun yang menghalanginya untuk membunuh Penguasa surga pertama bernama Tang Yang Ziya.
Ternyata nama belakang Jiang yan bukanlah nama aslinya melainkan gelar bagi seorang penguasa Surga.
Kejadian itu merupakan peristiwa yang paling kelam yang hampir menyebabkan bangsa dewa musnah. Namun banyak penduduk yang selamat melalui portal yang menuju benua terbuang. Zen Ren sendiri selamat karena beruntung Jiang yan tak memburunya ketika dia melarikan diri. Tapi entah mengapa dia bisa tiba tiba sudah tersegel dalam pedang saat dia membuka matanya.
**************
Jauh dari Tempat Zen Ren dan Naga tua berada, Jiang yan disibukan dengan kegiatannya. Dia kini sedang meleburkan sesuatu berwarna hitam keunguan yang tentu saja itu segel miliknya dan membentuknya lagi menjadi cincin yang indah.
"Sepertinya ini belum cukup" Gumamnya saat cincin itu sudah terbentuk.
"Ah ya bagaimana jika aku menambahkan sedikit aturan ruang disini"
Setelah berhasil Jiang yan mengeceknya dan ternyata berhasil, Sekarang cincin itu bukan hanya dapat menyegel kekuatannya tapi juga menjadi cincin ruang selebar dan seluas tiga ribu kilometer. Namun cincin itu tak memberikan efek lainnya serta tetap hanya bisa menyegel sembilan puluh persen kekuatannya, berarti tingkat kultivasinya adalah Pendekar Dewa Langit terendah setelah di segel.
"Huh aku lebih menyukai perasaan yang sekarang" Desahnya
"Baik waktunya kembali"
Sesampainya di kediaman naga tua Jiang yan segera memasukinya tanpa permisi membuat dua orang yang didalamnya kaget.
"Brakkk!" Suara pintu di tendang menggema di seluruh ruangan.
"Bocah!, Kau merusak pintuku lagi" Cetus Naga tua.
"Tidak usah basa basi, Aku akan segera melanjutkan kembali perjalananku dan untuk kau Zen Ren. Kau akan dilatih oleh Jiang yan Agar menjadi lebih kuat!" Jelas Jiang yan.
Kemudian Jiang yan membuka celah dimensi, kali ini dia sebab kekuatannya yang belum tersegel berada pada pendekar langit dan itu sudah memungkinkan untuknya membuka celah dimensi.
Ia muncul di tempat sebelumnya, Yaitu sebuah tanah lapang tak jauh dari Kota Huxin.
"Haaaaaa... Bau me***" Jiang yan menghela napas panjang.
"Udara disini lebih buruk dari pada dalam alam samsara, tapi lebih baik aku segera melanjutkan perjalananku" Ujarnya kemudian melesat mengikuti jalan utama yang akan menuntunnya menuju ibu kota kekaisaran Jin.
Beberapa jam setelah Jiang yan memulai lagi perjalanan, dia merasakan perutnya sedikit lapar dan memutuskan untuk turun di kota selanjutnya untuk mencari makan.
Tak berselang lama ia sudah dapat melihat suatu kota berukuran sedang yang juga tak terlalu ramai orang yang mengantri tidak jauh darinya dan kemudian turun sebelum sampai Pintu gerbang.
"Berhenti!, tunjukan identitasmu" Pinta penjaga gerbang.
Jiang yan menunjukan lencana yang di buatkan oleh seorang penjaga saat pertama kali masuk ke kota Huxin.
Setelah memeriksa keasliannya, penjaga itu mengembalikannya kepada Jiang yan dan meminta lima keping perak sebagai biaya masuk.
"Permisi, Bolehkah bertanya. Dimana letak restoran terdekat?" Ucap sopan Jiang Yan bertanya pada seorang pria paruh baya.
"Silahkan berjalan lurus dan belok kiri di persimpangan kedua, Di sana ada rumah restoran bernama Bambu Air" Jawab Pria itu.
"Terima kasih," Jiang yan menganggukan kepalanya kemudian berjalan pergi menuju tempat yang dimaksud.
"Selamat datang di rumah makan Bambu Air, apa yang ini anda
pe..... sa...n?" Sapa seorang pelanyan dengan muka merona menatap wajah Jiang Yan.
"Sial, aku lupa akan wajahku" Umpat Jiang yan dalam hati.
"Ehem.. Beri aku masakan daging dan dua guci arak terbaik" Pesannya sambil menyerahkan Sepuluh keping perak.
"Baik tuan, mohon menunggu"
Saat makanan telah sampai Jiang yan dengan lahab memakannya hingga habis, kemudian berjalan keluar kemudian menghilang ditengah ramainnya lalu lalang oraang orang.
"Hoamm. Makan sekenyang ini membuatku mengantuk, sebaiknya aku cari tempat untuk tidur. Tunggu bukankah aku sudah bisa membuka celah dimensi?, Sudah lah aku tak ingin bertemu lagi dengan wajah Naga tua" Gumam Jiang yan.
Berkali kali dia menguap hingga menemukan tempat untuk tidur yaitu rerumputan dibawah sebuah pohon besar yang rindang serta nampak sejuk, Jiang yan memposisikan badannya miring dengan posisi wajah menghadap ke arah pohon dan ahirnya tertidur pulas tanpa waspada sedikitpun.
************
Di tengah jalan sekitar dua kilometer dari tempat Jiang yan terlelap, ada sebuah kereta kuda yang dinaiki oleh empat orang wanita berjalan dengan cepat kearahnya seperti sedang di kejar hujan.
"Pelayan, tolong percepat lagi kereta kuda ini!" Pinta seorang wanita paruh baya yang sedang memegangi gadis muda.
"Baik Nyonya!"
"Kletak... Kletak... kletak..."
Langkah kuda semakin cepat menembus rimbunnya hutan, sesekali tampak gadis muda yang sedang dipegangi memberontak dan mulai tidak karuan.
"Nyonya, Nona muda tak akan bertahan lebih lama lagi" Seru pelayan di sebelahnya.
Wanita itu mulai khawatir pasalnya, Gadis yang dia pegangi terkena bubuk bunga Aknonia atau lebih dikenal dengan bubuk perangsang, efek bubuk ini sangat besar. Jika tidak segera melakukan hubungan intim 2 jam saja setelah terkena, m dipastikan dia akan lumpuh.
Tubuh gadis itu memakin panas dengan keringan membasahi tubuhnya dan tangan yang mulai meraba raba daerah bawaahnya.
Dari kejauhan pelayan yang mengendalikan kereta melihat sesosok berbaju putih sedang tertidur dibawah pohon.
"Nyonya, ada seseorang di depan, Sepertinya dia seorang lelaki!. Kita bisa meminta bantuan padanya." Seru pelayan yang mengendarai kereta.
"Tapi bagaimana bisa aku memberikan putriku kepada lelaki sembarangan!" Wanita paruh baya itu tampak ragu.
"Sekarang yang harus kita utamakan adalah nona muda, nyonya. Ini sudah lebih dari satu jam setelah nona di jebak untuk meminum bubuk itu" Saran pelayan di sampingnya.
"Huff.. baiklah berhentikan kereta dan minta lah bantuannya" Wanita itu hanya bisa menghela nafas.
Setelah kereta berada di samping Pemudaa itu, pelayan yang mengendalikan kuda turun dan akan meminta bantuan padanya.
"Tuan... Tuan" Pelayan itu mencoba membangunkannya.
"Hoammm... hmm?" Pumuda itu ternyata Jiang yan yang sedari tadi sedang tidur.
"Tuan tolong bantu n.....o.na..." Pelayan itu terpana melihat wajah segar Jiang yan.
"Apa yang terjadi kepada nonamu?" Pertanyaan Jiang yan menyadarkan pelayan didepannya.
"Ah.. eg.., Tolong tuan nona kami terkena bubuk bunga aknonia" Serunya.
"Hah!, Aknonia?, Bagaimana bisa nonamu ter-... Huh nanti saja kita bahasnya, sekarang di mana nonamu"
Pelayan itu memandu Jiang yan menuju kereta kuda, Wajah pertama yang dia lihat adalah wajah khawatir milik seorang wanita paruh baya namun ia tak terlalu memperhatikannya. Ia hanya fokus kepada gadis muda disampingnya.
"Ini... Huff, efek obat itu sudah terlalu parah" Desah Jiang yan.
***********
Anjay!, makasih buat pembaca bernama "LOLI X HANTER" karena telah melakukan Vote hingga hampir 2000 poin.
Btw juga maaf rada telat, biasanya upnya jam 3 tapi ini sudah jam tujuh malam. Di Ch sebelumnya juga gw uda bilang kan ada acara tunangan.