NovelToon NovelToon
Pesona Prajurit Tampan

Pesona Prajurit Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Kehidupan Tentara / Tamat
Popularitas:4.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ansifa

Jihan Kharisma gadis SMA yang tergila-gila dengan seorang pria berseragam. Lebih tepatnya dengan tentara, dia begitu mengidolakan seorang tentara untuk menjadi suaminya karena ia ingin seperti kakaknya yang perempuan yang menikah dengan tentara. Apalagi kakaknya yang laki-laki adalah seorang tentara sehingga menambah keinginannya yang begitu dalam untuk memiliki suami tentara.

Suatu ketika ia bertemu dengan seorang pria yang tanpa sengaja membantu Jihan saat gadis itu jatuh dari sepeda, pertemuan itu membuat jihan terpesona setengah mati berharap ingin bertemu kembali dan mentakdirkan mereka.

Apakah nanti Jihan akan bertemu kembali dengan pria itu, baca disini....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ansifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 26

Setelah mencium Bara tadi Jihan segera berlari ke kamarnya. Rasanya ia malu sendiri karena sudah mencium Bara.

Saat ini dia sedang bergelum dengan selimut menutupi semua tubuhnya dengan selimut itu.

Pipinya kini terasa panas sendiri saat ia memikirkan bagaimana dengan beraninya tadi ia mencium Bara. Gara-gara itu ia sampai lupa untuk makan bubur yang dibuatkan Bara tadi.

Padahal dirinya begitu lapar saat ini, gara-gara ia tidak bisa mengontrol perasaanya perutnya yang menjadi korban kasian sekali.

"Bodoh, bodoh" runtuk Jihan pada dirinya sendiri yang masih didalam selim**ut.

Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari luar. Dan terdengar juga pintu terbuka, langkah kaki terdengar mulai mendekat kearah Jihan yang berada didalam selimut.

Jihan sendiri bisa menebak siapa orang itu, itu pasti Bara siapa lagi kalau bukan dia langkah tegap itu hanya milik dia menurut Jihan.

"Dek, makan dulu baru tidur. Kamu tadi siang belum makan kan?" benar saja itu suara Bara yang berusaha membangunkan Jihan tanpa menyentuhnya. Dia sendiri masih berdiri disebelah Jihan tidur sambil memegang nampan yang diatasnya ada semangkuk bubur dan air putih.

Bara melihat Gadis itu yang hanya diam di bawah selimut, Bara tahu Jihan tidak tidur dia hanya menyembunyikan dirinya.

"Jihan,..Dek.,Makan dulu" ucap Bara masih dalam posisinya.

"Kamu tidak tidurkan, ayo makan buburnya." ucap Bara lembut.

"Gimana gue mau makan, ada dia disitu malu gue" ucap Jihan pada dirinya sendiri yang masih menutupi tubuhnya dengan selimut.

"Saya nggak akan pergi sebelum kamu keluar dari selimut dan memakan bubur ini" tegas Bara sambil memperhatikan kearah selimut yang bergerak-gerak.

"Kamu mau, saya telpon kan Mas Banu, atau Papa kamu" ancam Bara. Langsung membuat Jihan membuka selimutnya paksa.

"Dasar tukang ngancem, " desis Jihan melihat Bara cemberut. Sementara Bara hanya melihat Jihan datar.

Dia mulai duduk dipinggiran ranjang Jihan, menyodorkan nampan bubur itu didepan Jihan.

"Ini Dimakan," ucap Bara mengarahkan sendok di mangkuk kearah Jihan.

"Suapinn" ucap Jihan manja. Entah rasa malunya tadi pergi kemana saat dia mendapat perlakuaan manis seperti ini rasa malunya langsung terbang terbawa angin

"Bisa makan sendiri kan? dimakan dek. Saya kebawa dulu" ketus Bara lalu bangkit dari duduknya berjalan pergi.

Jihan langsung mengerucutkan bibirnya karena Bara malah pergi meninggalkannya saat ini.

………………

Bara duduk di ruang tamu rumah Jihan ia membuka Hp miliknya. Melihat ke galeri, terlihat di galeri Bara banyak foto seorang perempuan berhijab berseragam dokter banyak pose dan senyum yang diperlihatkan perempuan itu.

Ada juga foto mereka berdua yakni Bara dan perempuan tersebut foto mereka yang sama-sama saling tersenyum satu sama lain. Disitu mereka berdua tampak bahagia,.

Di name tag baju dokter perempuan itu, tertulis nama dr. Sonia Sp.GK. Bara mengelus lembut layar Hpnya tepat di wajah perempuan itu, kini wajah sendu terpatri dalam wajah Bara.

Dia terus melihat foto itu, tanpa berniat melakukan apapun.

Saat dirinya masih melihat foto Sonia Hpnya itu berbunyi layar Hp kini berganti menampilkan nama Banu di sana.

"Halo bar, Assalamualaikum" salam Banu saat panggilannya sudah diangkat oleh Bara.

"Walaikumsalam bang, gimana bang?" tanya Bara.

"Saya cuman mau tanya gimana kabar Jihan Bar?Dia nggak pa-pa kan?"

"Nggak bang," singkat Bara berbohong. Dia berbohong agar Banu tidak khawatir dengan adiknya yang sempat demam.

Saat ini Banu sedang ada di Medan bersama Danyon jadi tidak mungkin kalau dia bilang Jihan sakit. Bisa-bisa seniornya merasa sangat khawatir sekali pada Jihan.

"Syukurlah kalau Jihan nggak pa-pa. Biasanya dia kalau habis Syok karena yang membuatnya ketakutan sekali, dia bisa demam Parah sampai nggak sadarkan diri Bar. Jadinya saya takut dia kenapa-kenapa makanya juga saya buru-buru buat beli hp baru agar saya bisa menghubungi kamu langsung nggak melalui Rosyid lagi karena Rosyid juga udah balik ke batalyon" Jelas Banu pada Bara.

Perkataan Banu itu, membuatnya kilas balik semalam saat Jihan Demam tinggi.

"Pantas semalem dia demam" lirih Bara sangat kecil tetapi masih bisa didengar oleh Banu. Tapi suaranya begitu kecil sehingga samar-samar saja yang didengar telinga Banu.

"Apa Bar? Tadi kamu bilang apa?" Tanya Banu berharap Bara bisa mengulang pernyataannya lagi.

"Eh nggak Bang" sangkal Bara.

"Oh, aku kira kamu bilang apa"

"Kalau tidak ada apa-apa, aku tutup dulu ya, soalnya aku mau nemuin rekan-rekan di yonif Medan" tukas Banu

"Yaudah bang kalau gitu"

"Eh, eh bar tunggu dulu. Aku nitip Jihan ya selagi orang tuaku masih di Sulawesi."

"Iya bang, bang Banu tenang aja. Saya pasti jaga Jihan"

"Terimakasih banyak ya Bara, aku tutup dulu"

"Sama-Sama bang," lalu panggilan pun terputus membuat Bara menaruh Hpnya kembali tetapi sebelum itu ia mengeluarkan tampilan tadi dari galerinya. Melihat sekilas foto dirinya dan Sonia.

°°°°°

Suara burung berkicau di pepohonan, sinar mentari juga sudah mulai menampakkan dirinya. Pagi hari yang cerah mewarnai setiap aktifitas seseorang.

Bara masih tertidur di sofa ruang tamu Jihan. Dia memang semalam tidur di situ. Menunggu Jihan yang tak kunjung keluar dari kamar sampai membuatnya ketiduran.

Bara terbangun karena secercah cahaya matahari mengenai wajahnya saat ini. Ia perlahan mulai membuka matanya melihat kesekeliling mengamati dimana dirinya sekarang.

"Ah benar aku masih di rumah bang Banu" ucapnya sambil mulai bangkit untuk duduk.

Saat dia duduk, ia baru menyadari bahwa dia tadi terselimuti selimut hangat.

"Siapa yang memberikan selimut ini padaku?Apa Jihan?" tanyanya pada diri sendiri.

Bara mulai menyibak selimut tersebut dan mulai berjalan kearah dapur rumah Jihan. Lebih tepatnya ia menuju ke wastafel.

Dia akan mencuci wajahnya di sana, agar wajahnya terlihat fresh.

"Eh Den Bara sudah bangun?" ucap Bik nah saat muncul di dapur sambil membawa belanjaan yang ia beli tadi di pasar.

"Iya bi" jawab Bara singkat sambil membasuh mukanya secara perlahan.

"Jihan dimana bi?Apa dia sudah bangun?" tanya Bara saat dia selesai mencuci muka.

"Non Jihan sudah pergi ke sekolah den" jawab Bik nah sambil melihat kearah Bara yang kaget.

"Ke sekolah?Ini sudah siang Bi?" buru-buru ia melihat Jam tangan dipergelangan tangannya saat ini.

"Baru jam enam lebih bi, masa Jihan sudah berangkat" ucap Bara tak yakin.

"Iya sudah den, dia tadi berangkat Jam setengah enam. Bibi juga kaget tadi kok dia berangkatnya pagi banget. Terus bibi tanya kok pagi amat non?Dia jawabnya mau ke rumah temen dulu" jelas Bik nah sambil mengingat-ingat apa yang Jihan katakan tadi.

"Oh Gitu ya?"

"Kalau gitu saya juga pamit pulang ya bi, saya harus dinas pagi soalnya. Nanti tolong bilang Jihan ya bi, kalau saya Dinas. Habis pulang Dinas nanti saya kesini lagi" tambah Bara.

"Loh den, nggak sarapan disini dulu" ucap Bik nah saat Bara sudah melangkah pergi mengambil jaketnya yang ada di sofa. Dan dia juga tak lupa melipat kembali selimut yang menjadi selimutnya semalam.

"Nggak Bi, nanti saya sarapan di rumah saya saja. Takut kesiangan saya bi kalau sarapan disini. Saya juga nggak bawa baju dinas disini"

"Oh ya sudah den, hati-hati ya saat berkendara"

Bara hanya tersenyum membalas perkataan penuh doa dari Bik nah. Ia langsung berjalan keluar rumah Jihan menuju mobilnya yang terparkir di samping rumah itu.

°°°

T.B.C

1
sis fauzan
teman Kakaku adalah kekasih adikku🤭
Yulia
sabar ya Jihan udah jadi resiko ibu Persi gak boleh manja kan udah di jelasin saat mau pengajuan nikah kantor harus siap di tinggal tugas dalam kondisi apapun
Yulia
visual Jihan Made in indo saja KK...jgn Korea gak seru
Yulia
gua curiga nih..jagan2 pas mau nikah kantor Sonia muncul bikin galau bara ...mkn itu konflik dari novel ini
Yulia
aku suka novel ini walaupun aku terluka karena mengingat kan ku dengan mantan terindah ku yg juga seorang tentara
Yulia
keren bgt novel Nya
Yulia
duh jihannn gak ada jaim jaim nya bikin malu
Shantyka Kusuma
audio nya dong Thor please
Nuy
Kayanya anak fahrul dea deh 🤭🤭🤭
Nuy
Udh gede punya adik kebayang 😅😅🤣🤣🤣
Nuy
Kucu benget kebayang udh remana punya adik
I Made Budi Prayoga
sama aku juga penasaran nih gimana ceritanya Galbara sama Sonia, kasih gambaran sedikit aja
RahmaWati S Haruna
Luar biasa
timbuljaya
azka mirip Dika
timbuljaya
cembokur niiiiy...eeeett dah Bara yaaa.
timbuljaya
ujian mendekati pernikahan. mantan
muncul
timbuljaya
dan akhirnya Bara pun nanti jg cinta bangetz sm Jihan. sayang bangetz...bahagia
timbuljaya
hadir lg thor...niy kedua kalinya baca tetap aja gk bosen.
Yuli Haryati
semangat
Cerlia Wati
nunggu kisah Alvar di novel selanjutnya apa nih judulnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!