NovelToon NovelToon
MY LITTLE HUSBAND

MY LITTLE HUSBAND

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: athania

Dijodohkan dengan lelaki yang lebih muda 5 tahun darimu, apa kamu mau?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon athania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tua

Kendaraan roda empat mewah itu melaju dengan cepatnya, terkadang berbelok tajam ke kanan kemudian ke kiri membuat penumpang di sebelahnya mesti berpegangan pada handle di atas kepalanya untuk mempertahankan diri.

"Tidak usah ngebut cebol!! kau bahkan belum punya sim!" teriak Olivia marah, sayang kan jika harus mati muda sebelum menikah, pikirnya.

"Lihat itu" tunjuknya pada sebuah pajangan yang berdiri di samping kemudi, karena terlalu fokus pada jalanan Olivia bahkan tidak memperhatikan sekitar. Di dalam pajangan itu ada sim A atas nama Raiden Hutomo, fotonya pun tampan dan tersenyum manis.

"Syukurlah, tapi sejak kapan kau punya sim?" tanya Olivia menghela napas.

"Kemarin" jawabnya singkat masih berkutat dengan setir pada genggamannya.

"Oh"

"Bagaimana pekerjaanmu?"

"Baik"

"Kau pasti merindukanku?" bibir Rey terangkat nampak begitu yakin.

"Cih! tidak" jawab Olivia acuh, tak lama kemudian mereka sampai di sebuah halaman rumah yang luas dengan segera.

Ceekiiittt

Rey menginjak rem dengan kasar membuat tubuh Olivia hampir terlempar ke depan.

"Cebol kau pasti menyuap aparat polisi ya agar dapat sim! tidak mungkin kau bisa lulus jika cara mengendarai mobilmu seperti ini" kini Olivia menoleh pada Rey setelah sebelumnya sepanjang jalan ia tak dapat memalingkan wajahnya karena takut melihat Rey yang membawa mobil ugal-ugalan. Lelaki itu malah terkekeh.

"Aku benar-benar ikut ujian mengemudi dan lulus dengan cara jujur"

"Bohong!! bahkan aku yang di duduk di sampingmu sampai gemetar karena kau mengendarai mobilnya seperti sedang di arena balap!" Olivia mengangkat tangannya yang bergerak sendiri, Rey menyentuh tangan Olivia yang dingin, ini sungguhan Olivia tidak mengada-ngada tangannya gemetar hebat. Rey memijat tangan tunangannya perlahan.

"Maaf" lirihnya merasa bersalah.

"Lain kali bawa mobil pelan-pelan saja!" tegas Olivia masih dengan tatapan tajam.

"Bukan maaf untuk itu" wajah Rey tertunduk begitu serius mengelus tangan Olivia.

"La-lalu?" gadis itu jadi gelagapan, bukan hanya suara dan perkataan Rey namun sikapnya yang lembut pada Olivia kali ini membuat hatinya meleleh, sebenarnya jika tidak di tahan mungkin ia ingin memeluk Rey dan pingsan dalam dekapannya.

"Maaf karena seminggu ini aku tidak memberimu kabar tentangku, aku sangat ingin sukses mengendarai mobil dan dapat sim jadi aku sibuk belajar mengendarainya" alasan yang di utarakan Rey membuat Olivia membuang muka, gadis bermata coklat itu kira Rey akan menciptakan momen romantis untuk mereka, sayangnya tidak seusai harapan dan alasan untuk tidak menghubungi Olivia terdengar sedikit gila.

"Aku kira kau sibuk belajar untuk ulangan, ternyata! sudahlah aku akan masuk ke dalam rumah, aku lelah" Olivia menepis tangan Rey yang memegangnya dan berusaha mendorong pintu mobil untuk turun namun terkunci.

"Rey cepat buka mobilnya" ucapnya sedikit sinis sambil berusaha untuk tetap mendorongnya.

"Tunggu! jangan pergi dulu" tanpa di duga, Rey memajukan tubuhnya dan menarik paksa tubuh Olivia agar berbalik dan memeluknya, erat bahkan setiap detik bertambah erat, Olivia membulatkan matanya terkejut dengan perubahan sikap Rey yang semakin dewasa.

"Aku merindukanmu jangkung" bisiknya tepat di telinga tunangannya, pemuda itu menaruh dagu lancipnya di bahu Olivia, sesekali ia mencium bahu tersebut merasai aroma tubuh gadis yang begitu di rindukannya.

"A-aku juga" balas Olivia gugup, ia mengangkat tangannya untuk memeluk tubuh Rey kembali namun kemudian. .

Tok Tok

Suara jendela mobil di ketuk dari luar, refleks keduanya menjauhkan diri dan merapikan pakaian, padahal mereka hanya berpelukan. Rey menekan tombol untuk membuka kunci pintu dan jendela.

"Halo, malam Rey" sapa sang calon mertua sambil tersenyum tipis.

"Halo om" Rey memilih untuk turun dan menyapa secara langsung agar lebih sopan, dia menyalami tangan ayah Olivia dan hal itu di ikuti oleh gadisnya.

"Terima kasih ya Rey sudah menjemput Olivia"

"Iya sama-sama om" jawab Rey tersenyum kikuk masih memikirkan kejadian tadi yang mungkin calon mertuanya lihat.

"Kalau tidak keberatan bagaimana jika setiap hari Rey menjemput Olivia? mobilnya masih di bengkel, om tidak tahu kapan mobil itu akan selesai di perbaiki itu pun kalau Rey tidak merasa kerepotan" pinta ayah langsung.

"Ayyaahhh!!" ucap Olivia sambil membelalakan mata tak terima dengan permintaannya yang tiba-tiba.

"Iya om Rey tidak keberatan dan merasa tidak di repotkan kok, kalau begitu besok pagi Rey akan ke sini dan menjemput Olivia saat pulang bekerjanya nanti" jawab Rey mantap.

"Tidak usah ceb! eh maksudku Rey, aku bisa naik taksi atau bis"

"Tidak apa-apa Olivia, Rey sudah berbaik hati ingin mengantar dan menjemputmu" senyum ayah senang, kemudian beliau merangkul bahu Rey dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.

"Tapi masih ada mobil ayah! aku bisa ke kantor dengan mobil ayah" hardik Olivia sambil menghentakkan kaki.

"Mobil ayah juga mogok" kilah ayah menghalalkan segala cara untuk mendekatkan calon menantu dan putrinya.

"Tadi pagi masih bisa jalan!"

"Sssttt!!" ayah menempelkan jari telunjuknya untuk memberi peringatan, beliau tak ingin mendengar komentar atau protes. "Ayo Rey kita lanjutkan" ajaknya kemudian keduanya asyik bercengkrama meninggalkan Olivia yang merengek.

"Ayyyaahhh"

***

Olivia telah selesai membersihkan diri, ia juga sudah berpakaian. Tahu kekasih kecilnya itu belum berpamitan, Olivia memilih mengenakan pakaiannya langsung di dalam kamar mandi, tak ingin kejadian handuk jatuh dan burung pipit itu terulang. Olivia sudah menduganya, tunangannya itu kini tengah duduk bersandar di tepi ranjang bahkan dia mengenakan selimut seperti hendak tidur, di tangannya ada sebuah buku dan terlihat dia begitu asyik untuk membacanya.

"Eh itu kan buku diary milikku!" tegas Olivia setelah tersadar, ia menghampiri dan langsung menyambar buku yang di baca Rey namun meleset, mereka seperti bermain kucing-kucingan untuk mendapatkan buku tersebut.

"Apa ini, ya tuhan kapan dia menyukaiku" ledek Rey teringat sebuah tulisan tangan di dalamnya. "Kau ini ternyata sudah genit sejak kecil"

"Kau beraninya membaca buku pribadiku!" buku diary itu adalah milik Olivia sewaktu masih di sekolah dasar, untuk anak kecil seumurannya dulu memang senang menulis dan mengungkapkan perasaannya di sana, buku itu memang berisi tulisannya saat menyukai seorang teman satu kelasnya. "Kembalikan!" teriaknya sambil tetap berusaha merebut.

"Tidak, aku belum selesai membacanya"

"Itu bukan buku pelajaran yang bisa kau baca!"

"Tetapi buku ini cukup menarik, isinya tentang dirimu yang berlebihan"

Olivia mendengus sebal, setelah cukup lama berusaha akhirnya ia memilih untuk menyerah.

"Terserah kalau kau mau membacanya sampai puas" tungkasnya acuh, Olivia membaringkan tubuhnya di ranjang, mengejar Rey yang sedang aktif membuatnya kelelahan.

"Dimana sekarang anak lelaki itu tinggal?" tanya Rey kemudian ikut membaringkan diri, dia masih membuka lembaran-lembaran buku yang di pegangnya namun pemiliknya sudah tidak peduli.

"Dia bukan anak-anak lagi, dia sudah dewasa sama sepertiku!"

"Baiklah dimana lelaki dewasa cinta monyetmu itu sekarang?" tanya Rey mengulangi dengan banyak kata penekanan.

"Aku tidak tahu" jawab Olivia sambil menatap langit-langit kamarnya, berhubungan dengan Rey cukup lama membuat mereka terbiasa untuk tidur di atas satu ranjang meski tidak berbuat apa-apa.

"Kau masih menyukainya?" Rey menolehkan wajahnya, menatap wajah Olivia yang pucat tanpa polesan.

"Tentu saja tidak, kau pikir aku tidak waras jika masih menyukai lelaki yang telah lama tidak aku temui" mata Olivia berkedip beberapa kali.

"Oh, lalu sekarang siapa lelaki yang kau sukai?" Rey mengarahkan kembali bola matanya ke dalam buku diary, dia amat menunggu jawab dari Olivia, cukup lama.

5 Detik

10 Detik

15 Detik

20 Detik

"Hey jawab!!" Rey memalingkan wajahnya, rupanya orang sedang di ajaknya berbicara ini sudah terlelap dan sedikit mendengkur, Rey tidak menyadarinya.

"Sedang aku tanya pertanyaan serius kau malah tertidur!!" umpatnya sedikit kesal. Rey menggulingkan tubuhnya untuk mendekati Olivia, dia memandang wajah tunangannya sangat dekat melihat garis wajahnya, bulu mata lentiknya, hidung mancungnya, pipi putih mulusnya dan bibir ranumnya yang berwarna pink. Rey semakin mendekatkan bibirnya pada bibir Olivia, begitu gemas hingga ingin memakannya namun kemudian dia tersadar dan menggeleng.

"Hhuuhhh, sabar sabar. Sebaiknya aku harus menunggu hingga pernikahan tiba. Apa aku harus membicarakannya dengan ayah agar pernikahan kami di percepat? alasannya apa?" Rey berpikir dalam.

"Ahhhhaaa!! karena Olivia akan bertambah tua nantinya! ya alasan bagus!" serunya berbicara sendiri dengan semangat. Dia menarik selimut dan menutup tubuh Olivia hingga ke dada. Sesaat sebelum dia memutuskan untuk pergi Rey mengecup kening kekasihnya dan membelai lembut pipinya.

"Aku pulang ya, besok atau lusa kau akan menerima sebuah kabar baik" lirihnya pelan kemudian membangunkan diri.

"Aku rasa aku sudah gila, kenapa bisa menyukai wanita dewasa seperti dia? lagi sepertinya aku ngebet kawin eh nikah, hahaha" Rey akhirnya mematikan lampu kamar Olivia dan menutup pintu.

1
Ninu3
novel lucu bagus lanjuuut baca
starchaser
Luar biasa
A&R
lumbis
Diana diana
kok aku ikutan malu sech . . wkwkwkwkwk
Diana diana
siapapun akan malu klo punya pacar masih pake seragam sekolah . .
Diana diana
cocok visualY . .
Diana diana
jangan bilang klo burung pipit kamu pake helm bogo yg klo d pake malah mengurangi kadar ketampanan pemakainya . . wkwkwk
Diana diana
cebol . . wkwkwkwk
Diana diana
balik lagiiiii . . wkwkwk
kangen sma pasangan ini
Thania: wah makasih byk kaka /Smile/
total 1 replies
Diana diana
kayak anakku , tiap demam emank gak pernh pergi berobat . cukup pake timun dan bawang merah yang d parut campur minyak herbal trus d balur k seluruh tubuh sambil d pijat pijat . .
Diana diana
jadi iklan tolak angin dah . .
Diana diana
Rey , kamu tuch pinter tapi masih banyak pengetahuan yang belum kamu fahami . .
Diana diana
wkwkwk . . kayak korban keroyokan
Elizabeth Zulfa
ku kira " Pipit " tuh tdi nama orang trnyata burungnya Rey 😅😅😅
Elizabeth Zulfa
mampiiirr...

keknya seru
🌹🪴eiv🪴🌹
aku disini 🤗
Diana diana
gak bisa memberikan komen apapun selain like & fav
seru soalnya
abdan syakura
Alhamdulillah.
senangnya..
see u Rey dan Oliv...🥰🥰🙏💪
abdan syakura
gak mau ah
cukup. Rey dan Oliv aza
Daniel di novel lain aj kak
abdan syakura
Miss u, kak Thor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!