NovelToon NovelToon
Gagal Jadi Istri Gus, Dinikahi Kakaknya

Gagal Jadi Istri Gus, Dinikahi Kakaknya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mur Diyanti

Rela menunggu kepulangan seorang lelaki selama 5 tahun. Alisa harus dihadapkan dengan kenyataan pahit bahwa gadis yang akan Gus Hafidz nikahi, bukanlah dirinya.

Sebagai salam perpisahan terakhir, Alisa rela menjadi bridesmaid pengantin wanita sebelum ia memilih untuk pergi dari pesantren.

Namun ternyata, kakaknya, Zefano. Pria yang baru pulang dari luar negeri itu jatuh cinta pada Alisa pada pandangan pertama. Dan berusaha menjerat Alisa agar menjadi miliknya. Hingga melakukan hal diluar nalar demi menjadikan Alisa istri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mur Diyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hilang Ingatan

Alisa susuri sepanjang sungai, berlari menuju para tim SAR yang menggunakan perahu karet di ujung sungai.

"Mas Zefano!!!" teriaknya, semakin kencang berlari, tangisnya berderai lirih, tak rela suaminya pergi meninggalkannya begitu saja.

Fatimah, sahabatnya yang melihat Alisa seperti itu tentu khawatir, mengikuti laju Alisa. Tak membiarkan temannya itu sendirian.

Sesampainya di dekat tim SAR, Alisa lekas membelah kerumunan, melihat dengan mata kepalanya sendiri mobil crane yang sedang menderek dari dalam sungai.

Ia tutup mulutnya syok saat melihat mobil yang hanyut, benar-benar mobil suaminya. Hatinya semakin hancur, terduduk di tengah kerumunan, nyaris terinjak orang.

Fatimah lekas menarik tubuh Alisa menjauh dari kerumunan, memeluknya, menenangkannya yang menangis begitu kencang di pelukannya.

"Mas Zefano ngga mungkin meninggal!" teriak Alisa, dadanya berkecamuk, memukul-mukul tanah di sampingnya.

Fatimah pun sama cemasnya, ia tatap ke arah mobil yang mulai di angkut menuju ke permukaan tanah. Mengelus lengan Alisa dengan gencar.

"Alisa kamu yang sabar yah, Alisa. Aku mohon Alisa. Aku ngga tega liat kamu kaya gini!" Fatimah ikut menangis, ia begitu khawatir dengan temannya itu.

Sementara dari ujung sungai lain, tampak seorang penyelam melambaikan tangannya ke arah ketua tim SAR.

"Pak!! Saya menemukan korbannya!"

Terperanjat Alisa disitu. Sontak berlari menuju ke sumber suara. Menangis kejang.

"Mas Zefano!! Hiksss! Mass!!" teriaknya, nyaris tersandung. Buru-buru di tangkap oleh sahabatnya, Fatimah.

"Hati-hati Alisa!"

"Itu Mas Zefano, Fat! Aku yakin itu Mas Zefano!!" teriaknya terus berlari.

Tim SAR segera mendekat ke arah penyelam. Lalu membantu mengangkat tubuh Zefano ke atas perahu karet.

Tak berselang lama, ambulance datang dari arah timur. Seluruh rombongan tim SAR langsung berkerumun, mengangkut korban masuk ke dalam ambulance.

"Siapa yang akan menjadi wakil?" tanya salah satu dari mereka.

Alisa sontak membulat, berlari mendekat sembari mengacungkan tangannya.

"Saya Pak! Saya istrinya!!" teriak Alisa kuat.

Tim SAR saling berpandangan sebelum akhirnya mengangguk serempak. Membantu Alisa untuk masuk ke dalam ambulance .

Jantung Alisa bak di remat tak bersisa. Melihat wajah suaminya sepucat mayat. Dengan darah terus mengucur di pelipis dan pinggangnya, membuat hatinya hancur.

Tim medis lekas membuka seluruh baju Zefano untuk menghentikan pendarahan. Memasang infus dan juga oksigen sebagai pertolongan pertama.

Sementara Alisa, menangis histeris di kursi samping kanan Zefano. Menatap nanar suaminya yang tidak sadarkan diri itu.

"Hikss mas! Kenapa kamu jadi kaya gini?! Aku sama siapa kalo kamu pergi, mas!" serunya, memegang tangan Zefano, lalu membungkuk, menempelkan tangan suaminya itu pada dahinya sembari menangis pasrah.

Sesampainya di rumah sakit. Brangkar lekas di keluarkan. Beberapa suster mendekat, mendorong cepat brangkar Zefano ke dalam. Sementara Alisa ikut berlari di sampingnya, membantu mendorong dengan tangis yang berderai.

Sesampainya di ruang IGD, Alisa tidak diizinkan untuk masuk. Ia mondar-mandir mandir di depan pintu ruangan Zefano sedang ditangani. Memanjatkan do'a begitu banyak demi kesembuhan suaminya.

"Kamu harus sembuh mass! Aku mohon!" Ia duduk di kursi tunggu dengan perasaan cemas yang menggila.

Kerap kali ia melirik ke arah lampu IGD yang masih menyala. Menunggu dengan ikhtiar dan harapan yang masih terjaga.

Tak berselang lama, lampu IGD mati, yang itu artinya, penanganan terhadap pasien sudah selesai dilakukan.

Alisa lekas bangkit, berlari ke arah pintu. Bersamaan dengan dokter dan suster yang juga keluar dari sana.

Sang dokter lepas masker di wajahnya tenang, menatap Alisa intens.

"Bagaimana kondisi suami saya, Dok?" tanya Alisa cemas, kerudungnya sampai basah karena tangis.

Sang dokter tersenyum tipis, "Syukurlah, pasien cepat di temukan dan segera di tangani. Terlambat sepuluh menit saja, nyawanya belum tentu bisa diselamatkan." jelas sang dokter bak siraman kalbu di hati Alisa.

Alisa lekas membungkuk beberapa kali pada sang dokter, "Trimakasih dokter! Trimakasih! Apa sekarang saya boleh melihat suami saya?" tanya Alisa penuh harap.

Sang dokter tersenyum mengangguk, "Silahkan, mba. Suami mba sudah berhasil melewati masa kritisnya."

Alisa tak mampu menahan senyum bahagianya, ia lekas masuk ke dalam, mengecek kondisi suaminya yang masih terpasang oksigen, infus dan selang sana sini. Namun setelah mendengar suaminya berhasil melewati masa kritisnya, Alisa merasa jauh lebih lega.

Ia tatap nanar suaminya lembut, berjalan dengan langkah pelan mendekati Zefano. Ingin sekali ia memeluknya, memberinya kasih sayang yang belum pernah Alisa berikan sebelumnya.

"Aku mohon sembuh lah, mas. Bukankah rumah tangga kita masih terlalu dini untuk kamu tinggal?" lirih Alisa, tak mampu menahan air matanya.

Satu jam kemudian, Zefano sudah bisa dipindah ke ruang perawatan. Alisa dengan penuh kesabaran menunggu siumannya sang suami, mendoakan, mengqodhokan sholat suami yang tertinggal akibat sakit.

Selesai melepas mukena, Alisa lekas menuju kursi samping brangkar, duduk di sana sembari menatap wajah suaminya yang teduh.

"Meski tidak sadarkan diri, ketampanmu tidak pernah hilang, Mas." lirihnya tersenyum.

Kini, Alisa baru menyadari. Ternyata Zefano begitu penting baginya. Dan ternyata, Alisa, mencintai Zefano lebih dari yang ia rasakan.

Perasaan itu tumbuh seiring dengan sikap perhatian dan lembut Zefano terhadap istrinya. Rasa yang begitu dalam, begitu yakin bahwa Zefano-lah, pasangan sehidup sematinya.

1 Minggu kemudian....

Alisa yang sedang menunggu suaminya, tiba-tiba mulai kebelet buang air kecil. Ia pun bangkit perlahan dari duduknya, mendekatkan wajahnya ke kening Zefano, lalu mengecup lembut dahi suaminya itu.

"Alisa tinggal dulu yah, Mas. Nanti kesini lagi, tidak lama kok."

Ia lekas berjalan keluar dari ruangan, bersamaan dengan itu. Seorang wanita cantik nan seksi masuk ke dalam ruang rawat Zefano.

Raut wajah cemas nan sedih terpancar di mimik wajahnya. Ia lekas berlari mendekati Zefano, meletakkan buah tangan di atas nakas, duduk di kursi kecil tempat Alisa sebelumnya.

"Mas, kok kamu bisa sampai kaya gini sih?" lirih Lora, memegang tangan Zefano dengan santainya.

Ia celingak-celinguk ke sekeliling, lalu mengelus dada saat tak melihat keberadaan Alisa di sana, meski—tas Alisa terselampir di atas sofa.

"Syukurlah dia pergi. Aku pun niatnya cuma sebentar." lirihnya.

Lora sadar, dia sudah tidak ada ruang lagi di hati Zefano. Meski dalam hati, cintanya belum pudar. Air mata yang luruh di pipinya adalah murni perasaan khawatirnya pada Zefano.

Gara-gara Zefano mencampakkannya, hatinya serasa sakit. Dan ia memilih ke luar negeri untuk menenangkan perasaannya. Namun saat mendengar Zefano kecelakaan, ia tak mampu menahan gejolak dalam hatinya untuk menjenguk mantan pacarnya itu.

"Mas, sadarlah. Setidaknya demi kebahagiaanmu."

Lora tersenyum getir, ia lepas perlahan pegangan tangannya di genggaman Zefano saat hendak bangkit. Pergi dari sana.

"Kamu siapa?"

Langkah Lora terhenti saat tiba-tiba tangannya digenggam kuat oleh Zefano. Lekas berbalik, menatap syok Zefano yang sudah membuka matanya.

"Ma-Mas Zefano?!" pekik Lora, menutup mulutnya syok.

"Apa kamu—istriku?"

1
falea sezi
pergi aja Alisa biar klo dia inget mampus uda telat🤣 laki. goblok gini males bgt bkin Alisa pergi thor biar gk kayak ikan terbang
Dynhz: hhhi siap, aku juga klo jadi Alisa pergi sih😭
total 1 replies
Winny
👍
AsLan 🦁
diawal-awal udah bagus makin kesini makin pret kaya sinetron ikan terbang, basiiii
Dynhz: maaf yah kalo cerita saya kaya ikan terbang😁🙏🏻makasih sudah mampir😁🙏🏻
total 1 replies
AsLan 🦁
preeeetttlaaaghh
falea sezi
yaa kemana si zafano😕 msak hanyut nanti amnesia lagi😕
falea sezi
lanjut donk
Dynhz: uwokeee😍👍
total 1 replies
falea sezi
jahat bgt si hafiz makan aja itu ning nong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!