NovelToon NovelToon
Budak Nafsunya

Budak Nafsunya

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Mafia / Tamat
Popularitas:13.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: nadia

WARNING
Semua adegan dewasa di sensor.
My Instagram @Uzay1720 follow me😍
Sesion duanya berjudul Istri Tuan Smith.
Novel baru sang perebut kehormatan

Jangan ada yang plagiat, coba-coba gue santet lu. Tapi kalau terinspirasi bolehlah, bedain yah mana terinspirasi sama plagiat.

Jonathan Smith adalah seorang Mafia terkenal dari Amerika yang pindah ke jepang untuk mengurus beberapa pekerjaan kotornya itu, selama ia berada di Jepang ia menangkap seorang wanita bernama Haruka Kujo yang Jonathan jadikan budak nafsunya.


Haruka sudah berusaha kabur dari rumah Jonathan tapi ia selalu tak pernah berhasil, Haruka sangat membenci Jonathan. Karena Jonathan selalu memperlakukan Haruka dengan kasar, saat Haruka benar-benar sudah muak dan tak kuat dengan perlakuan kasar Jonathan, Jonathan malah jatuh cinta pada Haruka.

Akankah Haruka mencintai Jonathan, atau Jonathan akan terus memaksa Haruka tetap bersamanya walaupun Haruka tak mencintainya.

Yang abis baca sesion
ini lanjut ke sesion selanjutnya yuk.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

Setelah Nathan memastikan bahwa Herry sudah di luar Nathan langsung melihat Haruka dari layar komputernya kembali, tapi Nathan sangat kaget saat melihat Haruka terduduk kesakitan di lantai sambil memegang kakinya.

Nathan kembali berdiri dan segera keluar dari ruangannya untuk pulang menemui Haruka, Herry tentu saja ikut pulang bersama dengan Nathan, tapi Nathan tak bicara apapun pada Herry.

Di rumah Haruka memegang kakinya yang sakit karena terjatuh saat ingin menendang pelatihnya, "Sakit yah?" pelatih itu mendekati Haruka dan mencoba memegang pergelangan kaki Haruka.

"Ahhh sakit," rintis Haruka kesakitan.

Sepertinya pergelangan kakinya sedikit terkilir tadi, "Ini gak parah kok, aku mau istirahat dulu aja," tambah Haruka.

"Ya sudah saya bantu bangun dan duduk di sana," pelatihnya membantu Haruka bangun dan mendudukkan Haruka di kursi.

Setelah Haruka duduk pelatih beladiri nya memberikan Haruka minum, "Nih minum dulu," ucap pelatihnya.

"Beneran gak mau di periksa? Gimana kalau kita panggil dokter aja ke sini," tanya pelatihnya kembali khawatir Haruka kenapa-napa, soalnya jika sampai Haruka kenapa-napa nyawanya akan jadi taruhan.

"Aku beneran gak papah kok," balas Haruka sambil menggelengkan kepalanya.

Saat Haruka sedang mencoba mengurut kakinya perlahan-lahan Nathan datang sambil membuka kasar pintu masuk, Haruka yang sedang duduk pun kaget dengan kedatangan Nathan. Haruka langsung menatap ke arah Nathan dengan mata yang terbuka lebar.

"Kamu gak papah?" tanya Nathan berdiri di hadapan Haruka.

Haruka menatap Nathan dengan tatapan melongo, ia heran kenapa Nathan bisa tau kalau dirinya sedang terluka.

"Di tanya bukannya jawab malah liatin kayak orang bodoh saja," tambah Nathan tegas.

Haruka mengedipkan matanya beberapa kali sambil mengalihkan pandangannya, "Aku gak papah kok, ini cuman keseleo doang kok, nanti juga sembuh," balas Haruka merasa dirinya tidak kenapa-napa.

Nathan memegang pergelangan kaki Haruka, Haruka merintis kesakitan sambil menarik jas Nathan, "Lepasin sakit tau," ucap Haruka kesakitan.

"Kalau sakit berarti kamu kenapa-napa," balas Nathan.

Nathan menatap Herry, "Panggil dokter," titah Nathan.

"Baik," balas Herry sambil berjalan pergi untuk memanggilnya dokter.

Nathan kembali menatap Haruka, "Makannya kalau latihan tuh yang bener," ucap Nathan sambil memukul kepala Haruka pelan.

"Gak usah sambil mukul juga kali," balas Haruka cemberut.

"Kenapa mau di pukul lagi?" tanya Nathan sinis.

"Enggak," balas Haruka tak kalah sinis.

"Oh berani yah kamu sekarang sama saya?" tanya Nathan sambil mengangkat dagu Haruka agar Haruka menatap wajahnya.

"Enggak ya ampun, kalau berani udah aku tembak kamu dari kemarin," balas Haruka menyangkal ucapan Nathan.

Nathan melepaskan dagu Haruka karena dokter sudah datang untuk memeriksa kakinya Haruka, beberapa menit kemudian dokter yang memeriksa Haruka sudah selesai, Haruka di pasang perban di kakinya dan di minta untuk tidak melakukan latihan beladiri dalam beberapa hari kedepan.

Haruka di bantu ke ruangan atas oleh Nathan, kini sudah waktunya makan siang jadi mereka akan makan siang di meja makan. Nathan mendudukkan Haruka di kursi meja makan, Fiona membawa Tasya ke sana juga.

"Kakak kenapa?" tanya Tasya yang melihat Haruka kakinya di pasang perban krep.

"Kakak cuman keseleo dikit doang kok," balas Haruka sambil tersenyum menatap Tasya.

Pelayan rumah itu sudah menyiapkan makanan di meja makan, Nathan duduk di samping Haruka, Nathan mulai mengambil makanan untuk ia makan siang. Yang lainnya juga mulai makan siang bersama tanpa banyak bicara.

Makan siang pun berakhir, Haruka berniat membantu pelayan lainnya membereskan piring bekas makan, tapi Nathan melarangnya.

"Mau kemana?" tanya Nathan menatap Haruka.

Haruka membalas tatapan Nathan, "Mau bantuin mereka," balas Haruka menunjuk para pelayan.

"Gak usah, jalan aja susah masih mau bantuin orang," titah Nathan sambil melepaskan tangan Haruka.

Saat Haruka ingin menolak perintah Nathan, Nathan mendahului ucapan Haruka padahal saat itu Haruka sudah membuka mulutnya untuk bicara.

"Gak ada penolakan ini perintah," tegas Nathan.

Haruka menutup mulutnya kembali sambil menghela nafasnya, "Baiklah," balas Haruka pasrah.

"Kak mending kita nonton televisi yuk di sana," Tasya mengajak Haruka menonton televisi.

"Tapi aku harus latihan lagi," balas Haruka tak bisa bersantai-santai untuk saat ini.

"Kalau mau nonton yah udah sana, latihannya besok aja, lagian kaki kamu masih sakit juga," timpa Nathan tanpa menatap Haruka dan Tasya.

Haruka menatap Nathan, "Gak papah aku latihan lagi aja, latihan nembak nya aja, kan itu mah gak butuh banyak gerak," balas Haruka tetap mau latihan kembali.

"Kalau aku bilang enggak, ya enggak," tegas Nathan menatap Haruka dengan tatapan tajam.

"Ya udah Kak turutin aja permintaan kak Nathan, lagian Kak Nathan kayaknya khawatir sama kaki kakak," balas Tasya sedikit meledek Nathan.

Nathan menyipitkan matanya saat melirik Tasya, "Siapa bilang khawatir, mohon maaf enggak yah, ya udah kalau mau latihan-latihan aja sana," ujar Nathan tak mau orang tau kalau ia memang khawatir pada Haruka.

"Galak banget sih kak, aku bercanda, emang ia sih mana ada kakak khawatir sama orang lain," balas Tasya sedikit meledek Nathan kembali.

Nathan bangun dari duduknya dan pergi ke kamarnya untuk mandi dan tidur dulu sebentar sebelum nanti sore ia harus pergi lagi ke tempat kerjanya, karena nanti akan ada beberapa barangnya yang akan datang.

Haruka dan Tasya menatap kepergian Nathan ke kamar, setelah melihat Nathan masuk Tasya langsung menatap Haruka, "Kak Nathan kayaknya suka deh sama kakak," ucap Tasya tiba-tiba.

Haruka membalas tatapan Tasya dengan wajah yang kaget, "Kamu ini ada-ada saja kalau ngomong, gak mungkin tau kakakku yang kek begitu bisa suka sama aku," balas Haruka yang merasa itu adalah hal yang sangat mustahil dalam hidupnya untuk saat ini.

"Gak ada yang enggak mungkin kalau itu, yang gak mungkin tuh kalau kakak nguras lautan pakai sendok kecil, itu baru gak mungkin dan mustahil," ujar Tasya yang memang itu bukanlah hal yang mustahil.

"Ah udah mending kita nonton aja, kan katanya tadi mau nonton," Haruka mencoba bangun dan mendorong kursi roda Tasya menuju ruang televisi yang ada di lantai satu.

Awalnya Fiona menghentikan Haruka, ia menghentikan Haruka karena ingin menggantikan Haruka mendorong kursi roda Tasya karena Haruka sedang sakit, tapi Haruka bicara kalau ia tidak papah melakukan itu. Apalagi katanya jaraknya juga dekat dari ruang makan, akhirnya Fiona membiarkan Haruka mendorong Tasya menuju ruang televisi.

Di kamar Nathan bukannya langsung mandi tapi malah tidur sambil menutup wajahnya menggunakan bantal, "Ah kenapa-kenapa dan kenapa?" teriaknya sedikit kesal.

Ia kesal karena saat ini Haruka memenuhi otaknya dan ia tak tau bagaimana cara mengusir Haruka dari otaknya saat ini.

1
sakura
..
Andy Mauliana
lucu jugak hihi penasaran ma story othor laennya
Bastard_🗡️
Jepang? mau ke sana
Uink
Luar biasa
Deistya Nur
keren
Karmila
pelayannya baik banget
Karmila
sangat menyentuh
Karmila
sayang nasib haruka
Ira ita
jadi ini tentang Fiona.😧 AQ mencurigai dia yg Dalangin ini
Ira ita
nama namanya agak kurang srek
susi
wow
Hadirah Tungkal
mampir
Deyooooo
ditunggu kelanjutannya Thor yangcseruuu
Deyooooo
sosweet banget Harry sama tasya
Deyooooo
pasti Haruka lagi ngidam
Deyooooo
kenapa Nathan tak membawa piona sebagai Sandra setelah mengetahui bahwa piona anak dari musuh mereka 5 thn yang lalu orang tuanya dibunuh sama Nathan
Deyooooo
benarkan kan tebakan ku piona dan pelicia adalah dalang dibalik semua ini ajang balas dendam pun ahirnya sebentar lagi akan terungkap orang yang dipercaya sama Nathan adalah musuhnya sendiri
Deyooooo
siapa dalang dibalik semua rencana ini kenapa mereka tahu jangan " piona dan pelicia sang ketua mereka musuh dibalik selimut ini
Deyooooo
ada apa dibalik senyuman piona jangan sampai punya maksud lain kakanya Pricilia pegang adik Nathan ,Haruka dipegang pacar Nathan dipegang piona orang penting dalam hidup Nathan ada dalam genggamanya
Deyooooo
benih benih cinta mulai tumbuh di hati Nathan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!