NovelToon NovelToon
Terapi Hati Psikiater Gemulai

Terapi Hati Psikiater Gemulai

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat / Dokter Genius / Tamat
Popularitas:19.8k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Sebuah trauma kelam di usia dua belas tahun mengubah hidup Lova sepenuhnya. Sejak kejadian mengerikan itu, ia menderita fobia akut yang membuatnya ketakutan setengah mati, bahkan hanya untuk sekadar berdekatan atau disentuh oleh seorang pria. Baginya, semua pria adalah ancaman.

Sampai akhirnya, takdir mempertemukannya dengan Arnold, seorang psikiater genius dengan reputasi mentereng. Berbeda dengan pria lain, pembawaan Arnold yang sedikit gemulai justru memberikan rasa aman yang tak pernah Lova rasakan sebelumnya. Arnold menjadi satu-satunya pria di dunia ini yang bisa menyentuh kulit Lova tanpa memicu kepanikannya.

Demi menyembuhkan trauma Lova secara total dan sah di mata hukum, Arnold mendesak sebuah keputusan nekat: *Pernikahan Medis*.
Sebuah pernikahan yang menutupi alasan sebenarnya, menikahi wanita penuh trauma bahkan tak dicintai.

Bagaimana kedok psikiater pecinta lagu India ini? Apakah ia berhasil menyembuhkan Lova? Atau ia sendiri terjebak dalam rencana yang ditutup rapa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Harta Karun Suamiku

Gadis itu mengenakan kaus longgar berleher tinggi dan rok panjang berwarna abu-abu tua kusam. Benar-benar monoton, redup, dan menyembunyikan siluet tubuhnya secara berlebihan. Dan, wajahnya yang tanpa polesan.

"Kamu yakin, kayak gitu berangkat ke rumah Mama kita?"

Lova mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan itu. Untuk pertama kali ada yang mengomentari penampilannya. Bahkan, enam orang yang mencoba masuk ke dalam hidupnya, tak pernah berkata demikian, termasuk Teddy.

"Bukan kah, saya selalu seperti ini?" ucapnya sedikit ragu-ragu. "Ada yang kurang? Atau, bajuku jelek?"

Tanpa mengatakan satu patuh pun, Arnold hanya menggoyangkan telunjuknya beberapa kali dan melangkah masuk ke dalam kamar Lova.

Ia membuka pintu lemari besar yang sudah ia isi sebelumnya, mengabaikan Lova yang mengekor di belakangnya dengan bingung. Tangan luwes Arnold dengan cekatan menarik sebuah kardigan rajut berwarna kuning mustard cerah dan celana kulot santai berwarna krem lembut.

"Ganti pakai ini!" ucap Arnold mutlak, menyerahkan pakaian itu ke tangan Lova.

"Tapi Kak, saya tidak biasa memakai warna terang begini..." cicit Lova ragu sambil merapikan rambut hitamnya yang tergerai.

"Zarisha Allova, secara psikologis, pakaian berwarna monokrom atau abu-abu pekat seperti yang kamu pakai tadi akan terus mengurung alam bawah sadarmu dalam zona depresi dan masa lalu yang kelam."

"Pakaian cerah ini mampu menstimulasi otak untuk memproduksi hormon dopamin, memberi sinyal bahwa hari ini adalah lembaran baru yang menyenangkan. Ini perintah dokter, ya. Ganti sekarang," terangnya.

"Tapi, s-saya ...."

Arnold mendorong Lova masuk kembali ke dalam kamarnya. Ia sendiri yang menutup pintu itu. Lalu, masuk ke dalam kamarnya sendiri. Tak lama kemudian, ia kembali membawa harta karun yang terkadang ia gunakan jika pergi ke pesta bersama bestie-bestienya.

Lova hanya bisa pasrah dan mematuhi perintah itu. Pakaian itu telah melekat padanya. Meski merasa ada yang berbeda, ia tetap keluar keluar dan menemui pria yang telah menantinya seakan ada lagi episode berikut yang harus ia kerjakan.

"Tuh kan, lebih cakepan gini kamu, ih,' ucap Arnold memastikan wajah Lova terlihat jauh lebih segar, bersih, dan memancarkan kecantikan alaminya. Rambut panjangnya yang dibiarkan tergerai kontras berpadu dengan warna pakaiannya yang cerah.

"Udah yuk, kita berangkat. Aku kangen sama Mama," ucap Lova.

"Tunggu, ada yang kurang! Kamu ini kebiasaan ya? Nggak pakai skincare, make up tipis-tipis gitu? Kan, kalau wajahnya nggak dipoles gini, dikirain kamu punya suami yang nggak memedulikan istri lagi? Di mana muka suamimu ini?"

Lova menggaruk pelipisnya dan menggigit bibir. Lalu ia menggeleng perlahan. "Aku tak memiliki itu," ucapnya pelan.

Arnold tersenyum tipis seolah sudah tau jawaban yang akan diberikan. "Sini, Best ..." Ia menepuk sofa di sampingnya menyuruh Lova duduk di sana.

Lova mengangguk dan duduk di sampingnya.

Arnold pun membuka kotak harta karun bewarna krem yang berada tepat di atas meja. Refleks Lova tersentak dan bibirnya sedikit terbuka melihat isi yang ada di sana. Serangkaian skincare lengkap dan peralatan make up.

"I-ini untukku?" tanya Lova dengan polos.

Arnold tertawa kecil, nada tawanya terdengar seperti denting yang ceria. "Ya iyalah, Adik Kecil. Masa buat Pak RT? Ini harta karun khusus yang Kakak kurasi sendiri. Kualitas premium, biar kulit kamu nggak 'ngambek' pas dipoles," sahutnya sambil mulai membuka salah satu botol serum.

Dengan gerakan yang sangat terlatih, bahkan mungkin sangat lihai, Arnold mulai mengaplikasikan rangkaian perawatan wajah ke kulit Lova. Jari-jarinya yang panjang terasa dingin namun menenangkan saat menepuk-nepuk halus pipi Lova.

"Tutup matanya, Sayang ... eh, Bestie. Biar nggak kelilipan," instruksi Arnold.

Lova memejamkan mata, merasakan aroma mawar dan melati dari produk yang diusapkan Arnold. Untuk sesaat, ia merasa seperti seorang putri yang sedang dipersiapkan untuk pesta, bukan seorang pasien yang sedang menjalani terapi warna.

Setelah selesai dengan skincare, Arnold mengambil kuas kecil. Ia memoleskan sedikit blush on berwarna peach yang sangat tipis di tulang pipi Lova, lalu mengakhirinya dengan lip tint berwarna natural.

"Nah! Perfecto! Sekarang kamu lihat ke cermin dulu," Arnold menyodorkan sebuah cermin kecil bermotif pita pink.

Lova perlahan membuka mata dan tertegun. Di balik pantulan kaca itu, ia melihat sosok wanita yang tampak hidup. Pipinya merona segar, bibirnya terlihat sehat, dan warna kuning mustard bajunya membuat pancaran matanya tidak lagi layu.

"Ini beneran aku?"

"Iya, dong. Ini Adik Kecilku yang kemarin suka murung. Sekarang setelah tinggal di sini, gak boleh murung-murung lagi ..." ucap Arnold, puas menata kembali peralatannya dengan rapi.

"Terima kasih, Kak... Bagus sekali," bisik Lova tulus.

"Sama-sama. Inget ya, ini bukan sekadar dandan. Ini adalah cara kita menghargai diri sendiri. Kalau kita terlihat segar, otak kita bakal mikir: 'Wah, aku baik-baik saja hari ini!'. Oke?" Arnold mengedipkan sebelah matanya, lalu menutup kotak harta karunnya dengan bunyi *klik* yang mantap.

"Yuk, cuss berangkat! Jangan sampai Mama hilang karena ditinggal ke pasar," ucap Arnold bangkit penuh semangat.

Perjalanan menuju rumah masa kecil Lova awalnya terasa menyenangkan. Lova sesekali memandangi jalanan kota lewat jendela mobil Range Rover hitam Arnold, merasakan secercah harapan yang belum pernah ia rasakan selama tiga puluh dua tahun hidupnya.

Namun, begitu mobil berbelok masuk ke arah rumah ibunya, atmosfer di kendaraan itu mendadak berubah. Perasaan tidak enak merayap menyesak di dada Lova.

Pagar tanaman rumah Lova yang biasanya rapi, kini tampak terbuka lebar dan rusak di beberapa bagian. Beberapa pot gantung kesayangan ibunya sudah pecah berserakan di atas tanah, tanahnya berhamburan layaknya luka yang menganga.

"Mama ..." bisik Lova lirih. Jantungnya berdegup kencang, menghantam rongga dadanya. Ia mendadak mencengkeram erat lengan baju Arnold, membuat kain kemeja pria itu kusut seketika. Tubuhnya mulai bergetar hebat.

Arnold tidak lagi mengeluarkan candaan. Wajahnya mengeras. Ia menginjak rem dengan cekatan dan mematikan mesin.

"Tetap di belakangku," perintah Arnold. Suaranya berubah seketika menjadi bariton yang teramat dingin, berat, dan tajam. Aura pria ceria lenyap tak berbekas, digantikan oleh sosok pria protektif dengan tatapan mata yang seakan bisa menembus dinding beton.

Arnold mendorong pintu depan rumah yang ternyata sudah dalam keadaan rusak akibat didobrak paksa. Begitu mereka melangkah masuk ke dalam ruang tamu itu, pasokan oksigen di sekitar Lova seakan menghilang seketika.

*bersambung*

1
Eva Karmita
sedihnya harus berpisah dengan mereka berada masih Ngantung ,, kita belum tahu nama baby twin ..
SoVay: wkwkwkw..boncap nanti malah kebosenan kak 🙈🙈
total 1 replies
Eva Karmita
semoga nanti ada cerita untuk keturunan anak" pak dokter gemulai
Eva Karmita: ngak lah aku setia menunggu cerita mereka 🥰🤭
total 3 replies
Eva Karmita
udah tamat aja ni ....🥺

Otor kita belum tahu nama" anak pak dokter looo...udah main tamat aja 😭😭💔 ...boncap dong biar kita tau keseruan Arnold ngasuh dua anak kembarnya please boleh ya 🙏🙏🙏😩🤭
SoVay: kak, baca perawat magang yuk, d sana masih ada Arnold dan Lova kok 🤣 kebalikannya di sini dia
total 2 replies
Eva Karmita
masyaalloh Alhamdulillah setelah begitu banyak melewati badai rumah tangga akhirnya kalian diberikan kebahagiaan dan diberi dua calon malaikat kecil yang akan meramaikan rumah tangga kalian 🥰🥰

selamat Lova Arnold semoga persalinan nya nanti normal dan lancar...
Eva Karmita
bismillah semoga ada kabar gembira ya Lova 🥰🥰
Eva Karmita
mana bisa Lova balas dendam wong hati nya selembut sutra 🤣🤣🥰🥰
Eva Karmita
pelan" pak dokter...kok cuacanya sama si pak dokter di tempat ku juga lagi turun hujan bercampur angin ni 🤣🤣
Eva Karmita
kok aku ngk pernah dapat note kalau Lova update ya ?? 🤔
Nada She Embun
jadi plong deh... kalo udah cerita dari hati ke hati... maka kamu akan dengan mudah menerima kelebihan dan kekurangan pasanganmu... 😍 semangat Thor...
SoVay: ini udah di ujung semangat ni jakak 🙈 tapi semoga semua suka ya dengan cerita arnold dan lova 😚
total 1 replies
mimief
semoga... semoga jadi
mimief
udah lebih 9 hari y nold
gass lah🤣🤣
pelan " tapi woi
jadi kyk perawan lagi tu
SoVay: dah lama bgt tu bagi laki2 🤣🤣🤣
total 1 replies
mimief
vote ku emang selalu untuk mu Thor..
biar semangat selalu berkarya
SoVay: makasi ya kakakku
total 1 replies
mimief
🥹🥹🥹
mimief
ya kan....
mati Matian mau lepas
tapi pas lepas...apa yg kau dapat
bahagia?
lega?
malah kesepian kan kekosongan kan yg kau dapatkan??🫠
SoVay: soalnya dielus2 tiap menit sih. gilirab
n jablay kangen ga tu🤣
total 1 replies
mimief
kan???
aku benci dia
tapi ketika dia benar benar menghilang
apakah aku bahagia??
jawab sendiri lova bener"
mimief
hmmmmmmm
aku yg sedih ih
mimief
🥹🥹🥹🥹🥹
mimief: iy ih
masa di aku ga keliatan kamu update
ini aja ga sengaja ke klik
eh.. ternyata udah banyak
lah.. aku langsung 😶‍🌫️🫥
aku dimana??
aku siapa??
🤣🤣🤣
total 2 replies
Eliyawati
mantap ceritanya
SoVay: makasi bunda. terus tunggu kelanjutannya yah. nanti tanggal 1 juli udah bener2 selesai
total 1 replies
Eva Karmita
Lova harusnya kamu jangan berlarut-larut dengan masalah kalian,, kasihan Arnold Lova dia juga sama seperti mu terluka dan berduka atas kepergian calon anak kalian...
Eva Karmita
Lova percayalah Dev laki" normal...dan Arnold juga pria normal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!