NovelToon NovelToon
KEBAYA PUTIH YANG TERNODA

KEBAYA PUTIH YANG TERNODA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:172.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Sejak awal aku memang tidak pernah mencintaimu, Alin! Hatiku sepenuhnya masih milik Cindy!"

Kalimat kejam dari Elang menjadi penutup malam pertama yang dingin bagi Alin. Hanya karena rasa hormat pada Nenek Aisyah, sang CEO angkuh itu sudi mengikat Alin dalam pernikahan sepihak. Bagi Elang, menyelamatkan Cindy dan bocah kecil bernama Ega dari jalanan adalah segalanya, meskipun ia harus menginjak-injak martabat Alin sebagai istri sah.

Namun, Elang melupakan satu hal: Alin bukanlah wanita lemah yang akan mengemis cinta. Saat Alin benar-benar melepaskan cincin pernikahan mereka dan menghilang untuk menata hidupnya sendiri, dunia Elang justru runtuh seketika. Terlebih saat sebuah rahasia medis terbongkar dan membuktikan bahwa anak yang ia agungkan selama ini adalah sebuah kebohongan besar yang dirancang oleh mantannya.

Penyesalan itu datang terlambat. Elang yang dulu arogan kini harus melepaskan seluruh harga dirinya, merangkak di tengah badai, hanya untuk mendapatkan secuil maaf Alin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Pilih Menginap

Tanpa terasa, waktu berjalan begitu cepat bagi Alin saat ia menyibukkan diri di dalam area dapur belakang rumah besar yang terhitung cukup mewah baginya. Kilau marmer hitam pada kitchen island serta deretan peralatan memasak modern berlapis stainless steel menjadi saksi bisu bagaimana jemari lenturnya bergerak dengan sangat telaten. Rambut panjangnya yang hitam pekat kini dicepol asal ke atas menggunakan jepitan badai, menyisakan beberapa helai yang membingkai leher jenjangnya yang bebas tanpa penutup apa pun.

Alin memotong sayuran dengan ritme yang teratur. Di dalam kulkas dua pintu yang besar, bahan-bahan segar tersedia lengkap. Ia sengaja memasak sup ayam kampung yang gurih dan kaya rempah untuk memulihkan stamina nenek suaminya, sapo tahu seafood yang kental beraroma minyak wijen, serta gurame goreng saus asam manis yang aromanya langsung memenuhi seisi ruangan. Memasak selalu berhasil menjadi terapi terbaik bagi Alin untuk melupakan sejenak badai yang sedang mengoyak hari pertama pernikahannya.

Berhubung malam sudah benar-benar menjelang, Alin segera menata mangkuk berisi sup ayam kampung hangat di atas nampan perak. Ia melangkah anggun kembali menuju kamar tidur lantai bawah untuk mengantarkan makanan tersebut kepada Nenek Aisyah.

Sesampainya di dalam kamar, Alin tak segan-segan mendudukkan tubuhnya di tepi kasur, lalu dengan penuh kelembutan membantu menyuapi Nenek Aisyah makan malam sesendok demi sesendok. Sikap Alin yang begitu telaten membuat sudut mata Nenek Aisyah berkaca-kaca karena terharu.

"Nduk ... Alin ..." Nenek Aisyah tiba-tiba menghentikan kunyahannya, lalu menggenggam pergelangan tangan Alin yang bebas. Air mata penyesalan perlahan luruh membasahi pipinya yang berkeriput. "Nenek mau meminta maaf yang sebesar-besarnya padamu, Nduk. Karena ego Nenek, Nenek sudah memaksa kamu untuk bertahan dulu di rumah itu ... setidaknya selama satu bulan ke depan dalam kesepakatan rahasia kita. Nenek tahu ini sangat berat dan tidak adil untuk hidupmu."

Alin melemparkan senyum teduh yang menenangkan, lalu dengan lembut meletakkan kembali mangkuk sup yang sudah kosong ke atas nakas. Ia mengusap air mata di pipi Nenek Aisyah dengan ujung jemarinya.

"Nek, Alin mohon ... jangan membahas masalah itu dulu untuk saat ini," kata Alin lembut sambil menepuk-nepuk punggung tangan sang nenek. "Alin tidak ingin Nenek banyak pikiran lagi. Yang paling penting sekarang adalah Nenek harus fokus untuk kembali sehat dan pulih seperti sedia kala. Urusan yang lain, biar berjalan sebagaimana mestinya."

"Tapi Nenek merasa bersalah sekali, Alin. Nenek seolah menjebakmu," bisik Nenek Aisyah parau.

"Tidak, Nek. Alin ikhlas melakukannya demi Nenek. Jadi, sekarang Nenek habiskan supnya ya?" bujuk Alin lagi, menyodorkan sendok terakhir.

Nenek Aisyah mengangguk lemah, menerima suapan itu dengan binar mata penuh sayang. Ia begitu senang memiliki cucu menantunya yang sangat perhatian di hari tuanya yang rapuh ini.

Klik.

Suara selot pintu kamar lantai bawah yang terbuka mengalihkan perhatian mereka berdua. Tak lama kemudian, Elang kembali masuk ke dalam ruangan. Namun, penampilan pria itu kini sudah berubah drastis menjadi sangat santai dan kasual. Kemeja kerja biru tuanya yang kusut telah berganti dengan kaos polo bermerek berwarna abu-abu gelap yang melekat pas di dada bidangnya, dipadukan dengan celana *chinos* berwarna krem. Helai-helai rambut tebalnya pun tampak basah dan berantakan alami habis dibilas, menguar aroma segar dari sabun maskulin.

Melihat penampilan santai suaminya yang sudah seperti orang rumahan, sepasang mata bulat Alin seketika menyipit tajam. Rasa curiga mendadak merayap kuat di dalam benaknya.

"Mas Elang mau menginap di sini?" tanya Alin spontan, nada suaranya ketus dan sedingin es, meruntuhkan kehangatan yang baru saja tercipta di kamar itu.

Elang menghentikan langkahnya di dekat meja lampu, melirik Alin sekilas sebelum berjalan mendekati ranjang. "Ya. Aku akan tinggal di sini malam ini."

Alin melengos kaku, merapikan nampan di tangannya tanpa sudi menatap wajah suaminya lebih lama lagi. "Jangan-jangan pria ini memang sengaja turut menginap di sini dan tidak pulang ke rumah barunya karena menghindari konflik," batin Alin menebak-nebak, merasakan secercah rasa jengah yang luar biasa.

Nenek Aisyah yang bersandar pada bantal hanya diam membisu, namun sepasang mata senjanya diam-diam memperhatikan dengan sangat jeli bagaimana gelagat ketat dan canggung yang tercipta di antara cucu dan cucu menantunya itu. Rasa kecewa dan sakit hati yang mendalam atas kelakuan Elang semalam masih sepenuhnya menguasai lubuk hati sang nenek.

Elang melangkah mendekati tepi ranjang bawah, mencoba mencairkan kebekuan udara di antara mereka. "Nek ... malam ini aku sudah memutuskan untuk menginap di sini. Aku yang akan menemani dan menjaga Nenek semalaman penuh sampai besok pagi kita berangkat ke rumah sakit untuk kontrol."

Nenek Aisyah tidak menunjukkan binar bahagia atau haru sama sekali. Wanita sepuh itu hanya berdeham pendek. "Ehem."

"Nenek butuh sesuatu yang lain? Biar Elang ambilkan," tawar Elang, mencoba meraih tangan sang nenek.

Namun, Nenek Aisyah memalingkan wajahnya menatap dinding kamar dengan raut dingin yang teramat kentara, menolak sentuhan tangan cucunya. "Tidak perlu. Nenek hanya ingin istirahat. Kamu keluarlah kalau tidak ada urusan lagi."

Penolakan halus dari sang nenek membuat Elang hanya bisa menelan ludah dengan kaku, merasakan hantaman rasa bersalah yang kian mempersempit ruang bernapasnya. Sementara Alin langsung bangkit berdiri membawa nampan kosong, melangkah anggun meninggalkan kamar tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Elang.

***

Sementara itu, di waktu yang bersamaan di kediaman baru Elang yang berjarak beberapa kilometer dari sana, suasana sunyi malam mendadak dipecah oleh kedatangan sebuah mobil sedan hitam. Denis, sang asisten pribadi kepecayaan Elang, akhirnya tiba di pelataran rumah mewah tersebut. Dengan langkah sigap yang teratur, pria berkacamata itu melangkah masuk ke dalam area ruang tengah setelah dibukakan pintu oleh salah seorang ART baru.

Di tangannya, Denis menjinjing beberapa buah kantong belanjaan berukuran besar yang berisi seluruh barang pesanan Elang siang tadi—yaitu beberapa potong pakaian anak-anak untuk Ega dan beberapa pasang pakaian wanita dewasa.

Cindy yang sejak sore memang sudah menunggu dengan tidak sabar di ruang tengah, langsung bangkit berdiri dari sofa beludru begitu melihat kedatangan Denis. Ia melangkah cepat menyongsong sang asisten dengan binar mata yang semula berbinar-binar penuh ambisi, mengira bahwa ia akan menerima tumpukan kotak hadiah dari butik-butik desainer ternama bertaraf internasional seperti yang biasa Elang belikan untuknya empat tahun lalu.

Namun, begitu sepasang mata tirus Cindy turun dan meneliti logo yang tercetak jelas pada permukaan kantong belanjaan plastik tebal di tangan Denis, binar kegembiraan di wajahnya mendadak sirna seketika, padam tanpa sisa. Raut wajahnya berubah menjadi kecut, masam, dan sarat akan kekecewaan yang mendalam.

Bersambung ...

1
Ani Basiati
lanjut thor semangat
Turi77 Turi77
padahal mkn seru ceritanya mommy☺️🥰
Turi77 Turi77
berarti cerita Alin sm elang gk di lanjut lg mommy ghina?
Naufal Affiq
di tunggu up nya mommy
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SasSya
lha mau mu gimana Elllllll?????
beristri duaaaaaaa??????
😡😤
Puput Assyfa
Alin jngn mancing2 Elang trs dgn sindiran karena saat ini pikirannya sedang kacau bercabang kemana2 jadi bawaannya esmosi trs
Puput Assyfa
udah gak sabar nunggu hasil tes DNA Nya keluar.sebaiknya km melakukan tes DNA Cindy jgn sampe tau biar gak dipalsukan secara Cindy itu licik apapun akan dilakukan untuk melancarkan rencananya
Puput Assyfa
semangat terus mommy, sehat selalu dan lancar terus rejekinya 🤲🥰
Siti Jumiati
up
Siti Jumiati
lanjuuuut
Kar Genjreng
Lin jangan di ejeki terus biar lah waktu lah yang akan membuka. hati Elang. mungkin ketika mengatakan hanya ada cindil di hatinya kerena merasa bersalah tetapi berjalan nya waktu Elang tidak tau siapa cindi sebenarnya dan selama menghilang apa yang di kerjakan. dan datang datang membawa anak laki-laki mungkin reflek Elang langsung rasa dada dan jantung atau tenggorokan nya terkena sikat makanya langsung tersekat,,,,biarlah penyesalan menyertainya. apabila Elga buka. putranya atau putranya entah lah ya Mommy masih rahasia tu
😄😄
Halimatus Syadiah
lanjut thor
delis armelia
ini bagus lanjut
nayla tsaqif
Mksud langit tuh Janda muda, lang,, bukan janda murahan,, gimana sehhh,,?? Jalang mu yg murahan,,
Nasyya
nah loh elang jawab 🤣
Mulaini
Elang kena omongannya sendiri hehehe...
Anonim
❤️❤️❤️
Teh Euis Tea
otw baca thor
Wiek Soen
lucu juga si elang... omongan sendiri mau pura2 lupa, makanya jadi laki2 itu jangan parlente
lanjut mommy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!