NovelToon NovelToon
Aku Harus Mengulang Tiga Tahun Masa SMA

Aku Harus Mengulang Tiga Tahun Masa SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Slice of Life / Komedi / Time Travel
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: RS Star

Bagi Raka Aditya, menyendiri adalah cara terbaik untuk bertahan hidup dari tekanan dunia yang melelahkan. Ia merasa asing dan tak dimengerti, hingga akhirnya beberapa orang datang menawarkan persahabatan yang tulus. Perlahan, cara pandang Raka mulai berubah. Ia pun belajar bahwa untuk menemukan tempatnya di dunia, ia harus lebih dulu belajar menerima dirinya sendiri dan orang lain apa adanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RS Star, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25

Beberapa hari berlalu dan sekarang adalah akhir pekan, sebelumnya aku sudah memiliki janji sama Elma untuk menemuinya di kafe tempat dia bekerja. Kami akan membahas tentang novel buatanku yang baru semalam aku selesaikan, tidak sulit karena aku hanya perlu mengingat apa saja yang pernah aku tulis di kehidupan pertama ditambah dengan kemampuan menulisku yang sudah jauh berkembang karena kedewasaanku. Jangan lupa, aku sebenarnya adalah siswa SMA kelas tiga akhir dan kurang beberapa hari lagi aku dinyatakan lulus, sayangnya aku tertabrak sebuah truk demi menyelamatkan Maya lalu aku dipaksa untuk mengulang masa SMA setelahnya.

Jam sembilan tepat aku sudah siap untuk berangkat dari rumah, aku menuruni tangga dan berjalan menuju ruang keluarga di mana Vanya sedang menonton televisi. Kebetulan ayah dan ibu sedang pergi berkencan jadi aku hanya bisa menitipkan rumah kepada Vanya, aku ingin menitipkan beberapa pesan padanya karena dia akan sendirian di rumah ini untuk beberapa jam ke depan. Aka seorang kakak yang baik.

“Hei Vanya” sapaku ketika aku sampai di ruang keluarga, aku melihatnya begitu santai menonton televisi yang menayangkan acara Doraemon.

“Aku mau pergi dulu, sisa cucian piring tolong bersihkan ya” pesanku padanya, namun Vanya terlihat keberatan dari raut wajahnya menatap layar televisi.

Vanya terlihat menguap sambil menggaruk – garuk perutnya, kakinya dia letakkan di atas meja sambil rebahan di atas sofa. Rambutnya terlihat berantakan, sepertinya dia belum mandi sejak tadi kami sarapan bersama. Meski dia terlihat berantakan seperti itu, pada akhirnya dia akan menjadi gadis cantik saat menginjak kelas satu SMA di kehidupanku sebelumnya.

“Aaa~ maleeess aaa” keluhnya sambil menoleh menatapku lalu dia terkejut seperti tersadar akan sesuatu ketika menatapku.

“Tu..tunggu!! Penampilan kakak kenapa?!!” serunya kaget

Yah, tidak bisa bantah aku berpenampilan lebih menarik kali ini jadi wajar Vanya terkejut, sebenarnya pakaian yang aku kenakan bukan hal yang umum digunakan remaja di masa sekarang karena pakaian ini adalah pakaian yang populer digunakan remaja di kehidupan pertamaku saat aku SMA kelas tiga.

“Emangnya kakak punya baju yang begitu ya?” tanya Vanya lagi ketika aku hanya diam menatapnya, aku diam sebenarnya untuk membuat Vanya terpesona tapi dia malah terkesan mengejekku.

“Ya aku belilah, aku sudah SMA, oke?” timpalku dengan kesal, tatapan mata Vanya mendadak berbinar seolah dia tidak menyangka kakaknya bisa berpenampilan menarik dan menjadi tampan seperti saat ini.

“Hee~ gak nyangka kakak bisa ngabisin duit selain buat beli Manga sama novel, sebagai adikmu, aku juga bisa berdebar – debar saat melihat kakak seperti ini” ucap Vanya terdengar seperti sebuah pujian, aku benarkan? Dia sedang memujiku, kan?

“Yah kalau aku mau, aku juga bisa kok jadi kakak yang keren buat Vanya” dengan sombong aku katakan itu sambil tersenyum keren menatapnya, Vanya pun menatapku dari atas sampai bawah dan begitu terasa dia benar – benar terpesona melihatku.

“Meski kasih kesan seperti om – om, tapi kakak jadi kelihatan lebih dewasa, jadi oke lah” serunya lagi dan rasanya kali ini pujiannya sangat menusuk hatiku, rasanya sakiiiiit... belajar dari siapa sih dia ini sampai bisa berkata pedas seperti ini? Dasar bocah!!

“Ehem! Sebagai senior dalam kehidupan, biar aku beri kamu masukan. Kamu gak boleh bilang orang kayak om – om atau dewasa seperti itu, seharusnya kamu bilang ‘Wah pakaian itu cocok buat kamu yang berpengalaman dalam kerasnya hidup’ dengan begitu, kamu tidak akan ada risiko buat nyakitin hati orang sepertiku yang sensitif hatinya” aku pun memberi nasihat orang dewasa pada adikku yang masih kecil dan berpikiran seperti anak – anak ini, mumpung dia masih SMP, nasihat dewasa seperti ini akan sangat bermanfaat untuknya.

“Ahaha... senior kehidupan apaan?” tanya Vanya dengan sangat sinis, tusukan pertama tepat pada hatiku...

“Kakak kan gak punya pacar, sahabat, bahkan seorang teman pun gak punya, jadi pengalaman apa yang kakak punya dari kehidupan yang kakak katakan itu?” tanya Vanya lagi, tusukan kedua yang tepat mengenai sasaran di hatiku...

“Kesimpulan Vanya sih gak ada alasan apa pun buat percaya sama omongan kakak” Vanya menyampaikan kesimpulannya, dan ini adalah tusukan ketiga tepat pada hatiku yang rapuh dan sensitif... aku merasa berdarah – darah saat ini...

Cih!! Bisa – bisanya bocil (Bocah Cilik) ini menusuk tepat di titik terlemah di hatiku!! Kenapa dia sekejam ini pada kakaknya sendiri?!! Tu.. tunggu, jangan – jangan bocil ini benci padaku?! Apa benar begitu?! Apa gara – gara kemarin aku makan es krim miliknya yang dia simpan di kulkas ya? Sepertinya aku harus lebih serius mencari tahu kenapa Vanya terasa begitu sangat membenciku.

Aku tidak boleh terus di injak – injak sama anak kecil ini, karena dia adikku satu – satunya maka aku harus menunjukkan prestasiku yang sudah aku dapatkan di kehidupan keduaku ini! aku harus mengembalikan harga diri sebagai seorang kakak laki – laki di hadapan Vanya.

“Ngomong – ngomong, kamu bilang aku gak punya teman, kan?! Jangan salah ya, sudah mulai berubah sekarang! Dengar ya, sejak aku masuk kelas satu SMA sampai detik ini, aku sudah memiliki tiga teman di WA!” seru ku dengan bangga, aku juga menunjukkan tiga jariku di depannya untuk mempertegas bahwa aku sudah berubah menjadi lebih baik.

Tiba – tiba wajah Vanya memerah, matanya berkaca – kaca, dan dia terlihat akan menangis. Aku rasa dia terharu karena mengetahui akhirnya kakak laki- lakinya mempunyai teman sebanyak itu, dia pasti bangga dan harga diriku sebagai seorang kakak laki – lakinya akan kembali lagi.

“Kakak!! Bi.. bisa gak... ngomong seperti itu jangan sambil bangga gitu? Menyedihkan tahu~ Vanya sampai ingin menangis sambil gulung – gulung di tanah~” terdengar serak saat Vanya mengatakannya, sepertinya aku memilih opsi yang salah untuk membanggakan diriku... aku merasa jadi lebih suram dari kehidupanku sebelumnya...

Harga diri seorang kakak laki – laki akan hancur ketika seorang adik mengkhawatirkan kakaknya, tapi dibilang seperti itu pun rasa – rasanya harga diriku memang sudah hancur dari tadi bahkan sebelum Vanya merasa aku ini menyedihkan karena sudah memiliki tiga orang teman di WA... suram sekali hidupku sebagai seorang kakak laki – laki...

“Fuuh~.. terus kakak hari ini mau ke mana? Perpustakaan? Toko buku? Indo atau Alfa?” tanya Vanya sambil menyeka air mata yang terlihat menggenang di pelupuk matanya, aku makin kesal dibuatnya...

“Aku yakin kamu gak ada maksud menyindir dengan menyebut tempat – tempat yang bisa didatangi seorang diri itu, kan? Kamu pastinya gak berpikir ‘Lagian kakak gak mungkin pergi keluar bersama orang lain’ kan?” tanyaku menekannya, aku menatapnya dengan penuh kesombongan dan kali ini aku akan menjatuhkan ekspektasinya terhadapku.

“Justru aneh kalau Vanya gak punya pikiran begitu” timpalnya begitu merendahkanku, aku tersenyum sinis dan menunjukkan kesombonganku di hadapan bocil satu ini.

“Kau terlalu meremehkanku, hari ini aku mau bertemu sama cewek populer sekelas di kafe” ucapku dengan tegas dan sombong, Vanya sampai terdiam menatapku dengan tatapan kosongnya. Mungkin Vanya begitu terkejut karena aku akan bertemu cewek populer sekelas, dia pasti tidak menyangka hal itu akan terjadi padaku.

“Pffftt.. ahaha, coba cari alasan lain deh~” ejek Vanya, aku pun menatap Vanya dengan tatapan penuh kejujuran dan keseriusan.

“Aku serius, tatap mataku kalau gak percaya!” tegas aku katakan dan kami pun saling bertatapan mata.

“Ooh gitu, mau ketemu cewek yang kakak incar~” celetuk Vanya setelah beberapa saat kami terdiam, Vanya pun kembali menatap layar televisi.

“Bisa tolong jangan pakai kata ‘Cewek yang diincar’? itu terdengar seperti aku ini seorang penguntit, oke?!” tegurku dengan kesal, dia masih saja meremehkanku...

“Dia bisa ketakutan loo kalau kakak kejar sampai ke tempat kerjanya begitu....” dengan suara yang ketakutan Vanya mengatakannya

“Bukan!!!” timpalku dengan bentakan, aku harus segera meluruskan kesalahpahaman yang Vanya pikirkan tentangku!

“Jangan buat ibu menangis kak, tapi yah apa boleh buat... aku akan mulai berlatih menjawab ‘Aku tahu kakakku pasti akan melakukan hal seperti ini suatu saat nanti’ aku yakin jawaban itu pasti akan berguna saat wartawan datang ke rumah untuk wawancara” terdengar putus asa Vanya saat mengatakannya, aku benar – benar serendah itu dimata adikku sendiri!! Betapa menyedihkannya aku ini...

“Tidak usah berlatih apa pun!! Sekalipun kamu harus berlatih menjawab pertanyaan wartawan, seharusnya kamu menjawab ‘Di rumah, kakak itu orang yang baik’ dan bukan seperti yang baru saja kamu katakan!!” bentakku karena sudah sangat kesal sama sikap adikku, Vanya kembali menatapku dengan wajah jijik.

“Aku harus berlatih mengatakan seperti itu?” tanya Vanya yang kesannya aku sedang mengajarinya untuk berbohong, aku menghela nafasku untuk meredakan emosi.

“Berhenti bercanda seperti itu, aku tidak sedang menguntit, oke? Kami hanya mau bertemu biasa aja di kafe itu” jawabku, Vanya tersenyum dengan aneh dan dia sepertinya ke pikiran sesuatu hal yang aneh lagi...

“Bayar berapa?” tanyanya dengan entengnya

“Gratis!!! Aku tidak sedang menyewa pacar atau teman buat mengobrol!! Ampuuun! Kamu pikir kakakmu ini apa?!” bentakku dan aku merasa lelah gara – gara adikku, Vanya melipat kedua tangannya di dada lalu dari raut wajahnya seolah dia sedang berpikir keras. Entah apa lagi yang akan dia katakan...

“Hmm.. rasanya emang kakak gak bohong kalau kakak sampai berkata seperti itu, aku kira kakak mulai berbohong di depan Vanya buat membanggakan diri di depan adiknya. Yaah, bagaimana pun kakak memang menyedihkan karena gak punya teman buat ngobrol” gumamnya namun suaranya masih sangat terdengar di telingaku

“Waah~ sepertinya kita harus lebih sering mengobrol agar kesalahpahaman seperti ini gak terjadi lagi ke depannya~” seru Vanya sambil tertawa senang dan kembali menatapku, aku kembali emosi mendengar kata – kata Vanya kepadaku...

“Kita harus berbicara dari hati ke hati dan bukan lagi hanya sekedar ngobrol!! Aku harus segera mengubah cara pandanganmu terhadapku!!” bentakku, Vanya semakin keras menertawaiku.

“Tenang~ tenaaang~ sebagai seorang adik, wajar kan Vanya menginginkan kakaknya bisa bahagia~ jadi, janji saja ke Vanya” ucap Vanya sambil menyodorkan jari kelingkingnya kepadaku, aku sedikit terkejut mendengarnya.

“Janji apa?” tanyaku penasaran

“Jangan setuju kalau diajakin masuk ke agama sesat meski yang ngajak cewek cantik, jangan mau gabung ke MLM (Multi Level Marketing) dan berusahalah kabur kalau dia memaksa kakak untuk gabung, lalu yang terakhir jangan gadaikan aset keluarga hanya untuk menarik perhatian cewek yang kakak incar” jawabnya dengan tegas, aku sudah benar – benar hina di mata adikku sendiri..

“Hei bocil! kau pikir aku ini apaan?!” datar aku katakan namun aku sisipkan amarahku biar Vanya mengerti aku marah padanya, Vanya pun kembali tertawa.

“Ahaha iya de~ maaf ya kak, pokoknya selama gak ketipu bagi Vanya kakak akan baik – baik saja, Haah~ akhirnya kakakku bisa jadi orang biasa” timpalnya dan dia masih saja membuatku kesal dengan kata – katanya...

“Kau pikir selama ini aku robot?!” bentakku dan Vanya malah tertawa semakin keras

Aku pun menyudahi berbicara dengan adikku karena aku melihat jam dan rasanya aku bakal telat sampai di tempat, dengan lambaian tangan ketika itu Vanya berpesan padaku agar aku bisa bersenang – senang seolah dia itu yang jadi seorang kakak. Aku pun meninggalkan rumah menuju ke kafe tempat Elma bekerja, hari ini... aku akan menunjukkan hasil karyaku kepada Elma...

...Lima belas menit berlalu... aku sampai di kafe yang dituju...

“Jadi.... kamu ngapain di sini?” tanyaku ketika aku sudah berada di depan Elma yang sedang duduk di salah satu meja yang tersedia di dalam kafe.

Elma hanya tersenyum padaku dan tidak berniat menjawab pertanyaan itu, yah tentu saja dia tidak akan menjawab, karena pertanyaanku itu aku tujukan pada orang yang sedang duduk di sebelah Elma. Dengan santainya dia menatapku sambil meminum minumannya dari sedotan, tanpa rasa bersalah dia berkata...

“Masalah?” tanya Maya padaku terdengar kesal

1
i'm your
wkwkwk kesian amat
You Know me So well
ya ya ya bangga aja udah gpp 🗿🗿
Silvia: ayo Qt beri tepukan...😄
total 2 replies
SS Star
sari apaan sih, fix kesel banget sama nih orang /Panic//Panic//Panic/ keliatan banget kalah saing sama elma sampai harus playing dirty buat jatuhin dia /Panic//Panic/ tapi jujurly gw penasaran banget sih sama next move yang bakal raka lakuin buat mutar roda kenangan dia, lagian maya udah meremehkan raka banget ya, tapi aku kalau jadi maya sama aja sih responnya /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ which is emang bener sih raka tuh keliatan useless banget dan gak guna sama sekali jadi manusia /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
SS Star
udah baca sejauh ini dan gw dapet konklusi: Raka emang takdirnya buat ditampol massal /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ Elma, Maya, sekarang Sari, semuanya punya insting yang sama buat ngeplak si raka/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ tapi jujurly alurnya makin seru pas masuk ke misteri hilangnya memory kehidupan pertama dia, fix ini sih topik yang bakal seru banget buat diexplore ke depannya, semngat Thorku /Determined//Determined//Determined/
SS Star
eh ko tumben ch ini agak deep, tapi seru sih jadinya gak bercanda mulu /Facepalm//Facepalm/ agak mempertanyakan kok raka bisa lupa sama Elma padahal teman sekelas, padahal diawal dia kyk dapet flashback sama kehidupan pertamanya gitu kan /Shy//Shy//Shy//Shy/ tapi ttp ya, point minusnya itu elma gak nampol raka ditempat /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ padahal aku menantikan itu loo thor, sepanjang ch ini raka pure bikin emosi jiwa /Facepalm//Facepalm/
pie gemilang
jangan berharap banyak Raka...sepertinya kamu akan mendengar kalimat itu setiap saat!🤣💪
Kerak Telor
🤣🤣🤣terjebak situasi apa lagi Raka ini?😄😄
Cece: kaga ada yg bener cara Raka ketemu cewek 🤣
total 1 replies
Kenzie
elma suka raka?? hmm.. maya terus gimana thor??
4rafah: Maya SMA Elma berantemin aja.🤣🤣🤣
total 2 replies
pie gemilang
go ahead maya🤣🤣🤣💪💪💪...
pie gemilang
🤣🤣 jijik gak tuh?
Chizuru
baper .........🫣🫣🫣... apa2an si Raka iniii
Silvia: sadar gak sih Raka?
total 1 replies
Chizuru
malang sekali si serigala penyendiri ini.... mulai dapat predikat madesu pulaaaa😄
Chizuru
ternyata pria tulen kalau ngomong bisa gemeteran juga🤣
Chizuru
Maya lagi Maya lagi...😄😄 kuat mental ya rakaa.... author sepertinya terlalu senang MC menderita Krn wanita 1 ini
pie gemilang
mulai menikmati perjalanan sang serigala penyendiri......🤣
pie gemilang
ini nih...mencurigakan sekali...jangan jangaaaan.....ini kisah author 🤣🤣...Krn ada novel author yang bersambung😄😄...awas aja Sampek Hiatus...
kiana surya
bab 1 udah dibikin ngakak perkara ta* kucing 🐱🐱🤣🤣...menarik nih pasti ceritanya...semangat author sayaaang
i'm your
udah mulai agak nampak keseriusan nih novel dari segi cerita, menarik
kiana surya
mengganggu syekaliii🤣🤣🤣😄😄😄🤣
SS Star
btw lo udah punya temen belom thor? sini deh, bilang ke gw kalau rambut gw wangi kayak raka ke luna /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ si raka beneran apes banget sih, kena tumbal dari stressnya author sampai dibuat menyedihkan parah /Sob//Facepalm/ tapi jujurly konyol abis sih, gw selalu ngakak brutal tiap baca. apalagi pas imagine visual raka tuh literally lo yang baru kelar potong rambut/Tongue//Tongue//Tongue/
You Know me So well: waah lu parah seh, lama-lama authornya bisa kena spill beneran 🗿🗿🗿
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!