NovelToon NovelToon
Sebait Doa, Sekeping Asa

Sebait Doa, Sekeping Asa

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Alvinoor

"Tuhan!, tidak banyak yang ku pinta, hanya kuatkan hati ku, bimbing langkahku, agar aku selalu sabar dan ikhlas dengan semua kehendak dan ketentuan mu ini".

Kisah perjuangan hidup seorang anak manusia, seorang remaja miskin, putra dari seorang penderita odgj bernama Kaenan.

Hinaan, caci maki, fitnah dan perundungan bahkan kekerasan fisik, sudah menjadi lauk makan sehari hari.

Meskipun hidup dalam kemiskinan dan tak punya siapa siapa, satu hal yang masih di yakini Kaenan, dia masih punya Allah dan doa doa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvinoor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Walaupun sekarang keluarga nya salah satu orang yang ter kaya di kota ini, tetapi Kaenan tidak pernah bangga dengan semua itu, dan tidak pernah merasa memiliki semua nya, dia lebih merasa seolah olah seorang anak yatim piatu yang di pungut oleh keluarga kaya raya.

"Tok!, tok!, tok!" ....

Pintu kamar Kaenan diketuk dari luar.

"Kae!, Kae!, tidur nak?" terdengar suara nenek Carla memanggil nya.

"Tidak nek!, Kae tidak tidur!" sahut Kaenan buru buru bangkit berdiri membukakan pintu kamar.

"Kalau tidak tidur, temani nenek ke Mall yok" ajak nenek Carla.

Sepintas, nenek Carla ini mirip wanita yang baru berusia empat puluh tahunan saja, tidak nampak jika dia wanita yang sudah berusia tua.

Kaenan sebenarnya tidak pernah sekalipun jalan jalan ke Mall.

"Ada apa kesana nek?" tanya Kaenan.

"Ya belanja lah nak, masa mau main voli?" canda nenek Carla.

"Iya deh nek!" ....

"Ayo sana ganti pakaian!" ....

Beberapa puluh menit kemudian, mereka sudah berada di dalam mobil, duduk di belakang bersama nenek Carla, sementara sopir nya mang Mastur, seorang pria paruh baya yang menjadi sopir pribadi tuan besar Baskoro semenjak pria itu berusia remaja.

"Mulai besok, kau belajar nyetir mobil dengan mang Mastur, dengar Kae!, nenek tidak ingin mendengar penolakan mu, koleksi mobil kita banyak, supaya nanti saat kau mulai kuliah, kau sudah mahir!" ujar nenek Carla tanpa mau di bantah lagi.

Kaenan hanya mengiyakan kan saja, tanpa ada niat membantah wanita cantik nenek kandung nya itu.

"Kapan kau akan ketemu papah mu nak?" tanya nenek Carla menatap kearah Kaenan.

Kaenan tertunduk beberapa saat, lalu menoleh ke luar jendela, menarik nafasnya dalam-dalam, "entahlah nek, Kae belum siap, mungkin nanti" sahut nya singkat.

Nenek Carla menatap wajah cucunya, seolah sedang menyelami perasaan anak itu.

"Ada apa?" tanya nya lembut.

Kaenan tidak menjawab, hanya gelengan kepala nya saja sebagai jawaban nya.

"Ada apa nak?" desak nenek nya lagi.

"Ada masalah dengan papah mu?, atau dengan Syafea?" pancing nenek Carla.

Kaenan menatap wajah nenek nya yang masih terlihat cantik itu, seulas senyum getir terukir diwajahnya, "nek!, tidak semua kisah baik untuk diceritakan, iya kan nek?, apalagi jika itu menyangkut aib orang tua kandung Kae, biarlah perih nya di sini, asal orang lain tak tahu, Kae sudah biasa sakit nek!, Kae sudah biasa dihina, bahkan sudah kenyang nek, Kae tidak ingin bertemu papah, bukan karena Kae marah atau membenci papah, tapi hati Kae masih belum siap nek, apapun yang pernah papah lakukan, Kae sudah ikhlas dan redho nek, memang jalan nya hidup Kae harus melewati semua ini" sahut Kaenan.

Nenek Carla terdiam beberapa saat, dari rangkaian kata kata Kaenan tadi, dia menangkap ada torehan luka teramat dalam di hati anak muda ini, luka yang perih nya tidak bisa hilang begitu saja.

Nenek Carla menarik nafasnya yang terasa berat perlahan, ada rasa perih dihati wanita tua berwajah awet muda itu.

Di tariknya tubuh sang cucu kedalam pelukan nya, seraya hidung nya mencium dahi anak muda itu.

"Nek!, andai Kae masih boleh memilih, Kae lebih memilih menjadi putra ibu Halimah, wanita odgj namun berhati malaikat itu nek, dari pada menjadi putra seorang Dewa berhati durjana nek!" ....

"Jangan berkata seperti itu sayang, baik buruk nya dia, dia tetap papah mu, yang pada nya lah Allah titipkan sebab kelahiran mu ke Dunia ini nak" bisik nenek Carla getir.

"Astaghfirullah!, astaghfirullah!, astaghfirullah!" Kaenan beristigfar setelah tersadar dari ucapan nya tadi.

Setelah menempuh perjalanan hampir setengah jam menembus kemacetan lalulintas, akhirnya mobil tiba di sebuah Mall terbesar di kota ini.

Ternyata nenek Carla membelikan beberapa potong celana jeans, kaos harian hingga kaos mejeng, sepatu dan jam tangan mahal.

Awal nya Kaenan menolak nya, namun nenek Carla berkata, "apakah nenek sudah tidak punya kesempatan untuk menebus kesalahan nenek?, atau Kae yang tidak Sudi menerima pemberian nenek?" tanya wanita tua itu dengan menahan air mata nya yang ingin jatuh berlinang.

Kaenan memeluk nenek nya, hati nya tidak sanggup melihat air mata wanita itu keluar.

Nyonya Carla, wanita kelahiran asli Inggris itu memiliki postur tubuh yang tinggi, hampir seratus tujuh puluh lima sentimeter, sementara tubuh Kaenan yang kurus ringkih, hanya sebatas pundak wanita itu.

Itulah mengapa saat di sekolah, meskipun di bully habis habisan, dia tidak punya kemampuan untuk melawan, hanya menangis di sudut belakang sekolah, disamping jiwa nya yang memang sudah tertekan dan rendah diri sedari awal karena sering nya di hina sebagai anak wanita odgj.

"Maafkan Kae ya nek?" ucap Kaenan.

Wanita cantik yang sudah berumur itu kembali memeluk cucunya erat-erat.

Lalu lalang orang orang di Mall itu tidak terlalu memperhatikan persoalan orang lain.

Nyonya Carla mengajak Kae berkeliling, mencari berbagai macam keperluan Kaenan.

Kaenan tidak lagi berani protes kepada nenek nya, setelah orang tua itu kecewa berat tadi.

Di kejauhan, terlihat sepasang muda mudi berjalan santai di Mall itu. Yang wanita nya ber gelendotan manja kepada sang pria nya, seolah-olah tidak ada orang lain di tempat itu, hanya mereka berdua.

Mungkin karena orang orang mengira sepasang muda mudi itu suami istri, sehingga tidak ada seorang pun yang memperhatikan nya.

Namun yang membuat Kaenan merinding, pakaian wanita muda itu yang terlalu minimalis, dengan rok sejengkal dibawah pinggang, serta baju lengan super pendek hingga ketek wanita muda itu terlihat jelas.

Setelah merasa cukup berbelanja keperluan untuk Kaenan , nyonya Carla mengajak Kaenan mampir ke restoran.

Nyonya Carla menawarkan Kaenan handphone berlogo apel dimakan tupai yang super mahal, diatas belas belasan juta, tapi Kaenan tidak mau, bagi nya handphone berlogo bahasa Jawa yang hanya seharga dua jutaan itu lebih dari cukup, karena itu pemberian dari Aisyah beberapa waktu yang lalu sebelum pergi ke Mesir.

Pulang dari restoran, nyonya Carla membawa cucunya mampir ke kantor pusat Hanggada group, dimana tuan besar Baskoro bekerja.

Mereka disambut oleh seorang wanita cantik bernama Yanty, sekretaris tuan besar Baskoro.

"Selamat siang nyonya besar, tuan besar ada di ruangan nya, baru selesai meeting, masuk saja!" ujar nona Yanty.

"Selamat siang juga Yanty, kenalkan ini Kaenan cucu ku!" nyonya Carla memperkenalkan Kaenan kepada sekretaris tuan besar Baskoro itu.

Yanty menatap Kaenan beberapa saat, lalu berdiri dan membungkukan badan nya, "salam kenal tuan muda, saya Yanty, sekretaris tuan besar!" ujar nya.

Nyonya Carla melangkah melewati meja Yanty, menuju sebuah pintu dengan plang presiden diatas pintu nya.

Seorang pemuda duduk di dekat pintu dengan sebuah meja yang cukup besar, sebuah komputer dan sebuah laptop tergeletak di atas meja di depan nya.

"Selamat siang nyonya besar" sapa pemuda itu dengan suara sedikit melambai.

Pemuda ini bernama Evan, seorang asisten pribadi tuan besar Baskoro, yang bertugas mengurusi semua keperluan pribadi tuan besar Baskoro.

"Selamat siang tuan muda, aaah ganteng nya say!" ucap nya lagi kepada Kaenan.

"Hus! Evan!, itu cucu tuan besar, kau mau di kuliti beliau hidup hidup?" tegur Yanty.

"Aaah Yanty!, berapa kali ike bilang, bukan Evan tapi Eva!, Eva gitu lo!" ralat Evan tidak suka dipanggil Evan, lebih suka di panggil Eva saja, mungkin saja Evan ini sebangsa kaum pelangi juga, gradasi dari berbagai macam warna.

Nyonya Carla tidak menghiraukan sedikit keributan itu, dia segera menarik tangan Kaenan masuk kedalam ruangan yang pintu nya berada tepat di depan meja Evan.

"Hai! Mah!, Kaenan?, oh ayo ayo sini, duduk di sini nak!" ajak tuan besar Baskoro pada cucunya itu.

"Bagai mana?, sudah jalan jalan ke Mall nya?" tanya tuan besar Baskoro duduk di samping Kaenan.

"Sudah kek!, nenek membelikan banyak pakaian untuk Kae, padahal Kae tidak terlalu perlu banget!" sahut Kaenan.

"Sudahlah nak, untuk siapa juga kakek kerja keras, jika bukan untuk mu, nikmati saja, itu hak mu nak, kakek dan nenek mu merasa bersalah karena baru sekarang bisa memanjakan kamu nak" ucap tuan besar Baskoro merangkul tubuh kurus Kaenan kedalam pelukan nya.

"Tidak apa-apa kek, nama nya juga takdir, kita tidak berkuasa atas takdir diri kita sendiri" sahut Kaenan.

"Jadi sekarang bagai mana pikiran mu, mau kuliah atau belajar kerja dulu?" tanya tuan besar Baskoro.

"Saya ingin belajar kerja saja dahulu kek, jalan Kae masih panjang juga kok, usia Kae baru empat belas tahun" sahut Kaenan.

"Bagus kalau begitu, mau kerja apa?, biar kakek siap kan" ....

"Kalau bisa yang sesuai bidang saya saja kek, tapi saya maunya melangkah dari langkah pertama, bukan berjalan di jalan yang sudah tersedia!" ujar Kaenan.

Tuan besar Baskoro tersenyum mendengar ucapan dari cucu nya itu. Sungguh sangat berbeda dari kedua putra nya, yang maunya memegang perusahaan yang sudah berjalan mulus, tidak mau merintis dari awal seperti Kaenan ini.

Tuan besar Baskoro bertatapan dengan Carla istrinya, seulas senyum terbit di bibir kedua nya.

"Baiklah nak, jika itu mau mu, kakek akan buatkan sebuah perusahaan kecil untuk mu, tapi masih dibawah naungan Hanggada group, sebuah CV yang bergerak di bidang konstruksi bangunan, kau mau menamakan nya apa?" tanya tuan besar Baskoro.

Kaenan terdiam beberapa saat, merenung menatap lantai granit.

"Mungkin Nusa Kamandara saja kek!" sahut Kaenan.

"Hmm baiklah, baiklah nak, CV Nusa Kamandara, bagus bagus, kakek sangat mendukung mu, untuk pertama kalinya, kakek akan menyuntikan dana sebesar lima ratus juta dahulu, kau bekerja mengerjakan proyek proyek kecil dahulu dari Hanggada group sebagai rekanan kerja mu, kau bertanggung jawab sepenuh nya kepada Hanggada group, bagai mana? Kau bersedia?" tanya tuan besar Baskoro.

"Saya bersedia kek!" sahut Kaenan mantap.

Sedikit banyak nya, dia telah mengetahui apa itu PT dan CV, melangkah dari usaha yang paling kecil adalah suatu kebijakan yang baik, guna membuat langkah besar berikut nya.

Lagi pula tuan besar Baskoro sangat senang dengan niatan dari cucunya itu, belajar dari yang paling dasar dahulu, sebelum mengelola perusahaan yang lebih besar, bahkan sebuah group usaha nanti nya.

...****************...

1
Was pray
aku mau denger bagaimana keputusan kaenan dalam menyikapi urusan perjodohan. menerima dan jadi orang kaya tapi masuk lubang neraka dunia atau tnenolak tapi tetap hidupnya damai walau miskin. menerima tawaran perjodohan ibarat dirinya jadi umpan buaya rakus. berkorban untuk orang tamak gak ada mashkahatnya
Was pray
inti cerita novel ini menjadikan kae sianak Sholeh jadi tumbal ya Thor? dulu waktu belum tau Arifin itu ortu kandungnya jadi bahan kekerasan, sekarang setelah tau tetap berubah tetap jadi tumbal, jadi tumbal keserakahan, padahal kae emang Sholih tapi gak punya keberanian melawan dengan dalih takdir dan nasib
Was pray
berharap tanpa tindakan berarti pemalas, ibarat mau kenyang tapi gak mau menyuapkan ke mulut, semua butuh tindakan rreaistis kae
Was pray
langkahmu masih panjang kae ! tapi semua harus dirajut sejak dini, sepotong baju butuh beberapa proses untuk mewujudkannya, mulai dari seirat dipintal menjadi benang, benang ditenun menjadi kain baru kain dijahit menjadi baju, jadi semua butuh ikhtiar untuk mewujudkannya, berdoa tanpa usaha berarti pemalas, berusaha tanpa doa berarti sombong, jadi ikhtiar dan doa harus berjalan beriringan, benang tak akan jadi baju jika hanya diam tanpa mau dirajut demikian juga cinta dan cita2 kae
Hentri Gunawan
bagus dan buat pelajaran
Was pray
kapan kaenan mau hidup damai? waktu miskin diinjak injak oleh ortunya sendiri, setelah diketahui kae anak orang kaya bukan makin tenang hidup kae malah tambah runyam, diperalat oleh keluarga ortunya demi harta
Was pray
harta adalah fitnah yg mempirak porandakan segalanya, harta bisa menjadi barokah tapi juga gak laknat jika ditangan yg serakah
Was pray
memaafkan belum tentu harus menerima kehadirannya kyai! takdir anak dan orangtua kandung memang tidak bisa diubah kyai, mengakui tidak harus menerima, durhaka itu jika si anak gak mau mengakui kalau dia orangtuanya kemudian berbuat dholim kepadanya , tidak berbakti terhadap kedua orangtuanya yg Sholeh/Sholehah, juga jika kamu diposisi kaenan apakah yg kau katakan sanggup kau lakukan kyai Nurudin? ceramah itu mudah melaksanakan apa yg diceramahkan itu yg belum tentu bisa
Was pray
kelurga pak Irfan yg waras akal budinya cuma Bu shanty, pak Irfan hanya kebetulan darahnya mengalir di tubuh kaenan, syafea bukan kakak kaenan hanya takdir yg membuat keduanya terpaksa lahir dari ibu dan bapak yg sama, orang2 seperti gak pantas dapat gelar ayah dan kakak kandung, luka hati dan penderitaan yg disebabkan oleh sosok orang yg terpasang berkedudukan jadi ayah dan kakak kandung lebih dalam lukanya dan tak kan hilang selamanya , pak Irfan syafea lebih rendah dari binang babi yg najis dan haram
Was pray
nasib tragis tahfid. Al-Qur'an , hilang dari orangtuanya sampai2 ortunya gak nyadar, biasanya ortu akan ada ikatan batin dengan anak kandungnya sendiri,ini ortu apaan sih pak Irfan itu?disiksa ortu dan kakak kandung sendiri. cek cek cerita tragis bagi umat muslim yg taat beibadah
Was pray
yah MC nya lemah .. apagunya IQ tinggi tapi gak ada nyali untuk membela diri, umat Islam memang diajarkan untuk selalu welas asih terhadap sesama, mengalah demi kebaikan tapi ya jangan keterlaluan dengan pasrah menerima nasib ketika dilecehkan dan direndahkan oleh orang tanpa sedikitpun membela diri, lama2 mati konyol tuh kaenan, miskin harta gak apa2 tapi Islam tetap mengajarkan umatnya untuk membela diri jika itu sudah melati batas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!