NovelToon NovelToon
MENANTU IBU 2

MENANTU IBU 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Aliansi Pernikahan / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:308.9k
Nilai: 5
Nama Author: Me Nia

Setelah menjadi istri Ardiaz Kavian, Tya semakin tahu karakter orang-orang di keluarga besar Kavian. Sebagai seorang insan yang biasa hidup tenang meski ekonomi pas-pasan, kini dirinya harus terbiasa dengan pasang surut permasalahan di keluarga suami yang tidak kekurangan harta tapi miskin ilmu agama.

"Yang penting suami dan mertua baik, yang sirik biarkan saja berisik."

MENANTU IBU 2

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Nia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Misteri Mantan Sopir

...Hiduplah lebih lama, karena masih banyak cobaan yang harus Anda cobain....

...(Cantya Lova, S.T. RONG)...

...***...

Tya memilih menunda bercerita setelah menerima telepon dari Leony yang cukup lama sekitar 12 menit. Apalagi melihat Diaz dalam suasana gembira dan berenergi—perubahan yang signifikan itu terlihat setelah 'buka puasa'. Ada saja tingkah iseng yang dilakukannya saat bersantai di sofa ruang keluarga lantai dua sambil menunggu kabar kedatangan tamunya Ibu. Masa menunggu yang menghasilkan postingan motivasi sesat terbaru.

"Kalau tidak perlu ikut turun makan dengan tamu, aku mau pilih tidur. Persendian ku lagi lemah letih lesu abis diserang burung gagak tadi pagi," ujar Tya yang harus rela pangkuannya dijadikan bantal oleh Diaz yang nempel terus. Padahal bentuk sofa letter L berukuran besar.

Diaz tertawa. Lalu mendongak melihat wajah Tya yang ternyata sedang terpejam. Dengan iseng menggelitik dagu yang sedikit mendongak itu. Celetukan yang absurd dan asal bunyi itu menjadi salah satu alasannya jatuh cinta pada si cantik Cantya Lova.

"Nanti aja tidurnya abis makan."

Tya membuka mata. Menurunkan tangan Diaz yang pindah mengelus lehernya yang membuat bulu kuduk meremang. Dicekal dengan kuat agar tangan nakal itu berhenti bergerilya. Dulu, biasanya Nesha yang gemar mengganggu ketenangannya. Dimaklumi karena keponakannya itu masih anak-anak. Lha ini ...

"Nggak baik kalau abis makan terus tidur. Mesti nunggu jeda minimal 1 jam. Nanti aja deh malam."

"Nanti malam dikasih pil tidur dulu oleh si gagak biar makin nyenyak."

"Libur lah, Bey. Kita kan mau berangkat jam enam. Takut bangun kesiangan," sahut Tya yang terang-terangan menunjukkan keberatannya lewat intonasi.

Diaz mengetuk-ngetuk pelipis seolah sedang mempertimbangkan lalu menatap wajah Tya yang memelas. "Oke deh. Nanti aja di tempat liburan."

"Thank you, Yang Mulia." Tya mengecup bibir Diaz sebagai hadiah. Kan, tidak mungkin puas dikasih kecupan. Laki-laki dalam mode manja itu menahan tengkuknya. Terciptalah ciuman yang lembut serta menuntut.

"Paha ku kebas, Bey. Geser dulu," ujar Tya sambil menghirup udara setelah lebih dulu melepaskan pagutan karena kehabisan napas.

Diaz bangun. Beralih posisi menjadi duduk dengan kepala bersandar di bahu Tya sambil melingkarkan tangan ke perutnya. "Yang, sejak kapan suka bikin motivasi sesat?"

Tya menyeringai. Saat tadi mengedit, Diaz orang pertama yang berkomentar dengan tertawa lalau mencubit hidungnya. Sang suami sama sekali tak melarang melanjutkan hobi absurd nya itu.

"Sejak SMP. Sampai aku jadi murid kesayangan Bu Murni guru bahasa Indonesia saking nyelenehnya. Bedanya, dulu belum kepikiran untuk diposting. Tujuanku just for fun. Buat menyenangkan teman-teman. Baru deh keluar SMA timbul ide buat diposting. Terinspirasi dari postingan humor yang sering lewat di beranda."

Dering ponsel mengurungkan niat Diaz yang akan menanggapi. Beralih mendengarkan Tya yang menjawab telepon dari Ibu.

"Ya, Bu."

"Oh oke, Ibu. Sebentar lagi turun."

Tya mengajak Diaz turun karena Husain sudah datang. Dan ternyata sudah datang sejak 15 menit yang lalu seperti infomasi yang didengarnya dari Ibu Suri. Sang mertua meminta turun pas waktunya makan bersama.

Sebelum menatap tamu, Tya lebih dulu terpukau pada penampilan Ibu Suri yang cantik dan cerah berseri.

Wuah! Ibu dandan paripurna.

Memang tidak berlebihan dalam merias wajah. Tapi inner beauty terpancar jelas. Benar-benar mertuanya itu makin hari auranya semakin awur-awuran setelah menjadi janda.

Ayah Hilman kalau ketemu Ibu apa nggak nyesel.

"Pak Husain, alhamdulillah ketemu lagi." Sapaan Tya berbeda dengan sapaan Diaz yang baru saja berjabat tangan serta saling bertanya kabar.

"Ini nih bu bos maksa saya untuk main ke sini. Maaf ya jadi ganggu hari libur keluarga." Sahut Husain tak kalah santai dalam menanggapi sapaan Tya yang diiringi tawa kecil.

"Nggak kok, Pak. Selesai hubungan kerja bukan berarti putus silaturahmi. Terutama karena Pak Husain track record nya baik. Jadi pas ketemu lagi kayak gini tuh seneng banget."

Duh, dewasa banget ya omonganku.

"Mbak Tya bikin hidung saya pengen terbang." Husain terkekeh. Lalu menatap Suri yang sedang menatapnya sambil ternyata tersenyum lebar.

"Ngobrolnya lanjut di meja makan yuk." Suri berdiri lebih dulu.

Jika Tya mengikuti Ibu, Diaz sengaja masih duduk dan menatap sang tamu. Ia menilai tidak ada yang berubah dari sikap Husain dari dulu sampai sekarang. Pembawaannya tetap tenang, santun, dengan tatapan yang tetap sopan. Yang berbeda hanya pada penampilan. Kaos polo hitam berpadu jeans biru membuat laki-laki teman ibunya itu terlihat lebih muda dan gagah.

Dulu semasa jadi sopir, penampilan Husain cenderung formal karena wajib memakai kemeja biru navy dan celana kain hitam. Standar seragam sopir yang diwajibkan oleh Hilman. Sempat memakai pakaian casual saat Hilman giliran di rumah Selly. Dan langsung mendapat teguran keras saat Hilman mengetahuinya. Teguran beraroma cemburu karena terlihat serasi dengan Suri.

"Pak Husain, sekarang kerja di mana?"

"Kalau kantor di Pekanbaru, Mas. Alhamdulillah, pengalaman kerja di sini bikin saya langsung dipercaya jadi sopir sekaligus asisten bos sawit. Jadi saya sering jalan-jalan ngikutin ke mana bos pergi."

"Nama perusahaan sama bosnya siapa, Pak? Kali aja aku kenal." Diaz menatap Husain dengan tajam.

Orang yang sedang diselidiki dengan meminta bantuan Jordan, kini ada di depan mata. Kesempatan yang tidak boleh disia-siakan. Setiap detail perubahan ekspresi akan diperhatikan dengan seksama.

Diaz tidak merasa keberadaan Husain sebagai ancaman. Timbul ide menyelidiki berawal dari cerita Ibu yang melihat orang yang mirip Husain di Mesir. Mendadak intuisinya mencurigai jika mantan sopir ibunya itu bukan orang biasa. Ditambah pertemuan waktu lalu di lokasi car free day. Terlalu sederhana jika dianggap sebuah kebetulan.

Tujuan utama Diaz adalah melindungi Ibu. Siapa pun orang yang dekat dengan ibunya harus dipastikan tidak membahayakan wanita yang sudah melahirkannya itu.

"PT. Aksara Jagat, Mas. Pemiliknya Pak Andika. Mas Diaz kenal?"

Diaz diam untuk beberapa detik lalu menggeleng. "Baru dengar. Semoga Pak Husain betah di tempat kerja yang baru."

"Kerja di sini juga betah, Mas. Hanya saja sudah sampai titik jenuh berada di kota terus. Kalau di Pekanbaru karena kampung halaman, jadi sering ke hutan ke laut, ditambah sesekali ikut bos ke luar kota. Lebih banyak variasinya," jelas Husain yang diakhiri dengan terkekeh.

Diaz tersenyum mesem. "Ayo, Pak. Kita makan dulu."

***

Tya duduk sila di sofa dalam suasana santai. Membaca komentar di postingan terbarunya sambil membalas beberapa komentar. Menunggu Diaz selesai ibadah salat ashar. Satu jam yang lalu Husain pamit pulang, tepatnya pukul tiga—setelah bertamu selama hampir dua jam.

Tya dan Diaz hanya menemani selama di meja makan, selebihnya membiarkan Ibu dan Husain kembali melanjutkan berbincang di ruang tamu sampai waktunya pamit.

"Abey, sini!" Tya menepuk dudukan sofa di sisi kanannya setelah melihat Diaz selesai salat di samping tempat tidur.

"Yang, sekarang lagi nggak pengen susu, pengennya kopi," sahut Diaz yang memilih berdiri di hadapan Tya dengan memasang seringai yang menyebalkan.

"Astaghfirullah! Daddy Omes."

Diaz tergelak dan cepat berkelit saat tangan Tya akan mencubit perutnya.

"Bey, tadi Leony telepon aku."

Tawa Diaz seketika berhenti berganti memasang wajah serius dengan mata memicing. "Minta apa dia?"

Tya sudah mengira jika pertanyaan Diaz begitu tepat sasaran. Tak ada angin tak ada hujan mengingat selama ini putri kesayangan Ayah Hilman itu selalu menabuh genderang permusuhan lewat arogansi yang tersurat.

1
ariyatti
kayaknya pak husain adalah seorang ceo yg menyamar jadi sopir.jadi penasaran sama kisah pak pak husain dan kelanjutan hubungannya sama ibu suri 🤭
Deshanita S
yg penting ngk ada poligami..klu dah cerita nya berbagi darah tinggi ku langsung naik 😄🤣
Rosyani Rini
pak Husein CEO kah dia
Rosyani Rini
wahhh curiga 🤣🤣🤣
Rosyani Rini
malah di pancing kata nya jangan dulu..
Ni'matul Jannah
Terimakasih up nya teh Nia..
Sehat selalu 🤲🏻
Ni'matul Jannah
Eee..ternyata..pak Husein ceo yang menyamar.
Pak Husein kan..yg sebenarnya punya pekerbunan sawit itu?
Koi rela menunggu ibu suri sampai segitunya pak?
cerita dong pak..🤭😄
Ni'matul Jannah
Waahh..ibu suri tampil paripurna.
Ada something sama pak Husein ini pasti, semoga segera bersatu ya..ibu suri dan pak Husein😁
Nur aprilia adiah
duh si ibu lagi puber kedua tuh mas..ya ampun Diaz bucin Banget deh..
Nur aprilia adiah
mungkin pak Husein CEO yg tersembunyi 😄
Mujib
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun//Sun//Sun//Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry//Angry//Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual//Casual//Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!