NovelToon NovelToon
PESONA BRONDONG UGAL-UGALAN

PESONA BRONDONG UGAL-UGALAN

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja_Puan

"Mantan kabur, adiknya malah melamar? Dunia ini sudah gila!"
Bagi Cantik (26 tahun), hidupnya berakhir tragis saat rencana pernikahannya hancur karena Satria, sang calon suami, ketahuan selingkuh tepat sebulan sebelum hari H. Di tengah rasa sakit hati dan niatnya untuk menutup diri dari laki-laki, sebuah kekacauan muncul di depan pagarnya.
Bukan Satria yang datang meminta maaf, melainkan Juna (18 tahun), adik kandung Satria yang baru saja pamer foto ijazah SMA. Tidak tanggung-tanggung, bocah ugal-ugalan itu datang membawa rombongan motor sport, spanduk lamaran, hingga surat izin menikah dari ibunya sendiri!
Bagi Cantik, Juna hanyalah "bocil" bau matahari yang tidak tahu diri. Namun bagi Juna, Cantik adalah bidadari yang sudah ia incar sejak ia masih memakai seragam putih-abu.
"Lu itu berlian, Kak! Nggak pantes nangisin kerikil kayak Bang Satria. Daripada jadi mantan kakak, mending jadi istri adek. Gaskeun?!"
Sanggupkah Cantik mempertahankan tembok gengsinya mengahadapi pesona Juna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja_Puan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Segel Harga diri

Jakarta sore itu macetnya tidak keruan, tapi di dalam mobil Juna Raksa, suasananya terasa sangat sejuk. Setelah huru-hara live streaming Lisa yang gagal total, Juna memutuskan untuk mengajak Cantik "cuci mata" ke sebuah Mall mewah di Jakarta Selatan.

"Jun, gue masih pakai baju kantor begini, nggak apa-apa?" tanya Cantik sambil merapikan blazernya.

Juna yang sedang menyetir santai melirik dengan cengiran maut. "Kak, lu pake karung goni aja tetep paling cantik di mata gue. Apalagi pake baju Bos begini, aura Nyonya Juna-nya makin keluar."

Cantik mendengus, tapi pipinya merona. Begitu sampai di Mall, Juna langsung menggandeng tangan Cantik tanpa ragu. Gayanya yang memakai jaket bomber dan ripped jeans mahal membuatnya terlihat seperti bad boy kaya raya, sangat serasi dengan Cantik yang terlihat seperti wanita karier berkelas.

Namun, ketenangan itu hanya bertahan sampai mereka melewati gerai tas branded di lantai tiga.

"Loh, Mas Satria... liat deh, itu kan Mbak Cantik sama brondong ugal-ugalan itu?"

Suara melengking itu seketika membuat langkah Cantik terhenti. Di depan mereka, berdiri Sintia yang sedang menenteng tiga kantong belanjaan besar, menggelayut manja di lengan Satria. Dan di samping mereka, ada Lisa yang sedang sibuk memoles lipstik, tampak sangat "segar" seolah drama nangis bombainya semalam tidak pernah terjadi.

"Wah, kebetulan banget ya kita ketemu di sini," Lisa melangkah maju, melirik Juna dengan tatapan lapar sekaligus benci. "Jun-Jun, kok mainnya ke Mall sih sekarang? Biasanya kan mainnya di kubangan oli."

Juna menghela napas panjang, ia menarik Cantik lebih dekat ke pelukannya. "Dunia emang sempit ya, Kak. Di mana ada bidadari, di situ ada rombongan lalat."

Satria menatap Juna dengan kebencian yang mendalam, apalagi saat melihat tangannya Juna yang melingkar di pinggang Cantik. "Juna, jaga mulutmu! Sintia lagi hamil, dia nggak boleh denger kata-kata kasar!"

"Oh, lagi hamil ya? Baguslah, semoga anaknya nanti nggak mirip bapaknya yang hobi nilep uang royalti adek sendiri," sindir Juna santai.

Sintia langsung memasang muka melas, badannya disandarkan ke Satria. "Mas, kepalaku pusing denger dia ngomong gitu. Mbak Cantik, Mbak nggak malu ya jalan sama bocah di tempat umum begini? Tadi aku liat di sosmed, banyak loh yang bilang Mbak itu 'Tante Girang' karena ngambil brondong orang."

Cantik melepaskan kacamata hitamnya perlahan. Ia menatap Sintia dari atas sampai bawah dengan pandangan yang sangat menghina. "Sintia, kalau lu mau bahas rasa malu, mending lu ngaca dulu. Lu bangga belanja pake kartu kredit laki-laki yang status perusahaannya lagi di ambang kehancuran gara-gara audit Papa Sudirjo?"

Wajah Satria seketika pucat. "Cantik, diam kamu!"

"Kenapa, Mas? Takut Sintia tahu kalau limit kartunya bentar lagi habis?" Cantik tersenyum tipis, lalu beralih ke Lisa. "Dan lu, Lisa... gimana live semalam? Viewers-nya banyak kan pas Juna masuk? Makasih ya sudah bantuin promosi bengkel Juna secara gratis lewat drama air mata buaya lu."

Lisa mengepalkan tangannya. "Lu... lu beneran wanita ular ya! Lu sengaja kan nyuci otak Juna biar dia benci sama aku dan keluarganya sendiri?"

"Gue nggak butuh nyuci otak siapapun, Lisa," Juna yang menjawab, suaranya dingin dan menusuk. "Gue punya otak sendiri buat milih mana berlian, mana barang kw yang hobinya pansos. Lis, mending lu sama Sintia pergi dari sini sebelum gue panggil satpam buat usir pengunjung yang bau 'iri' nya kecium sampai satu lantai."

Lisa tertawa sinis. "Jun, kamu beneran mau sama dia? Liat deh, dia itu kaku, nggak asik! Kamu butuh yang seumuran, yang bisa diajak gila-gilaan, bukan yang diajak rapat anggaran rumah tangga!"

Sintia ikut mengompori. "Iya Jun, mending kamu balik sama Lisa. Lisa itu masih 'fresh', nggak kayak Mbak Cantik yang udah... yah, kamu tau sendirilah sisaan Mas Satria."

DEG.

Cantik merasakan jantungnya berdegup kencang, bukan karena takut, tapi karena rasa jijik yang sudah mencapai ubun-ubun. Ia melangkah maju, menatap Sintia dengan pandangan yang sanggup membekukan aliran darah.

"Sisa Satria?" Cantik tertawa sinis, suaranya sangat tenang namun berwibawa.

"Satu hal yang perlu kalian tahu. Gue nggak murahan kayak kalian. Bibir, kening, semuanya... belum pernah disentuh sama Satria kebanggaan kalian ini."

Satria tersentak, wajahnya memerah menahan malu.

"Gue ini wanita mahal, nggak kayak kalian. Semuanya masih orisinil, masih disegel pabrik. Jadi, kalian itu nggak selevel sama gue. Lu dapet Satria, Sin? Ambil! Gue nggak butuh sampah yang bahkan nggak punya kunci buat buka gerbang harga diri gue."

Lisa dan Sintia melongo.

Namun, Sintia yang tidak mau kalah segera tertawa terbahak-bahak, suara tawanya melengking memancing perhatian pengunjung mall.

"Hahahaha! Zaman begini masih disegel semuanya? Mbak, itu namanya kuno! Hati-hati loh, nanti Juna bosen terus kayak Mas Satria yang lebih milih cari 'servis' lain daripada nunggu Mbak yang kelamaan buka segel!" ejek Sintia sambil melirik Juna yang sedang mengepalkan tinjunya.

Cantik merasa telinganya panas. Kata-kata "nunggu lama" dan "bosen" itu benar-benar menghina prinsip yang selama ini ia jaga.

Tanpa aba-aba, tanpa instruksi, dan tanpa memikirkan gengsi lagi, Cantik berbalik. Ia menarik kerah jaket Juna dengan kuat, memaksa pria itu menunduk.

CUP.

Cantik menempelkan bibirnya ke bibir Juna. Hanya ciuman singkat, sebuah tanda klaim kepemilikan yang nyata di depan umum.

Juna Raksa mematung. Otaknya seolah mengalami konslet sesaat. Selama ini ia yang ugal-ugalan mengejar, namun kali ini, bidadarinya yang memulai serangan.

Namun, bukan Juna namanya jika ia tidak menggunakan kesempatan emas ini dengan baik.

Hanya butuh satu detik bagi Juna untuk sadar. Ia langsung melingkarkan tangan kekarnya ke pinggang Cantik, menarik tubuh wanita itu hingga menempel tanpa celah ke dadanya.

Juna membalas ciuman itu dengan brutal, penuh gairah, dan sangat mendominasi—seolah ingin menunjukkan pada dunia, terutama pada Satria, bahwa dialah pemilik sah kunci segel itu sekarang.

Cantik terkesiap, ia tidak menyangka Juna akan membalas seberani itu di tengah Mall.

Napasnya mulai terasa sesak, jantungnya berpacu gila-gilaan saat Juna terus memperdalam ciumannya, mengabaikan kilatan ponsel pengunjung yang mulai merekam adegan panas tersebut.

Satria berdiri mematung. Wajahnya yang tadi merah karena marah, kini berubah menjadi pucat pasi lalu biru keunguan.

Dadanya terasa sesak seolah dihantam palu godam. Selama bertahun-tahun pacaran, bahkan sampai hampir menikah, Satria tidak pernah mendapatkan lebih dari sekadar genggaman tangan atau pelukan singkat dari Cantik.

Ia selalu menghormati "prinsip" Cantik yang ternyata... diserahkan begitu saja pada adiknya yang masih bocah.

"JUNA! BERHENTI!" teriak Satria dengan suara pecah, tapi Juna tidak peduli.

Juna baru melepaskan tautan bibir mereka saat Cantik mulai memukul pelan dadanya karena kehabisan napas.

Juna melepaskan ciumannya perlahan, menyisakan benang tipis saliva yang membuat Sintia dan Lisa hanya bisa melongo dengan wajah jijik sekaligus iri.

Juna mengusap bibir Cantik dengan ibu jarinya, lalu menoleh ke arah Satria dengan senyum kemenangan yang paling menyebalkan sejagat raya.

"Bang... makasih ya sudah nunggu lama dan akhirnya nyerah," bisik Juna dengan nada mengejek yang sangat dalam.

"Ternyata bener kata orang, barang mahal itu cuma buat orang yang punya kesabaran dan nyali gede. Lu nggak punya keduanya, makanya lu cuma dapet yang... yah, lu tau sendirilah kualitasnya."

Cantik yang masih berusaha mengatur napas, menyandarkan kepalanya di bahu Juna, menatap Satria dengan pandangan "selesai sudah urusan kita".

"Ayo, Jun. Gue mau beli minum, haus," ujar Cantik dengan suara serak yang seksi.

"Siap, Sayang! Jangankan minum, satu toko minumannya aku beliin!"

Juna merangkul pinggang Cantik dengan protektif, meninggalkan Satria yang masih berdiri mematung di tengah Mall dengan harga diri yang hancur berkeping-keping.

Satria benar-benar merasa dikhianati oleh takdir. Bagaimana bisa dia kalah telak dalam hal "kejantanan" oleh adiknya yang baru lulus SMA? Hari itu, di lantai tiga Mall mewah, semua orang tahu siapa pemenang yang sesungguhnya.

1
Yasa
Ceritanya kocagggg, konfliknya pas, ga bertele-tele, sat set kaya Juna. wkwk
D_wiwied
langsung serangan balik ya Jun, gaskeun Jun tunjukkan ke mereka mumpung ada penonton gratis di depan mata, sirik2 dah mereka biar sekalian kejang2 🤭😆🤣🤣
D_wiwied
ga ada kapok2 nya ya mereka ini, udah dipermalukan koq ya ttp ga sadar
D_wiwied
kan emang bang Sat kakakmu satu itu Jun 🤭🤣🤣
Dian Fitriana
update
Ganis
idih najong. PD banget sampean
Senja_Puan: Juna dong🤣
total 1 replies
Ganis
Kalah itu sama seblak juga
Ganis
Juna bener-bener bikin senyum-senyum 😄
Senja_Puan: iya kan kak🤭
total 1 replies
Ganis
Good Thor, ngakak🤣
Anisa675
Ya tuhan, masih mikirin rendang🤣 Bangke banget
Senja_Puan: Alasan Juna itu kak🤭
total 1 replies
Anisa675
bengek Juna🤣
Anisa675
anjay lngsung live stream🤣
Senja_Puan: Mantap ga tuh😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!