NovelToon NovelToon
Rahasia Zevanya: Benih Sang Mahendra

Rahasia Zevanya: Benih Sang Mahendra

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Single Mom / Perjodohan
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nia Rmdhn

Satu malam karena pengaruh alkohol, Arkananta Mahendra merenggut segalanya dari Zevanya, seorang pelayan hotel yang tak berdaya. Arkan pergi tanpa tahu wajah wanita itu, meninggalkan Zevanya dengan janin yang tumbuh di rahimnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia Rmdhn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Murka Hendra Wijaya

Clarissa pulang dengan wajah sembab dan penuh amarah.

Begitu melihat Siska Wijaya,

ia langsung memeluknya dan menangis kencang.

"Kamu kenapa, Sayang? Pulang-pulang sudah menangis seperti ini?"

tanya Siska wijaya khawatir.

"Mah... Om Baskara membentakku di telepon! Dia menyuruhku berjuang sendiri mendapatkan cinta Arkan.

Sepertinya Om Baskara benar-benar lepas tangan dengan perjodohan ini, Mah!"

adu Clarissa di sela isak tangisnya.

Hendra Wijaya yang baru saja melangkah keluar dari ruang kerja,

mendengar ucapan clarissa seketika berteriak marah.

"Apa katamu, Clarissa? Baskara lepas tangan?!"

teriak Hendra murka.

"Awalnya dia yang memohon-mohon dengan alasan Arkan sudah setuju! Kenapa sekarang dia seperti ini?

Dia benar-benar mempermainkan keluarga kita! Ayah tidak menyangka sahabat sendiri tega menyakiti putri satu-satunya Ayah.

Tenang, Clarissa, Ayah yang akan bicara dengan Baskara!"

Hendra masuk ke kamarnya dengan napas memburu,

dan langsung menghubungi Baskara

"Halo, Baskara! Apa maksudmu membentak Clarissa dan menyuruh dia berjuang sendiri? Bukankah kamu yang meminta perjodohan ini?!"

bentak Hendra.

Baskara menjawab dengan nada tenang namun tegas.

"Tenang dulu, Hendra. Clarissa semakin lama semakin tidak sopan.

Arkan tidak mau dengan Clarissa karena paksaan. Aku hanya minta Clarissa bersabar,

tapi sikapnya sendiri yang menghancurkan semuanya.

Mungkin ini jalan terbaik; biarkan dia berjuang sendiri mendapatkan hati Arkan."

"Kalau Clarissa tidak bisa, bagaimana kelanjutan perjodohan ini?!"

desak Hendra marah.

"Hendra, ingat pembicaraan kita sejak dulu? Kita menjodohkan 'anak-anak kita'. Itu artinya harus darah dagingmu bukan.

Sedangkan Clarissa... dia anak angkatmu, kan? Kita beri doa yang terbaik saja buat mereka sekarang."

ucap baskara dengan tenang.

Hendra terdiam sejenak,

wajahnya merah padam.

"Baskara! Bukankah sudah kukatakan berkali-kali? Meskipun Clarissa anak angkat, dia sudah kuanggap seperti anak kandungku sendiri!"

Tiba-tiba Clarissa datang dan berteriak di belakang ayahnya,

"Percuma saja aku berjuang, Ayah! Tadi aku dengar Arkan menyebut nama Zevanya. Dia wanita miskin, dan sepertinya Arkan sangat mencintainya!"

Ucap clarissa sambil menangis.

Hendra yang semakin marah meminta penjelasan kepada baskara.

"Benarkah itu, Baskara? Arkan mencintai wanita lain? Omonganmu memang tidak bisa dipegang!

Kamu bilang Arkan single dan tidak dekat dengan siapa pun. Kamu benar-benar menyakiti anakku!"

"Aku tidak tahu soal itu, Hendra. Akan kutanyakan pada Arkan nanti,"

jawab Baskara mencoba menenangkan.

"Ingat ini, Baskara! Aku benar-benar kecewa padamu!"

teriak Hendra dengan suara bergetar.

"Jangan harap aku mau pergi memancing lagi bersamamu, main catur, ke mal untuk belanja, atau sekadar ngopi! Lupakan persahabatan kita, Baskara!"

"Hendra, dengarkan aku dulu—"

Bip!

Sambungan telepon diputus secara sepihak oleh Hendra.

Persahabatan yang telah mereka bangun selama puluhan tahun kini runtuh hanya dalam hitungan menit,

menyisakan kebencian yang mendalam di hati Hendra Wijaya.

Situasi di kediaman keluarga Wijaya semakin memanas.

Bukannya mereda,

penolakan dari keluarga Mahendra justru menjadi ambisi yang lebih besar di hati Clarissa.

Setelah sambungan telepon itu terputus,

Hendra melangkah menghampiri Clarissa yang masih menangis.

kekecewaan mendalam terlihat di wajah hendra.

"Clarissa, lupakan saja Arkan,"

ucap Hendra dengan suara berat.

"Sepertinya kamu dan Arkan memang tidak berjodoh. Jangan rendahkan dirimu lebih jauh lagi."

Clarissa mendongak,

matanya yang sembab namun tetap keras kepala.

"Aku tidak mau melupakan Arkananta, Ayah! Aku akan berusaha mendapatkan cintanya, sama seperti yang Om Baskara pinta!"

"Clarissa, sadarlah!"

bentak Hendra frustrasi.

"Arkan sudah menolakmu secara terang-terangan dan mempermainkan keluarga kita. Masih banyak lelaki kaya dan terpandang yang bisa kamu pilih!"

"Aku tidak mau lelaki manapun, Ayah! Aku cuma mau Arkananta!"

teriak Clarissa histeris.

Hendra hanya bisa menggelengkan kepala,

"Kamu sangat keras kepala, Clarissa!"

Siska Wijaya yang sejak tadi menyimak dari kejauhan,

akhirnya melangkah masuk.

Ia memegang bahu Clarissa, dan memberikan dukungan.

"Sudahlah, Sayang,"

ucap Siska menenangkan Hendra.

"Kita bantu anak kita mendapatkan cinta Arkan. Seharusnya kita dukung saja kemauan Clarissa."

"Tapi Arkan sudah menolak dia! Kamu sadar itu tidak?"

balas Hendra dengan nada tinggi.

Siska tersenyum sinis.

"Arkan tidak benar-benar menolak Clarissa. Yang menjadi penghalang sebenarnya adalah wanita yang bernama Zevanya itu.

Kita hanya perlu mencari di mana dia berada dan menyingkirkannya."

Mendengar itu, mata Clarissa seketika berbinar.

"Aku tahu dia di mana, Mah! Dia pernah menjadi kasir di mal pusat kota. Aku pernah bertemu dengannya di sana."

Siska mengangguk dengan tatapan tajam.

"Ya sudah, kalau begitu besok kita temui dia. Kita beri dia pelajaran agar tahu diri dan tidak lagi berani mendekati Arkananta."

"Iya, Mah. Aku ingin dia merasakan akibatnya karena sudah berani mengusik milikku!"

jawab Clarissa dengan senyum jahat.

Sementara Suasana di ruang kerja Arkan,

mendadak berubah menjadi mencekam.

Penyesalan yang mendalam membakar dada Arkan,

mengubah ketenangan profesionalnya menjadi emosi yang tak tertahankan

Arkan berdiri di tengah ruangan,

tangannya terkepal kuat hingga kuku-kukunya memutih.

Tiba-tiba, ia menggebrak meja besarnya dengan keras.

Brak!

"Bodoh sekali aku!"

teriak Arkan dengan nada dingin.

"Bagaimana bisa aku seceroboh itu sampai Clarissa mendengar aku menyebut nama Zevanya?! Aku takut setelah ini Clarissa akan menyakitinya,"

Arkan mondar-mandir di ruangannya,

napasnya memburu.

Pikirannya dipenuhi bayangan Clarissa yang marah dan penuh dendam.

"Bodoh, Arkan... benar-benar bodoh!"

ucapnya pada diri sendiri.

"Aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri jika Clarissa menyakiti Zevanya. Wanita itu tidak salah apa-apa.

Aku mengaguminya dari kejauhan karena aromanya, dan ya... aku harus mengakui dia memang cantik.

Tapi Clarissa... dia bisa melakukan apa saja."

Arkan terdiam sejenak,

menatap ke arah jendela yang menampilkan kota.

"Meskipun aku yakin Zevanya sudah pergi jauh dari kota ini dan sulit ditemukan, aku tidak boleh meremehkan Clarissa.

Jika aku saja gagal mencarinya, bukan tidak mungkin Clarissa justru berhasil—dan itu akan menjadi masalah bagi Zevanya."

Tanpa membuang waktu, Arkan menyambar ponselnya.

menekan nomor Rio,

asisten pribadinya,

"Rio, dengarkan aku,"

ucap Arkan begitu telepon tersambung,

suaranya rendah dan penuh penekanan.

"Tolong ikuti ke mana pun Clarissa pergi. Jika perlu, pasang GPS tersembunyi dan kamera kecil di dalam mobilnya. Aku ingin tahu setiap pergerakannya."

"Baik, Tuan. Segera saya laksanakan,

jawab Rio.

Arkan melempar ponselnya kembali ke atas meja dengan perasaan frustrasi.

Ia menyandarkan punggungnya di kursi kerja,

menatap langit-langit dengan mata yang tajam.

"Aku akan menghentikan semuanya jika Clarissa tidak melakukan apa yang aku takutkan"

gumam Arkan.

"Aku tidak tahu di mana kamu sekarang, Zevanya... tapi aku bersumpah,

tidak akan kubiarkan satu orang pun menyentuhmu, bahkan Clarissa sekalipun."

1
Niarmdhn
bingung dengan pertanyaan zevanya yak🤣
kaylla salsabella
la binggung aku juga zevanya🤣🤣🤭🤭
Suanti
semoga baskara selesai tes DNA merestui zevanya jdi istri arkan 🤭
Niarmdhn: kita buka pengajian bareng2 yuk🤣
total 1 replies
kaylla salsabella
wah jangan tuh calissa tahu rumah zevanya
Niarmdhn: bisa perang dunia yak🤭
total 1 replies
azzura faradiva
akhirnya.....☺️ semoga Arkan zevanya segera bersatu❤️
Niarmdhn: itu semua berkat kamu azzura🤣
total 4 replies
Lindu Wati
Seorang ibu yg buruk, tidak mengenal anaknya, biasanya filing ibu tajam ,
Niarmdhn: mungkin karna sudah terpisah sejak kecil🤣
total 1 replies
Suanti
nanti kalau sdh terbongkar rupa nya zevanya ank kandung siska wijaya yg hilang baru tau rasa siska nyesal pun sdh tak guna 🤭🤣🤣
Niarmdhn: harus di tungguin ending itu🤭
total 1 replies
kaylla salsabella
ealah Siska.. Siska 🤣🤣🤣
Niarmdhn: hantam siska🤣
total 1 replies
Nurdin Hamzah
to the point banget arkan nanya🤣
Niarmdhn: coba ajarin si arkan biar lebih smooth nanya nya🤣
total 1 replies
kaylla salsabella
nah gitu berani tegas
Niarmdhn: bantuin zevanya hantam clarissa 🤣
total 1 replies
kaylla salsabella
la bisa" si zevanya tinggal in anak sendiri gak nunggu dia sadar
Niarmdhn: arsen kan udah gede ga boleh manja🤭
total 1 replies
Suanti
zevanya harus berani melawan clarissa jgn jdi wanita lemah 🤭
Niarmdhn: coba tolong bawakan zevanya kapak suanti untuk menghantam clarissa🤣
total 1 replies
Nurdin Hamzah
tampol dia zevenye🤣
Niarmdhn: tahannn duluuu🤭
total 2 replies
Sur Yani
mantaaap thor..
gas terus sampai mereka bersatu..💪💪💪
Niarmdhn: udah yang cepet cepet aja sampe keluar🤣
total 1 replies
tia
thor udah gk sabar arkan sama zavena bersatu,,jgn lama lama thor,
Niarmdhn: udah di cepetin nanti tenang aza 🤭
total 1 replies
tia
thor udah gk sabar arkan sama zavena bersatu,,jgn lama lama thor,
Nurdin Hamzah
baskara sedang halu kah🤣
Niarmdhn: itu firasat seorang kakek🤭
total 1 replies
Nurdin Hamzah
si clarissa anak mamih🤣
Nurdin Hamzah
lanjott thor😍
Niarmdhn: heboy banget nurdin anjoy🤭
total 1 replies
Nurdin Hamzah
lanjutin torr😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!