REMINDER !! ADA Beberapa Adegan D3w4s4
Rendy dan Linda
Dua manusia yang bersatu atas dasar perjodohan. Tidak ada yang tahu cerita itu, bahkan sampai mereka tidak jadi menikah pun ceritanya di tutup rapat.
tapi kilat putih dimalam itu membawa cerita yang berbeda -----
#mohon maaf masih pemula 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luh Sumartini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejujuran III
-Masa Kini Rendy dan Linda-
"Jadi saat itu kamu adalah orang yang datang dari masa depan Rendy?" tanya Linda yang masih duduk di pangkuan Rendy dan mendengar pria itu bercerita.
"Iya." jawab Rendy singkat.
"Kamu belum cerita apa yang terjadi saat itu."
"Diana memberi minumanku obat tidur. Kamu masih ingat acara ulang tahun Kakekmu? Diana memberi minumanku sesuatu, dia membayar seseorang untuk menjebakku di kamar tamu milik kalian." ucap Rendy.
Flashback
"Rendy.. Hiks.. Hiks.. Tega sekali kamu maksa aku melakukan ini sama kamu. Aku sudah tidak punya masa depan. Padahal kamu itu tunangan Linda, tapi kenapa aku? Ayah Ibu aku tidak terima dengan hal ini !" teriak Diana dengan nada frustasi di hadapan keluarga Chandra dan Angkasa.
"Aku tidak pernah melakukannya Ayah. Aku tidak ingat pernah melakukan itu !" sanggah Rendy.
Brak !!
Badra Angkasa menggebrak meja. Nafasnya naik turun seperti menahan amarah. "Bertanggung jawablah Rendy Chandra. Batalkan pertunangan Linda dengan Rendy dan kalian berdua menikah !" ucapnya menunjuk Rendy dan Diana.
"Tidak Ayah. Aku tidak pernah melakukan apa pun terhadap Diana. Malam itu aku hanya ingat meminum sesuatu yang diberikan oleh Diana. Hanya itu saja aku tidak punya ingatan apa pun lagi selain itu." ucap Rendy membujuk Dion Chandra agar tidak menikahinya dengan Diana Angkasa.
"Rendy. Ayah tidak pernah menyuruh kamu lari dari tanggung jawab. Kami disini semua adalah saksi yang melihat kalian ada di kamar itu, kamu menodai Diana. Bertanggung jawablah dan Linda, saya gagal mendidik anak saya sehingga dia berkhianat di belakangmu. Mohon maafkan Rendy." kata Dion Chandra menatap Linda Angkasa yang masih terkejut.
"Saya merestui pernikahan mantan tunangan saya dan sepupu saya. Semoga bahagia." sahut Linda menatap penuh luka kearah Rendy yang terdiam menatap Linda dengan raut wajah tidak percaya.
"Linda, apa yang kamu katakan? Aku tidak setuju dengan keputusan ini !" kata Rendy yang mulai memberontak.
Hati Rendy mencelos, Linda tidak merespon apa pun, dia menutup mata akan kejadian hari ini.
Pernikahan pun tetap terjadi meski ada pemberontakan dari Rendy, namun itu semua gagal melawan keputusan keluarga besar dari Angkasa dan Chandra.
Hingga dua tahun berlalu, rumah tangga Rendy dan Diana tidak pernah harmonis.
Lazio datang menemui Rendy dan mengatakan sesuatu yang membuat rahang tegas Rendy mengeras.
"Nyonya Diana memberikan serbuk obat tidur dan mencampurkan ke minuman anda Tuan. Lalu dia membayar dua orang laki - laki untuk mengangkat tubuh anda dan membawanya ke ranjang tempat tidur di kamar tamu keluarga Angkasa, mohon maaf mereka jugalah orang yang melepas semua pakaian anda. Pengakuan mereka mengatakan tidak ada hal yang terjadi saat itu antara anda dan Nyonya Diana. Nyonya melepas sendiri pakaiannya dan berbaring sendiri di sebelah anda menunggu keluarga datang memergoki kalian berdua. CCTV semua di matikan. Semua system di rusak agar tidak ada bukti yang merusak rencana Nyonya." ucap Lazio menahan nafas menatap netra elang yang telah mengeluarkan aura dingin.
Lazio menarik nafasnya sebelum kembali berujar, "Semua rencana ini di juga di bantu oleh Darren William. Tuan muda keluarga William itu begitu mencintai Nyonya sehingga akan melakukan apa pun demi Nyonya. Awalnya Tuan muda William menolak, tapi demi Nyonya yang membalas dendam kepada Nona Linda, dia berubah pikiran dan setuju dengan rencana ini."
"Balas dendam?"
"Nyonya adalah wanita yang sangat membenci kehadiran sepupunya, Nona Linda Angkasa. Karena, Kakeknya Tuan Badra sangat menyukai Nona Linda. Nyonya iri dengan semua yang ada pada Nona Linda. Bahkan perhatian keluarga Angkasa sangat besar kepada Nona Linda karena beliau adalah orang yang ramah dan murah senyum." jawab Lazio kembali mengelap keringat dingin yang mulai membasahi pelipis dan dahinya.
"Hanya karena itu?" tanya Rendy kembali tanpa menatap Lazio.
"Tuan.. Saya mendapat info jika sejak kecil Nyonya adalah gadis yang selalu mendapatkan apa pun yang dia mau dan semua terpenuhi oleh Ayah dan Ibunya. Saya juga mendengar, dulu saat sekolah di luar negeri, jika ada yang memuji Nyonya entah memuji gaun, rambut ataupun aksesoris yang melekat pada tubuhnya, dia akan dengan senang hati memberi hadiah lebih kepada si pemuji. Apa mungkin di disini Nyonya tidak di perlakukan seperti itu?" kata Lazio.
"Menjijikkan !"
Flashback Off
"Kamu tau? Aku tidak pernah menyentuh Diana seperti ini. Aku tidak bisa karena itu bukan kamu." kata Rendy menatap dalam irish caramel Linda.
"Sejak dulu, hanya ada kamu." sambung Rendy menarik Linda lebih menempel padanya.
"Lalu apa kamu bercerai?"
"Ada rencana cerai, tapi aku keburu mati sepertinya dan kembali kesini. Aku datang untuk cari kamu." jawab Rendy memiringkan kepalanya.
"Kamu mulai lagi." keluh Linda mengembungkan pipinya terlihat imut.
"Aku susah menahan diri jika ada kamu di depanku." jawab Rendy.
"Aku ragu kamu mencintaiku atau hanya nafsu."
"Apa yang harus aku lakukan agar kamu mau percaya aku?" tanya Rendy.
Linda menatap netra elang yang selalu memberi cinta di setiap tatapannya. Ia menarik senyum tipis, pria ini sepertinya sangat tulus.
"Aku tidak tahu apa alasan Diana sangat membenciku. Padahal tak satu pun terbesit keinginanku untuk memonopoli kasih sayang keluarga Angkasa. Hanya kebetulan aku tinggal disini, jadi kami sangat akrab." ucap Linda mendesah pelan, lelah karena pikirannya sendiri.
Ia menempelkan kepalanya pada dada bidang Rendy, memeluknya erat. Entah apa yang di lakukan pasangan ini berpelukan di gedung terbengkalai ini.
Bahkan setan pun enggan menganggu mereka.
"Kakek terlihat lebih sayang aku daripada Diana tapi Kakek itu sangat tegas. Kamu tau, sejak kecil disiplin adalah pelajaran ketat yang selalu di ajarkan kakekku. Bahkan dia pernah mengurungku dan Damian karena kami tidak mendengarkan ucapannya." kata Linda sedikit tertawa mengingat masa lalunya. Bagaimana ia dan Damian yang masih anak seorang anak kecil, yang lebih suka bermain daripada belajar.
"Maksudnya kalian yang bolos sekolah? Untung saja aku tidak ikut saat itu." kata Rendy ikut tertawa kecil saat mengingat dulu dia di ajak membolos sekolah oleh Linda dan Damian.
"Kamu masih mengingatnya?" tanya Linda mendongakkan kepalanya.
Rendy tersenyum, "Tentu saja. Itu masa lalu yang menyenangkan bukan?"
Linda mendengus. Ia kembali menenggelamkan dirinya ke dalam pelukan Rendy. "Apa aku terlihat bahagia disana bersama Darren?"
Seketika tubuh Rendy membeku, dia membalas pelukan Linda tak kalah erat. "Aku bisa membuatmu lebih bahagia, jadi jangan tinggalkan aku."
"Kapan aku bilang akan memilih Darren? Aku hanya bertanya."
Rendy menenggelamkan kepalanya di antara mahkota panjang Linda yang tergerai, "Hati manusia gampang berubah. Aku takut mengatakan ini, jika pun di masa itu kamu sangat bahagia bersama Darren tolong jangan memilih dia. Tetaplah bersamaku." ucap Rendy dengan nada gelisah.
Kamu hanya melihat dari luar, bukan isi yang ada di dalamnya. Ucap Linda di dalam hati.