"kau hanya anak sial"
kata -kata itu selalu terngiang dalam pikiranku.
aku yg diusir dari rumah bude ku dan juga rumah papaku. Terlebih kekasihku yang hampir membuat aku celaka.
Apakah aku akan bahagia?dan menemukan kebahagianku
ikutin terus ya
ini novel pertama aku mudah2an pada suka ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angel Lina Markus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 26
Sudah 1 minggu sejak acara ulang tahun pernikahan mba qia dan mas Rendy. Pagi ini seperti biasa kami sarapan bersama, dan kak bara juga ikut sarapan seperti biasa.
Setelah sarapan mereka semua duduk di ruang tamu. Karena hari ini adalah long weekend dan mereka semua menghabiskan waktu di ruang .
Bara sibuk melirik deeva yang saat itu sibuk mengganggu keponakannya, deeva sama sekali tidak melirik ke arah bara. Karena deeva juga menyadari kalau mama gina juga sedang memperhatikan mereka. Deeva berusaha menghindar dengan berpura - pura ingin pergi ke dapur untuk mengambil minum.
Ketika deeva melewati bara, bara baru mau memegang tangan deeva tapi sudah di tepis oleh mama gina.
Deeva yang terhenti seketika langsung melanjutkan langkahnya ke dapur.
Sepeninggal deeva mama bertanya pada bara di hadapan qia dan Rendy.
" cepat kau lamar deeva, jangan seenaknya saja memegang tangan anak gadis orang.Mau sampai kapan kau pegang tangan itu, jangan sampai keduluan orang lain" ujar mama gina
bara tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal "aku sih siap ma kapan aja, tergantung kk iparku"ucap bara sambil memandang ke arah qia
"kenapa kau malah melirik istriku?! bukannya yang kau mau lamar itu deeva?? tanyakan pada deeva apa dy mau menerimamu? ucap Rendy sambil melempar bantal sofa ke arah bara.
"kk iparku yang cantik ,tolong bantulah calon adik iparmu ini?" ucap bara sambil memohon di hadapan qia.
Qia berpikir sebentar lalu menarik nafasnya dan membuangnya perlahan." baiklah aku akan berbicara dengan mas yoga agar dia bicara dengan papa, selanjutnya kau yg maju menemui papa dan mas Yoga"
"Ya mama setuju, bagaimana pun deeva dan qia masih memiliki orang tua. Dan nanti mama yang akan mendampingimu untuk melamar deeva"
bara langsung memeluk mama gina " makasih mama, mama gina paling ok lah"
mama gina yang dipeluk kuat oleh bara langsung menjewer telinga bara " lepaskan anak nakal kau ingin membunuhku?"
"aduduh,, aduh ma,," jerit bara kesakitan , bara langsung mengusap telinganya yangbsudah agak memerah.
"deeva ,,,deeva sayang,,kemari sebentar" pangill mama
Nampak deeva datang dari dapur, sambil membawa nampan berisi bebrapa cangkir teh dan kopi serta tak lupa juga sebuah piring yang berisi potongan buah mangga.
" ya ma, ada apa ?" tanya deeva sambil menyajikan nampan yang dia bawa tadi diatas meja
" mama dan bara akan datang ke rumah papamu, mama berniat melamarmu. Apa kau mau menerima bara sebagai suamimu? tanya mama gina
" mba akan memberi tahu papa dan mas yoga atas niat baik bara ini"ujar mba qia
Aku berpikir sebentar sambil melirik bara " aku iikut saja dengan mama dan mba qia, kalau memang itu yang terbaik buat deeva" lirih deeva pelan.
Bara turut senang mendengar ucapan deeva, tanpa sadar bara sudah berdiri disamping deeva dan melingkarkan tangannya di pinggang deeva. Mama gina yang melihat tingkah bara langsung memukul bara, sehingga bara langsung menghentikan tingkahnya di depan mama gina.
mama langsung berdiri dan mengajak deeva ke dapur untuk membantunya memasak untuk mereka maka siang " ayo sayang kamu ikut mama, kalau kau disini bisa - bisa anak itu mencari - cari kesempatan" ujar mama sambil menunjuk bara yang diam mendengar ucapan mama gina.
Kalau ada kritik dan saran bisa di sampaikan melalui kolom komentar, agar saya bisa bisa mengetahui kesalahan saya. Karenansaya hanya manusia biasa yang tak pernah luput dari kesalahan. sekian dan terima kasih
oh ya thor tolong dong jangan buat deeva mabuk, takut deeva knp"