NovelToon NovelToon
The Shadow-Wind : Reincarnation Crystals Of The Chosen

The Shadow-Wind : Reincarnation Crystals Of The Chosen

Status: tamat
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Action / Tamat
Popularitas:129
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad Kurniawan Wawan

Di daratan Huanjiang, Dinasti Wuji Chao memerintah dengan tangan besi. Chen Fengyin lahir di desa yang damai, hingga sebuah pembantaian menghancurkan segalanya ketika dia masih kecil – menyisakan dia sebagai satu-satunya yang tersisa.

Ditemukan oleh seorang ahli bela diri kuno, dia menghabiskan tahun-tahun untuk melatih diri dan menguasai kekuatan elemen alam yang jarang orang bisa miliki. Namun ketika masa lalunya kembali mencari dia, pertempuran yang dahsyat membuatnya harus membangkitkan kekuatan legendaris yang hanya diberikan kepada orang terpilih.

Meskipun berhasil mengusir musuh, tubuhnya tak mampu menahannya. Tapi takdir tidak mengizinkannya pergi begitu saja – dia bangun kembali dengan tubuh baru di desa yang jauh, membawa kekuatan yang sama namun harus belajar mengendalikannya lagi.

Bersama teman baru yang setia dan kelompok perlawanan yang tersembunyi, Fengyin berkelana selama bertahun-tahun

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Kurniawan Wawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 BAYANGAN DI MALAM GELAP

Malam demi malam berlalu, namun ketenangan tidak pernah kembali ke markas bekas desa Yinye Cun itu. Sejak kejadian kabut misterius pertama kali, suasana berubah total. Awalnya mereka mengira itu hanya serangan kelompok pemberontak kecil, tapi setelah tiga malam berturut-turut kejadian aneh terus terjadi, rasa percaya diri mereka berubah menjadi ketakutan yang menggerogoti tulang sumsum.

Setiap malam, saat kabut tebal turun menyelimuti lembah, teror dimulai.

Prajurit yang bertugas jaga akan hilang satu per satu. Kadang ditemukan terikat di pohon tinggi tanpa bisa bersuara saat pagi tiba. Kadang lenyap tanpa jejak sama sekali, hanya menyisakan senjata yang tergeletak di tanah basah. Suara aneh sering terdengar—desiran angin yang terdengar seperti bisikan hantu, atau suara langkah kaki yang datang dari segala arah tapi tak terlihat wujudnya.

Mereka tidak tahu musuhnya siapa. Tidak tahu musuhnya dari mana. Dan yang paling menakutkan, mereka tidak tahu kapan musuh itu akan menyerang.

Di dalam tenda utama, Komandan Hei Yao membanting gelas anggurnya hingga pecah berkeping-keping. Wajahnya merah padam menahan amarah dan juga rasa cemas yang tak bisa dia sembunyikan lagi.

"BODOH! SEMUA KALIAN BODOH!" hardiknya sambil menendang meja di hadapannya. "Sudah hampir dua minggu! Dua minggu! Dan kalian bahkan tidak bisa melihat wajah musuhnya sekali pun?!"

Para perwira di hadapannya hanya bisa menunduk, keringat dingin mengalir di pelipis mereka.

"Maafkan kami, Komandan... Kabutnya terlalu tebal. Penglihatan sama sekali nol. Dan setiap kali kami mencoba menyerang, yang kami tebas hanya udara atau rekan kami sendiri," jawab seorang kapten dengan suara gemetar. "Orang-orang mulai takut, Komandan. Mereka bilang... ini kutukan. Kutukan dari arwah penduduk desa yang dibunuh dulu."

"KUTUKAN?!" Hei Yao melotot, matanya melotot ganas. "Itu hanya takhayul! Ada manusia di balik semua ini! Pasti kelompok sisa-sisa pemberontak yang mencoba mengganggu operasi kita!"

Tapi dalam hati, Hei Yao sendiri juga merinding. Selama dia menjadi prajurit, dia tidak pernah menghadapi musuh yang seseram ini. Musuh yang bisa datang dan pergi seenaknya, yang bisa membuat seluruh pasukan gemetar hanya dengan kehadiran tak kasat mata.

"Perbanyak penjaga! Pasang lampu sihir di setiap sudut! Jangan biarkan ada bayangan sedikit pun!" perintah Hei Yao ketus. "Dan siapkan... siapkan itu. Kalau mereka muncul lagi, kita akan sambut dengan hadiah spesial."

Di balik reruntuhan dinding tua, di tempat yang cukup tinggi untuk memantau seluruh area, Fengyin dan Yuelan sedang duduk bersandar, memulihkan napas setelah bergerak aktif sepanjang malam.

Angin malam berhembus pelan, membelai wajah mereka yang sedikit kotor oleh debu dan keringat.

"Mereka mulai panik," kata Yuelan sambil tersenyum tipis, matanya menatap ke arah markas yang kini dipenuhi cahaya lampu-lampu merah yang berkedip-kedip gelisah. "Sudah tidak ada lagi tawa. Tidak ada lagi lagu. Hanya ketakutan."

Fengyin mengangguk pelan, matanya tetap tajam mengamati setiap gerakan di bawah sana. "Rasa takut adalah musuh terbesar mereka. Saat pikiran kacau, teknik akan berantakan. Saat hati gentar, kekuatan akan menyusut setengahnya."

Dia mengingat semua yang dia pelajari selama sepuluh tahun ini. Perang bukan hanya soal siapa yang lebih kuat, tapi juga soal siapa yang lebih bisa mematahkan mental lawan.

Selama dua minggu ini, mereka tidak membunuh sembarangan. Mereka bekerja seperti pembersih yang rapi. Mereka melumpuhkan, mereka mencuri informasi, mereka membuat kekacauan, tapi mereka meninggalkan kesan bahwa kematian selalu mengintip dari balik pintu.

Teknik Yǐngfēng yang mereka gunakan kini sudah mencapai level yang menakutkan. Fengyin bisa menyatu dengan bayangan apa pun, sekecil apa pun. Yuelan bisa mengendalikan kabut dan embun menjadi mata dan telinga bagi mereka.

"Tapi mereka mulai menyiapkan sesuatu," kata Fengyin tiba-tiba, keningnya berkerut. "Aku melihat mereka membawa kotak-kotak besar ke halaman tengah tadi. Energinya... tidak enak. Sangat kasar dan panas."

"Mungkin senjata rahasia yang kau bicarakan sebelumnya?" tanya Yuelan waspada.

"Mungkin," jawab Fengyin. "Kita harus tahu apa itu. Malam ini... kita masuk lebih dalam."

Jam menunjukkan tengah malam. Waktu di mana manusia paling mengantuk, dan bayangan paling panjang.

Wush...

Dua sosok meluncur di udara, seolah-olah gravitasi tidak berlaku bagi mereka. Mereka bergerak di atas atap-atap tenda, melangkah di atas tali-temali, senyap seperti hantu.

Mereka menyusup masuk ke area penyimpanan yang paling dijaga. Di sana, di bawah penjaga ketat, terdapat lusinan wadah besar yang terbuat dari logam hitam pekat. Di dalamnya, terlihat cairan berwarna merah menyala yang bergolak seperti lava.

Dari celah kecil di atap, Fengyin mengerahkan teknik penglihatan khusus. Matanya bersinar samar, menembus dinding logam itu.

"Itu..." napas Fengyin tercekat. Wajahnya berubah murka.

"Apa itu, Fengyin?" bisik Yuelan.

"Itu energi... energi yang disedot dari alam dan dari orang-orang yang mereka tangkap," jawab Fengyin dengan suara serak, tangannya mengepal kuat hingga kuku menancap ke daging telapak tangan. "Mereka memanen kekuatan hidup, Lan. Mereka memasukkannya ke dalam wadah-wadah ini untuk dibuat menjadi senjata penghancur. Satu ledakan dari benda ini... bisa menghanguskan seluruh desa dalam radius sepuluh li."

Darah Fengyin mendidih. Kekejaman ini sudah melampaui batas. Mereka tidak hanya ingin berperang, mereka ingin membunuh tanpa pandang bulu.

"Kita harus hancurkan itu," kata Yuelan, matanya juga menyala marah.

"Tentu saja kita akan menghancurkannya. Tapi tidak sekarang. Kita harus pastikan dulu tidak ada korban jiwa di dalamnya, dan kita harus pastikan ledakannya tidak menghancurkan sisa-sisa makam orang-orang kita di sini."

Tiba-tiba, langkah kaki terdengar mendekat. Hei Yao berjalan masuk ke ruangan itu bersama beberapa orang berbaju jubah ungu—ahli sihir kekaisaran.

"Bahan bakunya sudah cukup?" tanya Hei Yao.

"Sudah, Komandan. Besok pagi akan dikirim ke Ibu Kota. Setelah ini digabungkan dengan sumber utama, Kaisar akan memiliki kekuatan untuk membasmi semua pemberontak sekaligus," jawab ahli sihir itu dengan senyum menyeramkan. "Dan kabar baiknya... kami sudah menemukan cara untuk menangkap hantu yang mengganggu kita ini. Alat pendeteksi aura khusus sudah dipasang di seluruh markas. Besok... mereka tidak bisa bersembunyi lagi."

Jantung Fengyin dan Yuelan berdegup kencang.

Bahaya. Kalau alat itu nyata, persembunyian mereka akan terbongkar.

"Hei! Siapa di atas?!"

Tiba-tiba salah satu penjaga menunjuk ke arah atap tempat mereka bersembunyi. Entah bagaimana, mereka terdeteksi!

"Serang!!"

Puluhan anak panah berapi melesat ke atas bersamaan dengan bola-bola energi sihir.

BOOM!!

Atap tempat mereka bersembunyi hancur lebur. Asap dan debu memenuhi ruangan.

"Keluar KALIAN!!" teriak Hei Yao sambil mencabut pedangnya yang besar. "Kira kalian bisa lari selamanya?!"

Dari dalam asap, sebuah suara terdengar dingin dan tenang.

"Kami tidak lari. Kami hanya... mengajak kalian bermain."

Wushhh!

Tiba-tiba angin badai meledak dari dalam asap. Angin itu begitu kencang hingga memadamkan semua obor dan lampu di ruangan itu. Kegelapan total menyelimuti tempat itu.

"Apa yang terjadi?! Nyalakan api!!"

"Mataku buta! Aku tidak bisa melihat apa-apa!"

Di dalam kegelapan total itu, teror yang sesungguhnya dimulai.

Fengyin turun ke bawah. Tubuhnya berubah menjadi bayangan murni. Dia bergerak di antara prajurit-prajurit yang panik itu.

Bugh!

Wapp!

Crek!

Setiap kali ada suara benturan, satu orang pasti tumbang tak sadarkan diri. Gerakan Fengyin kini begitu indah dan mematikan. Ini adalah seni bela diri yang telah diasah selama sepuluh tahun perjalanan. Ini adalah puncak dari Yǐngfēng Quán.

"Di sana! Aku melihat bayangannya!!" teriak seorang prajurit sambil menebas pedangnya.

Tapi yang ditebas hanyalah bayangan kosong.

"Di belakangmu!!"

Kekacauan terjadi lagi. Hei Yao mengamuk, mengayunkan pedangnya ke segala arah, menghancurkan dinding dan perabotan, tapi dia tidak pernah menyentuh kulit musuhnya sedikit pun.

"Keparat!! Tunjukkan wajahmu!!"

"Wajahku... adalah wajah dari semua orang yang telah kalian bunuh," suara Fengyin terdengar tepat di telinga Hei Yao, membuat pria itu melompat kaget dan memukul ke belakang dengan sekuat tenaga.

Dang!

Tangan kosong Fengyin menahan pedang besar itu dengan mudah! Percikan api beterbangan.

Di bawah cahaya bulan yang menembus celah atap yang rusak, akhirnya Hei Yao bisa melihat wajah lawannya.

Seorang pria muda dengan wajah tenang namun mata yang sedingin es. Jubahnya berkibar ditiup angin yang berputar di sekitar tubuhnya.

"Kau... kau siapa?!" Hei Yao ternganga, merasakan tekanan energi yang begitu besar menekan tubuhnya.

"Aku yang akan mengakhiri penderitaan tempat ini," jawab Fengyin pelan.

Dia mendorong sedikit, dan Hei Yao terlemah mundur beberapa langkah hingga menabrak dinding logam wadah energi itu.

Dug... dug... dug...

Jantung Hei Yao berdegup kencang. Dia sadar... dia tidak bisa menang melawan orang ini. Perbedaan kekuatannya seperti langit dan bumi.

"Ambil senjatanya! Ledakkan saja kalau harus!!" teriak Hei Yao panik.

Namun saat dia menoleh, semua anak buahnya sudah tergeletak tak sadar di lantai. Hanya tersisa dia sendiri berdiri gemetar di hadapan satu orang pemuda.

Yuelan muncul dari bayang-bayang, berdiri di samping Fengyin. Wajahnya dingin tanpa ekspresi.

"Kalian... kalian berdua..."

"Sudah selesai untuk malam ini," kata Fengyin. Dia mengangkat tangannya, energi hitam dan putih berkumpul di telapak tangannya. "Tapi ingat pesanku... Beritahu tuanmu, Kaisar Xuancheng... bahwa malaikat maut sudah datang ke pintunya."

BAM!

Sebuah ledakan kecil namun kuat menghantam lantai tepat di depan kaki Hei Yao, membuat pria itu terpental dan pingsan karena guncangan dan ketakutan.

Fengyin dan Yuelan melompat tinggi, menembus atap yang rusak, menghilang ke dalam malam yang gelap secepat kilat.

Hanya tertinggal markas yang hancur berantakan, puluhan prajurit yang tak sadarkan diri, dan sebuah pesan yang jelas:

Mereka ada di sini. Mereka kuat. Dan mereka tidak akan berhenti sampai semuanya selesai.

Di kejauhan, di atas bukit, mereka berhenti sejenak menatap ke bawah.

"Mereka pasti akan melaporkan ini ke atas," kata Yuelan. "Xie Wuyou atau bahkan Kaisar sendiri mungkin akan segera tahu."

Fengyin menatap ke arah utara, ke arah Ibu Kota yang jauh di balik kabut malam.

"Biarkan mereka tahu," kata Fengyin, senyum tipis terukir di bibirnya. "Semakin cepat mereka tahu, semakin cepat kita bisa bertemu dan menyelesaikan semua ini."

"Besok... kita bersihkan sisa-sisa mereka di sini. Lalu... kita bergerak maju."

Malam itu, bayangan telah berbicara. Dan suaranya... menggema hingga ke ujung bumi.

[ Bersambung... ]

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!