NovelToon NovelToon
Sistem Pewaris Terbuang: Jalan Menuju Puncak

Sistem Pewaris Terbuang: Jalan Menuju Puncak

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Sistem / Identitas Tersembunyi
Popularitas:18.1k
Nilai: 5
Nama Author: ZHRCY

Setelah Ethan berhasil membunuh semua pihak yang terlibat dalam kematian ibunya, kini ketenangan mulai ia rasakan. Namun, masalah baru datang dari pihak militer. Seorang pria misterius dengan kekuatan luar biasa telah muncul dan membunuh puluhan tentara Valoria secara brutal. Pria itu kebal terhadap peluru dan mampu melancarkan serangan energi dahsyat yang meledakkan siapa pun di sekitarnya.

Ternyata, pria tersebut bernama Miles, seorang prajurit elit dari Panthers Organization yang berasal dari Stronghold 11. Ia dikirim oleh Antonio, wakil pemimpin Panthers, untuk menyelidiki hilangnya Nathan dan kematian Yona—utusan sebelumnya yang tewas di tangan Ethan dan Remy. Miles menuntut militer Valoria menyerahkan tentara yang bertanggung jawab atas kegagalan misi tersebut. Jika tidak, ia akan mulai membantai warga sipil di ibu kota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZHRCY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mati Aku!!

"Ini sudah keterlaluan. Aku tidak percaya Kevin semakin tidak terkendali. Presiden seharusnya memberi kita izin untuk menyerang negara bodoh itu." kata salah satu mayor dengan marah.

"Kau seharusnya menghormati presiden. Meskipun dia musuh kita, dia tetap berada di posisi yang sama dengan presiden kita. Dengan tidak menghormati posisi yang dia pegang, itu sama saja dengan tidak menghormati presiden kita sendiri." kata mayor lainnya.

"Orang itu tidak pantas berada di posisi yang dia pegang. Dia bahkan tidak peduli dengan nyawa rakyat yang dia pimpin. Jika kita menyerang Zigo, maka rakyatnya yang akan paling menderita." balas mayor yang pertama berbicara.

"Menurut kalian apa yang harus kita lakukan sekarang? Ini sudah melampaui batas. Saat serangan mendadak yang mereka lakukan, kita kehilangan beberapa prajurit. Dan sekarang, mereka kembali melancarkan serangan siber ke negara kita. Karena itu, kita sudah mengalami kerugian yang tidak mudah dipulihkan."

Keheningan menyelimuti tenda, saat semua mayor mulai berpikir. Meskipun mereka semua ingin menyerbu Zigo, mereka tahu bahwa mereka tidak bisa melanggar perintah militer.

"Jika bukan karena bantuan orang misterius itu, kerusakan yang kita alami akan jauh lebih besar dari sekarang. Jadi, kita harus mencari cara untuk berterima kasih kepadanya." kata Mayor Alonso.

Semua mayor lainnya mengangguk.

"Baiklah. Lupakan dulu soal itu. Kita harus menghadapi kelompok ini. Alonso, aku dengar kompi yang berada di bawah tanggung jawabmu memiliki prajurit khusus. Apa itu benar?" tanya mayor lain setelah beberapa saat hening.

Semua mata tertuju pada Alonso. Saat melihat itu, dia tidak bisa menahan sudut bibirnya yang berkedut. Dalam hatinya, dia mengeluh, 'seperti yang kuduga. Sulit sekali menyembunyikan hal seperti ini. Sudah tersebar. Untungnya mereka tidak punya bukti.'

"Apa yang kau bicarakan? Bagaimana mungkin ada prajurit khusus di kompi yang aku tangani, yang berbeda dari prajurit yang kalian pimpin?" tanya balik Mayor Alonso.

Meskipun benar bahwa dia sudah menerima banyak larutan penguat tubuh, dia tidak berniat mengungkapkannya.

Dia sudah membentuk satu tim khusus yang telah menggunakan larutan penguat tubuh, sehingga kemampuan tempur mereka meningkat. Bahkan dia sendiri juga telah menggunakannya.

Selama tidak ada kebutuhan bagi para prajurit itu untuk muncul, dia tidak akan membiarkan mereka bergerak. Mereka akan menjadi rahasia untuk turnamen yang akan segera diadakan antar garnisun.

Di Zigo, sudah dua hari berlalu sejak serangan siber diluncurkan. Di dalam kantor presiden, Kevin dan Andrew sedang memantau perkembangan serangan tersebut.

Dari layar di depan mereka, mereka bisa melihat bahwa banyak kerusakan telah terjadi di Valoria. Beberapa perusahaan sudah mulai runtuh, dan tidak akan butuh waktu lama sebelum mereka benar-benar bangkrut.

Mereka jelas puas dengan hasil yang mereka dapatkan. Namun, Kevin mengernyit. Dia melihat televisi yang seharusnya menampilkan berita internasional. Menurutnya, kejadian sebesar yang terjadi di Valoria seharusnya sudah menjadi berita utama.

Namun, selain berita bahwa beberapa perusahaan mengalami kerugian akibat serangan siber, tidak ada berita lain.

Awalnya, Kevin mengira bahwa ini hanyalah cara Valoria untuk menjaga agar warganya tetap tenang.

Namun seiring berjalannya hari, dan para mata-mata yang dia tempatkan di Valoria memberikan laporan bahwa semuanya berjalan normal, Kevin tidak bisa menahan rasa curiganya.

"Andrew, pasti ada yang salah di sini. Jika benar Virtual Nightmare sudah menyebabkan kerusakan sebesar itu di Valoria, lalu kenapa mereka terlihat begitu tenang?" tanya Kevin dengan wajah berkerut.

Andrew langsung berkeringat. Dia sendiri sudah menyadari bahwa pasti ada masalah. Tapi, dia tidak bisa mengetahui apa masalahnya.

Dan karena Kevin sedang senang, dia memutuskan untuk tidak mengungkapkan hal itu. Kalau tidak, dia bisa saja langsung mati di tempat jika Kevin marah.

"A... aku tidak yakin. Biarkan aku menghubungi Virtual Nightmare." jawab Andrew sebelum mengeluarkan alat komunikasi. Itu adalah alat yang terhubung dengan interkom di tempat Virtual Nightmare berada.

"Virtual Nightmare, apa yang terjadi? Jika benar kau sudah menyebabkan kerusakan sebesar itu di Valoria, lalu kenapa semuanya terlihat normal?" tanya Andrew.

"Heh, kau menganggapku bodoh? Aku sudah tahu bahwa kalian tidak berniat mengembalikan anakku. Kalau begitu, kenapa aku harus bekerja untuk kalian?" jawab Virtual Nightmare dengan nada mencibir.

Andrew: "...."

Andrew tidak bisa mengerti kenapa semuanya tidak berjalan sesuai rencana.

"Bisakah kau ulangi apa yang baru saja kau katakan?" tanya Andrew dengan tidak percaya.

"Aku bilang aku tidak akan bekerja untuk kalian. Kalian pikir aku akan bekerja gratis untuk kalian, sementara kalian tidak akan menepati janji? Itu tidak akan terjadi!" jawab Virtual Nightmare.

"Eh?" Pikiran Andrew menjadi kosong. Dia tidak bisa mempercayai telinganya. Dengan bibir bergetar, dia berkata, "Kalau begitu, aku akan membunuh anakmu. Dan jangan pernah berpikir bisa keluar dari Zigo hidup-hidup."

Andrew sudah basah oleh keringat. Yang dia harapkan hanyalah bahwa Virtual Nightmare sedang bercanda. Kalau tidak, dia mungkin tidak bisa menyelamatkan kepalanya.

"Heh! Seolah aku akan percaya padamu. Silahkan saja lakukan. Aku ingin melihatmu mencobanya!" balas Virtual Nightmare.

Andrew langsung merasa dadanya dipenuhi amarah. Dia melakukan semua ini demi bertahan hidup. Tapi sekarang, justru ada seseorang yang ingin membuatnya mati?

"Apa-apaan ini?!"

Sebelum Andrew sempat berkata apa-apa, dia tiba-tiba mendengar teriakan marah Kevin. Tubuhnya langsung gemetar saat dia menoleh untuk melihat apa yang membuat Kevin seperti itu.

Matanya hampir keluar dari tempatnya saat dia menyadari bahwa di layar yang mereka gunakan untuk memantau kerusakan di Valoria, situasinya telah berbalik.

Serangan yang sebelumnya mereka lihat diarahkan ke Valoria, kini justru diarahkan kepada mereka. Dan yang lebih parah, serangan itu menargetkan semua pejabat Zigo.

Andrew begitu ketakutan hingga hampir mengompol. 'Kalau begitu, aku akan membunuh anaknya. Aku harus membuatnya menyesal atas keputusannya!' pikir Andrew.

Saat itu juga, dia buru-buru mengeluarkan ponselnya untuk melakukan panggilan. Tapi sebelum sempat melakukannya, dia justru menerima panggilan. Dan panggilan itu berasal dari bawahan yang bertugas menjaga anak Virtual Nightmare.

"Ada apa?" tanya Andrew dengan nada kesal. Pada saat yang sama, dia sudah mulai merasakan firasat buruk.

"T...Tu...Tuan..." suara seorang pria terdengar dari seberang.

"Ada apa? Kenapa kau tidak langsung bilang apa yang ingin kau katakan?" tanya Andrew dengan tidak sabar.

"Tuan... anak itu... menghilang!" jawab pria itu.

Ponsel di tangan Andrew jatuh ke lantai. Pada saat yang sama, saat kesadarannya mulai menghilang, hanya ada satu pikiran di benaknya, 'Mati aku.’

1
oppa
lanjut kak, jangan lama-lama
vaukah
semangat terus min
Afifah Ghaliyati
ditunggu kelanjutannya tor
anonim
ok
Hary
DONGOK... TIDAK DI BUNUH.....!!!
CABOL
Hary
BUNUH...!!!
Hary
DONGOK & CONGOK
farahdila
Lanjutkan tor
july
hajar aja nih paman Caroline💪💪
aspar
nah kan belum tau dia kalau singa betina marahh🤣🤣
Agent 2
absen tor
bobbie
terimakasih tor updatenya
broari
dobel up tor
oppa
semangat terus tor
Afifah Ghaliyati
seru tor, ditunggu kelanjutannya
broari
lanjutkan tor
lin yue
lanjutkan terus tor
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
semoga Ethan segera mendapatkan informasi bahan bahan buat bikin armor yang kuat anti laser anti peluru 🤔🤭
ELCAPO: bab terbarunya sudah di up yaa
total 1 replies
Lacoste
ditunggu kelanjutannya thor
ELCAPO: bab terbarunya sudah di up yaa
total 1 replies
laba6
next tor
ELCAPO: bab terbarunya sudah di up yaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!