NovelToon NovelToon
Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Status: tamat
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:341.2k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Dominic Vance bukan sekadar CEO; dia adalah monster korporat yang menghancurkan perusahaan demi olahraga. Kejam, paranoid, dan tak tersentuh.

​Hanya satu orang yang berani menatap matanya tanpa gemetar: Harper Sloane, sekretaris eksekutifnya yang berhati dingin. Harper membereskan kekacauan Dominic, memegang semua rahasia gelapnya, dan menjadi satu-satunya wanita yang tidak bisa dibeli dengan uang.

​Namun, saat Harper mengajukan pengunduran diri untuk membalas dendam masa lalunya, Dominic tidak memecatnya. Dia mengunci pintu. Baginya, Harper bukan sekadar aset. Dia adalah obsesi.

​"Kau bisa lari ke ujung dunia, Harper. Tapi aku akan membeli tanah tempatmu berpijak."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Konfrontasi

​"Harper? Kamu tidak apa-apa?" Ryan menyentuh pundak wanita itu dengan hati-hati.

​Melihat Harper tiba-tiba diam mematung dan menatap kosong ke luar jendela, Ryan mengira teman kencannya itu sedang ketakutan. Keributan di dalam restoran memang semakin menjadi-jadi. 

Beberapa tamu bahkan berlarian keluar menuju pintu utama, tidak peduli pesanan mereka belum dibayar. Manajer restoran tampak sibuk menelepon polisi dan petugas kebersihan.

​Harper akhirnya menoleh ke arah Ryan. Sorot matanya yang tadi penuh amarah kini berusaha dia lembutkan, meski rahangnya masih sedikit kaku.

​"Aku tidak apa-apa, Ryan. Kamu benar, suasana di sini sudah tidak kondusif," ucap Harper seraya berdiri dari kursinya. Dia meraih tas kecilnya dengan gerakan cepat. "Ayo kita pergi. Kita selesaikan urusan pembayaran di kasir."

​"Biar aku saja yang mengurusnya. Kamu tunggu di luar agar terhindar dari kerumunan orang panik ini," saran Ryan penuh pengertian.

​Harper mengangguk setuju. Dia berjalan membelah kerumunan pelanggan yang masih heboh mencari-cari keberadaan tikus fiktif itu. 

Sesampainya di luar restoran, angin malam kota langsung menerpa wajahnya. Hawa dingin sedikit menenangkan kepalanya yang mendidih, tapi tidak melunturkan niat aslinya.

​Harper menatap tajam ke arah seberang jalan raya. Mobil sedan Vancelo hitam itu masih terparkir di sana, persis di zona larangan berhenti. 

Lampu hazard-nya bahkan tidak menyala. Itu murni tindakan arogan dari seorang pria yang merasa dunia berputar di sekelilingnya.

​Tanpa membuang waktu sedetik pun, Harper menyeberang jalan. Langkah kakinya lebar dan penuh tekad, sama sekali tidak memperdulikan bunyi klakson dari beberapa mobil yang lewat. Gaun marunnya berkibar tertiup angin malam, menambah kesan garang pada penampilannya.

​Di dalam mobil mewah tersebut, Dominic masih bersandar nyaman di kursi belakang. Senyum kemenangan belum pudar dari bibirnya. Dia sangat menikmati tontonan kekacauan massal di restoran La Bella Vita. 

Strateginya berhasil sempurna. Kencan romantis sekretarisnya hancur berantakan.

​"Pak," suara sopir dari kursi depan terdengar sangat panik. Pria paruh baya itu menatap kaca spion dengan mata membelalak lebar. "Nona Harper..."

​"Biarkan dia menyeberang. Aku yakin dia sedang menangis ketakutan sekarang dan butuh tumpangan pulang," potong Dominic dengan tingkat kepedean yang sangat tidak masuk akal. “Aku akan menyelamatkan hidupnya yang amburadul malam ini.”

​"Bukan, Pak. Nona Harper tidak terlihat sedang menangis. Nona Harper sedang berjalan kemari dan raut wajahnya terlihat... sangat mengerikan."

​Dominic mengerutkan kening. Dia urung menggigit burger. 

Dia segera menoleh ke arah luar jendela. Jantungnya sontak berdegup dua kali lebih cepat.

​Tepat di luar jendela mobilnya, Harper Sloane sudah berdiri berkacak pinggang. Mata cokelat wanita itu memancarkan kilat permusuhan yang luar biasa tajam, seolah bisa menembus kaca antipeluru mobil tersebut.

​Tok! Tok! Tok!

​Harper mengetuk kaca jendela dengan buku jarinya secara kasar, tidak peduli kalau tindakannya itu bisa meninggalkan bekas baret di mobil mahal sang bos.

​Dominic menelan ludah. Dia tiba-tiba merasa seperti pencuri amatir yang baru saja tertangkap basah oleh pemilik rumah. Rasa panik mulai menjalar, tapi ego lelakinya kembali mengambil alih kendali. 

Dia adalah Dominic Vance. Dia tidak boleh terlihat takut di depan bawahannya.

​Dengan sangat perlahan, Dominic menekan tombol pengatur kaca jendela. Kaca tebal berwarna gelap itu turun secara otomatis, memperlihatkan wajah sang CEO yang terlihat sangat datar dan tanpa dosa sedikit pun.

​"Dom," sapa Harper dengan nada suara rendah yang sangat mengancam. Matanya melirik beberapa burger yang tergeletak di samping Dominic. "Penampilanmu sungguh luar biasa malam ini. Menguntit karyawannya sendiri sampai ke restoran dan makan burger di dalam mobil pinggir jalan. Benar-benar hobi baru yang sangat elegan untuk seorang triliuner."

​"Aku tidak menguntit siapa pun," elak Dominic cepat. Dia merapikan kerah kemejanya yang sedikit kusut, berusaha tampil berwibawa meski baru saja ketahuan melakukan tindakan memalukan. "Aku sedang melakukan inspeksi properti di kawasan ini. Ini kawasan bisnis yang sangat potensial."

​"Inspeksi properti pada hari Sabtu malam sambil makan burger pinggir jalan? Dan tiba-tiba ada laporan serangan tikus mutan di restoran tempatku sedang berkencan?" Harper menaikkan sebelah alisnya, tersenyum sinis. "Otak licikmu memang sangat luar biasa, Dom. Tapi sayang, aktingmu sangat buruk. Aku tahu persis, itu pasti  kau yang mencoba menjadi inspektur sanitasi kota lewat telepon tadi."

​Wajah Dominic sedikit memerah menahan malu. Penyamarannya terbongkar dalam waktu kurang dari setengah jam. Tapi dia menolak untuk menyerah pada kekalahan.

​"Ponselku mati total. Aku tidak menelepon siapa pun," bantah Dominic mempertahankan alibinya yang sudah hancur. " Ada telepon tentang tikus di sana, disaat aku ada di sini? Itu murni kebetulan belaka. Restoran murahan seperti itu wajar saja kalau kebobolan tikus. Sudah kubilang, pria itu itu tidak punya selera yang bagus. Dia cuma membuang-buang waktumu."

​Harper mengepalkan tangannya kuat-kuat. Dia mencondongkan tubuhnya ke depan, mendekatkan wajahnya ke arah jendela mobil Dominic.

​"Ryan adalah pria yang sangat baik. Kencanku dengannya berjalan sempurna sampai akhirnya bosku yang luar biasa gila ini merusak semuanya dengan lelucon murahan," desis Harper tajam.

​Dominic tidak bergeming. Dia menatap mata Harper lekat-lekat, membalas tatapan membunuh itu dengan sorot mata yang tak kalah tajam.

​"Kencanmu hancur karena pria itu tidak becus memilih tempat," sahut Dominic enteng. Dia menyandarkan tubuhnya kembali, terlihat sangat menikmati amarah sekretarisnya. "Lagipula, kau seharusnya berterima kasih padaku. Aku secara tidak sengaja sudah ada disini untuk menyelamatkanmu dari penyakit pes akibat gigitan tikus. Aku pahlawanmu, Harper."

​"Kau benar-benar manusia paling menyebalkan yang pernah ada di muka bumi ini, Dom!" bentak Harper frustasi. "Sekarang, karena kau sudah berhasil menghancurkan malamku, silakan suruh sopirmu menghidupkan mesin mobilmu dan pergi dari sini. Aku mau pulang."

​Harper membalikkan badan, berniat kembali ke arah restoran untuk menemui Ryan dan meminta maaf atas kekacauan tersebut. Dia yakin Ryan sedang kebingungan mencarinya di luar sana.

​"Tunggu," panggil Dominic tiba-tiba.

​Harper berhenti melangkah namun tidak menoleh. "Apa lagi?"

​"Kau tidak bisa meninggalkanku di sini," ucap Dominic dengan nada suara yang dibuat-buat agar terdengar sangat memelas.

​Harper akhirnya menoleh kembali dengan dahi berkerut dalam. "Kenapa tidak bisa? Ini jalan umum. Kau bisa menyuruh sopirmu mengemudi pulang."

​Dominic memasang wajah datar tanpa dosa andalannya. Dia menatap Harper dengan tatapan paling polos yang bisa dia buat.

​"Kebetulan sekali," ucap Dominic pelan, menunjuk ke arah bagian bawah mobilnya yang terlihat baik-baik saja dan tidak kurang suatu apa pun. "Ban mobilku bocor."

1
David Daniel
edaaannnn...boss gendeng...🤣🤣🤣🤣
mety
udah kasih aja racun 🤣🤣🤣
Meliana Siregar
Oke banget, semangat buat authornya
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Eh Tamat, ga terasa baca marathon tau² sudah Happy Ending...👍👍👍
Eh Tamat, ga terasa baca marathon tau² sudah End meskipun bikin adrenalin karna bikin sedikit menguras emosi tapi seru.👍👍👍😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Selamat Do Harper kalian sudah resmi jadi Suami Istri.👏👏👏

Lho Ryland sudah bebas Kah, kok ada hadir di pernikahan Do Harper... perasaan masih baru di penjarakan dan di kirain cuma keluarga CaldWell doang yang hadirnya.🤔🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
🤣🤣🤣 Ya ampuuuunnn Dom, mulai lagi alasan konyolMu, padahal sudah lama ga denger tuh Dasi miring... untung Pawangnya datang kalau ngga bisa ngompol di tempat tuh perias, Bagas dan Alvin.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Sekarang tanpa ragu dan malu lagi lansung ngaki BUCIN juga ya Dom... Terbaik pokoknya mah.👍😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Duh Dom jangan sampai musuh Mu merusak hari bahagia Mu tar..
apa lagi Ryland CaldWell sudah kamu penjarakan dan bisnisnya kamu bantai jangan sampai mereka masih dendam.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Lagi mode akur.🤭

Thor kalau ada percakapan tertawa itu coba cantumkan juga gimana bunyi tertawanya biar lebih dapet adegannya.
karna setiap ekspresi, bunyi adegan, benda atau apapun yang terlihat sepele tapi justru itu membuat cerita juga lebih hidup.🙏🙂
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Semenit tanpa ada keributan kayaknya ada yang kurang di antara hubungan Dom Harper karna sama² keras kepala dan punya ego tinggi jadi kalau ga ada yang sadar salah satu bakal cepat ambyar tuh hubungan.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ampuuunn deh si Dom ini.🤭🤭🤭

O ya kok nama Desainernya mirip dengan nama dokter hewan teman kencannya Harper.🤣🤣✌️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Nah kalau gini Dom sudah benar Harper biar baagaimana pun Dia seorang pengusaha besar dan mempunyai banyak kolega bisnis yang ga kaleng² jadi selagi di batas wajar Kamu harus bisa menerimanya Harper.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
MANTAP Harper, ga perlu hambur²kan Banyak uang ratusan miliyar hanya buat untuk dapat pujian dari para penjilat dan menguntungkan orang² licik.👍👍👍

Dom ga semua kekayaanMu mampu membungkam para klienMu tapi cukup percayakan pada Harper karna Dia cukup tau jadi turunkan Ego mu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Makin Makin si Dom ini, bisa kacau itu Perusahaan Dom kalau urusan Kantor keganggu terus akibat CEOnya gangguin mulu kerja COOnya.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
🤣🤣🤣 Kacau Kacau semua akibat ulah Dom yang Bicinnya ga ketulungan.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hahahaaa... Dom, Kamu Lucu sekali kayak Bocil kehilangan Ibunya.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Harper T O P pokoknya.👍👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Romantisnyaaaa... Manis banget sih Dom.👍👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Selamat Dom lamaranMu di terima Harper.👍👏👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Cara melamar Dom lain dari yang lain... tapi yang penting bukan di lihat dari niat gantl.👍🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!