NovelToon NovelToon
Tak Ada Lagi Kesempatan

Tak Ada Lagi Kesempatan

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Tamat
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alrumi

"Ketika undangan wisuda ku tak kamu hadiri, maka ku harap undangan pernikahan ku nanti akan kamu hadiri bersama keluargamu."

Kalimat yang begitu membekas di hati dan pikiran Rizal kala ia melakukan kesalahan karena lagi dan lagi ia membohongi Claudia.

Perempuan yang kerap kali iya bohongi dalam keseharian nya, memberikan perhatian, ungkapan cinta, dan harapan untuk kedepannya.

Nyatanya hal itu adalah sebuah kebohongan yang menjadi kebiasaan Rizal selama ini. Namun, semua berubah setelah Claudia menyadari bahwa selama ini ia melakukan kesalahan terbesar karena terpengaruh dengan setiap kata yang Rizal ucapan kepadanya.

Hal tak terduga kini terjadi pada Rizal pelaku utama yang memerankan peran kebohongan yang begitu dalam sampai dua tahun lamanya seorang Claudia baru sadar bahwa selama ini ia hanya dijadikan mainan oleh Rizal.


Yuk ikuti ceritanya, jika kalian penasaran tentang yang akan terjadi pada Rizal dan Claudia selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alrumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perubahan Claudia

Di sana Rijal mulai mencari-cari letak perubahan Claudia. Ia kemudian memutar pikir nya mengenali perubahan Claudia terhadapnya.

Setelah cukup lama berpikir. Rijal pun mulai menemukan ide lagi untuk memanipulasi Claudia agar tidak menjauhi dirinya.

Sampai akhirnya ia berhasil membuat Claudia tetap berada dalam kendalinya.

Claudia yang sudah terpengaruh oleh kata-kata Rijal hanya bisa menerima semua itu.

Walau dalam hatinya, ia sadar bahwa sifat Rijal tak akan pernah berubah kecuali Rijal sendiri yang mau berubah.

Bahkan hati Claudia terus saja berbeda dengan pikirannya. Hatinya tentu saja tau tentang resiko yang akan ia terima jika ia membiarkan Rijal bersikap seenaknya terhadap dirinya.

Tetapi Claudia menerima hal itu, bahkan ia membiarkan semuanya berjalan walau tanpa arah yang jelas.

Bahkan tak terasa perkenalan mereka sampai pada bulan ramadhan pertama. Dimana kala itu, untuk pertama kalinya ada yang bawelin Claudia dalam chat yang tak pernah tertinggal waktu sahur tiba.

Rijal sering mengirim chat spam yang isinya hanya kata sahur saja. Di sana Rijal terus mengirim kata sahur itu beberapa kali, sampai banyak sekali notif yang berbunyi membuat Claudia hafal akan kebiasaan Rijal setiap sahur.

Sampai pada satu momen, dimana Claudia kaget akan kejadian kala ia telpon dengan Rijal di waktu sahur itu.

Dimana saat itu, Claudia tak bicara karena Rijal sedang berkumpul dengan teman-temannya. Rijal bilang bahwa teman-teman nya mau makan sahur di rumahnya dan saat ini mereka sedang memasak makanan untuk sahur.

Claudia mendengar memang banyak suara orang berbeda dalam telpon itu. Sampai akhirnya, ia mendengar satu orang berkata seperti ini dalam telpon.

"Hai... lo pacarnya Rijal?" ucap seseorang itu yang terdengar samar-samar oleh Claudia karena suaranya yang terdengar cukup jauh. Tapi kalimat itu terus Claudia pikirkan, karena ia merasa kaget ada seseorang yang berkata seperti itu.

Sementara ia dan Rijal tak pacaran sama sekali. Tapi temannya Rijal malah berkata seperti itu.

Namun ada satu hal yang membuat Claudia berpikir lagi. Saat temannya Rijal berkata spontan seperti itu pada Claudia. Ia langsung tergesa-gesa mengalihkan pembicaraan.

Apalagi saat Claudia bertanya kejelasan dari apa yang ia dengar itu dari Rijal. Rijal justru malah menghindar.

Lalu ia mulai merangkai sebuah keanehan, dimana ia pernah cek nomor handphone miliknya lewat aplikasi pelacak nomor handphone yang bisa melihat nama kita di kontak orang lain.

Disana Claudia sempat liat ada yang menamai nomor handphone miliknya dengan kata 'My love' dengan emoji hati.

Dalam pikiran yang berputar itu, Claudia berpikir, "Apa mungkin yang menamai dirinya adalah Rijal?" inilah isi pikiran yang Claudia pikirkan kala itu.

Karena seingat dirinya tak ada yang menamai nomor handphone miliknya dengan nama itu sebelum ia kenal dengan Rijal.

Namun semua itu tak berjalan lama, karena Claudia mulai menormalkan lagi dirinya agar tak menerka-nerka, mungkin benar mengenai yang di katakan Rijal, bahwa ia salah dengar saja.

Karena sebelumnya Rijal memberitahu Claudia bahwa ia salah dengar.

Claudia pun akhirnya tak mau ambil pusing lagi. Ia kemudian memberitahu Rijal bahwa ia ingin memati kan telponnya, karena ia sebentar lagi akan makan sahur.

Di sana awalnya Rijal ingin tetap telpon, tapi karena ia mendengar ada suara temannya yang ntah meminta apa. Akhirnya Rijal setuju Claudia mematikan telponnya.

"Aku matiin ya telponnya?" ucap Claudia.

"Jangan dimatiin, emang kamu mau kemana?" ucap Rijal.

"Aku mau makan sahur bentar lagi. Nggak enak juga kalau terus telpon, kamunya juga lagi sama teman kamu. Kamu lanjut aja." ucap Claudia.

"Hem... ya udah, tapi tetap chat ya kalau kamu udah makan nanti." ucap Rijal.

"Iya, aku matiin dulu sama mau lanjut makan dulu." ucap Claudia.

"Iya sok matiin." ucap Rijal.

"Assalamualaikum." ucap Claudia.

"Wa'alaikumsalam, abis makan chat aku lagi, jangan lupa." ucap Rijal.

"Iya nanti aku chat kamu lagi. aku matiin ya." ucap Claudia.

"Iya sok." ucap Rijal.

Telpon pun akhirnya berakhir, Claudia kemudian menyimpan handphone miliknya dan mulai keluar dari kamarnya.

Ia kemudian menemui kedua orangtuanya untuk makan sahur bersama. Beberapa menit kemudian, ia pun telah selesai makan sahur, lalu ia berbicara terlebih dahulu dengan kedua orang tuanya.

Setelah itu, ia pun kembali ke kamar dan mulai mengambil handphone miliknya lagi. Lalu ia pun mulai mengirim chat pada Rijal.

"Aku udah makan sahurnya, kamu udah juga belum?" ucap Claudia dalam chat yang ia kirim untuk Rijal.

Lima menit berlalu, barulah Rijal menjawab chat Claudia.

"Alhamdulillah kalau udah, aku belum masih masak makanan nya. Kamu kalau mau tidur dulu. Tidur dulu aja." ucap Rijal.

"Em... ya udah, kamu jangan lupa makan sahur. Aku nggak akan tidur lagi kok, Soalnya mau nunggu adzan subuh dulu. Jadi nggak tidur lagi." ucap Claudia.

"Oh ya udah, paling aku jawab chat kamu agak lama. Nggak papa?" ucap Rijal merasa tak enak. Ntahlah Rijal benaran merasa tak enak atau hanya sekedar menjalankan rencananya yang telah ia susun baik-baik selama ini.

"Iya ngak papa kok, kamu juga kan lagi sama teman kamu pasti sibuk. Aku mau nonton kok jadi santai aja." ucap Claudia.

"Baiklah kalau gitu. Aku lanjut bantuin dulu yang lain ya." ucap Rijal.

"Iya ke sana dulu aja." ucap Claudia.

Setelah itu tak ada lagi chat di antara mereka berdua karena Rijal telah sibuk dengan temannya dan Claudia sendiri sibuk dengan vidio yang ia tonton sambil menunggu adzan terdengar.

Sampai tak terasa adzan subuh pun terdengar. Claudia yang awalnya masih sibuk nonton video, langsung mematikan vidio tersebut dan mulai bersiap untuk melaksanakan shalat.

Ia pun mulai menyimpan handphone miliknya, lalu ia mulai pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Setelah selesai berwudhu, Claudia pun mulai menggelarkan sajadahnya dan ia pun mulai memakai mukena miliknya.

Setelah semuanya siap, barulah ia mulai melaksanakan shalat subuh.

Beberapa menit kemudian, ia telah selesai melaksanakan shalat subuh. Ia pun mulai melihat handphone miliknya lagi.

Di sana ia tak melihat ada notif dari Rijal. Lalu ia pun mulai melihat vidio lagi. Sampai jam 05.30 wib. Ia baru mematikan data handphone milik nya.

Kemudian ia pun mulai mencarjer handphone miliknya yang sudah sedikit lagi batrei nya. Setelah ia selesai mencarjer handphone miliknya. Barulah ia mulai keluar dari kamar dan melakukan aktivitas lainnya.

Setelah selesai melaksanakan aktivitas yang lainnya. Claudia pun mulai mengambil handphone milik nya yang sedang di carjer itu. Disana ia melihat bahwa carjer handphone miliknya sudah penuh. Ia pun mulai mengambil handphone milik nya dan mulai melepas carjer nya.

Bersambung...

1
falea sezi
MC oon
falea sezi
cewek oon
Rahmat Hidayatullah: jaga bicaramu
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!