NovelToon NovelToon
1 JANUARY - Cinta Yang Seharusnya Tak Pernah Ada

1 JANUARY - Cinta Yang Seharusnya Tak Pernah Ada

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Sad ending / Menikah dengan Musuhku / Selingkuh / Tamat
Popularitas:18.1k
Nilai: 5
Nama Author: sea.night~

Sejak SMP, ia mencintainya dalam diam.Namun bagi pria itu, kehadirannya hanyalah gangguan yang ingin ia hindari.Tahun demi tahun berlalu, perasaan itu tidak pernah padam—meski balasannya hanya tatapan dingin dan kata-kata yang menyakitkan.Tapi takdir mempertemukan mereka kembali, saat keduanya kini telah tumbuh menjadi dewasa.Luka lama kembali terbuka.Rasa yang seharusnya mati, justru tumbuh semakin dalam.Apakah cinta yang bertahan sendirian mampu berubah menjadi sesuatu yang layak diperjuangkan?Atau ia hanya sedang menghancurkan dirinya sendiri demi seseorang yang tidak pernah ingin melihatnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sea.night~, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulangnya sahabat tercinta

Pagi datang dengan udara dingin. Winda terbangun saat cahaya matahari menembus tirai, menyilaukan matanya. Ia duduk perlahan, kepala terasa berat, dan tenggorokannya terasa sakit

Ia turun dari kasur dan berdiri…tapi dunia terasa berputar. "Uh…"

Winda kembali berbaring di atas kasur.

Pintu kamar terbuka pelan.

Sumi masuk membawa nampan berisi sarapan roti selai dan susu coklat.

"Nyonya…"

Ia mendekat.

Lalu matanya tertuju ke pipi Winda.

Ada bekas merah.

Sumi terdiam.

"Nyonya…"

suaranya gemetar. Ia meletakkan nampan di meja di samping tempat tidur lalu duduk di tepi tempat tidur di samping Winda. "ini kenapa…?" ia bertanya pelan, nada bicaranya langsung berubah cemas.

Winda refleks memalingkan wajah.

"Nggak apa-apa, Bi…"

"Cuma kebentur."

Sumi tahu itu bohong.

Air matanya jatuh.

"Tuan…" bisiknya lirih penuh sakit. "Saya dengar semalam Tuan teriak-teriak.. pasti nyonya..." ia terhenti tak bisa melanjutkan kata katanya.

"Winda nggak apa-apa kok, Bi.." Winda tersenyum lembut untuk meyakinkan Sumi.

"Nyonya pucat.."

Sumi mengelus kepala Winda lembut.

"Nyonya panas sekali…Kenapa nggak bilang kalau nyonya sakit?" ucap Sumi semakin khawatir.

Winda tersenyum lemah.

"Cuma demam kok, Bi. Biasanya besok juga udah sembuh,"

Sumi hampir menangis.

Hatinya terasa hancur melihat Winda tetap berusaha kuat di saat tubuh dan perasaannya sama-sama terluka.

"Nyonya makan dulu rotinya sama minum susunya, saya ambil obat sama kompres" ucap Sumi lembut, ia segera bergegas kembali ke dapur untuk mengambil obat.

****

Waktu terus berjalan hingga tak terasa jarum jam menunjuk pukul 13.45 siang. Rumah terasa sunyi.

Winda masih terbaring lemah di kamarnya, demamnya juga belum sepenuhnya turun.

Sementara itu Sumi sedang menyiapkan sup di dapur.

Tiba-tiba…

Ting! Tong!

Bel pintu berbunyi.

Sumi berjalan cepat membukakan pintu.

Di depan pintu berdiri seorang perempuan dengan beberapa paper bag di kedua tangan nya. Rambutnya panjang, wajahnya ceria.

"Permisi…"

"Ini rumah Winda, ya?"

Sumi menatap heran.

"Iya, Nona. Anda siapa?"

Perempuan itu tersenyum lebar.

"Aku Raisa. Sahabatnya Winda."

Sumi terkejut.

"Oh… silakan masuk, Nona."

Raisa masuk terburu-buru.

"Winda nya dimana? dan apa suaminya dirumah?"

"Nyonya di kamarnya di lantai atas, kalau tuan masih kerja, belum pulang" jawab Sumi.

Raisa mengangguk.

"Bagus…Kamar Winda yang mana ya, Bi?"

"Di lantai atas, non. Yang pintunya lain sendiri warnanya" jawab Sumi dengan sopan.

Tanpa ragu Raisa langsung melangkah ke arah kamar.

Begitu melihat Winda terbaring pucat di atas ranjang…

"WINDA!"

Raisa langsung berlari dan memeluknya erat.

Winda membuka mata perlahan.

"Eh?" Ia mundur sedikit untuk melihat wajah yang tiba-tiba memeluknya.

"Rara? Astaga…" Winda langsung membalas pelukan itu.

"Raisa… kangen…"

"Kamu nggak bisa dihubungin…" ucapnya lemah. Air mata mengalir di pipinya.

Raisa ikut menahan tangis.

"Aku baru pulang dari luar negeri,"

"langsung ke rumahmu…"

"tapi ibumu bilang kamu sudah menikah…"

"terus aku dikasih alamat rumahmu…"

"yaudah aku langsung ke sini." jelasnya

Raisa mundur sebentar, lalu menunjukkan beberapa paper bag.

"Lihat!"

"Aku bawa banyak oleh-oleh!"

"Semuanya buat kamu!"

"ih… ngerepotin banget…"

suara Winda serak karena tenggorokannya sakit.

"Apanya yang ngerepotin? Ini buat sahabat sendiri," jawab Raisa santai.

Lalu ia menatap wajah Winda, ia menyadari sesuatu.

"Kamu kenapa?" suaranya langsung berubah khawatir. "Kok kayak orang mau naik atas panggung?"

Winda tersenyum kecil.

"Nggak apa-apa…"

"Bohong. Itu wajah kamu pucat banget."

Raisa langsung memegang dahi Winda.

"Panas banget!"

Sumi muncul di pintu membawa nampan berisi sup dan air hangat. "Nyonya demam sejak pagi," ucapnya pelan.

Raisa langsung menoleh.

"Demam?!"

"Suaminya ke mana?!"

Sumi terdiam sebentar.

"Tuan kerja…"

Raisa mendengus kesal.

"Istri sakit malah ditinggal!"

"Suami macam apa itu!"

"Nggak pantas disebut suami!"

Ia kembali menatap Winda.

"Siapa sih suami kamu?"

"Kamu pasti nggak bahagia, kan?"

Winda terdiam.

"Enggak kok…"

Ia menatap Raisa.

"Aku bahagia…"

"Kau bohong…"

Raisa menggenggam tangan Winda.

"Dia nyakitin kamu, kan?"

Winda tak menjawab.

Dan itu sudah cukup membuat Raisa mengerti.

Raisa mengepalkan tangan.

"Kalau dia berani macam-macam sama kamu…"

"Aku sendiri yang hajar."

Winda tersenyum kecil. "Kamu ini.."

"Aku di sini. Kamu tenang aja." ucap Raisa lembut. "Kamu nggak sendirian lagi."

"Thanks, Ra…" Ucapnya pelan. Air mata akhirnya lolos keluar membasahi pipinya.

Raisa langsung memeluk Winda "Udah,udah. Kok jadi nangis sih.. Aku ada salah ngomong ya?" Raisa bertanya panik, sementara tangan nya mulai menepuk punggung Winda pelan dan lembut.

"Enggak..hiks...cuma..hiks..." Winda tak bisa berbicara lagi. Ia membenamkan wajahnya di bahu Raisa. dan ia menangis di pelukan sahabatnya. Untuk pertama kalinya… dan juga untuk pertama kalinya ia merasa aman.

Mereka berpelukan cukup lama, sampai Winda mulai tenang.

Setelah merasakan Winda cukup tenang Raisa melepas pelukan nya perlahan.

"Udah, jangan nangis lagi,"

"nanti kalau habis air matanya…"

"gantinya darah mau?"

candanya.

Tangannya menangkup pipi Winda,

ibu jarinya bergerak untuk menghapus sisa air mata.

"Ma… maka… ma—"

"Shh…" Raisa menempelkan jari telunjuk ke bibir Winda.

"Nggak usah bilang makasih."

"Aku sahabatmu."

"Bukan orang lain."

Raisa mengambil mangkuk sup dari nampan yang dibawa Sumi.

"Sekarang kamu harus makan."

"Udah mau sore tapi belum makan siang."

Ia mulai menyuapi Winda perlahan.

Sumi yang melihat itu tersenyum lembut.

"Nyonya beruntung punya sahabat seperti Non Raisa…"

gumamnya pelan.

Sumi meletakkan nampan yang masih berisi air putih dan obat di meja samping tempat tidur.

"Setelah makan soup, obatnya di minum, ya, nyonya, saya permisi dulu"

"Iya, Bi. Terimakasih" Jawab Winda pelan.

Sumi sedikit membungkuk sebelum keluar kamar dan menutup pintu dengan pelan di belakang nya.

Ia tetap menemani Winda hingga malam tiba. Mereka mengobrol dan saling bercerita, melepas rindu yang lama tertahan.

Tak terasa, mata Winda mulai terpejam.

Raisa tersenyum tipis melihat sahabatnya akhirnya tertidur. Ia duduk di samping ranjang, mengelus rambut Winda dengan penuh sayang.

Beberapa saat kemudian, Raisa memutuskan pulang. Ia menarik selimut hingga menutupi bahu Winda, lalu berdiri perlahan dan melangkah keluar kamar.

Pintu ditutupnya sangat pelan agar tak menimbulkan suara yang mungkin bisa membangunkan Winda.

Raisa turun ke bawah dan mendapati Sumi sedang mencuci piring di dapur.

"Bibi, Raisa pulang dulu ya. Besok Raisa ke sini lagi, mau lihat kondisi Winda," ucapnya.

"Oh iya, Non. Hati-hati di jalan," jawab Sumi ramah.

Saat Raisa melangkah pergi, tiba-tiba…

Klik.

Suara pintu depan terbuka.

Langkah kaki berat terdengar.

Dirga pulang.

Raisa menoleh ke asal suara.

Alisnya berkerut.

Raisa menatap pria di depannya beberapa detik lebih lama.

"Tunggu…" suaranya melemah.

"Kamu… Dirga?..jangan bilang..."

1
Wawan
Hadiiir.. ✍️
Melati Bunga
mmmm bodoh amat sih
Melati Bunga
aduh pusing itu terus pembahasannya,, kapan inti Thor
Rani R.I
terimakasih byk thourr,,dan sehat slalu..💪💪💪😍😍😍
sea.night~: 🫰🫰🫰🧚‍♀️🤍 makasih semangatnyaaa
total 1 replies
Rani R.I
cerita nya Bagus Dan mengesankan thourr,,bkn hanya di dunia halu 🤭,,di dunia nyata terlalu banyak orang orang yg tidak pernah menyadari kesalahannya,, tapi sulit untuk mengakui,, tapi ketika seseorang yang pernah mereka sakiti dan kecewakan pergi,, Baru lah mereka menyadari dan menyesal...lalu apa gunanya menyesal Dan menangis ketika orang yg Kita sakiti dan kecewakan telah pergi selamanya
sea.night~: emang penyesalan selalu datang di akhir yakan🙃
total 1 replies
Rani R.I
akhhh thourr,, akuu pikir mereka akan memiliki anak dulu sebelum tamat 🤣🤣🤣🤣🤣
sea.night~: 🙏😭 huhu, tidak kak
total 1 replies
Rani R.I
thourr jgn sampai Dirga menikah sama Yasmine 🤣🤣🤣🤣,,gk rella akuu
sea.night~: huhu nggak rela banget kek nya😭🙏
total 1 replies
Rani R.I
widihhh si Yasmine kalau Winda tidak meninggal kamu gk akan pergi dan menyerah kan,,kamu tetap ngebet sama Dirga kan,,, Helehhh dadar mu gk gunaa Yasmine...
apa Dirga akan ikut meninggal jugaa 🤣🤣🤣🤣🤣 ,,, kalau sampai ending nya Dirga menikah sama Yasmine,, berarti bkn Winda donk tokoh utama cewek nya 🤣🤣🤣,,,kok merasa kurang Seruu yea karena Winda harus di buat meninggal,, harus nya cukup di buat kritis dan koma
Rani R.I
thourr masak tokoh utama cewek nya ninggal 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣,,buat plottwis donk,, ternyata tubuh yg terkubur ituu bkn Winda wkwkwk 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rani R.I: maksudnya ternyata raga nya ketukar gitu 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 .. kasihan kalau sampai sad ending 🤣🤣🤣
total 2 replies
Rani R.I
kok bnr ninggal sihh,, kurang Seruu thourr,,idihhh kalau istri nya gk ninggal berarti masih sama si Yasmine ituu,, Yasmine wanita murahan,, sudah tahu punya istri tapii malah menggatal
Rani R.I
gimana kalau ternyata mimpi 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
Rani R.I: berharap mimpi yea thourr,,,gpp sedikit kasih pelajaran suaminya 🤣🤣🤣,,jgn lupa ayah nya di kasih pelajaran setimpal
total 2 replies
Qwerty Hp
ini beneran metong apa cuma mimpi thor,kadang author nya suka ngeprank.kasi juga hukuman untuk bapak durhakimnya dong,,,,apa pun itu semangat ya thor
sea.night~: terimakasih semangatnya kakak🙏😁 tunggu kelanjutan nya ya😁
total 1 replies
Mumuy07
lagi nyesek²nya...
sea.night~: huhu😭 maaf ya jadi buat sedih🙏
total 1 replies
Mumuy07
udh selesai?
sea.night~: belum kak, masih ada beberapa bab lagi menuju ending🙏
total 1 replies
yeyi
lumayan menguras emosi
Mumuy07
menyesal tiada gunaaaaaa
sea.night~: emang penyesalan selalu datang terlambat yak🙃
total 1 replies
reza indrayana
kalau endingnya menyedihkan rata para readers males utk baca dh.. 😥😥 ( sekedar uneg² sebagai reader Thor...maaf... 🙏🏻
sea.night~: Terima kasih sudah berbagi pendapat kak 🙏 semoga endingnya nanti tetap berkesan ya
total 1 replies
Edi Suwandono
ceritanaya terlalu banyak monolognya kak🙏 kayak novel akun sebelah🙏
sea.night~: Hehe noted kak 🙏 Nanti aku coba bikin lebih banyak adegannya biar nggak kebanyakan monolog. Terima kasih masukan nya kak🙏🙏
total 1 replies
rh
kok muter2 trus Thor,,
sea.night~: Maaf ya kak kalau kerasa muter 🙏 itu memang fase sebelum titik besarnya. Sekarang sudah mulai beda arahnya kok, semoga kakak suka 🤍
total 1 replies
rh
kok gitu2 trus,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!