lentera dan Alengka, 2 gadis yang sengaja pindah sekolah karena satu alasan dan itu adalah untuk balas dendam. Ditengah tengah balas dendam mereka, 2 gadis itu malah harus berhadapan dengan 2 cowok iblis yang seharusnya tidak mereka dekati. Lentera yang didekati oleh Alfarez tetap menjaga jarak tapi itu tidak bertahan lama setelah rencana balas dendam nya lentera memilih pergi saat harapan nya untuk memiliki keluarga bahagia dan dicintai dengan tulus tidak dirinya dapatkan. Akankah lentera akan berakhir dengan alfarez? lalu apakah lentera akan tetap pergi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona min02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 26
melihat lentera sudah tidak ada lagi disana mereka tidak menunggu lama langsung pulang kembali kekota.
setelah pulang dari sana selama beberapa hari ini Alengka dan arsha selalu memasang ekpresi murung . garren sudah tidak tahu harus berbuat apa supaya mood gadis itu kembali seperti awal kecuali lentera ditemukan.
berbeda dengan arsha yang sudah jarang berkumpul setelah pulang dari sana entah apa yang cowok itu lakukan saat sesekali mereka mengajak kumpul.
sedangkan alfarez dia semakin sibuk dengan urusan mencari lentera dan dunia bawahnya apalagi sekarang ke-enam orang itu sudah mulai memasuki ujian naik kelas.
"sekarang berbeda ya"celetuk erza saat dimarkas.
"udah jarang ngumpul kita, seharusnya walau pun sibuk persahabatan kita tetap kayak dulu jangan renggang gini"keluh kael.
garren hanya diam membenarkan ucapan 2 cowok itu. seperti nya dirinya harus ambil tindakan setelah ujian kenaikan kelas mereka nanti dan untuk Alengka jalan satu-satunya harus ngancam gadis itu menggunakan nama lentera supaya gadis itu tidak seperti itu terus bahkan gara2 sikap gadis itu seperti itu membuat keluarga gadis itu sungguh khawatir dan untungnya mereka tidak menyalahkan lentera.
"urusan ini nanti kita urus setelah ujian naik kelas dan untuk sekarang fokus ujian dulu"angkat bicara garren.
"anjirlah napa harus ada ujian sih males banget belajar"keluh erza dan kael.
berbeda dengan suasana markas yang sekarang dipenuhi keluhan maka suasana ditempat alfarez benar2 mencengkam .
terlihat beberapa pria berbadan kekar sedang menunduk dihadapan Alfarez.
"kalian tahu apa kesalahan kalian"ujar alfarez dengan nada suara yang sungguh dingin dan ekpresi yang tak bersahabat sungguh auranya membuat siapapun akan merasakan sesak napas jika berhadapan dengan cowok itu.
"tahu tuan muda"jawab para pria tersebut serentak tapi tetap dengan wajah tertunduk.
"Ethan!"panggil Alfarez.
terlihat setelah itu seorang pria yang berumur sekitaran 24 tahun masuk kedalam dia adalah Ethan Marvional salah satu tangan kanan alfarez dari 2 yang lain.
"ada apa tuan"tanya Ethan.
"urus mereka seperti biasanya"setelah mengatakan itu Alfarez pergi dari ruangan itu menyisakan ketegangan kepada para pria itu saat mendengar ucapan keramat dari tuan muda mereka.
"sialan siapa sih yang bantuin"kesal alfarez yang tidak bisa membobol keamanan lentera.
Alfarez akui keluarga lentera memang termasuk dalam penjagaan yang ketat dan sulit dibobol tapi itu tidak berlaku terhadap dirinya tapi kali ini sungguh sistem penjagaan lentera lebih ketat dari dulu saat dirinya dan garren mencoba membobol nya.
"sungguh kau pintar sekali bersembunyi nya sayang"ujar alfarez yang sekarang berdiri didepan sebuah papan yang berisi foto lentera semua .
dirinya tidak tahu dari kapan obsesi nya terhadap lentera muncul bahkan saat masih tujuan dirinya menjadi kan lentera mainannya obsesinya itu sudah muncul . ternyata tanpa dirinya sadar dulu dirinya sudah mencintai lentera tapi tertutupi oleh egonya itu.
"ah makin tidak sabar menemukan mu sayang"kata alfarez dengan suara penuh obsesi.
...****************...
ujian sekolah sudah tiba beberapa hari yang lalu alfarez beserta yang lain kembali sekolah teratur walau pertemuan mereka masih terkesan dingin tapi itu sudah cukup untuk beberapa hari kebelakang tanpa berkumpul bahkan saling sapa.
erza dan kael tidak terlalu banyak bicara selama masa ujian . perkumpulan mereka benar-benar berkesan dingin bahkan Alengka hanya sesekali datang ke markas.
hari ini hari terakhir ujian mereka saat dikantin garren langsung angkat bicara
"selesai ujian kumpul dimarkas gak ada yang gak datang"titah garren.
"kalo lho semua mau geng ini bubar ya silahkan gue juga gak peduli sama persahabatan kita yang bakal hancur nanti kalo lho semua gini terus" sungguh melelahkan saat garren harus bicara panjang lebar gitu.
garren tidak mendengar jawaban dari mereka semua yang terdiam dikursinya masing-masing.
Alengka biasa nya yang akan langsung menolak hari ini tidak bisa menjawab.
"saat pulang nanti kumpul"selesai mengatakan itu bek masuk berbunyi kembali.
pulang sekolah semua sekarang benar-benar berkumpul supaya garren tidak mengamuk.
"lho semua gak lelah gini terus kalo nanti ketemu lentera tuh anak bakal ngamuk. dia pergi mau nenangin diri dulu, kita memang harus cari tahu lentera dimana tapi jangan buat persahabatan yang kita rajut dari lama hancur bodoh"marah garren.
"dan buat Alengka hari ini gue bicara sebagai teman bukan pacar, jangan terus gini kalo nanti lentera tiba2 kembali tapi ngeliat lho gini apa yang bakal tuh anak pikirin . semua orang yang peduli terhadap lho khawatir dengan sikap lho gini dan untungnya mereka gak nyalahin lentera" ceramah garren
"ah terserah kalian lah gue gak peduli percuma gue ngomong banyak gini tapi kalo akhirnya lho semua gak balik kayak semula percuma"sambung garren yang lelah bicara banyak.
"bubar aja biar lho semua mikir baik2 dirumah"usir garren dari markas supaya dia bisa tenang gak ngamuk.
5 orang itu bangkit dari duduk mereka tanpa sepatah kata pun dari awal tiba dimarkas.
setelah 5 orang itu pulang garren mendesah lelah.
"anjing lah"umpat garren kesal.
hari