Novel ini adalah sambungan dari novel sebelumnya yang berjudul "Gadis gengsi dan Pria cuek"
Novel ini mengisahkan seorang gadis bernama Syafa, yang menurut Bian sangat cerewet dan ribet.
Dan juga mengisahkan seorang pria bernama Bian yang juga menurut Syafa, pria itu sebenarnya adalah es yang dikutuk menjadi manusia
Seperti kisah mereka? Yuk kepoin cerita mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Izzah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencuri pandang
Mila yang baru saja menghampiri Reza melihat heran pada Syafa yang ada disana. Lebih heran lagi karna ada Bian
"Bian? Kok ada disini?" Mila lebih tertarik untuk bertanya langsung pada Bian
Bian tidak menjawab. Dengan tampang dinginnya, ia hanya terus menatap Syafa yang juga kini tengah melihat dirinya
"Ehem. Bian disini sama kami kak" Susi memilih menjawab agar seniornya itu tidak merasa diabaikan
"Oh. Terus dia?" Mila menunjuk Syafa
"Dia adeknya teman gue" jawab Reza
"Oh ia? Teman yang mana?" tanya Mila
"Syifa. Teman kelas gue"
"Syafa. Ayo!" seru Gita yang tiba-tiba menghampiri dan menarik tangan gadis itu
"Bentar dulu Git" tahan Syafa, "Kak Reza. Kemarin Syafa kemarin ngellow akun Kak Reza. Tapi kakak belum folback"
Bian dan Susi begitu terkejut mendengarnya Syafa yang seperti itu. Terlebih bagi Bian. Ingin sekali rasanya pria itu menarik paksa tangan Syafa
"Oh yah? Nama akun loh apa?" Reza merogoh ponselnya di saku celana
"Queendy Syafayla" sahut Syafa dengan semangat
Reza menoleh sekilas pada Syafa lalu tersenyum dan kembali fokus ke ponselnya "Bahkan nama akun loh juga mirip sama kakak loh"
Syafa hanya tersenyum. Ia begitu senang meski di belakangnya ada seseorang yang siap menyantap dirinya dengan omelan
"Muka loh juga mirip sama kakak loh" ujar Reza yang sudah kembali menyimpan ponselnya
"Hmm. Ia sih banyak yang bilang gitu" sahut Syafa
"Kalian dekat?" cetus Mila tiba-tiba
"Ngga kok. Sebelumnya pernah ketemu dia sekali di pernikahan teman gue" jawab Reza
"Oh" Mila mengangguk-angguk
"Dia.... Pacar Kak Reza?" tanya Syafa dengan hati-hati
"Dia.... "
"Bukan. Gue bukan pacarnya Reza kok. Kita cuma teman" Mila dengan cepat memotong ucapan Reza hingga membuat pria itu mengernyit heran
Mila mencuri pandang pada Bian yang tampak acuh namun tetap menawan baginya
"Syafa?" seru Susi dari belakang
Syafa menoleh ke belakang "Oh ia. Kak, Syafa duluan yah? Nanti Syafa nyapa kakak di DM" ucapnya sebelum ia pergi bersama yang lainnya
Reza tertawa pelan yang merasa lucu dengan tingkah adik temannya "Lucu juga dia" gumannya
"Jadi kenapa loh kesini?" Mila membuyarkan lamunan Reza
***
Sepanjang perjalanan sampai mereka sampai. Bian sama sekali tidak mengeluarkan suaranya sepatah kata pun. Sementara Syafa tidak berhenti berceloteh dengan penuh bahagia. Susi bahkan tidak banyak menanggapi ucapan Syafa yang tengah berbunga-bunga saat ini
"Ayo masuk" Niko membuka pintu kamarnya dan mempersilakan yang lain masuk
"Makasih"
Mereka pun masuk ke kamar yang tidak terlalu besar itu. Susi sejak tadi memperhatikan perubahan wajah Bian dan Syafa
"Duduk disini Bi" Syafa menepuk-nepuk karpet di sampingnya
Bian tidak menghiraukannya. Ia lebih memilih duduk di dekat Niko dan di samping Susi. Alasan terbesar ia tidak mau duduk disana karna ada Icha
"Bi" seru Syafa yang mengerutkan alisnya
"Sya" tegur Susi yang melirik Icha. Syafa seketika mengerti dan tidak lagi memaksa Bian
"Oh ia Sya. Kak Reza itu bukan sih? Yang dulu juga sama Kak Syifa?" Icha kembali membuka pembicaraan mereka yang sempat terhenti tadi
"Ia. Tapi itu dulu. Sekarang udah ngga" jawab Syafa dengan cepat
"Santai dong Sya. Kan Icha cuma nanya" ledek Gita
"Tau nih. Tapi kalau diliat-liat cakep juga" ujar Icha
"Jangan macam-macam loh Cha" ancam Syafa
"Macam-macam apa? Kan gue cuma bilang dia cakep" ketus Icha
"Gue tau yah isi otak loh" hardik Syafa
"Udah dong bahas itu terus dari tadi" sergah Susi
"Oh ia. Kalian mau makan apa? Biar sekalian gue beliin" tawar Niko sebagai pemilik kamar itu
"Apa aja deh. Kan habis makan juga paling tidur" balas Icha
"Ha?" mereka semua menjadi kaget
"Maksud loh apa?" Syafa mendelik tajam pada Icha
"Maksud gue. Istirahat. Emang habis makan nanti kalian ngga mau istirahat?" jelas Icha
"Oh"
"Mau gue temenin ngga?" Gita menawarkan diri untuk menemani Niko
"Ngga apa? Ntar gue ngerepotin" ujar Niko
"Ngga apa-apa dong. Harusnya malah kita yang ngomong gitu" sahut Gita
"Ia benar. Ayo Cha mau ikut ngga?" Susi memiliki siasat
"Boleh. Loh mau ikut ngga Sya?" balas Icha
"Gue.... "
"Syafa kan lagi ngga enak badan. Jadi Syafa disini aja bareng Bian" Cetus Susi yang langsung menjawab sebelum Syafa melanjutkan ucapannya
"Ya udah. Gue disini juga aja deh" tukas Icha
Susi mengode Gita untuk membantunya membujuk Icha "Ayolah Cha. Cepetan" Gita menarik paksa tangan Icha keluar dari sana
"Woyyyyy. Santai" seru Icha yang harus menyeimbangkan tubuhnya karna tarikan Gita
"Loh baik-baik disini yah Sya bareng Bian. Gue sama yang lain keluar bentar" ucap Susi sebelum keluar dan kembali menutup pintu kamar tersebut
Hening
Hening
Setelah kepergian teman-teman mereka. Tidak ada yang memulai percakapan. Baik itu Syafa maupun Bian. Aura canggung menghampiri mereka padahal keduanya tidak pernah merasakan canggung seperti itu
Bian menghela napas dan meraih ponselnya. Ia memainkan ponselnya dan sama sekali tidak menoleh ke arah Syafa. Bahkan jarak mereka lumayan jauh
Syafa sudah tidak tahan berdiam terus seperti itu "Bian. Kok diam aja sih?" tegurnya
Bian tidak menggubrisnya. Syafa kesal namun tetap penasaran "Bian" serunya
Syafa menghampiri Bian dan duduk didekatnya "Bian" ia menggoyangkan lengan pria itu "Bian kenapa sih? Kok diam aja?"
"Syafa" tegur Bian yang menepis tangan gadis itu
"Yah loh kenapa? Kenapa tiba-tiba diam?" Syafa cemberut dan membuat Bian akhirnya mengalah
"Ngga apa-apa. Cuma capek. Gue mau baring" Bian mencari bantal untuk dijadikan alas tidur kepalanya
"Tidur disini aja" Syafa menawarkan pahanya pada Bian "Karna suasana hati gue lagi baik sekarang" ucapnya dengan wajah yang berseri-seri
"Ngga usah" tolak Bian dan lebih memilih menjadikan tangannya sebagai bantal
"Malah ditolak. Dasar loh sok cakep" seru Syafa yang tiba-tiba kesal
"Emang siapa yang bilang gue jelek?" sahut Bian dengan percaya diri
"Sombong amat"
"Bukan sombong. Tapi fakta"
"Haaahhh. Terserah loh Singa"
"Jangan suka ngomong sembarangan" Bian menendang kaki Syafa
"Apa sih? Siapa yang ngomong sembarangan? Ngaco. Terus loh ngapain nendang-nendang kaki gue?" Syafa balik menendang kaki Bian
"Loh yang mulai juga"
"Ngaco. Loh tuh yang mulai"
"Sya? Bisa ngga. Jangan ribet sehari aja" pinta Bian dengan kesal
"Bi. Bisa ngga. Ngga ngajakin gue ribut sehari aja" Syafa membalas ucapan Bian
"Ini nih" karna geram, Bian bangun dan mengapit kedua pipi Syafa dengan satu tangannya "Kalau gue ngomong jangan di balikin"
"Biaaaaannnnn" Syafa berteriak namun tertahan dengan tangan Bian yang mengapit pipinya
*
*
*
Terima kasih untuk semua dukungannya 😍 Jangan lupa like dan beri tipnya ❤
nyakin ini Link, Vote nya pasti bakal banyak banget.