Ini kisah kehidupan pasangan yang tidak hanya menceritakan tentang keromantisan dalam hubungan, akan tetapi makna hidup, pelajaran hidup dalam berumahtangga juga terkupas dalam cerita yang berjudul True Love ini.
Perlu readers ketahui, disini tidak hanya menceritakan satu pasangan saja, melainkan berbagai pasangan dengan bentuk perjalanan berbeda dalam menuju arti cinta.
Jika merasa bingung dan aneh saat membaca cerita ini, mohon tinggalkan saja dan jangan menghujat seenak jidat anda.
Jadilah pembaca bijak!
Sekian, dari author imut ini.
Salam dari si pembuat halu ╹▽╹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri melati Murniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tes peck
Happy reading 🤗
Saat mereka berciuman tiba-tiba pintu kamar mereka ada yang mengetuk. Zahra pun langsung mundur dan langsung membuka pintu sedangkan Arka memakai baju yang sudah disiapkan oleh Zahra tadi. Saat membuka pintu ternyata mama Syntia yang datang.
'' Nak, ini mama bawakan tes peck buat kamu'' ucap mama Syntia
'' Ya ampun mah, enggak usah repot-repot
lagian Zahra kan bisa beli sendiri'' jawab Zahra
'' Udahlah gapapa, lagian kan ini buat jaga-jaga aja'' ujar mama Syntia
'' Ohh... makasih mah'' ucap Zahra
'' Sama-sama'' jawab mama
Setelah itu, mama Syntia pun pergi dan Zahra pun kembali ke dalam kamarnya. Arka sudah memakai pakaian santai dan duduk di sofa. Zahra lun menghampiri suaminya. Arka meminta Zahra untuk duduk dipangkuannya
tapi Zahra menolak. Saat Zahra hendak duduk pinggangnya langsung ditarik oleh Arka.
Zahra pun hanya menghela nafasnya. Lalu Arka pun menghadapkan wajah Zahra kearah
wajahnya sehingga mereka saling bersitatap.
Entah mengapa Arka senang sekali memandangi wajah Zahra. Seperti ada magnet yang menarik dirinya, wajah Zahra sudah menjadi candu baginya. Lalu Arka pun menyembunyikan wajahnya didada Zahra seperti anak kecil yang manja pada ibunya. Rasanya jika tidak melihat wajah Zahra Arka tidak bersemangat untuk mengerjakan sesuatu. Wajah teduh yang Zahra miliki membuat siapa saja yang melihat pasti langsung nyaman.
'' Siapa tadi yang datang?'' tanya Arka
'' Mama'' jawab Zahra
'' Ngapain?'' tanya Arka
'' ngasih ini'' jawab Zahra sambil menunjukkan tes peck. Lalu Arka mendongak menatap wajah Zahra.
'' Apa itu sayang?'' tanya Arka
'' Tes peck'' jawab Zahra
'' Sepertinya mama udah enggak sabar deh pengen punya cucu. Yuk kita main'' ucap Arka
'' Main apa mas?'' tanya Zahra
'' Main bola. Aku yang main kamu yang jaga gawang'' jawab Arka
Zahra pun langsung ngeuh dengan perkataan Arka tadi.
'' Ihhhh.... dasar mesum'' ucap Zahra
'' Hahaha, biarin aja mesum sama istri sendiri'' ucap Arka sambil mencium pipi Zahra
'' Enggak mau ah mas capek'' ujar Zahra
'' Eh...nolak suami dosa loh kamu mau dapet dosa?'' tanya Arka
'' Ya enggak lah mas, siapa juga yang mau dosa'' jawab Zahra
'' Ya udah kamu nurut aja'' ujar Arka
Zahra hanya mengangguk, lalu Arka langsung menggendong dan membaringkan tubuh Zahra dan menindihnya. Dan terjadilah ritual sunah Rasul.
Keesokan harinya Zahra bangun dari tidurnya karna merasakan sakit diperutnya. Mungkin karna sudah waktunya untuk Zahra datang bulan. Arka bangun karna Zahra merintih kesakitan. Dia pun panik mengapa Zahra seperti itu.
'' Sayang kamu kenapa?'' tanya Arka panik
'' Kayaknya aku mau datang bulan deh mas'' jawab Zahra
'' Haaah, datang bulan emang bulan bisa turun ke bumi?'' tanya Arka
'' Aduh mas bukan bulan itu, tapi menstruasi yang aku maksud'' jawab Zahra
'' Oh...lalu apa yang bisa aku lakukan supaya kamu tidak merasa kesakitan lagi?'' tanya Arka
'' Ambilkan air hangat ya mas'' pinta Zahra
'' Baiklah, tunggu sebentar aku ambilkan'' jawab Arka lalu keluar kamar dan mengambil air panas serta kain untuk mengpres perut Zahra.
Mama Syntia yang melihat putranya membawa baskom berisi air serta kain yang ia bawa membuat mama Syntia heran. Lalu mama pun menghampiri Arka.
'' Mau ngapain kamu, bawa air dibaskom?'' tanya mama Syntia
'' Ini mah, Zahra sakit perut dan katanya dia mau datang bulan jadi dia minta Arka buat ngambil air panas terus dikompres keperutnya.'' Jawab Arka
Mama Syntia pun langsung mengangguk lalu meninggalkan Arka. Begitu juga sebaliknya Arka pun langsung kembali ke kamarnya dan mulai mengompres perut Zahra. Zahra senang karna suaminya begitu perhatian padanya.
To be continued
keren...