NovelToon NovelToon
Become An Agent

Become An Agent

Status: tamat
Genre:Action / Petualangan / Misteri / Horror Thriller-Kejahatan Kriminal / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: EijEnEs

Volume 1- End

Seorang anak perempuan mencoba mewujudkan cita-citanya untuk menjadi agen rahasia. Sifatnya yang sedikit dingin menjadi daya tarik tersendiri untuk orang lain.

kebiasaannya yang lebih menyukai kesendirian dan tak suka suara bising bertentangan dengan resiko menjadi agen rahasia yang mana hari-harinya akan di penuhi serencengan peluru yang memekakkan telinga.

Pertemuan secara tak sengaja dengan agen CIA yang melihat kemampuannya dalam menganalisa sesuatu mampu menarik perhatian salah satu agensi paling terkemuka di dunia.

Pelatihan keras dengan gaya militer yang ia jalani berhasil membuatnya menjadi wanita tangguh dan kuat. Berbagai latihan baik fisik maupun mental terus ia tekuni untuk menggapai apa yang ingin ia penuhi.

Berbagai pertarungan hidup dan mati harus di hadapinya setiap kali menjalankan misi. Menemukan banyak misteri dan teka-teki dengan berbagai petualangan terus membuka matanya agar lebih mengenal dunia.

Warning!!!!
Di beberapa chapter akan ada adegan kekerasan. Mohon tanggapi ini dengan bijak.
Note:
Bukan novel terjemahan. Di larang menjiplak.
Selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EijEnEs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memulai aksi

Morley menatap wajah mereka satu persatu hingga dia bisa melihat dengan jelas wajah Chelsea yang terlihat putih bersih dan polos, berbeda dengan lainnya yang terlihat tak terawat.

 -----------------

"Mereka pelayan baru?" tanya Morley sembari memperhatikan Chelsea dari atas sampai bawah.

"Ya Tuan, mereka pelayan yang anda minta." jawab bodyguard itu.

"Termasuk dia?" tanyanya lagi sambil menunjuk Chelsea dengan batang rokoknya. Bodyguard itu menganggukkan kepalanya.

"Baiklah antar mereka ke kamar tidur pelayan." perintahnya pada pengawal itu.

Chelsea dan lainnya pun di antar ke sebuah gedung kecil yang ternyata bertempat khususkan para pelayan yang ada di kediaman itu. Dia lalu pulang terlebih dahulu ke hotel untuk mengambil barangnya. Saat di hotel terlihat Ana ada disana sedang duduk santai memandang jendela sambil memakan kentang goreng

"Bagaimana Chel kau berhasil menyusup?" tanya Ana saat melihat Chelsea muncul dari balik pintu.

"Ya, aku harus tinggal disana jadi aku akan membawa barang-barangku." Chelsea berjalan menuju koper kecil yang di bawanya lalu mengambil beberapa baju dan memasukkannya pada tas biasa.

"Berhati-hatilah, Morley bukan penjahat sembarangan, jika kau benar-benar merasa dalam bahaya, tekan tombol merah di jam tanganmu yang di berikan Myra." ucap Ana memperingatkan.

"Aku mengerti." ucap Chelsea singkat. "Aku pamit Ana, terimakasih peringatanmu." lanjutnya sambil melangkah keluar.

Saat sudah kembali ke rumah Morley, terlihat ada banyak mobil yang terparkir di depan rumah itu. Chelsea berspekulasi bahwa disana sedang ada tamu penting karena penjaga yang berjaga lebih banyak dari sebelumnya. Dia lalu pergi ke rumah khusus yang akan menjadi tempat tinggalnya. Saat sudah disana, pengawal yang memilihnya segera menghampiri Chelsea ketika melihatnya tiba

"Cepat siapkan teh dan makanan untuk tamu Tuan Morley, kau ini pergi mengambil barang atau membuat barang! Lambat sekali!!" bentaknya pada Chelsea sementara yang di bentak tak menjawab melainkan pergi ke dapur lewat pintu belakang yang mana memjadi akses terdekat dari tempatnya tinggal.

Chelsea pun membantu pelayan lainnya menyiapkan berbagai hidangan dan minuman lalu membawanya ke ruang makan dimana sudah ada Morley dan 2 tamunya. Namun saat Chelsea sudah lebih dekat dia terbatuk pelan saat melihat dua tamu Morley yang ternyata orang tua Edward. Chelsea tentu tahu wajah mereka dari dokumen yang di bacanya waktu itu.

"Silahkan di nikmati Tuan dan Nyonya Reginald." ucap Morley saat pelihat para pelayan yang mulai menghidangkan masakan pembuka di atas meja.

Berlangsung cukup lama mereka memakan makanan itu sampai akhirnya ketiga orang yang sedang Chelsea awasi pindah ke ruangan khusus untuk membicarakan sesuatu. Chelsea yang belum benar-benar mengetahui seluk beluk rumah itu hanya bisa mengamati langkah demi langkah yang di ambil 3 orang berstatus penjahat menuju sebuah lorong yang di yakininya adalah tempat kerja Morley.

Ingin rasanya ia mengikuti mereka secara diam-diam namun mengingat bahwa di setiap sudut ruangan terdapat cctv, gadis itu mengurungkan niatnya. Dia pun hanya bisa menunggu malam hari untuk menelusuri semua sudut rumah itu agar tak ada yang curiga meskipun dirinya terekam cctv karena malam hari yang dengan sedikit pencahayaan dia tak akan terekam jelas.

Saat malam tiba, berbeda dengan orang lain yang biasanya memakai baju serba hitam untuk menyusup, Chelsea memakai baju warna putih panjang dengan rambut yang dibiarkan tergerai. Pemikirannya adalah jika dia menggunakan pakaian hitam dan terekam cctv, meskipun wajahnya tak terlihat pasti kediamannya akan di geledah dan dia akan di curigai namun tidak jika dia memakai baju warna putih, orang-orang akan melihatnya sebagai hantu. Rasanya Chelsea ingin tertawa jika melakukan hal bodoh itu.

Gadis itu terus berjalan menelusuri setiap jengkal yang ada di rumah itu, namun yang paling membuatnya penasaran hanyalah ruang kendali cctv dan tempat kerja Morley. Dia harus menyusun rencana agar bisa menaruh setiap perekam dan kamera mini di rumah itu terutama ruang kerja morley.

Sampai akhirnya ia menemukan ruangan yang di yakininya ruang kerja Morley saat tak sengaja melihat foto Morley di atas meja kerja. Chelsea menelusuri setiap jengkal di ruangan itu sambil mengamati setiap barang yang nantinya bisa ia pasangi alat perekam dan kamera.

Saat sudah puas dia pun keluar dari ruangan itu dan untuk menghindari celah kecil ia juga menelusuri ruangan lainnya agar tak ada yang curiga bahwa nanti yang mereka lihat adalah hantu palsu. Dia tak mencoba masuk keruangan cctv karena yakin bahwa disana pasti ada satu dua orang yang tetap berjaga.

Sesudah menelusuri rumah itu, gadis itupun kembali lagi ke kediamannya dimana jalan belakang dapur menuju kesana tak ada cctv. Ia pun tertidur dengan pikiran yang masih terjaga.

Keesokannya harinya kegemparan terjadi dengan rumor yang menyebar bahwa di rumah ini ada hantu gentayangan. Chelsea yang mendengar gosipan pelayan dari balik pintu kamarnya hanya tersenyum simpul, ia mengeluarkan handphone khusus yang di berikan Myra lalu mengirimkan sebuah pesan pada Ana.

@Chelsea

[ Ana katakan pada Tn. Rod bahwa aku butuh perekam suara dan kamera mini. Aku akan mengambilnya jika aku sudah bisa keluar masuk rumah ini dengan bebas. ]

Tak lama Ana pun membalas pesannya.

@Ana

[ Ya baiklah, kau berhati-hati disana, aku tak bisa terus menerus menghubungimu karena aku disini juga harus bekerja agar tak ada yang curiga. ]

Chelsea tersenyum tipis saat melihat pesan itu "Aku harus mencari tahu pergantian jam bertugas pengendali cctv di rumah ini. Tapi bagaimana caranya?" tanya Chelsea dalam hati. Tiba-tiba otaknya menangkap sesuatu, terlihat sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah seringai. Dia lalu pergi ke dapur.

Di dapur terlihat ada beberapa pelayan yang sedang menyiapkan teh. "Mau di antar kemana teh ini?" tanya Chelsea pada salah satu pelayan.

"Lebih tepatnya bukan kemana tapi pada siapa.

Teh ini di antar pada salah satu pengawal yang menjaga ruang cctv karena kita tak boleh masuk kesana." jawab pelayan itu.

"Kau tahu dimana ruang cctv?" tanya Chelsea.

"Tentu, aku sudah bekerja selama 1 tahun disini." jawabnya.

"Eum bolehkah aku yang mengantarkan ini, aku sedang tak ada kerjaan." ucap Chelsea pelan. Pelayan itu pun mengangguk dan memberikan nampan yang terdapat 3 gelas teh lalu menunjukkan Chelsea dimana letak ruang cctv.

"Hmm jadi yang menjaga tempat itu 1 orang dengan 2 pengendali." Chelsea mulai menganalisa sambil berjalan menuju ruang cctv. Saat sampai, disana ternyata ada sebuah meja sedang dengan kursi di samping pintu untuk orang yang menjaga sebuah ruangan.

Chelsea menghela nafas pelan lalu memulai aksinya. Dia berjalan ke arah penjaga itu dengan senyum manis yang bisa membuat siapapun ikut tersenyum.

"Sudah saatnya memulai untuk mengakhiri." gumamnya dalam hati yang masih mempertahankan senyum manisnya.

1
marchang
baguss banget plissss thorr
Amoura
suka banget sama cerita sampe udah dia kali baca 😭🥰
lady nana
nangis bgt🥺
zkiafslll
Biasa
Nur Kediri
keren
Nur Kediri
suka sama ceritanya
Carissa Chan
Ngakak, denger si jierui bilang gitu sumpah 🤣🤣🤣
HNF G
sdh ada vol 2 nya kah?
HNF G
😭😭😭😭😭
HNF G
pasti punggung hansel
HNF G
pasti hansel
HNF G
delwyn atau hansel?
HNF G
ganggu aja nih si gavin. orang lg ada misi koq ditelp2😒
HNF G
aq curiga si delwyn hackernya, dia dendam sm CIA
HNF G
hackernya cewek? siapakah dia? apakah hacker dr CIA yg jd pelatihnya chelsea? 🙄🤔
HNF G
nasipmu sungguh2 tragis han, lbh baik kuburan saja cintamu dlm2 biar gak terluka lg.
HNF G
hahahaha......kelakuan chelsea memang benar2 diluar nalar😂😂😂😂
HNF G
haaiisshh.... pusing deh, gak sanggup otakku buat mencerna😅😅😅
HNF G
apakah chelsea akan kecewa krn ternyata kopernya kosong gak ada uangnya?
HNF G
apakah hackernya hansel sendiri yg pura2 bego?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!