Genre: Fantasy, Xianxia, Romance, Over Power, Sad, Love, Teen.
Judul awal: Penakluk Dewa
Bercerita seorang anak yang lahir dengan kecacatan, seumur hidupnya ia tak bisa menjadi seorang kultivator seperti kebanyakan orang. Namun siapa sangka, ditengah maut melanda, ia menemukan benda yang dapat mengubah seluruh takdirnya, bahkan dunia.
Perlahan ia mulai menguasai teknik demi teknik yang diajarkan, namun saat ia bertanding di turnamen antar desa terjadi sesuatu yang tak pernah ia duga di desa Tiangyun, tempat ia dilahirkan.
Sebuah bencana membuat kedua orang tuanya terluka dan ayah nya tewas ditempat, sedangkan ibunya, Fang Nan masih bisa diselamatkan.
Hao Li murka, ia semakin ingin menjadi raja diantara raja untuk menghapuskan kejahatan dan membalaskan dendam kedua orang tuanya.
**
!!JANGAN MINTA CRAZY UP YA KALO NGGAK KASIH APA-APA BUAT AUTHOR!!
Update gak nentu, tergantung mood author hehe😅
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafir Yahya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Ujian (II)
Tian Hui menatap Hao Li tak percaya, darimana kepercayaan diri itu berasal? Bahkan dirinya saja tidak yakin dapat melukai Hao Li mengingat lawannya masih sangatlah muda.
"Aku juga setuju dengan persyaratan mu..."
Hao Li tertawa pelan, "Baiklah, kalau begitu aku akan menyerang mu, bersiaplah senior Tian Hui..."
Hao Li berjalan pelan mendekati Tian Hui, sedangkan Tian Hui sendiri hanya terdiam menatap Hao Li keheranan.
Hao Li mengeluarkan aura dewa nya, dan tindakan itu sukses membuat Tian Hui ketakutan. "Bagaimana... Bagaimana...kau..." Tian Hui sendiri susah untuk berbicara.
"Senior...inilah akibatnya jika kau meremehkan lawan mu, dasar kemampuan bela diri bukan dari umurnya, tapi dari bisa tidak nya ia menaklukan lawan hanya dengan beberapa tindakan saja..." Ucapan Hao Li bagaikan sambaran petir disiang bolong, membuat Tian Hui terbengong langsung.
Sedangkan semua penonton takjub dengan tindakan Hao Li yang bisa menaklukan Tian Hui hanya dengan 'tatapan' nya saja, karena mereka tidak bisa merasakan aura dewa milik Hao Li, hanya orang yang Hao Li tatap yang akan merasakan aura dewa itu.
Tak terkecuali Jing Lian, ia mengira kalau Hao Li akan bertarung sekuat tenaga dengan Tian Hui itu, namun perkiraannya benar-benar meleset, Hao Li benar-benar susah untuk ditebak.
"Tak kusangka anak itu akan mudah mengalahkan si Tian Hui itu..."
"Aku pun berpikiran sama, mana mungkin ia bisa mengalahkan Tian Hui hanya dengan tatapannya, benar-benar luar biasa..."
Orang-orang berbisik mengenai kemenangan Hao Li yang sangat mudah Hao Li dapatkan. Hao Li sendiri tak menyangka kalau aura dewa nya akan sangat mengintimadasi Tian Hui itu.
Ia sendiri tak tahu kalau aura dewa sangat berbahaya bagi orang-orang yang memiliki kebencian dalam dan kesombongan dihatinya. Guna aura dewa yaitu memurnikan semua perasaan negatif itu.
Tian Hui berusaha untuk bangun dari berlututnya, ia merasa sangat malu dan juga menyesal karena sudah menyepelekan kekuatan bocah dihadapannya ini.
"Aku tak akan menggunakan aura ku, kau bisa menyerang sekarang..." Hao Li memberikan kesempatan pada Tian Hui untuk menyerang nya duluan, ia kali ini tidak menggunakan aura dewanya lagi.
"Dasar bocah kepar*t, akan kubunuh kau sekarang juga!" Tian Hui benar-benar marah sekarang, baru kali ini dirinya dipermalukan seperti itu didepan orang-orang, dan ia tak akan memaafkan Hao Li kali ini.
Tian Hui mengayunkan tangan kanannya yang membentuk kepalan dan juga terdapat energi hebat dikepalan nya itu. Kalau orang lain yang mendapatkan pukulan langsung Tian Hui, bisa saja orang itu akan mengalami patah tulang parah ditubuhnya, atau mati dalam sekejap.
Namun sayang sekali, lawannya kali ini bukanlah orang yang lemah, melainkan Hao Li, pemuda yang bertekad untuk menbalaskan dendam ayah nya dan kampung halamannya.
"Energi alam - Perisai Energi!"
Dengan mudah Hao Li menahan serangan Tian Hui menggunakan perisai energinya, semua orang lagi-lagi dibuat terkejut, diusia semua itu dirinya bisa membuat senjata energi, memang patut untuk diacungi jempol, pikir mereka.
Serangan Tian Hui sendiri hanya melukai Perisai Energi milik Hao Li beberapa persen saja, bahkan tak membuat retakan sekalipun.
"Dengan kekuatan kecil mu itu kau dengan sombongnya akan mengalahkan ku? Jangan harap..." Hao Li membuat senjata energi berupa batu besar di sekelilingnya dan melesatkan senjata energi itu pada Tian Hui dengan cepat.
Alhasil Tian Hui kesulitan menahan serangan Hao Li dan beberapa kali terkena serangan senjata energi milik Hao Li.
Tian Hui terpental keluar arena saat pukulan terakhir tepat mengenai perutnya, membuat dirinya memuntahkan darah lumayan banyak.
"Siapa yang berani melukai anak ku!?"
--TBC--
Jangan lupa like di tiap chapter nya ya...😇🤗