NovelToon NovelToon
RAVASTARA ( Struggle Of Love And Sacrifice )

RAVASTARA ( Struggle Of Love And Sacrifice )

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Romantis / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Kekasih misterius / Mengubah Takdir
Popularitas:28.2k
Nilai: 5
Nama Author: @Adiramanis

Mohon bijak dalam membaca, jangan lompat Bab dan blom like ya ...😘

Qyana Selyana Putri, gadis cantik yang mengalami transmigrasi kedalam tubuh seorang gadis yang bernama Astara Kalyana Rayder, gadis cantik yang menjadi kesayangan kelima kakak laki-lakinya.

Meski begitu, Astara tidak merasa bahagia, apalagi sejak dia kehilangan kedua orangtuanya saat dia masih berusia sepuluh tahun, Astara merasakan kehampaan di dalam hidupnya, hingga membuatnya tidak lagi memiliki semangat untuk hidup.

Namun hal itu tidak pernah dia perlihatkan di hadapan kelima kakaknya, hingga suatu malam, setelah pembicaraan dia dengan seorang wanita, kekasih dari Sang kakak pertama. Setelahnya, Astara memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Hilangnya jiwa Astara, rupanya membuat raga itu di isi oleh jiwa Qyana yang pada saat yang sama telah di bunuh oleh sahabatnya sendiri.

Tak rela dengan takdir hidupnya yang seperti itu, Qyana memutuskan untuk menerima hidupnya yang kedua menjadi Astara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Adiramanis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

@@@@@@

**Di kota A**.

Seorang pria paruh baya terlihat sedang menunggu seseorang di sebuah restoran berbintang di kota itu. Tak berselang lama, seorang wanita seumuran dengan dirinya datang menghampiri dirinya yang sejak sepuluh menit yang lalu berada di sana.

"Maaf, aku terlambat," ucap wanita itu sambil duduk berhadapan dengan pria itu.

"Tidak perlu di pikirkan, lagipula aku belum lama ada di sini," jawab pria itu.

"Lalu, apa kau sudah menemukannya?," tanya pria itu.

"Maaf Hanry, tapi sampai sekarang aku tidak menemukan benda yang kau inginkan," jawab wanita itu sambil menunduk.

"Tsk ... ini sudah lebih dari tiga bulan Melisa, dan sampai sekarang kau bahkan tidak bisa menemukan dimana stempel itu, padahal sekarang dia sudah tiada," kesal Hanry, Paman Astara. Yang sekarang tengah menemui Melisa, Ibu asuh Qyana.

"Aku benar-benar tidak tahu dimana Qyana menyimpan benda itu Hanry, jikapun aku tahu, aku pasti akan langsung memberikannya padamu," jawab Melisa sambil memberanikan dirinya untuk menatap Hanry.

"Jangan banyak alasan Melisa, aku tahu kau begitu menyayangi anak itu, makanya kau tidak ingin memberikan benda itu padaku,"

"Dan lagi, apa kau lupa dimana posisimu Melisa," gertak Hanry.

Dan hal itu membuat Melisa terdiam, sebab dia merasa bersalah pada Qyana yang sampai sekarang tidak tahu mengenai identitasnya yang sebenarnya.

"Aku tidak lupa Hanry, hanya saja tidakkah kau memiliki rasa kasihan pada mendiang Qyana,"

"Sampai dia tiada, dia bahkan tidak tahu siapa dia sebenarnya, dan sekarang kau ingin aku mencari sesuatu yang aku sendiri tidak tahu dimana Qyana menyimpanya," ucap Melisa yang merasa sedih saat teringat kehidupan Qyana yang belum pernah benar-benar merasakan bahagia.

Apalagi belum lama ini, Melisa tahu mengenai Mona, sahabat dari Qyana yang teryata sudah menikah dan mengandung anak dari orang yang pernah Qyana cintai.

Hal itu membuat Melisa merasa kecewa dan juga sedih dengan kehidupan Qyana yang tidak pernah benar-benar merasakan apa itu yang namanya bahagia.

"Aku tidak perduli dengan omong kosong apa yang kau ucapkan, yang kuinginkan ..." ucap Hanry yang menjeda ucapannya dan menatap Melisa mengintimidasi.

"Lebih baik kau cepat menemukan stempel itu, jika tidak, maka ucapkan selamat tinggal pada Panti asuhan yang kau kelola sekarang," ucap Hanry lagi.

Yang setelahnya dia pergi begitu saja dari tempat itu, meninggalkan Melisa yang menangis saat ingat jika masa depan anak-anak asuhnya di pertaruhkan di sini.

Padahal dia sama sekali tidak tahu dimana stempel itu di simpan oleh Qyana, sejak dia memberikannya pada Qyana, Melisa sudah tidak begitu mengurusi masalah stempel itu lagi.

Karena dia tahu jika benda itu bukan miliknya, dan tugasnya hanya menyimpan benda itu sampai usia Qyana tujuh belas tahun, makanya dia saat usia Qyana sudah mencapai tujuh belas tahun. Melisa langsung memberikan benda itu pada Qyana, dan menyuruh Qyana untuk menyimpan dengan baik benda itu.

Namun Melisa tidak pernah bertanya dimana Qyana menyimpan benda itu, karena itulah dia merasa kesulitan saat mencari benda itu sekarang, hingga membuatnya berada dalam situasi yang sulit saat terlibat dengan Hanry.

Entah darimana dia tahu mengenai Qyana, namun satu hal yang pasti, jika selama ini sepertinya Hanry sudah mengetahui soal Qyana, dan bermaksud untuk menjadikan Qyana sebagai alat bagi Hanry meraih apa yang dia inginkan.

Namun sayangnya Qyana sudah tiada, dan yang saat ini Hanry incar adalah benda yang pernah di titipkan sahabatnya pada Melisa. Benda yang akan mengubah semuanya, yang Melisa tahu jika Hanry tidak berhak akan benda itu.

\*\*\*

**Di kota S**

Astara terlihat sedang menikmati suasana asri di sebuah taman yang menyejukkan mata.

![](contribute/fiction/9679342/markdown/47582453/1737024017329.jpeg)

"Dari semua tempat terbaik di kota ini, aku tidak percaya kau malah ingin ketempat seperti ini," ucap Ravandra yang duduk di pagar pembatas jembatan yang mereka lalui.

"Bukankah di sini jauh lebih tenang,"

"Dan aku suka tempat yang seperti ini," jawab Astara sambil tersenyum saat menikmati suasana tenang dan nyaman di taman itu.

Ravandra yang melihat Astara begitu menikmati saat berada di tempat itu, hanya bisa tersenyum dan merasa jika dia sudah jatuh cinta untuk kesekian kalinya pada wanita yang juga sudah beberapa kali menolaknya.

Sadar jika dia sedang diperhatikan, Astara kemudian menoleh kearah Ravandra yang tersenyum sambil menatap dirinya.

"Kenapa kau melihatku seperti itu?," ucap Astara yang merasa canggung saat di perhatikan oleh Ravandra sejak tadi.

"Hanya mengagumi kecantikan dari kekasihku," jawab Ravandra yang kemudian berdiri dan menghampiri Astara yang juga duduk di pagar pembatas jembatan, yang tadinya berhadapan dengan Ravandra.

"Sejak kapan aku jadi kekasihmu?,"

"Sejak pertemuan kita di pesta peresmian Galeri Arya waktu itu," jawab Ravandra yang sekarang berdiri di hadapan Astara, dan sedikit membungkuk untuk menyamakan tingginya dengan Astara yang sedang duduk.

"Dan seingatku aku tidak pernah mengatakan jika aku menerima kamu jadi kekasihku,"

"Meski begitu, aku tahu jika kamu sebenarnya juga menyukaiku,"

"Kenapa kamu bisa berpikir demikian,"

"Karena kamu tidak pernah ingin melihat diriku menjauh dari hidupmu," ucap Ravandra sambil tersenyum penuh arti pada Astara.

Sedangkan Astara tidak bisa berkata-kata lagi pada Ravandra, karena semua yang dikatakan oleh Ravandra itu memang benar adanya. Meski begitu dia masih takut untuk memulai suatu hubungan yang lebih serius lagi, karena Astara tidak ingin kembali terluka. Sama seperti apa yang dulu pernah dia rasakan di kehidupannya yang dulu.

"Apa yang kamu takutkan sayang ..." ucap Ravandra sambil menyentuh pipi Astara.

"Aku tidak takut apapun," sambil menoleh kearah lain.

Namun ditahan oleh Ravandra, hingga membuat Astara kembali menatap Ravandra yang terlihat penasaran dengan Astara yang begitu tertutup pada dirinya.

"Aku tahu kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku, dan mungkin juga dari kelima kakakmu,"

"Dan di mata ini ..." sambil mengusap sudut mata Astara, yang dimatanya tersirat akan ketakutan dan kekhawatiran di sana.

"Aku melihat ada ketakutan di dalamnya, apalagi saat aku mencoba untuk serius dengan hubungan kita, aku merasa jika kamu takut entah karena apa,"

Astara terdiam, tak tahu harus mengatakan apa. Tahu jika situasinya mulai berubah, Ravandra menegakkan tubuhnya, lalu menarik lembut tangan Astara untuk ikut berdiri, dan setelah itu Ravandra memeluk Astara, mencoba meyakinkan Astara yang terlihat sedang bimbang akan sesuatu yang Ravandra masih belum tahu apa itu.

"Aku tidak akan memaksamu untuk menjawab hal yang berat untuk kamu katakan, hanya saja kamu harus tahu ..."

"Jika aku tidak akan pernah meninggalkanmu, ataupun menyerahkanmu pada si brengsek Arsen,"

"Karena baik sekarang ataupun nanti, kamu tetap akan menjadi milikku, dan jangan pernah berpikir untuk mencari pria lain di luar sana, karena tidak akan mungkin ada yang sebaik dan setampan diriku,"

Ucap Ravandra panjang lebar, yang hal itu entah mengapa membuat Astara tersenyum, dan berpikir jika ketakutan yang dia rasakan, mungkin tidak akan pernah terjadi. Dan mungkin kali ini dia bisa menemukan orang yang benar-benar tulus mencintainya.

Meski Astara tahu jika hubungan mereka kedepannya tidak akan berjalan dengan mudah, namun Astara ingin mencobanya. Karena dia tidak ingin menyesal sebelum dia tahu apa hasilnya nanti, dan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh lagi.

Sebab untuk kali ini, setidaknya dia harus bisa melindungi dirinya sendiri, tanpa harus membuat orang-orang di sekitarnya terluka untuk kesekian kalinya. Karena dunia yang dia tinggali sekarang, sangatlah jauh berbeda dengan dunianya yang

dulu.Yang membuat dirinya mungkin akan kehilangan nyawanya untuk kedua kalinya.

**TBC**

1
R@3f@d lov3😘
ceritanya menarik 🤪 aq sukaaaaaaaa 🤗 semangat ya kak
Kusii Yaati
kakaknya astara bening2 semua, nanti jodoh Astara bening juga nggak ya Thor 🤗
Bubun Krisan
baru bab 5 ja udah penasaran
alur ceritanya menarik
Tiara Bella
lanjut ...
Tiara Bella
lanjut....
Tiara Bella
makasih Thor up nya
Wistari: sama-sama 😊
total 1 replies
IndraAsya
👣👣👣👣
Rossy Annabelle
wiiih ..baru masuk dah ada yg bening² aj🙈
Wistari: enggak bening nanti enggak ada yang like 😂😂
total 1 replies
Tiara Bella
jangan lama" Thor up nya
Tiara Bella
pdhal udh panjang lebar tp ko msh kurang aja ya thor
Tiara Bella
Arsen obsesi aja itu sm astara.....
Tiara Bella
semangat Thor up nya ....
Tiara Bella
moga cepet sehat kembali ya author.....
Wistari: iya, terimakasih buat doa nya 🥰🥰
total 1 replies
Rina Yuli
Luar biasa
Wistari: Terimakasih 🥰🥰🥰
total 1 replies
Pandagabut🐼
astara... aku kakak iparmu..
/Hey//Hey//Hey/
Wistari: kakak ipar yang mana nih ... soalnya kakakku kan ada 5 😂😂😂
total 1 replies
Tiara Bella
semangat Thor up nya ...yg banyak
Tiara Bella
hmmm....lanjut Thor....
Tiara Bella
pasti Ravender itu....
Tiara Bella
lanjut ...hehehehe....bacanya mah cepet GK sampe 5 menit tp bikinnya dan merangkai kata" bisa Berjam jam semangat Thor.....
Wistari: Bener banget, kadang harus muter otak buat bisa bikin part yang bagus,

Makasih atas semua dukungannya 🥰🥰🥰
total 1 replies
Tiara Bella
makasih Thor up nya lanjut hehehhee.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!