(Ongoing) Update Senin-Sabtu
Jou Law, memiliki kehidupan yang sangat Kacau, dia dijebak oleh Pacarnya sendiri, memukuli orang lain, dan Tidak diluluskan oleh kepala sekolah.
Akibatnya banyak yang merendahkan Jou, menganggap bahwa dia hanyalah orang yang tidak berguna, bahkan orang tuanya tidak peduli lagi.
Namun, semuanya berubah ketika ada seseorang kakek yang menasehati nya, jika ingin punya kehidupan yang lebih baik, punya wanita cantik, jadi orang kaya, maka kamu harus bunuh dirimu tapi harus bunuh diri dimalam bulan purnama.
Akan tetapi, akibat dari perubahan Jou itu nasib dunia jadi sedikit berubah di masa depan, dan Jou dituntut oleh pemilik sebenarnya kemampuan itu untuk menaklukan dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ( Paralaks God ), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch 24~Kematian Ketua Gangster Elang
Sebuah layar disudut ruangan, secara sengaja ada seseorang yang menyalahkan nya, dan menjadikan kegemparan bagi semua orang yang berada di ruangan itu, terlebih lagi bagi Jou, karena janji nya kepada pak Roni untuk menjaga Rani.
"Huahaha, apakah kau melihat itu?, wahai pria sok tangguh!" suara seorang pria dibalik tontonan di layar itu, selain itu dilayar itu terlihat Rani sedang diikat disebuah bangku, dan lagi mulutnya pun seperti dilakban.
"Siapa kau?" Tanya Jou sambil berteriak
"Halo Jou, kau telah mengalahkan banyak anak buah ku, kau tahu siapa aku?" Seketika gambar di layar berubah sosok menjadi seorang pria
"Ketua Gangster Elang!, sialan bagaiman bisa Rani bersama mu?" Tanya Jou lagi kepada pria itu, seraya meminta sistem untuk melacak posisi mereka
"Hehehe, kau pikir kau kuat?, kau pikir kau segalanya?, kau pikir kau bisa melindungi semuanya?, kau bukan lah siapa-siapa!!!" Kata Pria itu kepada Jou
"Brengsek!" Kata Jou, lalu Jou karena tidak sabaran untuk bergerak, menghancurkan layar itu
Disisi lain, beberapa menit sebelum kejadian tersebut, ruangan ketua Gangster Elang.
"Ketua, kenapa kau tidak menidurinya dulu?, wanita itu tampak cantik loh!" Kata wakil ketua Gangster Elang
"Kau memang bodoh, kita harus membuat situasi lebih dramatis dan menjadikan dirinya yang sok berani itu putus asa, barulah kita meniduri gadis itu didepan dirinya!, untuk saat ini kita jadikan gadis itu pion supaya Jou bergerak gegabah, tidak perlu menghadangnya, ketika dia masuk keruangan kita langsung todong dengan pistol, mengerti kan?" Kata ketua Gangster Elang yang mencoba menjelaskan kepada 4 petinggi lainnya.
"Benar juga kata ketua!" Saut yang lainnya menanggapi usulan ketuanya
Waktu kembali ke saat sesungguhnya.
"Jou, sebaiknya kau jangan bergerak gegabah dan terburu-buru, takutnya ini sebuah jebakan!" Sistem mencoba membuat Jou berpikir secara rasional
"Tidak bisa, kita harus cepat menghajar ketua Gangster Elang itu!" Kata Jou yag menghiraukan perkataan sistem
Setelah berlari beberapa menit, akhirnya Jou sudah berada di depan markas dari Ketua Gangster Elang, hanya saja Jou tidak tahu bahwa dia sedari keluar dari ruangan sebelumnya sudah diawasi.
Ketika Jou tanpa pikir panjang memasuki ruangan itu, yang terlihat dari luar tampak sepi, namun itu hanya jebakan.
"Hahaha, rasakan ini!" Kata pria yang ada di layar tadi, akibat tanpa pikir panjang ketika memasuki ruangan itu, baru saja selangkah memasuki ruangan, sudah ada empat orang yang menodongkan pistol kearah Jou, posisi mereka sangat dekat sekali dengan Jou, bahkan pistol mereka hanya berjarak beberapa sentimeter dari kepala Jou.
'Sialan, bagaiman ini sistem?' Jou berusaha berkomunikasi dengan sistem didalam pikiran nya
'Sudah ku katakan ini adalah jebakan Jou, tapi meski begitu tetap ada cara, kuncinya kau harus mengalihkan perhatian mereka beberapa menit saja, nanti pasti perhatian mereka teralihkan, baru saat itu kau kalahkan salah satunya dan rebut pistol itu' Kata sistem memberitahu kepada Jou
'Baiklah aku percaya!" Kata Jou pada sistem
"Jadi kau adalah ketuanya ?" Tanya Jou kepada pria yang berada didepannya
"Ouh kau masih amat tenang, walaupun ada empat orang mengangkat senjata ke kepala mu?, hebat!" Ucap pria didepan Jou yang ternyata adalah Ketua Gangster Elang
"Kau awas saja kau!" Kata Jou mengancam ketua itu,
Sebuah kebutulan sekali, atau memang sesuai yang diperhitungkan oleh sistem, wanita yang mengaku sebagai agen, ternyata mengikuti Jou, dalam keadaan diikat dan telanjang, dia bahkan berteriak, sehingga mengalihkan perhatian semua orang.
"Wow wanita bule, cantik!" kata salah seorang dari mereka yang menodongkan pistolnya kepada Jou
Jou yang menyadari hal ini adalah kesempatan, karena jarak antara Jou dan ke empat orang itu dekat sekali, dengan kedua tangan nya, Jou berhasil menangkap keempat tangan mereka, dan menghimpit tangan-tangan mereka sangat kencang ditiap-tiap lengan Jou, sehingga memaksa mereka melepaskan pistol-pistol itu.
Posisi dari keempat orang yang menodongkan pistol itu pun akhirnya pecah, sehingga Jou bisa lepas.
Tidak hanya sampai disitu, setelah membuat mereka sedikit kesakitan, karena tangan mereka terkilir akibat himpitan tadi, Jou lanjutkan dengan menendang mereka dan memukul mereka hingga mereka berempat terkapar tidak berdaya.
Melihat hal ini, ketua Gangster Elang menjadi sangat panik.
"Sialan!, bagaimana bisa menjadi begini!!" Teriak Ketua Gangster Elang, namun tanpa diduga dia memiliki pistol itu, dan menembak Jou, akan tetapi Jou bisa sedikit menghindar meski tetap mengenai Jou pada bagian bahu nya kirinya.
"Hahaha, rasakan itu!" Kata ketua Gangster Elang, seraya melancarkan tembakan kedua, kali ini mengenai kaki kanan Jou.
Lalu, karena Gangster Elang itu melihat Jou tertembak, dia kemudian menghampiri Jou yang telah jatuh tersungkur, kemudian dia menendang Jou dengan sangat kencang, hingga Jou terpental.
Beruntungnya, Jou jatuh di sekitar pistol-pistol yang terlepas dari tangan keempat petinggi, karena ulah Jou tadi.
"Hahaha, akhirnya geng ku tidak akan musnah" Ternyata mental ketua Gangster Elang begitu buruk, dan karena hal itu lah dia jadi tidak mengawasi sekitar, sehingga tidak tahu Jou telah menggenggam sebuah pistol
Saat ketua Gangster Elang itu kembali menghampiri Jou. Ketua itu akan siap-siap menembakkan pistol ke kepala Jou.
"Apa kata-kata terakhir mu, bangsat!" Kata ketua Gangster Elang.
"Dor!!!" Suara sebuah peluru yang berhasil diluncurkan dari pelatuknya
"Tolol, makanya jangan banyak bicara sebelum lawan mu benar-benar mati!" Ternyata itu Jou yang berhasil melancarkan sebuah tembakan ke arah kepala, sebelum ketua Gangster Elang itu, terlebih dahulu.
---------------------Chapter ini selesai------------------