Elena seorang gadis yang baru duduk dibangku kelas 2 SMA di jual oleh ayahnya untuk melayani pria hidung belang. Ayah Elena yang seorang pemabuk dan tukang judi, kalah judi dan Elena lah yang jadi sasaran setelah semua harta bendanya habis. Ibu kandung Elena pergi meninggalkan Elena dan juga ayahnya karena tidak kuat dengan kelakuan sang ayah.
Dan ketika Revan, anak dari orang yang membeli Elena membantu Elena. Hingga keduanya jatuh cinta satu sama lain. Namun ketika cinta itu datang banyak musibah yang harus mereka lewati. Ketika Elena hamil bukan anak Revan, namun Revan memikahi Elena. Dan disitu awal dari kisah romantis mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nanda Widdiyawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
[26] Keguguran
"Jika ini yang terbaik, tenanglah di alam sana nak. Suatu saat nanti ibu akan menyusulmu."
-Elena-
Elena mengalami ke guguran, dan harus dikuret. Revan yang baru membuka ponselnya langsung ke rumah sakit. Revan juga mengabari Maira dan juga ayah serta ibunya. Revan belum tahu jika Elena keguguran.
Revan sampai di rumah sakit, begitu juga dengan Maira. Revan masuk ke ruangan tempat Elena di rawat. Elena menangis ketika melihat Revan, Revan mengusap air mata Elena. Elena mengelus perutnya dan mengatakan jika janinnya gugur. Revam ikut menangis, dan memeluk Elena.
Maira yang mendengat jika Elena keguguran bukan sedih malah senang. Karena Elena akan bebas dari wartawan yang menudung jika janin itu adalah Guntur. Dan Harris juga tidak akan menyuruh Revan meninggalkan Elena karena hamil anak Guntur.
"Padahal mau aku kaish obat pengugur eh udah gugur duluan, bagusalah."Batin Maira.
Maya dan Harris datang, mereka juga bersyukur karena Elena keguguran. Jadi mereka bisa segera mendapat cucu dari Elena dan Revan. Elena sudah dibolehkan pulang, Revan dan Elena diantar orang tua mereka.
"Sabar sayang, semua akan baik-baik saja."
"Aku ingin pergi ke tempat dimana tidak ada orang yang mengenal kita. Dan aku ingin mulai hidup baru bersama denganmu. Hanya kita berdua hidup sederhana impianku."
"Sabar sayang, orang tua kita semakin tua. Kelak mereka akan meninggalkan kita, jadi kita perlu di sini untuk mereka. Kita bekerja keras dan nanti saat masa tua kita nikamti bersama."
Mereka sampai di rumah, kaca rumah mereka juga sudah dibenarkan. Revan menyuruh Elena untuk istirahat. Maya, Maira dan Harris duduk berdampingan. Tak ada kata yang terucap dari bibir mereka suasana menjadi hening.
Akhirnya Revan keluar kamar dan menemui mereka. Maira pamit pulang dan berpesan agar menjaga Elena dengan baik. Revan berjanji akan menjaga Elena dengan baik. Disusul oleh Maya yang pamit pulang karena Tiara sendirian di rumah. Harris akan menginap di rumah Revan.
Guntur dan Amartha tengah minum kopi di toko bunga milik Amartha.
"Rencana kita gagal total, Elena keguguran."
"Kok bisa?"
"Karena surat kaleng yang ku kirim, mungkin dia stres jadi keguguran."
"Bodoh, kita jadi tak punya alasan untuk memisahkan mereka."
"Mungkin kita iklaskan saja mereka bersama, toh kita masih muda masih banyak yang mau sama kita. Kenapa kita tidak membiarkan mereka bahagia?"
"Ngomong apa kamu Tur, misi kita adalah memisahkan mereka. Dulu aku dan Revan saling mencintai, dan setelah ada Elena Revan pergi."
Guntur masih berfikir bukanya Revan meninggalkan Amartha karena skandalnya dengan beberpa orang kaya. Skandal demi mendapatkan job sebagai model. Dan yang paling membuat Revan terluka adalah skandalnya dengan Harris, ayah Revan.
Lisa ingin pengakuan dari Harris jika dirinya adalah putri Harris. Lisa sudah muak dengan janji-janji Harris, ibunya yang mulai sakit-sakitan dan butuh banyak biaya. Lisa mendatangi rumah Revan, karena di rumah Harris tidak ada siapa-siap.
Mbok Yem membukakan pintu, Lisa duduk di ruang tamu. Dan datanglah Revan bersama dengan Harris.
"Ada apa Lisa, apakah ada hal darurat?"
"Aku ke sini mencari Pak Harris."
"Ada apa mencari saya Lisa."
"Saya hanya ingin mengatakan jika ibu sakit, dan memanggil nama bapak."
Revan bingung dengan pembicaraan Lisa dan Harris. Lisa menegaskan jika dirinya adalah anak dari Harris. Revan kaget, dan Harris akhirnya mengakui jika Lisa adalah anaknya bersama dengan ibu Lisa.
"Siapa lagi selingkuhan ayah? Sekarang ayah pergi temui ibu Lisa."
Harris pergi bersama dengan Lisa, Revan juga memberika beberapa uang untuk Lisa. Revan tak habis fikir dengan ayahnya yang sangat play boy itu.
Elena bangun dari tidurnya, Revan menyuapi Elena makan. Revan dengan penuh kasih sayang mengurus Elena.
"Terimakasih sayang, aku ingin terus bersamamu."
"Aku mencintaimu, dan aku adalah milikmu."
Elena memeluk Revan, dan Revan membalas pelukan Elena. Revan mengusap punggung Elena, pelukan yang sangat erat sekali.
"Rasa bahagiaku ketika melihat senyummu, aku sangat mencintaimu. Dan aku ingin tua bersamamu. Semoga kedepanya semuanya akan baik-baik saja."
-Revan-
Guntur meninggalkan tempat Amartha mereka berencana untuk menjebak Elena dan Revan. Guntur ingin membuat Revan masuk penjara dengan kasus narkoba.
"Lihat saja Van, Elena akan menjadi milikku. Bukan karena aku mencintainya aku hanya ingin melihatmu menderita. Karena deritamu ketika melihat Elena menderita." Batin Guntur.
Malam itu Elena menyiapkan makan malam untuk Revan. Elena memasak sup di dapur dan juga ikan goreng. Mbok Yem memang tidak ditugaskan untuk memasak hanya bersih-bersih saja. Revan mencicipi ikan goreng Elena.
"Mantap."
"Kalau kamu cemilin nanti enggak jadi lauk sayang."
"Iya-iya sayang, habis enak."
Keluarga yang sempurna, kehangatan yang diinginkan Elena. Kehangatan yang dulu tak pernah ia dapatkan. Dulu ayah Elena sangat kejam, hingga ia harus banting tulang untuk menghadapi semuanya.
"Aku tidak tahu jika hidupku tanpa kamu Van, semua pasti akan berbesa. Aku beruntung memilikimu, dan aku harap sampai maut memisahkan kamu tetap menjadi milikku."
"Elena sayang, aku bahagia bersamamu. Aku tak peduli dengan masa lalumu. Atau dengan ayahmu yang suka judi, itu tidak akan pernah memperngaruhi rasa cintaku."
Masakan Elena sudah siap, mereka makan berdua. Elena menyuapi Revan, Revan sangat suka dengan masakann Elena.
Guntur memata-matai Elena dan juga Revan. Namun ia malah panas ketika melihat kemesraan Elena dan Revan. Guntur malah berfikir kapan ada orang yang ia cintai dan mencintainya hadir dalam hidupnya. Dan melakukan hal seperti Elena dan Revan.
"Apa aku menyerah saja ya? Dan mulai hidup baru yang lebih baik. Mulai semua dari awal, berkenalan dengan orang baru. Dan tiba-tiba saling jatuh cinta. Kan kini banyak namanua ta'aruf." Batin Guntur.
"Masikah dia mengingatku, disaat dia sendiri atau disaat dia dekap mesra istrinya." Batin Amartha.
Amartha yang tegas kini juga menjadi melo, sepertinya Amartha berada disisa-sisa ke kuatan mereka.
"Jika bisa ku putar waktu, aku tak akan melakukan hal konyo itu. Dan pasti kamu tidak akan meninggalkanku. Karena aku tahu ketika kamu mencintai seseorang cintamu akan sangat tulus."
-Amartha-
Selesai makan Revan dan Elena nonton tv sebentar. Menunggu makanan yang ada di perut mereka terproses setelah itu tidur. Guntur mengurungkan niatnya untuk menaruh ganja di rumah Elana. Kini ia memilih untuk pulang saja.
"Sayang...." Revan menyiapkan pipinya di depan wajah Elena. Revan meminta Elena untuk menciumnya. Elena mencium pipi Revan, dan di balas Revan dengan menciumi Elena bertubi-tubi. Revan juga mengglitiki Elena, sampai Elena tertawa terbahak-bahak.
"Aku berharap kebahagiaan ini selamaya, tidak ada lagi dusta dan juga sedih. Yang ada hanya bahagia. Terimkasih Revan karenamu aku merasa menjadi seseorang yang berarti."
-Elena-
-Tbc-
Baca novelku judulnya 'Cinta sejati'. Tentang dua orang yang menemukan cinta sejatinya serta lika-liku perjalanannya. Klik foto profilku buat baca...
Baca dulu sinopsisnya dan 3 episode awal.
semangat Thor
mampir ya
ijin promo ya 🍜🍜🍜
jgn lupa baca novel dg judul "HITAM"
kisah tentang pernikahan yg tak diinginkan,
jangan lupa tinggalkan like and commen ☀️☀️☀️