IG : Srt_tika92
Kisah cintanya tak seindah yang ia bayangkan. Milly harus berusaha keras mendapatkan cinta dari seorang pria bernama Mario yang tak lain adalah Sean,putra yang dibesarkan oleh sang ayah. Putra dari mantan istri ayahnya.
Milly bertemu Mario pertama kalinya di sebuah club malam, dan Milly langsung menjatuhkan hatinya pada pria tersebut.
Disini juga menceritakan bagaimana kisah cinta Gavin dan Mike untuk mendapatkan cinta sejatinya. ( kisah cinta keluarga besar Nugroho dan Yamazaki)
Ikuti kisah selanjutnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susi sartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Calon suami
Happy Reading..
~
Malam hari, Mario berniat menjenguk Milly di rumahnya. Seharian dia di sibukan dengan pekerjaan di kantor yang terbengkalai dan tidak sempat memberi kabar pada Milly.
Sesampainya di depan rumah Milly, Mario memberanikan diri bertemu langsung dengan Brian.
" Dad, aku ingin menjenguk Milly. " Mario kini tengah berdiri di depan Brian yang terlihat angkuh menghalanginya masuk ke dalam.
" Ini sudah malam, sebaiknya kau pulang saja. " ucapnya.
" Dad, Ak--.. " ucapan Mario terpotong saat kedatangan Jia yang memecahkan ketegangan antara Brian dan Mario.
" Sean.. kapan datang? " Jia menyambut baik kedatangan Mario. " Kenapa tidak masuk? " tanya Jia yang melihat Mario masih berdiri di ambang pintu.
Mario tidak menjawab, dia hanya melirik ke arah Brian, Jia pun mengikuti pandangan Mario yang tertuju pada Brian. " Kenapa kapten? kau tidak mengizinkan Sean masuk? "
" Ini sudah malam, Milly perlu istirahat. " jawab Brian datar.
Jia menggelengkan kepalanya, " Kapten, biarkan Sean masuk, Milly akan senang jika dia datang. " bujuk Jia.
" Milly belum makan sedari tadi, mungkin dia akan makan jika di bujuk oleh Sean. " Jia.
Brian tampak berpikir sejenak, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun Brian berlalu pergi tidak menghalangi Mario yang ingin bertemu dengan Milly.
" Sean, kau bisa masuk. Milly menunggu mu. " Jia mempersilahkan Mario masuk dan menyuruh salah satu pelayan untuk mengantarkan Mario ke kamar Milly.
" Mario.. " pekik Milly saat melihat Mario berada di ambang pintu kamar nya.
" Milly.. " Mario mendekat ke arah Milly dan duduk di tepi ranjang. " Apa kau sudah baikan? "
" Masih sakit.. " rengek Milly begitu manja.
" Kau harus minum obat dan istirahat yang cukup agar cepat sembuh. " Mario membelai wajah Milly, menyelipkan anak rambut ke belakang telinganya.
Milly mengangguk, senyuman selalu mengembang di wajah cantiknya.
" Kau sudah makan? " tanya Mario.
" Belum. " Milly menggeleng.
" Mau makan? aku suapin? "
Milly dengan cepat mengangguk, tidak ingin kehilangan kesempatan itu.
Tidak perlu menunggu lama, seorang pelayan membawakan makanan untuk Milly setelah beberapa saat lalu meminta untuk di antarkan ke kamar.
Dengan telaten dan penuh perhatian, Mario menyuapi Milly hingga makanan yang ada di piring habis tak tersisa.
Malam ini Milly sangat bahagia bisa bertemu dan berduaan bersama Mario walau hanya sebentar, tentu saja Brian tanpa ragu menyuruh Mario segera pulang dengan alasan sudah terlalu larut malam, padahal jam dinding masih menunjukan pukul 20.30.
***
Tiga hari berlalu. Benar kata dokter, Milly akan sembuh dalam waktu tiga hari. Milly sudah memulai aktivitas nya kembali.
Siang ini, Milly berencana untuk berkunjung ke perusahaan Mario, Milly sangat merindukan pria yang beberapa hari ini membuat hatinya berbunga - bunga. Bagaimana tidak? Mario selalu memberi kabar padanya meski tanpa di tanya terlebih dahulu.
Jika dulu, Milly lah yang selalu mengirim banyak pesan pada Mario namun tak ada jawaban atau balasan sedikit pun dari pria itu,pesannya selalu diabaikan oleh Mario.
Namun sekarang Mario bersikap sebaliknya, itu membuat hati Milly sangat bahagia, dan percaya jika Mario benar mencintainya.
Milly menjadi pusat perhatian ketika menginjakan kaki nya di lobby Yamazaki Corp. pasalnya, Milly datang saat jam istirahat.
" Mario.. " panggil Milly yang mendapati Mario baru saja keluar dari lift.
" Milly.. " lirih Mario.
Milly berlari kecil untuk menghampiri Mario. " Kau mau kemana? " tanya Milly setelah sampai di depan Mario.
" Aku mau makan siang di luar, "
Milly melirik ke arah Duta dan Sita yang ada di belakang Mario. " Aku baru datang kau malah pergi. " ucap Milly dengan begitu manjanya.
" Ayo kita makan siang bersama, kau belum makan siang kan? " tanya Mario, tangannya mengusap kening Milly yang terdapat titik titik peluh di sana.
Perhatian Mario pada Milly tak luput dari pandangan Duta dan Sita, mereka terkejut dengan sikap Mario yang sangat lembut pada Milly.
" Ada apa dengan tuan, apa aku tidak salah lihat? " batin Duta.
" Sir Mario kenapa jadi perhatian sama gadis kecil itu! " batin Sita.
" Baiklah, ayo kita makan siang bersama di luar. " Milly meraih lengan Mario dan bergelayut di sana.
Duta dan Sita mulai melangkah mengikuti Mario dan Milly. Bukan hanya mereka, Tom dan Tam juga setia mengekori Milly kemana pun, karena sudah menjadi tugasnya.
Milly berhenti melangkah, lalu membalikan badannya, " Kau mau kemana? " Milly dengan angkuh melontarkan pertanyaan pada Sita.
" Tentu saja ikut dengan Sir Mario. " jawab Sita.
" Tidak boleh! " ketus Milly. " Mulai saat ini, kau tidak boleh lagi berdekatan dengan calon suami ku! " ucapan Milly mengejutkan semua orang di sekitar yang tidaklah sedikit.
" Mario.. aku tidak mau kau selalu berdekatan dengan nya.. " Milly mengguncangkan lengan Mario yang terlilit oleh kedua tangan Milly.
" Iya.. " Mario menepuk tangan Milly dengan lembut.
Jawaban Mario seolah membenarkan pernyataan Milly, jika benar dirinya adalah calon suami bagi gadis yang ada di samping nya, gadis yang terlihat masih sangat muda untuk Mario.
" Duta, urus semuanya. " titah Mario pada asisten dan sekertaris pribadinya.
" Baik tuan, " Duta mengiyakan perintah Mario, meskipun hatinya bertanya tanya tentang sikap bosnya. Bukan seperti Mario yang selama ini ia kenal.
Sita dengan sangat kesal menghentakan kakinya, tidak terima dengan keputusan yang di buat Mario hanya karena menuruti kemauan Milly.
" Awas saja kau! akan ku balas! " batin Sita.
Mereka melanjutkan niatnya untuk pergi makan siang bersama, tentu kali ini tanpa Sita yang mengekor di belakang.
*
*
*
Jangan lupa Vote.. vote.. vote...
Karena Vote kalian membuat Author semangat up.
Bye.. bye..