Seorang Duchess yang terkenal kejam, kini berbaring koma karena sebuah kecelakaan, saat wanita itu kembali sadar dia seakan berbuah menjadi orang lain dengan ingatan nya hilang membuat semua terkejut dengan perubahannya
"Tuan Nyonya Duchess kehilangan ingatannya".
Perkataan seorang dokter terngiang di kepala Aldrich dia menatap pad Duchess yang menatap dirinya dengan sinis, wanita itu berubah 180 derajat dari sebelum nya
Wanita yang dulu akan bertekuk lutut di setiap perintah yang dia berikan kini terlihat acuh bahkan tidak memperdulikan dirinya walau dia sedang bermesraan dengan kekasihnya
"Ethan mengatakan kalau kita menikah kontrak, jika itu benar kenapa anda harus mengurusi kehidupan saya?". Perkataan Ariana membuat Aldrich tidak suka, wanita itu seharusnya memuja dan mencemburui dirinya dia menjadi tidak tenang!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon natural, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Buku Usang
Ariana menatap sungai yang mengalir di depannya, sungai itu tampak sangat cantik lebih dari apapun yang pernah dia lihat padahal sungai itu adalah sungai yang sama yang mengalir melalui kastil
“Luric ayo kita bersantai di sini, tempatnya sangat indah”
Kuda putih itu mengikut Ariana, dia sangat penurut membuat Ariana sangat menyukai Luric tatapan Ariana tertuju pada batu yang cukup besar di sana
“Wo lihat batu ini datar kita bisa berdiri dengan leluasa di sini!”.
Wanita itu sangat menikmati semua pemandangan yang berada di sana bersama dengan Luric yang setia berjalan di sisinya, wanita itu menyusuri sungai di sana
Hingga Ariana menatap area sungai yang cukup luas dan arus sungai yang sangat tenang dia merasa jika dia sudah pernah ke san, hatinya merasa sangat nyaman
“Luric sungai ini sangat bersih dan segar kau mau minum?”. Ariana mendekatkan kuda iru ke tepi sungai dan benar saja Luric minum dengan sangat banya “Ha ha ha sepertinya kau memang suka, kita akan bersantai di sini untuk sesaat”
Sungai ini pasti sangat dalam aku jadi ingin berenang. Ariana menatap sekitar sungai itu yang tertutup oleh pohon rindang hanya ada cahaya yang masuk dari atas lalu menyinari tempat itu dengan indahnya
Bunga-bunga liar yang tumbuh di sekitar sana menambah keindahan tempat itu di tambah lagi bunga itu berwarna tidak mencolok seperti kesukaannya
“Ku pikir aku akan sering ke sini, tempat ini sangat menyejukan hati ku Luric aku juga akan membawa mu kesini lagi”
“Hmrrr..”. Luric mendengus senang saat mendengar perkataan Ariana, kuda itu mengerti apa yang di ucapkan oleh wanita cantik itu
Ariana mencari tempat duduk yang tidak basah dia sedikit bergeser dari tempat Luric berada tepatnya di bawah pohon yang akar mencuat ke atas dan tempat itu kering, Ariana duduk dengan nyaman di sana bahkan bersadar dengan tenang di batang pohon
“Kau tahu Luric, aku merasa seakan beban ku hilang di sini tempat ini menyerap energi negative dari diriku!”
Luric ikut bersantai dengan wanita itu, kuda itu membungkuk dan merebahkan tubuhnya, agar Ariana juga bisa bersandar padanya “Terimakasih Luric, tapi aku akan bersandar pada pohon ini saja”. Wanita itu memperbaiki posisinya agar lebih aman hingga tanpa sengaja tangan nya menyentuh sesuatu di sebelahnya
Wnaita itu melirik untuk memastikan benda itu “Lihatllah Luric, sepertinya orang lain sudah lebih dahulu menemukan tempat ini”
Seperinya seseorang meninggalkan bukunya di sini, tapi kenapa dia tidak mengambilnya kembali? . Ariana sangat penasaran dengan buku tersebut wanita itu memutuskan untuk membuka buku using tersebut . Sepertinya benda ini sudah hilang di waktu yang lama, buku ini lembap karena air hujan
“ini lukisan….”. Ariana menatap setiap gambar di sana, walau warna nya pudar tapi dia masih melihat dengan jelas keindahan dari gambar yang terlukis di sana “Aku suka…”
Ada sebuah gambar pasangan di sana, wanita nya tersenyum dengan begitu lebar sementara pria di sebelahnya tersenyum dengan datar
Lalu halaman berikut nya adalah gambar seorang pria dengan perawakan tegap, memakai jas yang sangat mewah menunjukan kekuasaan yang ada dalam diri pria itu
Sayang karena warnanya yang memudar Ariana tidak bisa mengenali semua tokoh dalam gambar itu . Hmmm aku jadi sangat penasaran, siapa mereka ini
“Hei Luric, kau kenal ini?”. Luric mengendus buku itu, kuda itu menggeleng “Huh baiklah… aku sangat penasaran dengan seniman yang melukis ini, karena aku juga suka”
Ariana kembali membuka lembara buku itu sampai ke beberapa bagian terakhir dia bingung dengan gambar yang dia lihat di beberapa lembar terakhir itu
Gambar yang menunjukkan tiga orang . Bukankah karakter ini adalah pasangan wanita yang bergembira tadi, lalu pria ini berciuman dengan wanita lain . Ariana mengangguk-angguk dia mulai memahami karakter bersambung dalam gambar itu
Sampai di bagian terakhir Ariana fokus pada pria yang mengacungkan sebuah pisau kecil pada karakter wanita pertama yang dia lihat, lalu di belakang pria itu seorang wanita terisak namun tersenyum dengan jahat
Ariana merasa sangat kecewa karena lembaran gambar itu sudah habis, dia menutup kembali buku itu lalu memeluk nya
Dia melirik pada Luric kuda itu tertidur dengan nyaman dengan kepalanya yang berada dalam pangkuan Ariana . Ck aku tidak bisa pulang sekarang . Ariana menguap dia mengantuk saat selesai membaca buku di tangan nya di tambah suasana sekitarnya yang begitu menyejukan hati membuat dirinya terlelap
...*****...
Hari mulai sore perburuan yang di lakukan oleh Aldrich dan para anak buahnya menghasilkan hasil yang cukup signifikan dengan akurasi sasaran hampir 90%
“Tuan Duke kemampuan anda semakin hari semakin berkembang saya mengagumi anda”. Rafael memuji kemampuan pria itu begitu juga dengan yang lainnya
Pria itu bahkan tidak meleset saat pertama kali menginjakan kaki di hutan itu, dan burung-burung yang mereka bunuh tergeletak begitu saja di atas tanah, itu adalah bukti lambing dari keberhasilan mereka
“Sekarang sudah sore sebaiknya kita kembali ke kastil”.Aldrich memerintahkan anak buahnya untuk memutar arah, matahari yang hendak tenggelam dan pohon-pohon besar yang menghalangi penglihatan mereka menjadi tanda mereka harus pulang saat itu juga
Sampai saat mereka melalui jalan yang tadi mereka lalui Aldrich teringat akan istrinya yang berpaling dari mereka . Apa wanita itu sudah pulang?
“Ada apa Tuan Duke?”.
“Tidak ada”. Aldrich kembali menjalankan kudanya untuk melaju menjauhi tempat itu . Terserah itu bukan urusan ku, dia harusnya tahu jalan untuk pulang
Mereka kembali menunggangi kuda mereka sesuai dengan perintah yang diberikan Aldrich, termasuk Rafael yang melirik sekitarnya memastikan jika Ariana sudah benar-benar pulang
“HMMMRHHhhhh!!!”. Kuda yang ditunggangi Aldrich berhenti begitu saja, saat melihat sebuah kuda yang tiba-tiba saja menghadang jalan mereka “Siapa itu!”
Rafael memeriksa kuda dan orang yang berada di depan mereka dan betapa terkejutnya sat pria itu melihat orang yang berada di sana
“Nyonya Duchess!, Luric!”. Pria itu langsung turun untuk memeriksa keduanya, Luric terlihat baik-baik saja tapi tidak dengan Ariana
Keringat bercucuran dari kening wanita itu seakan hal yang buruk terjadi padanya “Apa anda baik-baik saja?”. Rafael menerangkan wanita itu
“Nyonya Duchess dari mana saja kau?”. Aldrich menatap wanita itu dan memeriksa keadaannya, dia menarik wanita itu hingga ke gendongannya bisa dia rasakan tubuh wanita itu bergetar “Ada apa dengan mu!”
“Menyingkir!”. Ariana memaksa turun dan menghindar dari Aldrich “sa..saya baik-baik saja!”
“Nyonya Duchess, aku tidak menyukai Wanita yang kasar”. Aldrich memaksa wanita itu untuk berada di dekatnya “Aku akan membawa Nyonya Duchess bersama ku, kalian bawa kuda itu!”