Putri Veronika Wijaya ia adalah seorang wanita cantik yang biasa di panggil Veronika, ia menutupi identitasnya hanya untuk bersama lelaki yang ia cintai.
Namun Veronika tidak percaya kalau lelaki yang ia cintai tega menikah lagi dengan Intan Safitri sahabatnya sendiri, pedahal ia belum mendapatkan cinta dari suaminya.
Namun tiba-tiba saja Rafa tergoda dengan kecantikan Veronika, istri pertamanya.
"Kamu ingin kita melakukan layaknya suami istri bukan? Mari kita lakukan malam ini." ucap Rafa
"Jangan gila Rafa! Aku tidak sudi memberikan tubuhku untuk lelaki sampah sepertimu!" ucap Veronika
lalu bagai mana pembalasan Veronika, apa ia masih mau bersama Rafa, atau ia memilih berpisah bersama Rafa.
Selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB. 26 Veronika Sasa
Setelah selsai kerja Veronika hanya melamun di balkon kamar apartemennya dengan perasaan yang sangat membingungkan.
Semakin Veronika ingin melepaskan suaminya semakin ia tidak ingin melepaskan suaminya, berkali-kali ia memukul dadanya yang terasa sesak.
Veronika tidak mengerti kenapa hatinya begitu bodoh, berulang kali hatinya di sakiti, tapi ia masih tidak mampu untuk melepaskan suaminya, bahkan saat suaminya mengkhianatinya dan ia memutuskan untuk pergi dari hidup suaminya.
Namun nyatanya tidak semudah itu untuk ia membuang perasaannya, ia juga merutuki keegoisannya berulang kali saat ia menjadi bodoh karena cinta.
Veronika menatap langit yang gelap penuh bintang, air matanya mengalir dengan sendirinya, ia berkali-kali mengingatkan dirinya untuk mengingat ucapan dari Mamanya saat belum meninggal pernah berpesan padanya.
"Jangan pernah bodoh hanya karena seorang lelaki, apa pun yang terjadi di masa depan seorang wanita itu di kejar bukan mengejar, jika kisahmu seperti itu, lepaskan, lelaki itu tidak layak untuk kamu Putri."
Ucapan Mamanya masih terdengar jelas di ingatannya, tapi ia masih saja egois.
"Veronika, sebodoh inikah kamu hanya karena mencintai lelaki yang tidak pernah menghargai kamu, bukan hanya itu Rafa juga sudah mengkhianati kamu bodoh!"
Veronika memaki dirinya sendiri saat ia masih saja egois menginginkan Rafa, ia memang tidak suka barang bekas, tapi hatinya masih saja tidak bisa di kompromi, hatinya masih saja terasa sakit.
"Rafa, kalau pada akhirnya kita berakhir seperti ini, seharusnya dulu kamu tidak perlu berjanji untuk menikahi aku, seharusnya saat berjanji aku juga tidak menanggapinya, tidak menjaga hatiku hanya untuk kamu, mungkin hatiku tidak akan sesakit ini."
Veronika pikir keputusan untuk berpisah dengan suaminya itu adalah jalan yang lebih baik, nyatanya tidak, sejak pergi dari rumah suaminya hatinya sudah baik-baik saja, tapi tadi siang saat ia bertemu suaminya lagi membuat keputusannya goyah.
Veronika tidak pernah menyangka kalau bertemu suaminya itu membuat keputusannya menjadi tidak yakin, tapi ia tidak ingin Papanya turun tangan hanya untuk ikut campur dalam rumah tangganya.
Veronika langsung mencoba mengingat kembali perlakukan suaminya saat awal menikah, agar hatinya itu tidak goyah, agar ia bisa menghapus perasaannya.
Cukup lama Veronika mengingat semua perlakukan suaminya pada ia, tapi rasa rindunya semakin tidak terbendung.
"Rasanya aku ingin hilang ingatan saja, dari pada aku harus merendahkan harga diriku hanya untuk Rafa, seharusnya aku sadar kalau Rafa berulang kali menyakiti hatiku, dulu pernah melakukan kekerasan lalu belum sempat Rafa menyadari kesalahannya, Rafa juga menikahi Intan, bodoh sekali kamu Veronika kalau kamu mau kembali lagi dengan Rafa, tata hidupmu kembali Veronika, sudah cukup kamu merendahkan harga dirimu selama ini."
Dari tadi Veronika mengoceh sendiri hingga ponselnya bergetar.
Deret... Deret...
Lisa langsung melihat panggilan telpon dari Sasa, ia langsung mengangkat telpon itu.
"Halo, Veronika, kamu ke bar seperti biasa, temani aku."
Veronika bisa mendengar suara Sasa yang sangat serak seperti habis menangis.
"Aku akan kesana sekarang."
Setelah mengatakan itu Veronika langsung mengganti baju piyama menjadi dress lalu langsung masuk ke dalam mobilnya, ia langsung melajukan mobilnya.
Veronika merasa sepanjang perjalanan ada yang mengikutinya membuat ia meninggikan kecepatan mobilnya.
"Siapa yang mengikuti aku bukankah aku tidak memiliki musuh? Apa lagi aku sudah lama tidak pernah bertemu dengan rekan bisnisku, kemana-mana hanya Dandi." batin Veronika
Setelah itu Veronika langsung masuk ke dalam gang perumahan, ia tidak mungkin meninggikan kejar-kejaran di tempat sepi. Veronika langsung mengirim pesan pada Sasa kalau ia akan telat datang karena ada mobil yang mengikutinya.
Setelah sekitar 30 menit Veronika diam di sana akhirnya ia melanjutkan mobilnya lagi, tapi sepanjang perjalanan ia menengok ke kaca spion, ia tidak ingin ada orang yang mengikutinya lagi.
Sekitar 20 menit Veronika sampai di bar, ia langsung masuk ke bar dan mendekati sahabatnya yang sedang minum sendirian.
"Kamu kenapa?"
Veronika bertanya sambil duduk, walau pun ia dan sahabatnya sering minum di bar saat berada di luar negeri, tapi ia belum pernah melihat sahabatnya mabuk-mabukan dengan wajah yang menyedihkan.
"Menurut kamu aku kurang apa coba? Apa kurangnya aku sampai Dandi berkali-kali menolak aku?!"
Untuk pertama kali Sasa menceritakan tentang masalah percintaannya pada Veronika, sebelumnya ia belum pernah menceritakan apa pun pada Veronika.
"Kamu mencintai Dandi?!"
Veronika bertanya dengan raut wajah tidak percaya saat mendengar ucapan dari sahabatnya, ia juga langsung menuangkan Vodka untuk ia minum.
"Iya, aku ingin sekali membunuh wanita yang di cintai Dandi, padahal wanita itu tidak pernah menyadari perasaan Dandi."
Sasa berbicara masih sambil meminum Vodka, bahkan ia minum Vodka layaknya air mineral, memang ia mencintai Dandi dari saat masih masa kuliah dulu saat di luar negeri.
Namun perasaan Sasa tidak pernah sehancur sekarang saat di tolak oleh Dandi, ia memang sudah 5 kali menyatakan perasaannya pada Dandi, tapi baru kali ini ia merasakan hatinya benar-benar patah.
"Kamu tau wanita yang di cintai Dandi?"
Veronika bertanya masih sambil meminum Vodka, bahkan ia juga ikut seperti sahabatnya yang meminum seperti air mineral.
Memang menurut Veronika ia juga sekarang sedang membutuhkan Vodka agar menghilangkan sakit yang ada di hatinya.
"Aku tidak tau siapa wanita itu, tapi betapa beruntungnya dia yang selalu ada di hati Dandi, bahkan Dandi sampai-sampai melajang terus hanya untuk wanita itu, hati aku sakit Ver, benar-benar sakit!!"
Veronika hanya menganggukkan kepalanya sambil mengusap air mata sahabatnya, menurut ia rasa sakit sahabatnya tidak seberapa, setidaknya Dandi sudah menolaknya, agar sahabatnya tidak memiliki keinginan untuk memiliki Dandi lagi.
Sedang ia memiliki suaminya hanya di atas status, tidak pernah di hargai, pernah merasakan kekerasan, lalu di khianati, tapi hatinya masih mencintai suaminya walau pun berkaki-kali hatinya di patahkan.
"Kamu jauh lebih beruntung Sa, sedangkan aku memiliki suami hanya di atas status, harusnya kamu bersyukur karena Dandi tidak memanfaatkan perasaanmu."
"Iya memang kalau aku jauh lebih beruntung dari pada rasa sakit kamu karena si brengsek itu!"
Sasa akhirnya sedikit lega saat mendengar ucapan dari sahabatnya, memang masalah percintaannya lebih beruntung ia dari pada sahabatnya.
Sahabatnya memiliki status istri, tapi tidak pernah di anggap, di perlakukan tidak selayaknya, lalu sahabatnya harus di khianati oleh suami dan sahabatnya sendiri.
Setelah lebih tenang Sasa langsung menanyakan siapa yang mengikuti sahabatnya saat perjalanan tadi.
"Siapa yang mengikuti kamu tadi Ver?"
"Aku tidak tau, tadi jalanan sangat sepi jadi aku tidak bisa memperlambat laju mobilku, aku takut mereka menggunakan senjata tajam, apa lagi aku lupa meletakkan CCTV dalam mobilku, mungkin nanti aku akan meminta rekaman CCTV di parkiran apartemen."
"Baiklah, kamu harus hati-hati, apa lagi kamu memiliki banyak saingan bisnis, aku takut mereka ingin membunuhmu karena iri."
Veronika hanya menganggukkan kepalnya, lalu ia dan Sasa langsung minum Vodka lagi sambil curhat tentang masalah percintaannya masing-masing, hingga mereka berdua sama-sama mabuk di sana.
thorrr belajar lagi mengenal wanita berkelas itu spt apa. bnyk2 bergauj
jadi novelmu ini kyk ibu2 dipasar semua sifatnya. Menurut mu thorrr gini sifat wanita berkelas??? ENGGAK 🤣🤣🤣
dibunuh gk ada pengawal. dasar novel... serah lu thotrrr 🤣🤣
demi apapun thorrr kecewa baca karyamu
masa orang kaya tegas tidak rela diinjak-injak tapi ditampar diem aja??? atau aslinya vero agak ideot???
semangat