cerita tentang gadis kembar yang hidup tampa orang tua
langsung baca aja
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitriishn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab. 26
HAPPY READING
Hai orang baik jangan lupa kek biasanya yah hehehe
Terimakasih dan selamat membaca
saat asik bermain game di handphonenya Nadira membaca sebuah notifikasi dari Instagram dan terkejut melihat itu
ia menatap emosi gambar dan kometar siswa sekolah terhadap Nadia
ia beranjak dari tempatnya dan pergi menuju suatu tempat
Sesampainya di depan rumah besar nan mewah ia mengambil batu yang ukurannya lumayan besar dan melemparkannya ke arah kaca rumah tersebut
Craang!!..
Kaca tersebut pecah ''WOI LIDYA KELUAR LO ANJING'' ujar Nadira penuh emosi dan terus melempari rumahnya menggunakan batu
Tak lama kemudian Lidya keluar dengan kesal ''punya masalah apa Lo sama gue?'' tanyanya
''gak usah banyak bacot, Lo kan yang udah viral-in kakak gue?''
Lidya memasang wajah syok yang sangat menyebalkan ''Hah? Udah viral yah... Padahal tadi gue cuman iseng doang ngirim ke adminnya ehhh tau tau secepat itu nyebarnya''
Nadira menjambak rambut Lidya dengan kuat ''gue udah bilang sama Lo jangan ikut campur urusan gue'' ucap Nadira penuh penekanan
''Aaaa... Lepasin sialan'' ucap Lidya kesakitan
tak sampai di situ Nadira juga menampar dan memukuli Lidya dengan brutal
selang beberapa menit kedua orang tua Lidya keluar dan terkejut melihat kondisi putri mereka yang sangat memprihatikan
''yah ampun Lidya'' ujar Maria mamahnya Lidya, ingin menolong putrinya
''anda mendekat dia mati di tangan saya'' ujar Nadira tersenyum seperti psikopat
''jangan macam macam kamu, saya bisa laporkan kamu ke polisi atas tindakan kamu ini'' ujar Aditia ayah Lidya
''silahkan lapor, tapi ingat detik itu anak anda pindah alam''
tak ada pergerakan diantara keduanya dan Nadira mencengkeram pipih lembam Lidya ''lo yang udah mulai dan Lo juga yang harus mengakhirinya'' ujar Nadira mengencangkan cengkraman nya
''i-yah hiks hiks g-ue minta maaf'' ujar Lidya yang sedari tadi sudah menangis
''lo tau apa yang harus Lo lakuin kan?'' tanya Nadira dan dianggukki cepat oleh Lidya
''gue tunggu besok pagi, nama kakak gue dan juga Andrey harus bersih dan kalau masih ada sedikit pun yang tertinggal Lo yang harus tanggung akibatnya'' ujar Nadira melepaskan cengkraman tangannya
Nadira berdiri dan menatap kedua orang tua Lidya dan berucap ''maaf yah Om Tante atas perlakuan saya terhadap putri kalian ini, saya minta tolong ajarin putri kalian sopan santun dan jangan semena mena mengambil keputusan dan dia sama sekali tak tau gimana kondisinya''
''jika anak anda masih berulah saya tidak akan segan segan memindahkannya ke alam lain'' ucap Nadira beranjak pergi dari sana.
🌺🌺🌺
Di markas Tiger
Andrey masuk dengan penuh emosi ia berjalan mendekati teman temannya yang masih asik mencari penyebab menyebarnya foto tersebut
''minggir'' ujar Andrey mengambil alih komputer di depan Kenan dan fokus disana
Tak lama setelah itu Nadira datang dengan wajah datarnya ''gak usah capek capek gue udah mutilasi orang yang buat berita itu, besok nama Lo dan kakak gue udah bersih'' ujar Nadira
Mereka menatap Nadira ''lo tau siapa yang buat berita itu?'' tanya Jordan
''hmm''
''siapa?'' tanya Andrey
''kalian gak perlu tau, intinya nama kalian sudah aman'' ujar Nadira
''Langit dimana?'' tanya Nadira
''katanya dia lagi sibuk'' ujar Gabriel dianggukki Nadira
Nadira mengambil teh kotak yang berada di meja dan meneguknya dengan cepat
''gue pulang'' ucap Andrey
''cepat bener Lo pulangnya'' ucap Jordan
''yah dia mau malming lah sama istrinya, makanya jangan jomblo Mulu Lo'' ujar Kenan
Tak menghiraukan teman temannya ia beranjak pergi dari sana
🌺🌺🌺
Sesampainya di apartemennya ia naik ke atas dan melihat Nadia dan Rara yang sudah tidur dengan saling memeluk
Ia mendekat dan mengangkat tubuh mungil Rara dan memindahkannya ke kamar sebelah kamar mereka tak lupa ia juga membuat pembatas agar Rara tak terjatuh
Setelah selesai ia kembali masuk dan tidur memeluk Nadia.
.
.
.
Paginya Nadia terbangun dan terkejut saat tak melihat Rara disamping keduanya
Ia beranjak dan mencari Rara di sekitar sana, Andrey terbangun dan menatap Nadia yang berjalan kesana kemari
''kamu cari apa?'' tanyanya
''cari Rara, kamu lihat dia gak?''
''ohh Rara semalam aku pindahin dia ke kamar sebelah'' ujar Andrey
Nadia buru buru keluar dan berjalan ke arah kamar yang berada di samping kamar mereka
Ia membuka pintu dan melihat Rara yang sudah menangis di depan pintu kamar itu ''yah ampun Ra kenapa nangis sayang?'' tanya Nadia membelai pipih Rara
''kakak Lala hiks takuttt, tadi ada Olang yang lempal batu ke kaca itu'' ujar Rara memeluk Nadia
Nadia menatap jendela kaca kamar itu ''shuttt kakak disini, jangan takut yah'' ucap Nadia mengusap punggung Rara
''kenapa?'' tanya Andrey datang menghampiri keduanya
Nadia menunjuk jendela kaca, Andrey berjalan dan mengambil kertas yang berada di atas batu tersebut
''ini awal kehancuran kalian berdua!!''
Setelah membacanya Andrey meremas kertas itu dan berjalan menuju balkon kamar tersebut
Disana ia melihat kebawah terdapat seseorang yang berpakaian serba hitam dan menujuk ke arahnya dan menjulurkan jari tengahnya pertanda ia mengejek Andrey ''ku tunggu permainanmu'' batin Andrey menatap remeh orang tersebut
🌺🌺🌺
Huhuhu itu siapa yah....
segitu dulu yah sampai jumpa besok
ceritanya bagus... semangat ya!!!
✌️
ternyata Nadia dan Nadira nama aslinya Alana dan Alena..
ternyata juga anak keluarga Adihtama yang di culik sama intan terus di letak di panti.. adek Marvel sama Angkasa
salut juga sama teman teman Nadira, Marvel... geng geng motor..
"walau sudah memaafkan ternyata tidak dapat menghilangkan trauma yang ada," ya kata kata itu sesuai untuk Nadia..
walau karakter Angkasa singkat, udah dapet pastikan kalau Angkasa itu sosok yang hangat sama adek adeknya..
"jangan memulakan konflik yang berakhir dendam kesumat"
udah itu aja.. thanks ya👏🏻