Dimana hari kelulusan sekolah adalah hal yang nanti nantikan oleh semua siswa-siswi, tapi tidak dengan Aisyah. la malah mendapat kabar bahwa sang Ayah tercinta kecelakaan saat akan datang ke acara kelulusannya. Bagaimana kisahnya!! yuk ikuti jejak kisah Aisyah nur Khadijah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbak mell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26
Alex menatap lekat-lekat wajah Aisyah, hidung mancung tapi kecil, bibir tipis merahnya seperti buah cerry, apalagi kulit nya sangat putih. Sedangkan tubuhnya sangat sintal di bagian tertentu terutama di bagian dada.
Untuk ukuran Aisyah apalagi ia masih seorang remaja patut di ajungi jempol oleh Alex dengan ukuran tubuh seperti wanita yang sudah matang. Maka nikmat mana lagi harus ku dustakan..
Lalu Alex mengelus pipi Aisyah yang bersih seperti kulit bayi. Ia berpikir bagaimana dengan kedepannya nanti yang akan lebih sulit di hadapi? apalagi istrinya ini adalah wanita polos yang tidak tahu apa- apa sama sekali. Bahkan dirinya tidak tahu bahwa ia adalah anak dari seorang mafia dari Yakuza.
"Aku berjanji akan selalu melindungi mu walaupun dengan nyawaku taruhannya. lni adalah janjiku kepada mu dan kepada Tuhan kita" dan Alex lalu memeluk Aisyah sambil memejamkan matanya untuk menyusul Aisyah ke alam mimpi.
Aisyah terbangun langsung dari tidurnya karena ia kembali bermimpi mengingat kejadian yang menurutnya sangat mengerikan. Nafasnya ngos ngos nya lalu Aisyah melihat tangan suaminya masih melingkar di perutnya.
"Sayang ada apa.?" Alex langsung bangun saat ia merasa sesuatu bergerak. Alex memang sensitif, jangankan seseorang bergerak saat ia tidur? bayangan orang saja dirinya langsung bangun. lni adalah bentuk kewaspadaan nya karena ia adalah seorang mafia yang tentunya pasti banyak yang akan mengincar dirinya. Alex juga sudah terbiasa dengan yang begituan.
Aisyah menggeleng menatap suaminya.
Alex langsung memeluk Aisyah. la yakin, Aisyah telah bermimpi buruk hingga dia terbangun di jam yang masih pagi ini.
"Apa kau bermimpi buruk?" tanya Alex lembut sambil ia mengelus-elus rambut Aisyah yang panjang.
"lya Hubby, tapi Aisyah gak papa kok" Jawab Aisyah dengan tersenyum.
"Aisyah sholat dulu." pinta Aisyah.
"Maaf, belum bisa jadi imam untuk mu"
"Tidak apa-apa Hubby, Aisyah mengerti tapi berusahalah Hubby. Aisyah akan selalu mendukung Hubby" Aisyah memegang tangan Alex mengatakan semua bahwa ia tidak apa-apa dan mengerti ke resahan Alex.
Aisyah segera mengambil whudu. Kejadian semalam masih membuat ia terkejut. Dirinya ingin mengadu kan semua ini kepada Tuhannya.
Mata Alex tidak pernah luput dari Aisyah yang sedang sholat. Mulai dari takbiratul ihram sampai salam. Dirinya terus memperhatikan tata cara sholat Aisyah bagaimana. Alex merasa sedih belum bisa jadi imam yang baik untuk Aisyah, apalagi Aisyah sering sholat malam sendirian. Sekaligus juga merasa ia telah kehilangan tuhan semenjak ibunya meninggal dunia.
Setelah selesai mengadukan semua keluh kesahnya Aisyah lalu mendekati Alex dan mencium tangan pria itu dengan hikmat dan hormat.
"Hubby kalau mau tidur, tidur saja duluan. Aisyah masih mau murojaah" ucap Aisyah yang masih melihat Alex terjaga dari tidurnya
"Sayang, disini saja kalau mau mengaji" Alex tahu setiap Aisyah selesai sholat istrinya itu pasti akan mengaji dulu. Dan alex selalu diam-diam mendengarkan nya walaupun dengan pura-pura tertidur
Asiyah duduk di samping Alex lalu pria itu menjadikan paha Asiyah sebagai bantal nya
"Mengaji lah sayang? aku suka mendengar suara mu" ujar Alex lalu ia memejamkan matanya.
"Gak usah Hubby! Hubby mau Aisyah menyanyikan lagu sholawat."
"Boleh sayang." lalu Alex menaruh tangan Aisyah di kepalanya agar Aisyah mengelus-elus nya.
Aisyah menyanyikan sebuah lagu sholawat yang merdu membuat Alex tenang. Apalagi yang kurang dari Aisyah, selain cantik dan Sholehah suara nya juga sangat indah.
Alex sungguh benar-benar sangat beruntung mendapatkan Aisyah sebagai istrinya. Dirinya sangat berterimakasih kepada klever yang telah membuat wanita seperti Aisyah.