"Hentikan pernikahan ini! Karena wanita ini telah bermalam denganku, hanya aku yang berhak menikahinya!"
Bagaikan tersambar petir di siang bolong ketika seluruh para tamu undangan dan juga pihak kedua keluarga mendengar perkataan pria asing yang tiba-tiba hadir pada pernikahan Aisyah dan juga Zayyan.
Berawalan dari fitnah Aisyah harus menyandang status istri dari seorang pria asing, yang tak diketahui asal usulnya.
Siapa pria itu? Yuk, simak kisahnya hanya di Sajadah Cinta Untuk Tuan Lucas!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sajadah Cinta 26
Hari ini mansion Hosea mendadak begitu ramai, jauh dari kata menegangkan. Lucas meliburkan semua para pengawal, dalam arti mereka diperbolehkan untuk memakai pakaian bebas mereka di hari ini. Bahkan, Dini yang tak boleh berkeliaran di dalam mansion, hari ini juga diberi kesempatan untuk menikmati hari liburnya bersama dengan para pengawal lainnya.
Beberapa truk datang dan masuk ke halaman rumah hosea, Alex yang menerimanya. Lalu, Axel datang untuk memeriksa semua barang yang mereka terima. Ada banyak potongan dating dan beberapa buah serta sayuran. Truk yang lain, membawakan beberapa kotak kaleng minuman yang telah Lucas pesan untuk para pengawal dan pelayan mansion.
"Apa yang terjadi, selama aku bekerja di sini. Baru kali ini mendapatakan hari libur seperti mendapat berlian, begitu berkilau."Ucap salah satu pengawal yang sedang menikmati hari libur mereka di tepi kolam renang yang ada di halaman belakang mansion. Di sana juga ada Galih, tetapi tak terlihat adanya Lucas dan Aisyah.
"Tuan, memanggil saya?" Bu Num membungkuk di depan Galih, pria itu tersenyum.
"Aku melihat semua orang sedang menikmati hari libur mereka. Tetapi, aku tak melihat adanya Aisyah di sini? Bisakah, Bi Num memanggil Aisyah ke mari?"
Bi Num, ragu untuk mengiyakan hal itu. Karena, saat ini Lucas dan Aisyah sedang berada di dalam kamar dan tak turun sejak pagi tadi. Bahkan, mereka tak turun untuk sarapan. Untung saja, Galih hari ini sarapan di kamar, sehingga tak tahu jika Lucas dan Aisyah tak terlihat sejak dari tadi pagi.
"Bi...."
"Iya, Tuan. Bibi akan memanggil Nona Aisyah ke mari," ketika Bi Num, hendak pergi Aisyah sudah berada di belakang Galih.
"Ada apa Tuan mencari saya?" Aisyah bertanya sembari berjalan lebih dekat dengan pria itu. Galih langsung menoleh ketika mendengar suara Aisyah.
"Apakah kamu baik-baik saja? Aku tak melihat adanya kamu sejak dari tadi di sini?"Galih terlihat mengkhawatirkan Aisyah, wanita ini tersenyum kejut karena tak tega harus terus-menerus membohongi Galih.
"Saya hanya tak enak badan, Tuan. Maaf, jika membuat Anda khawatir akan hal itu,"ucap Aisyah, Galih menggelengkan pelan kepalanya jika dia tidak masalah dengan hal itu.
Di saat mereka berdua sedang berbicara, Lucas hadir di tengah-tengah mereka yang membuat semua orang terdiam. Terlebih lagi, Aisyah yang terlihat sedikit canggung berada di hadapan kakak beradik itu. Segera mengalihkan pandangan mereka semua.
"A-aku akan pergi melihat daging panggang,"ujar Aisyah yang langsung pergi meninggalkan tempat itu. Lalu, bergabung dengan Dini dan beberapa pengawal lainnya.
Dini melihat Aisyah yang menghampiri mereka semua dengan sengaja melemparkan botol di lantai keramik dekat kolam renang yang membuat wanita ini akan terjatuh. Hal itu tak luput dari pandangan Lucas dan Galih, yang mendadak membuat dia pria itu terkejut. Ketika Galih hendak ingin menolong dia sadar jika dirinya tak bisa berdiri.
Namun, Lucas dengan cepat berlari ke arah wanita itu. Lucas memeluk erat pinggang Aisyah menahan tubuh Aisyah agar tak terjatuh. Sementara Galih, melihat pemandangan itu dengan beribu pertanyaan yang muncul dibenaknya.
"Tuan, mereka sangat cocok bukan?"Galih menoleh mendengar ucapan Axel yang berbicara dengannya. Lalu, Galih mengerutkan keningnya entah karena ucapan Axel atau pemandangan di depannya yang begitu mengganggu.
Galih, memajukan kursi roda elektriknya ke arah Lucas dan Aisyah.
"Kamu tak apa-apa?"Galih bertanya, Lucas langsung melepaskan tangan di pinggang Aisyah.
"Aku tak apa, hanya tak sengaja menginjak kaleng bekas minuman,"jawab Aisyah yang melihat bekas kaleng yang sempat diinjak olehnya.
"Kenapa bisa ada kaleng di sini?" Lucas bertanya kepada semua para pengawal yang sudah menundukkan pandangannya karena takut.
"Dini! Bersihkan tempat ini, jangan biarkan sampah berserakan di mana-mana!"Galih berkata dengan suara yang tinggi yang membuat semua orang terkejut, karena Galih pertama kali berteriak dihadapan mereka semua.
Melihat suasana yang begitu menegangkan Alex langsung bergabung dengan mereka dan mencairkan suasananya.
"Ayo, kita makan daging panggang! Sepertinya ini sangat enak dan empuk,"ucap Alex, semua para pengawal menunduk sebelum kembali beraktivitas seperti sebelumnya.
"Berikan aku satu potong dagingnya, Aisyah!"Galih mengulurkan tangan ke arah wanita itu yang membuat Aisyah terkejut.
"Baik sebentar, Tuan." Aisyah segera meminta potongan daging kepada Alex dan pria itu memberikannya langsung pada Aisyah. Lucas tak bergeming ataupun mengatakan hal apapun lagi setelah kejadian barusan.
"Bisakah kamu menyuapi aku?"
Galih bertanya kepada Aisyah, wanita ini melirik ke arah Lucas, pria itu memberi izin sembari mengedipkan kedua matanya, yang membuat Galih juga melihat hal itu.
Galih tersenyum menerima satu persatu potongan daging kecil yang Aisyah suapkan ke dalam mulutnya dan itu membuat Galih senang atas perhatian Aisyah.
Lucas meraih botol wine yang ada di tangan Alex dan langsung meneguknya tanpa menuangkan ke dalam gelas lebih dulu. Alex membulatkan matanya melihat hal itu.
'Semoga saja turun hujan,sehingga tak membuat suasana begitu panas, syukur-syukur kalau mau salju sekarang!'batin Alex, yang mencoba berusaha menenangkan keadaan yang sedang tegang di sana.
Allah msh melindungi Aisyah & calon penerus Hosea sehingga dia pindah k penerbangan berikutnya d jam yg sm