Novel ini kelanjutan dari Transmigrasi Belvia season 1, diharapkan baca yang season 1 biar tahu alur ceritanya.
Dilarang keras untuk kopi paste ❗❗❗❗❗
Tidak menerima komen toxic... ❌❌❌🚫
Jadilah pembaca yang bijak....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erika Ponpon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
Marcel melihat anak perempuan satu-satunya dari tadi mondar-mandir kesana kemari,membuat dirinya bingung.
"Kamu kenapa? ada masalah? kenapa daritadi mondar-mandir Fre?" tanya Marcel.
Freya menoleh ke arah Marcel setelah itu menyengir kearah Marcel.
"Ini loh pah, Freya lagi nungguin chat dari Raya temannya Freya yang tadi main kesini, Freya khawatir kok dia belum juga chat dari tadi sore kalo udah sampai rumah" ucap Freya.
"Mungkin teman mu lupa memberi kabar Freya, berpikir positif saja dia baik-baik saja dan selamat sampai rumahnya, sudah sana lebih baik kamu tidur agar besok tidak terlambat masuk sekolah" ucap Marcel memberikan nasehat untuk Freya..
"Baik pah, papah juga tidur mama udah tidur tuh" balas Freya.
Saat Freya melangkahkan kakinya tiba-tiba dia mendengar ringisan suara dari Marcel.
Benar saja saat Freya menoleh ke belakang melihat Marcel yang sudah hampir jatuh memegang kepalanya.
"Papah" pekik Freya berlari menghampiri Marcel.
"Ssshhh... s-a-k-i-t kepala papah Frey" ringisan Marcel.
Freya memapah Marcel menuju sofa, Freya menyuruh Marcel untuk duduk.
"Duduk dulu pah, Freya mau bikin air hangat untuk papah sebentar" ucap Freya menyuruh Marcel untuk duduk.
Marcel masih tetap memegang kepalanya yang masih terasa sakit, beberapa menit kemudian seperti ada potongan adegan yang terlintas di otak memori Marcel.
"Aaarrrgh...ssssh...mama sshhh...bang Raka ssshh...Hana sshh...?" ucap Marcel dengan suara terbata-bata.
Pecahan bayangan memori masa lalu terlintas di otak Marcel. Freya berjalan menghampiri Marcel dengan membawakan secangkir air hangat untuknya.
"Pah, minum dulu ya" ucap Freya sambil menyodorkan secangkir air hangat kepada Marcel.
Marcel mendongakkan kepala dan menyipitkan matanya menatap Freya.
"Kamu siapa?" tanya Marcel.
Deg!
"Papah kenapa bilang seperti itu? ini Freya pah anak papah Marcel sama mamah Rachel" balas Freya ia bingung ada apa dengan Marcel kenapa tiba-tiba dia tidak mengenalinya.
"Marcel? siapa Marcel? kamu salah orang, nama saya bukan Marcel tapi Galang dan saya belum mempunyai anak apalagi menikah" jelas Galang.
Freya memundurkan langkahnya dan gelengan kepala kenapa bisa papahnya berkata seperti itu ada apa dengannya?.
Galang langsung bangkit dan berdiri melangkahkan kakinya keluar dari mansion, tatapan Freya masih kosong dia tidak tahu apa yang terjadi, Freya tidak tahu kalau papahnya sudah keluar dari mansion.
Galang terus saja melangkahkan kakinya berjalan di pinggir jalan ia mencari taxi untuk pergi dari sana.
"Ini bukan rumah gue, gue harus pergi dari sini" ucap lirih Galang.
Ingatan Galang kini sudah pulih semuanya Galang sudah mengingat tentang siapa dirinya dan siapa keluarga nya. Terakhir Galang ingat adalah ia sedang melakukan perjalanan bisnis ke Rusia dan setelah itu Galang tidak tahu apa yang terjadi kepada dirinya.
Galang mencegat taxi lewat dan membuka pintu mobil taxi, Galang memberitahu kepada sopir taxi untuk segera pergi ke mansion Hawthorne.
Sedangkan Freya masih mematung dengan pandangan yang kosong, dia belum sadar kalau papahnya sudah pergi dari sana.
Setelah perjalanan cukup memakan waktu 20 menit Galang sampai didepan gerbang mansion Hawthorne.
Saat itu sudah menunjukkan pukul 23:00 WIB malam, Galang turun dari taxi setelah membayar uang taxi beruntung di saku celananya ada sisa uang untuk membayar taxi.
Galang berjalan menuju gerbang mansion Hawthorne disana ada satpam mansion, satpam mansion yang tengah menikmati secangkir kopi sambil menonton televisi di kejutkan oleh sosok majikannya yang telah lama meninggal.
"Pak tolong buka gerbangnya" pekik Galang kepada satpam mansion.
Glek!
"SETAN" teriak satpam mansion mata melotot menatap Galang di balik gerbang mansion.
"Saya bukan setan pak, saya Galang pak ayo buruan buka gerbangnya" balas Galang.
"Den Galang? bukannya den Galang sudah meninggal terus kamu siapa? arwahnya den Galang? kenapa baru muncul sekarang kalo arwahnya den Galang, eh tunggu kalo setan kenapa gak nembus gerbang saja daripada nyuruh buka gerbang" gumam satpam.
"Pak, ini saya Galang bukan setan kalo bapak nggak percaya coba lihat kaki saya masih ada tidak kalo gak ada kakinya berarti saya setan pak kalo masih ada saya manusia pak, tolong pak buka gerbangnya" pinta Galang kepada pak satpam.
Satpam mansion langsung menghampiri gerbang mansion dengan langkah ragu-ragu. Satpam langsung membuka gerbangnya dan menatap ke arah kaki Galang, benar masih ada kaki dan kakinya bisa menginjak tanah.
"Jadi beneran ini den Galang?" mata pak satpam membulat benar-benar tidak menyangka majikannya yang di anggap hilang dan meninggal itu pulang sendiri ke rumah benar-benar keajaiban dari Tuhan.
"Benar pak saya Galang anaknya mama Lika dan papa Dekkan" ucap Galang.
"MasyaAllah den Galang udah pulang pasti nyonya Lika dan tuan besar Brivan senang melihat den Galang pulang, ayo masuk den" kata pak satpam dengan hati yang senang melihat majikannya telah pulang ke rumah.
"Makasih pak" balas Galang.
"Sama-sama den".
Galang pun menganyunkan kakinya masuk kedalam mansion, suasana mansion sangat sepi bagaimana tidak Hana dan Raka sudah mempunyai rumah sendiri dan jarang berkumpul di rumah mama Lika, di rumah ini hanya ada Lika, Brivan dan beberapa pekerja lainnya.
Saat Galang melangkahkan kakinya ke anak tangga tiba-tiba ia dikejutkan oleh suara teriakan bibi Monah.
"SETAN" teriak bibi Monah yang masih memakai masker dan daster berwarna merah.
Galang pun sama terkejut melihat bibi Monah ia juga mengira bibi Monah adalah kuntilanak.
"Kuntilanak" pekik Galang.
Ceklek!
Brivan dan Lika yang belum tidur masih berada di kamar mereka, langsung keluar dari kamar gara-gara mendengar teriakan orang.
"Bi, ada ap-
Ucapan Lika seketika berhenti dan mematung melihat sosok Galang tengah berdiri didepannya. Brivan belum menyadari kalau di lantai bawah ada Galang.
Brivan mengernyitkan dahi melihat istrinya hanya diam saja dan pandangannya lurus ke depan. Brivan pun langsung berjalan menghampiri istrinya yang tengah bengong.
"Sayang ada apa hm?" tanya Brivan.
Lika tidak menjawabnya hanya menunjuk kearah Galang, Brivan pun langsung mengikuti arah yang di tunjuk oleh Lika.
Deg!
"Galang" cicit Brivan shock melihat Galang berdiri didepan mereka.
Lika berjalan menghampiri Galang yang tengah menatap mamanya, Brivan pun mengikuti langkah kaki Lika.
Seketika Lika langsung berhamburan memeluk Galang dan tangisan Lika pecah seketika.
"Hiks ... akhirnya anak nakal mama pulang juga, mama yakin kalo anak mama masih hidup, terima kasih Tuhan" ucap Lika menangis didekapan Galang.
Brivan ikut menangis betapa bahagianya melihat Lika bertemu dengan anaknya yang selama ini menghilang dan dinyatakan meninggal dunia.
Bibi Monah yang tadinya tidak percaya lama-lama ikut merasakan bahagia melihat majikannya bertemu dengan anak kandungnya.
"Mah, Galang kangen mama hiks...maafkan Galang mah udah pergi lama meninggalkan mama hiks" ucap Galang yang ikut meneteskan air matanya.
Lika merenggangkan pelukannya dan menatap wajah tampan Galang lalu Lika menyeka air mata Galang, betapa bahagianya dirinya malam ini, do'a yang selama ini Lika panjatkan kepada Tuhan akhirnya Tuhan mengabulkannya.
"Mama juga kangen sama kamu nak, kamu kemana saja selama ini hm? mama khawatir sama kamu Galang, mama tidak percaya kalo kamu sudah meninggal kata hati mama kamu masih hidup dan suatu saat pasti kamu akan kembali ke rumah ini dan Alhamdulillah Tuhan mengirimkan kamu pulang kerumah, mama sangat bahagia sekali sayang" papar Lika menangkup kedua pipi Galang.
"Galang juga kangen banget sama mama, maaf udah bikin mama khawatir atas menghilangnya Galang mah, Galang udah kembali lagi ke pelukan mama, Galang janji Galang tidak akan menghilang lagi mah, mamah jangan menangis lagi ya nanti Galang ikut menangis" Lika langsung menganggukkan kepalanya.
"Son, kamu tidak kangen sama daddy Brivan hm? apa kamu hanya kangen sama mama mu saja? mau peluk daddy gak?" suara berat Brivan mengalihkan perhatian mereka berdua.
Galang langsung menyambutnya dengan penuh senyuman, Brivan langsung merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Galang.
"Peluk daddy kamu nak" bisik Lika.
Galang pun langsung lari ke arah Brivan, Galang langsung memeluk Brivan pemandangan yang langka ini di lihat oleh beberapa para maid dan para pekerja lainnya.
"Akhirnya anak nakal kembali juga, daddy kangen banget sama kamu Galang, apalagi adik dan abang kamu Hana dan Raka mereka jarang main kesini semenjak kamu tidak ada" ucap Brivan melepaskan pelukannya.
"Benarkah dad?" Brivan langsung menganggukkan kepalanya.
"Kalo begitu kita harus menyuruh mereka untuk datang kesini dad, tapi jangan bilang kalo ada aku dad biar surprise gitu gimana dad?" tanya Galang.
"Boleh juga, besok kita suruh mereka berkumpul di sini kalo tidak daddy akan mengancam mereka, pasti mereka langsung datang ke sini" sambung Brivan.
"Baiklah dad, mah besok suruh para maid masak yang banyak dan yang enak karena besok akan ada perkumpulan keluarga besar" pinta Galang kepada Lika.
"Baiklah sayang, besok mama akan meminta kepada para maid" balasnya.
'Makasih ya Tuhan kau sudah mempertemukan anak kami' ucap Lika dalam hatinya.
tetap semangat dan sukses buat semua karya" nya kak .ganbate sukses selalu kak 💪💪