Anis Amanda, wanita yang berstatus istri yang mempunyai paras yang cantik harus mengalami penghianatan, yang di lakukan oleh suami dan juga adik sepupunya, Hendra dan Tia. Anisa akan membalas semua penghianatan suami dan adik sepupunya.
fras Ramadhan adalah seorang duda tampan menjadi juru parkir, yang bertemu dengan Anisa tanpa sengaja, siapa sangka fras Ramadhan yang seorang juru parkir adalah salah seorang pengusaha sekaligus CEO perusahaan bintang group yang sangat sukses, pertemuan yang tidak sengaja itu menyebabkan masalah baru bagi Anisa dan menumbuhkan benih cinta di hati fras kepada Anisa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RUKMINI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
panggilan MAS untuk Fras
Pelan-pelan Anisa membuka matanya, Anisa memegang kepalanya dan merasakan sakit yang luar biasa. Saking sakitnya Anisa berteriak cukup keras dan membuat Fras melihat ke arahnya.
"Aarrgghh, sakit" ujar Anisa
Fras yang mendengar itu langsung datang menghampiri Anisa dan menutup panggilannya.
"Anisa Kamu tidak apa-apa?" Ujar Fras yang merasa khawatir dengan keadaan Anisa.
Ketika mendengar pertanyaan dari Fras, Anisa langsung menyebut Fras dengan sebutan ' mas' yang mampu membuat Fras melongo seketika.
"Kepala ku sakit mas" ujar Anisa kepada Fras
Loh kok dia manggil Aku dengan sebutan mas, apa jangan-jangan ini efek dari kecelakaan itu?
Fras bertanya-tanya dalam hatinya sendiri, jujur ada rasa bahagia ketika Anisa memanggil dirinya dengan sebutan itu. Tapi Fras sadar ini hanyalah sementara dan ketika ingatan Anisa kembali Fras harus menelan kepahitan lagi.
"Mas kok diam aja, kepala ku sakit ini" ujar Anisa
Fras yang masih melamun di kagetkan dengan suara Anisa yang sedikit melengking di telinganya, karena dia tidak tahan dengan rasa sakit itu.
"Eh i_iya, Aku panggil dokter dulu ya" ujar Fras
"Gak usah mas, tolong pijat pelan kepala ku mas nanti juga sakitnya hilang" ujar Nurul
Fras merasa kikuk mendengar keinginan dari Anisa, mau tidak mau Fras menurutinya daripada Anisa terus menjerit kesakitan karena sakit yang dia rasakan.
Tangan Fras perlahan memijat kepala Anisa dengan lembut, membuat dada lelaki itu berdebar tidak karuan. Saking deg-degannya Fras langsung memegang dada bidangnya.
"Apa yang telah terjadi, kenapa jantung ku berdebar kencang seperti ini" ujar Fras dalam hati.
"Mmm Nisa Aku mau panggil dokter dulu ya" ujar Fras dengan buru-buru Fras berdiri hendak memanggil dokter, namun di tahan oleh Anisa dengan menarik lengan Fras.
Deg!! Deg!! Deg
Jantung Fras semakin berdebar apalagi saat lengan Anisa menyentuh lengan Fras, ini kali pertama mereka melakukan kontak pisik.
Kulit Anisa yang terasa dingin menempel di lengan kekar Fras, secara refleks Fras berhenti dan menghampiri Anisa kembali.
"Ada apa? Aku mau memanggil dokter sebentar, nanti Aku kembali lagi" ujar Fras berusaha meyakinkan Anisa.
"Aku tidak mau, Aku tidak butuh dokter. Yang Aku butuhkan saat ini hanya Kamu suamiku" ujar Anisa yang masih dalam keadaan lemah.
"A_apa, tapi Aku buk_" ujar Fras gelagapan
Ternyata efek dari kecelakaan itu membuat Anisa berubah, dia hanya mengingat dengan Fras, yang hanya beberapa kali bertemu.
Yang membuat Fras bingung kenapa Anisa menyangka kalau dia itu adalah suaminya, membuat hati Fras bimbang dan ada bahagianya juga.
"Anisa tolong Kamu nurut dengan perkataan say_"
Lagi-lagi Fras di buat berdebar dengan perlakuan Anisa, kali ini lengan Fras di tarik oleh Anisa. Walaupun tubuhnya sedang melemah tapi tarikan itu cukup kuat, bagi Fras yang tidak siap, dia langsung terjatuh dan memeluk Anisa.
Bayangkan posisi terjatuhnya Fras itu berada di atas tubuh Anisa, dan membuat wajah mereka saling bertemu antara Fras dan Anisa hanya berjarak 3cm saja.
"Astaga, kenapa dia cantik sekali walaupun sedang dalam keadaan sakit seperti ini" monolog Fras.
Kini Anisa tersenyum manis di hadapan Fras, membuat hati Fras melayang melihat kecantikan Anisa yang natural tanpa polesan make up.
" astaga godaan apalagi ini, ingat Fras dia masih menjadi istri sah orang lain"
Fras terpana dan benar-benar hilang fokus saat berada di dekat Anisa.
Hingga Aldi datang dan masuk tanpa mengetuk pintu ruang Anisa, Aldi yang melihat adegan antara Fras dan Anisa yang saling bertindih refleks menutup kedua matanya dengan tangan sendiri.
Ceklek!!!!!
"Ah astaga bos " ujar Aldi yang baru datang karena kaget melihat posisi bosnya yang seperti itu.
Fras yang menyadari kedatangan Aldi langsung turun dari tubuh Anisa, namun Anisa hanya tersenyum melihat tingkah Fras yang salah tingkah sambil menggaruk kepalanya yang terasa tidak gatal.
" Ekhem Kamu kenapa tidak mengetuk pintu dulu Aldi" ujar Fras yang berusaha mengendalikan rasa nervous nya.
"M_maaf bos saya tidak tahu kalau bos sedang_" ujar Aldi yang langsung tersenyum karena salah paham.
"Sedang apa! jangan berfikir yang tidak-tidak Kamu salah paham" ujar Fras yang tau jalan pikiran Aldi yang berfikir kemana-mana.
"Tidak salah paham juga tidak apa-apa bos, buat bos mah bebas" ujar Aldi yang terus meledek bosnya.
Fras yang merasa sedang di ledek hanya mampu menatap Aldi dengan sangat tajam, ingin rasanya Fras menutup mulut Aldi dengan bogeman yang akan di layangkan oleh Fras. Tapi Fras harus bersabar menahannya karena dia sedang bersama dengan Anisa sekarang.
"Aldi tolong Kamu panggilkan dokter dan beritahu kalau Anisa sudah sadar" titah Fras
"Siapa laksana tuan bos ku" ujar Aldi
Aldi pun pergi meninggalkan Fras dan Anisa , untuk memanggil dokter.
5 menit kemudian dokter pun datang, dia langsung memeriksa dan mengecek kondisi Anisa saat ini.
" perkembangan Bu Anisa sekarang jauh lebih baik, tapi dia masih harus tetap berada di rumah sakit ini untuk mendapatkan pemeriksaan" ujar dokter
"Kapan Saya akan bisa pulang dok" ujar Anisa
"Kalau tubuh mbak Anisa sudah stabil anda bisa pulang secepatnya" ujar dokter
"Oh begitu ya" ujar Anisa
"Iya seperti itu, kalau begitu saya permisi" ujar dokter berpamitan.
Dokter pun keluar dari kamar rawat Anisa, dan di susul dengan Fras yang ingin menanyakan tentang ingatan Anisa yang bermasalah.
"Aldi tolong Kamu jaga Anisa dulu, saya mau ke luar sebentar" ujar Fras
"Ok bos"
"Mas Kamu mau kemana?" Ujar Anisa
"Aku mau keluar sebentar sayang, tidak lama nanti Aku ke sini lagi" ujar Fras yang dibalas oleh anggukan Anisa.
Aldi yang mendengarkan percakapan mereka berdua seketika terpaku oleh kata panggilan keduanya.
"Apa Aku sedang bermimpi" ujar Aldi lalu mencubit pipinya dengan sedikit keras untuk memastikan kalau dia tidak sedang bermimpi.
"Arrrrghh, ternyata Aku sedang tidak bermimpi bagaimana bos bisa, ya sudahlah nanti Aku akan minta penjelasan sama si bos" ujar Fras sambil menatap wanita yang ada di depannya.
Di luar Fras sedang berlari mengejar sang dokter untuk meminta penjelasan tentang Anisa.
"Dokter, dokter tunggu" ujar Fras yang berlari sambil ngos-ngosan.
"Ada apa pak, apa ada yang bisa kami bantu?" Ujar dokter
"Begini dok saya mau menanyakan tentang Anisa, kenapa dia bisa bilang kalau saya ini sua_"
Hampir saja Fras keceplosan dengan pertanyaan nya barusan, bahwa dia sudah terlanjur bilang kepada dokter kalau dia adalah suami dari Anisa. hanya karena untuk ingin mengetahui keadaannya.
"Kenapa pak?" Tanya dokter kembali
"Ah tidak dok, maaf kalau sudah mengganggu waktunya. Kalau begitu saya permisi" ujar Fras
/Slight//Slight/