Berliana, seorang polisi wanita yang harus berpura-pura mencintai seorang buronan bernama Gabriel.
Saat akad nikah, polisi datang untuk menangkap Gabriel.
"SEENGGAKNYA GUE HANYA PENJAHAT BUKAN PENGKHIANAT SEPERTI LO! YANG MENJADIKAN CINTA SEBAGAI MAINAN," ucap Gabriel dengan menahan amarah yang berkecamuk di hatinya.
"Aku memang jahat, tapi apa yang kau buat ini lebih jahat. Aku yang bersalah, kenapa hatiku yang kau hukum?" tanya Gabriel dengan mata berkaca.
Mama mohon baca setiap bab tanpa menunggu tamat. 🙏🙏
Terima kasih.
Note : cerita hanya fiksi belaka, apa bila ada kesamaan kejadian atau tempat hanya kebetulan belaka. 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26. Menikahlah Denganku!
Setelah dari rumah sakit, Gabriel membawa putrinya Nicole ke toko mainan. Dia ingin membelikan putrinya semua mainan yang diinginkan.
"Bang, mainan Nicole sudah sangat banyak. Untuk apa beli lagi," ucap Berliana.
"Tak apa, Berli. Itu agar Nicole bahagia. Bukankah kita harus membuat dia bahagia agar imun tubuhnya bagus," ujar Gabriel. Berliana terdiam mendengar alasan yang diutarakan Gabriel.
Gabriel membawa Nicole ke toko mainan yang ternama di kota itu. Dia tampak antusias melihat toko mainan yang sangat besar dan lengkap itu.
Nicole langsung terpesona dengan pemandangan yang ada di depan matanya. Dia merasa seperti berada di surga untuk anak-anak. Dalam toko itu, tersedia berbagai jenis mainan, dari boneka hingga mobil-mobilan, dari permainan edukatif hingga permainan aksi.
"Wow ... Papi, lihat semua mainan di sini!" Nicole berteriak dengan gembira.
Gabriel tersenyum dan mengangguk, "Ya, memang banyak mainan di sini. Mari kita lihat-lihat apa yang kamu suka."
Nicole dengan cepat berlari ke rak-rak mainan dan mulai memilih beberapa di antaranya. "Papi, aku mau boneka itu, dan mobil-mobilan itu, dan permainan puzzle itu!" katanya sambil menunjuk beberapa mainan.
Gabriel segera memberinya mainan yang diinginkannya dan meminta Nicole untuk meninjau mainan lainnya. Setelah Nicole puas melihat semua mainan, Gabriel mengajaknya untuk duduk di sudut khusus anak-anak untuk bermain.
"Nicole, kenapa minta beli mainan sebanyak itu, Sayang? Bukankah mainan kamu sudah sangat banyak?" tanya Berliana.
Nicole hanya terdiam dan menunduk karena takut dengan Berliana. Gabriel melihat itu langsung memeluk putrinya.
"Tak apa, Sayang. Papi memang ingin membeli kamu banyak mainan," bujuk Gabriel.
Nicole kembali tampak bahagia mendengar ucapan papinya. Dia sangat senang menghabiskan waktu di sana, bermain dengan mainan-mainannya yang baru. Dia bertanya kepada Papinya apakah dia akan membawanya ke sana lagi nanti.
Tapi Gabriel tersenyum lebar dan menjawab, "Tentu saja, kita bisa datang ke sini lagi kapan saja kamu mau, Nicole."
Nicole merasa sangat bahagia karena dia memiliki Papi yang memahami betapa pentingnya peran mainan dalam hidupnya. Dia sangat berterima kasih kepada Papinya dan berjanji akan merawat mainan-mainannya dengan baik.
Setelah mereka selesai bermain, Gabriel membawa Nicole keluar dari toko mainan. Tapi, sebelum mereka pergi, Nicole menyadari bahwa dia memiliki banyak sekali mainan untuk dibawa pulang.
"Terima kasih, Papi. Aku sangat bahagia karena memiliki semua mainan seperti temanku di kampung." Nicole berucap dengan senyum semringah.
"Sama-sama, Sayang. Papi senang melihat kamu yang tersenyum bahagia begini," ucap Gabriel dengan suara lembut.
Berliana hanya diam, tidak berani menjawab. Dia takut salah menjawab. Dan itu akan membuat Gabriel marah.
Sampai di apartemen, Nicole yang tertidur dalam mobil langsung di bawa masuk ke kamar. Dengan penuh kasih sayang Gabriel meletakan tubuh Nicole di atas tempat tidur. Sebelum keluar dari kamar, pria itu mengecup dahi dan pipi gadis ciliknya.
Gabriel melihat Berliana di dapur. Entah apa yang sedang wanita itu lakukan. Sepertinya sedang menyiapkan semua bahan-bahan untuk memasak.
Dengan langkah pelan, Gabriel menghampiri ibu dari putrinya itu. Tanpa di duga pria itu langsung memeluk pinggang Berliana dan menyandarkan kepalanya di bahu sang wanita.
"Berli, menikah denganku. Semua ini demi Nicole," ucap Gabriel dengan suara pelan.
Berliana melepaskan pelukan Gabriel. Sebenarnya jantung wanita itu berdetak lebih cepat saat tangan kekar sang pria memeluknya. Dia menarik napas dalam.
"Bagaimana tunanganmu itu, Bang?" tanya Berliana dengan suara gugup.
Tanpa Berliana duga lagi, tubuhnya diangkat ke atas meja makan. Gabriel lalu menenggangkan kedua kaki wanita itu. Dia lalu berdiri di antara kedua kaki Berliana. Sangat dekat dan intim, membuat jantung Berliana makin berpacu dengan cepat.
"Aku akan selesaikan urusan dengannya. Kita menikah siri terlebih dahulu, biar cepat. Biar bisa memberikan adik Nicole dalam waktu singkat," ucap Gabriel.
Wajah Berliana memerah mendengar ucapan Gabriel. Bagaimana bisa pria itu dengan santai mengatakan akan memberi adik buat Nicole.
"Apa Abang yakin dengan pernikahan akan dapat memberikan Nicole adik secepatnya?" tanya Berliana dengan suara gugup karena Gabriel makin merapatkan tubuhnya.
"Apa kamu lupa jika aku ini pria yang perkasa, satu malam saja melakukan hubungan denganmu dapat membuahkan hasil yang sangat baik, Nicole. Apa lagi nanti setelah nikah, kita bisa melakukan berapa kali pun dalam sehari," ucap Gabriel.
Wajah Berliana tampak makin memerah menahan malu mendengar ucapan Gabriel. Pria itu tersenyum melihatnya. Wajahnya makin di dekatkan ke Berliana, hingga deru napasnya bisa dirasakan. Bau tubuhnya yang wangi makin tercium di hidungnya.
"Apakah kamu mau menikah denganku, Berli?" Kembali Gabriel bertanya.
Berliana seakan terhipnotis dengan ucapan dan pesona pria itu, sehingga tubuhnya terasa kaku dan bibir terasa kelu. Dia hanya bisa menjawab dengan anggukan kepala. Melihat reaksi wanita itu, Gabriel tersenyum.
"Terima kasih, Sayang. Apa malam ini kita langsung praktik membuat adik untuk Nicole," bisik Gabriel.
Berliana langsung melayangkan tinjunya ke lengan Gabriel mendengar ucapannya. Sehingga pria itu menjadi tertawa terbahak.
"Besok kita langsung menikah, biar bisa secepatnya memberikan adik untuk Nicole," ucap Gabriel lagi. Sepertinya pria itu senang membuat Berliana gugup dan malu.
"Berli, aku tak peduli jika kamu terpaksa menikah denganku karena Nicole, tapi akan aku buat kamu menerimaku dengan tulus. Aku akan buat kamu jatuh cinta padaku. Akan aku buktikan padamu dan pada semua jika aku pantas menjadi suamimu. Aku janji akan menjadi suami dan papi yang baik dan dapat dibanggakan," ucap Gabriel dalam hatinya.
...----------------...