Karena sebuah kesalahpahaman membuat Arif jadi membenci Rara, beberapa tahun mereka berpisah akhirnya keduanya kembali di pertemukan lagi, namun rasa benci arif semakin bertambah, tatkala orangtua nya memaksa diri nya untuk menikahi rara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Babu
"kau fikir apa? aku hanya ingin memasang seatbelt mu, dari tadi aku sudah menyuruhmu memakainya tapi kau tak menghiraukannya" ucap arif.
selama perjalanan rara hanya terus melamun, sesekali arif mencuri pandang ke arah rara
"sudah sampai" ucap arif.
rara menolehkan kepalanya ke arah arif
"lebih baik aku pulang saja, lagi pula aku tidak pantas berada di sini" ucap rara dengan wajah sendu, iyya hendak membuka pintu mobil dan hendak pergi namun arif dengan cepat menarik lengannya.
"kau pikir aku mengajakmu kesini untuk apa?
kau pasti berharap aku akan membelikanmu gaun mahal kan, asal kau tahu tubuhmu sama sekali tak ada pantas-pantasnya memakai gaun mewah, lagi pula aku mengajakmu kesini untuk menjadi babuku, karna menurutku kau pantas menjadi babu" ucap arif dengan nada sinis.
"sebenarnya apa yang kau inginkan dariku, kenapa kau jadi superti ini, kenapa kau selalu menghinaku" ucap rara disertai bulir air mata.
"cihh, kau pikir aku akan terpengaruh dengan air mata buayamu itu, lebih baik diamlah dan ikut aku, atau kalau tidak aku akan memecatmu" ucap arif dengan nada ancaman.
"seketika rara terkesiap mendengar ucapan arif, iyya tidak mau di pecat, karna ayahnya membutuhkan biaya operasi untuk ginjalnya, ya kemarin ibunya menelpon bahwa ayahnya harus segera di operasi.
aku harus bertahan demi ayah, aku tudak perduli seberapa banyak kau menghinaku yg aku butuhkan saat ini adalah pekerjaan, batin rara
" cepatlah" teriak arif
kini 2 jam telah berlalu, rara sangat lelah karna dari tadi megikuti arif berkeliling dan membawakan barang-barang yg telah di belinya, arif tanpa perasaan pergi kerestoran tanpa menagajak rara untuk bergabung, Dan di sana ternyata di sana ada celsea teman arif bersama egi.
"hei kacung kemarilah" ucap celsea namun rara tak menghiraukannya karna namanya bukan kacung.
"jika dalam hitungan ke 3 kau tak kemari aku akan segera memecatmu" teriak arif, rara terkesiap mendengar ucapan arif, sebenarnya rara sangat muak melihat mereka semua, namun mau tidak mau iyya harus kesana.
"ehh, yang nyuruh kamu duduk siapa" ucap egi
"maaf saya sangat lelah, jika kalian semua keberatan baiklah saya akan berdiri" ucap rara dengan seutas senyum yg di paksakan.
"ini, aku harap nanti malam kau memakainya" ucap celsea dengan tersenyum licik.
"apa ini? kenapa saya harus memakai baju badut ini? saya tidak mau, kalian pikir saya apa? ucap rara emosi.
" arif, kau dengar kacungmu ini, sepertinya dia harus di pecat" ucap celsea dengan nada manjanya.
ketika arif hendak menjawabnya rara segera menyela ucapannya.
"ba...baiklah saya akan memakainya" ucap rara
"baiklah, karna kau setuju kami menantikan pertunjukan yang menarik darimu, karna kau memang pantas jadi penghibur untuk kami semua" ucap arif dengan menatap rara dengan tatapan yg tak bisa di baca. seketika rara, terhenyak dengan ucapan arif, tanpa terasa air matanya menetes, Dan arif melihatnya, dengan tatapan yg sangat dalam.
"baiklah, kalau begitu sebaiknya kau pulanglah, persiapkan dirimu untuk menghibur kami semua, barang-barangnya kau simpan saja di kursi itu" ucap arif yg terus memperhatikan rara.
"baiklah, kalau begitu saya permisi dulu" ucap rara yg terus-menerus menundukkan kepalanya.
arif terus saja memperhatikan rara sementara celsea dan egi nampaknya acuh tak acuh
terus semangat buat novel,,ku doain semoga nanti jadi penulis terkenal 🥰
Lea minta maaf ya...
kangen selalu sama kalian...