mengisahakan perjalanan seseorang yang bernama Atika yang berkuliah diluar negri.
bagamana ceritanya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurpadillah Ramadani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS.25 SMP
"Ilham?.... Ilham siapa?"
"Astaga..... Penyakit lo kenapa sering kambuh lagi sih?" Atika merasa geram, melihat Mahar yang selalu melupakan sesuatu.
"Apaan sih Tika, memang benar, gue gak ingat sama sekali yang namanya Ilham" sambil berjalan mengambil telfon genggamnya yang ada di atas nakas, lalu berjalan menuju sofa yang diduduki Atika.
"Huft.... Sabar Tika, pasti ini cobaaan buat lo," umpatnya dalam hati, seraya mengusap dadanya.
"Jadi ilham itu siapa?"
"Lo, masa lupa sih?" Atika bertanya karena merasa kebingungan, harus mulai dari mana ceritanya. Lalu Atika berbalik kearah Mahar, memfokuskan padangannya agar mahar cepat mengingat kembali, Ilham itu siapa.
"Ilham itu, cowok yang pernah nembak gue."
"Lo udah ingat?" melihat wajah mahar yang masih kebingungan, Atika seketika pasrah dan baginya dia harus menceritakan semuanya walau cerita itu sedikit
menyesakkan.
"Awalnya gue tolak, tapi lama kelamaan terbuai juga. Entah karena perhatiannya atau prilakunya yang sering dia munculin, kalo sama gue."
Flashback on
"Atika kamu mau jadi pacar aku gak?" Atika seketika terkesiap, tidak ada angin, badai, hujan, topan, atau apalah. Malah disiang bolong kaya gini, orang yang tidak dikenali Atika sama sekali langsung mengungkapkan perasaannya, di parkiran sekolah.
"Ha? Ya kali tiba-tiba. Mungkin dia kesambet panasnya matahari jadi ngaur kaya gitu," umpat dalam hati Atika. Ia tidak tau harus mengatakan apa. Bingung! Pasti ia sangat kebingungan, karena ini pengalaman pertamanya ada seseorang mengungkapkan perasaannya.
"Em..... Maaf, aku belum bisa terima. Aku aja belum kenal kamu siapa? Jadi maaf yah, aku belum bisa." sambil menepis tanganya dengan lembut, lalu tersenyum kearah Laki-laki itu.
"Nanti seiring berjalannya waktu, pasti kita bisa saling kenal, tolong terima aku!" sekali lagi dia memegang tangan atika, sambil memohon. Entah apa yang ada dipikirkannya, sampai memohon kepada Atika untuk menerimanya. Tetapi Atika tetap kekeh menolaknya.
"Maaf, jika kamu ingin aku menerimamu. Biarkan aku mengenalmu terlebih dahulu barulah disitu aku akan mempertimbangkan menerimamu atau tidak" sambil menipis tangan laki-laki yang ada dihadapannya. Sekali lagi Atika menepisnya dengan lembut dan menyeliokan senyum kecil. Lalu berlalu pergi dari parkiran.
****
Atika memutuskan balik lagi ke sekolah untuk meminta pendapat kepada Dinda. Karena Adinda lah tema terdekat Atika saat SMP.
"Din. Tadi ada orang yang ngungkapin perasaannya ke gue. Din gue harus gimana ini" Atika terlihat panik, karena takut laki-laki yang ia tolak bakal marah.
"Terus lo jawab apa?" tanya Dinda sambil terus memasukkan makanan yang ada di hadapannya.
"Gue bilang mau mengenal dia dulu, setelah itu, baru mutusin terima atau gak. Gue aja gak kenal dia, gimana mau terima" Atika kesal, kenapa harus orang yang tidak ia kenali, yang mengungkapkan perasaannya ke dia.
"Kalau gitu tolak aja" dengan masih melanjutkan makannya. Atika yang mendengar ucapan Dinda dengan begitu santai nya hanya terperangah, tidak mengeluarkan suara apa-apa lagi.
Yah, itulah Dinda, cewek yang selalu menolak semua orang yang mengungkapkan perasaannya kepadanya. Mungkin sudah ada ratusan orang yang ia tolak. Cara nolaknya pun juga terbilang sangat singkat, padat dan jelas. Ia kadang mengucapkan "Aku gak suka, karena kamu jelek" dan yang paling sering "Aku itu gak mau pacaran. Ribet" dan jika ada yang memaksa pasti dia meminjam nama kakaknya untuk menolak seseorang. Segitu gak maunya pacaran. Entah orang seperti apa yang diharapkan Dinda untuk menemaninya kelak nanti.
"Enak aja. Dia itu orang yang pertama kali ngungkapin perasaannya ke gue, masa iya langsung gue tolak mentah-mentah. Kan sayang"
"Eh kamu belum pernah ngerasain pacaran yah!. Pacaran itu susah, larang sini, larang situ, jangan ini, jangan itu, banyak lah. pokoknya super duper ribet. Mending cari boyfriend yang bar bar. uyyy itu baru seru" Ucapnya dengan senyum semringai.
Karena Dinda murid pindahan dari luar kota, dan baru sekolah disini hampir satu tahun. Ia pindah pada saat kelas 2 semester 2 dan sekarang sudah kelas 3 semester satu. Dia tidak hanya berteman dengan teman Atika, tapi dia lebih dekat dengan Atika untuk saat ini, sebagai teman bertukar ceritanya.
"Ah, elo. Gue minta pendapat malah penolakan yang gue dapat," ucap Atika dengan memayunkan bibirnya.
"Eh, Gue cuman kasi pendapat Tika. Kalau pacaran itu, ribetnya minta ampun. Jadi bagi gue, mending langsung tolak aja. Kalau susah buat tolak, lo bisa pinjem nama abang gue kok, ntar gue kasi fotonya." berbalik kearah Atika sambil merogoh tas yang ada disampingnya, lalu menyodorkan sebuah foto laki-laki.
"Gantengkan. Lo bisa pinjem kok, gratis" memperlihatkan semua foto laki-laki yang ia sebut sebagai abang, yang selalu ia puji karena ganteng, padahal biasa saja bagi Atika.
"Gue bukan lo, yang bisa pinjem nama orang yah, buat dijadikan tameng"
"Gue juga punya kali kakak, lebih ganteng diri kakak lo malahan."
"Lo punya kakak?"
"Punya lah"
"kok lo gak pernah cerita?"
"Lo tuh yang gak pernah nanya!"
"Ah, iya yah. Gue baru tau kalo lo punya kakak. Hehehehe."
"Gimana lo bisa tau. Lo aja gak pernah kerumah gue. Terus gue itu gak suka cerita tentang kakak gue, karena dia itu punya kehidupannya masing-masing" sambil meneguk minuman yang sempat tadi ia pesan.
"Gimana mau pergi alamat rumah lo aja gue gak tau"
"Lo kan gak pernah nanya. Terus, lo mana bisa juga pergi kerumah gue, Ekskul lo aja ada di setiap waktu. Lo gak capek apa?"
"Gak lah. Bagus malahan itu, gue gak jadi anak rumahan kaya lo"
"Lah, emang gue anak rumahan?"
"Emang iya. Gue lebih suka ngikut ekskul karna, seperti anak yang bebas. Gak dikekang di dalam rumah terus, makanya gue ambil ekskul banyak"
"Ah lo itu mah kebia---"
"Astaga gue lupa ada ekskul. Udah telat ini. Mati gue Tika. Lo sih ngajak ngobrol, kan jadinya telat gini." Dinda langsung berdiri lalu bergegas mengambil tasnya,dan berlari menuju ke arah pelatihan bola volly.
"Lo bayarin makanan gue dulu yah. Bay sayange" teriak Dinda saat berbalik kearah Atika dan memberi kiss bye.
"Astaga tuh anak orang. Bener, bener."
Atika terpaksa membayar makanan dinda yang lumayan banyak dan juga minumannya sendiri.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Assalamu'alaykum
yuhu,,,,,, baru bulik niey. jangan lupa tinggalin jejak yah bagi yang sudah baca. Sayange semua 😘.
tinggalin jejak jg di Novelku yaa ASIYAH AKHIR ZAMAN 🥰
cinta pak bos hadir😘
mampir yuk kak
semangat teruss💪
jangan lupa mampir yaa ke karya ku yang berjudul My bad boy friend yaahhh terima kasih
salam dari
jodoh yang tertunda
cinta dalam ikhlas
salam manis dari JUST TO MET😘
Boleh banget mampir "AJARI AKU MENCINTAIMU DENGAN IMAN"
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
mampir balikk ke novel ku ya.
mampir juga ya ke novel ku
Salam "Kasih Yang Tertunda & Detektif Cinta Anti Cinta"