NovelToon NovelToon
Hidup Di Tubuh Wanita Lemah

Hidup Di Tubuh Wanita Lemah

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Anak Yatim Piatu / Mengubah Takdir / Chicklit
Popularitas:472.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: xialin12

[Time Travel]

Seorang wanita bernama Xia Xuan Yi, sang ahli pembuat senjata hebat dan ahli dalam jenis ilmu beladiri, mati karena tersandung batu kecil di taman yang berada tidak jauh dari rumahnya.

"Sungguh kasihan sekali nasibku, mati hanya karena tersandung batu kecil di taman. Lalu dengan mudah berpindah tempat ke dunia yang penuh dengan pakaian yang sangat menyulitkan ini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xialin12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Selesai membeli barang, Xuan Yi dan Huang Mei berjalan keluar dari toko itu.

"Huang Mei, setelah sampai di rumah. Katakan pada bibi Lun agar tidak perlu memasak, aku akan membelikan kalian makanan sebelum kita kembali." Ucap Xuan Yi.

"Baik, terima kasih nona."

"Kalian adalah pelayan yang sudah setia dan bekerja keras denganku, jadi aku juga ingin kalian selalu sehat."

"Iya, nona."

Huang Mei merasa sangat bahagia dan bersyukur karena bisa mendapatkan seorang nona yang begitu baik kepada mereka semua. Sebab kebanyakan, para pelayan tidak akan di perlakukan seperti itu oleh tuan atau nyonya mereka.

"Baiklah, katakan hari ini kau ingin makan apa? Atau adakah makanan yang ingin kau makan dan belum pernah kau rasakan, Huang Mei?" Ucap Xuan Yi.

"Boleh.... Bolehkah saya memakan udang yang..... Besar, nona? Saya... Saya sangat ingin memakan itu, dan dulu setiap kali tetangga kami memakan itu, saya dan kak Huang hanya bisa melihatnya."

Xuan Yi tersenyum, "Tentu saja, aku akan membelinya beberapa. Mereka juga pasti ingin memakannya, tetapi kita pergi ke rumah makan yang berada disana terlebih dulu. Aku mendengar rasa masakan di rumah makan itu cukup enak."

"Baik, terima kasih nona. Anda... Anda adalah orang yang paling baik yang pernah saya temui."

"Jangan seperti itu, hidup di dunia sangat keras. Selagi aku bisa memberikan apa yang bisa aku berikan kepada kalian, tentu saja aku akan melakukannya."

"Tetapi, bagaimana jika uang nona habis?"

Xuan Yi tertawa mendengar ucapan Huang Mei, yang menurutnya sangat polos itu.

"Aku bisa menjual hewan spiritual yang aku dapatkan setelah berlatih di dalam hutan, dan satu hewan spiritual level 2 bisa untuk memberikan kalian semua upah selama 2 bulan. Dan setiap aku berlatih, aku selalu membawa setidaknya 2 hewan spiritual level 2, dan 2 yang lainnya level 3. Jadi, apa kau bisa tenang Huang Mei?"

Huang Mei yang mendengar itu cukup terkejut, karena tidak menyangka jika hewan spiritual sangat mahal harganya.

"Kau tidak perlu memikirkan uang ku, sekarang kita masuk dan pilihlah makanan yang menurut mu, mereka suka." Ucap Xuan Yi setelah mereka sampai di depan rumah makan.

"Baik, nona."

Xuan Yi mengangguk, "Di usianya yang masih sangat muda itu, Huang Mei sudah berpikir terlalu banyak. Hidup di zaman kuno dengan tingkatan kultivasi seperti ini memang sangat sulit."

Kedua wanita muda itu masuk ke dalam rumah makan, dan memesan beberapa makanan dan semuanya di buat masing-masing 2 porsi. Sebab Xuan Yi memiliki pelayan dan pengawal yang tidak sedikit.

Melihat semua yang di pesan oleh Xuan Yi, kembali Huang Mei merasa takut jika mereka akan menghabiskan uang nonanya.

"Jangan khawatir, aku tidak akan jatuh miskin hanya karena membelikan kalian makanan ini." Ucap Xuan Yi yang seolah mengerti apa yang di pikirkan oleh Huang Mei.

"Tetapi nona, bukankah itu terlalu banyak?"

"Jadi, apakah kau hanya akan memakan satu helai sayur dan satu potong udang saja?"

Huang Mei terdiam lalu menggelengkan kepalanya pelan.

"Setiap minggu, aku sengaja memberikan lebih banyak uang kepada bibi Lun untuk berbelanja, dan juga memberikan uang padamu untuk membeli barang-barang. Itu karena aku ingin kalian bisa hidup nyaman selama bekerja di rumah ku."

"Nona."

Air mata Huang Mei mengalir mendapatkan semua kebaikan dari Xuan Yi. Sungguh ini adalah kali pertama bagi Huang Mei bertemu dengan seseorang yang sangat baik, dan peduli terhadap para pelayannya.

"Nona, semua pesanan anda telah siap. Tetapi bagaimana anda akan membawanya?" Ucap pemilik rumah makan pada Xuan Yi.

"Tuan, bisakah beberapa pelayan anda membantu saya membawakannya ke rumah keluarga Li?"

"Bisa nona, hanya saja anda harus memberikan upah kepada mereka."

"Tentu saja."

"Baik, jika begitu saya akan memanggilkan mereka terlebih dulu."

"Terima kasih tuan."

Setelah itu Xuan Yi membayar semua makanan yang telah dia pesan kepada pemilik rumah makan, dan para pelayan rumah makan itu pun satu persatu keluar sambil membawa semua makanan, dan pergi ke rumah Xuan Yi.

Seseorang yang tadi menatap Xuan Yi dengan aura kebencian, mulai bertanya-tanya dengan makanan begitu banyak, yang di beli oleh Xuan Yi.

"Apakah dia mengadakan pesta di rumahnya?" Ucap orang itu.

Xuan Yi yang merasakan ada orang yang mengikuti dan memperhatikannya hanya tersenyum, "Teruslah seperti itu, karena itu akan membuatmu semakin kesal dan melakukan banyak kecerobohan."

...----------------...

"Dasar anak tidak tahu berterima kasih! Bukankah paman sudah berkata padamu untuk menemani tuan Long dengan baik, kenapa kau membuatnya marah?" Ucap seorang pria paruh baya kepada wanita muda.

"Paman, Ruo tidak mau melakukannya. Paman, Ruo mohon jangan melakukan hal itu lagi kepada Ruo."

"Sekarang lebih kau keluar dari sini! Sudah cukup 7 tahun aku mengurusmu, tetapi kau tidak bisa memberiku sedikit pun rasa terima kasih!"

"Paman, paman. Mohon jangan usir Ruo, paman. Hanya paman satu-satunya keluarga yang Ruo miliki, paman. Paman, Ruo mohon, ampuni Ruo."

Plak!

"Kemasi barang-barang mu, dan pergi dari rumah ini!" Seru pria itu memukul wanita muda itu.

Wanita bernama Han Ruo hanya bisa menangis di atas lantai, setelah mendapatkan satu pukulan keras dari pamannya.

Dengan tubuh gemetar, Ruo berjalan menuju kamarnya yang berada di belakang. Air matanya pun terus mengalir, seolah kedua matanya memiliki ratusan liter air.

Sementara bibi, dan kedua anaknya hanya melihat Ruo dari jauh dengan tatapan yang tidak suka.

"Ayah, ibu. Sekarang Ruo harus pergi dan tinggal dimana?" Ucap Han Ruo seraya mengemasi barang-barangnya.

Selesai berkemas, Han Ruo berjalan keluar dari rumah itu dengan lemas. Dia bahkan tidak membawa semua barang yang ada di dalam kamarnya, karena pikiran dan perasaannya saat ini sangat buruk.

Melihat Han Ruo keluar dari rumah mereka, salah satu anak pamannya tersenyum dengan senang.

"Akhirnya dia pergi juga, jika dia terus berada disini. Aku yakin kak Min pasti akan menyukainya, karena dia selalu saja mencari wanita itu setiap kali datang kesini." Ucap putri dari paman Han Ruo.

Han Ruo terus berjalan, di dalam bungkusan kain besar dia hanya membawa beberapa pakaian, cincin dari orang tuanya, kantong kain yang tidak pernah dia lihat isinya, dan uang yang dia simpan selama ini.

"Aku tidak tahu harus pergi kemana, dan aku juga tidak tahu ini dimana?" Ucap Han Ruo.

Dengan lemas, Han Ruo berhenti di salah satu kedai yang berada di pinggir jalan yang dia lewati.

"Nona, apakah anda ingin makan?" Ucap seorang bibu dengan ramah.

"Bibi, bisakah bibi memberiku satu mangkuk pangsit?"

"Tentu saja, tunggulah sebentar. Aku akan menyiapkannya."

"Baik, bibi. Terima kasih."

Bibi itu tersenyum lalu menyiapkan pangsit yang Han Ruo pesan.

"Sebenarnya ini ada dimana?" Ucap Han Ruo seraya melihat kesana kemari.

"Nona, apakah kau orang baru disini?" Ucap bibi tadi sambil meletakan satu mangkuk pangsit di atas meja.

"Benar, bibi. Bisakah bibi memberitahu saya, dimana ini?"

"Ini adalah kota Rong."

"Kota Rong, maksud bibi kota yang terdapat 4 perguruan terbesar?"

"Benar, nona. Apakah kau kesini untuk mengunjungi saudara, atau ingin mengikuti pendaftaran murid baru, yang akan di adakan tidak lama lagi."

"Tidak bibi, saya hanya pergi berkeliling saja."

Bibi itu mengangguk dan memberikan satu mangkuk pangsit pesanan Han Ruo, "Makanlah pangsit mu sebelum dingin."

"Baik, terima kasih bibi."

"Iya."

Han Ruo lalu memakan pangsit itu dengan perlahan. Di dalam benaknya, dia tidak menyangka jika dia akan berjalan cukup jauh dari kotanya tinggal hingga sampai di kota Rong.

1
Rubiyata Gimba
lambat abditnya thor
Rubiyata Gimba
abdit thor...
Rubiyata Gimba
mantap...
Rubiyata Gimba
aduh...tuan muda ma ini gatal sekaki ya
meliacutee😍😍
up lagi thor.
Atoen Bumz Bums
semua cerita transmigrasi dari modern ke zaman dahulu pasti akan kubaca karena aku suka cerita yang gitu daripada cerita dari zaman dahulu ke zaman modern
Yami Yani
Luar biasa
Osie
ya ampun anak tuan yan pd ancur semua masa depannya..itulah akibat bapak maruk n serakah ma harta
Osie
gioknya cantik bangeeetttt..jatuh cinta aku lihatnya
Osie
xuan yi gak punya ruang dimensi kah yg menempel ditubuhnya..krn kantong ajaibkan bisa ditinggal..takutnya malah dicuri org
Emma Estrella
Luar biasa
momi
wah kayanya di bikin cah kangkung aja tuh ci kang kang
momi
Luar biasa
Jade Meamoure
bajunya tak mencerminkan kebudayaan china hanfu jaman modern tahun 2200 ☺☺☺
Jade Meamoure
lelang lelang lelang
Leni Ani
lanjut
Leni Ani
woee itu karma yg udah kamu bikin sm keluaga kakak mu
Leni Ani
😆😆😆😁😁
Moertini
mantap dilanjutin thor yang banyak banyak semangat
Fitriana Muflihatul Afidah
klunting... gitu thor... kl klontang kesannya gedhe kan.. kaya nampan aluminium jatuh... xixixixi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!