NovelToon NovelToon
Setelah Koma

Setelah Koma

Status: tamat
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Kumpulan Cerita Horror / Roh Supernatural / Horor / Tamat
Popularitas:87.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ka Umay

Klara baru bangun dari koma setelah tiga tahun, anak yang dulu di kandungnya kini sudah menjadi balita yang bisa melihat hantu.

Di saat Klara ingin dekat dengan putrinya, tiba-tiba anak dari suaminya datang dan hadir di antara mereka. Membuat hubungan yang hendak dibangun menjadi sangat rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ka Umay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Rahasia Ibu

Pertengkaran Klara dan Chika membuat suasana rumah menjadi tegang, Chika bukanlah anak yang suka membangkang, tapi hari itu Chika sangat marah pada ibunya.

"Mama nggak berhak ngelakuin ini ke aku!" Teriak Chika.

"Aku ini Mama kamu, jaga ucapan kamu Chika!" Bentak Klara.

Arsel serba salah, adik dan ibunya terus berdebat. Papa sedang tidak di rumah, ditambah neneknya malah mengimpori.

"Chika, kamu ini masih kecil sudah berani sama Mama kamu sendiri."

Pertama kalinya ibunya Klara membela Klara, tapi hal itu tidak membuat suasana membaik, malah semakin panas.

Arsel sampai harus menenangkan Mamanya, juga mengajak Chika ke kamar untuk meredakan amarah Mama.

Klara memang sangat keras kalau menyangkut tentang kemampuan Chika.

Klara memijit pelipisnya, ia merasa bersalah setelah membentak Chika, apalagi Chika sampai tidak mau makan malam dan bersikap dingin pada ibunya.

Dia saat Klara sedang pusing, ibunya malah membuat Klara tambah pusing.

Sudah beberapa hari sejak ibunya tinggal di rumah Klara, sejak itu pula Klara menanggung semua kebutuhan mereka.

"Klara, mana ATM mu? Ibu mau belanja," pinta Ibu pada Klara, padahal selama ini Klara sudah memberikan ibu dan dua saudaranya itu uang jajan. Kenapa masih kurang juga? Klara tak habis pikir.

"Emang uang yang aku kasih nggak cukup buat belanja?" tanya Klara masih posisi duduk di beranda rumah.

"Apaan uang segitu, ibu mau shoping keluar negeri."

Klara memang kaya raya karena memiliki Kyos yang super kaya, bahkan uang buat mandi setiap hari pun tidak akan habis. Tapi sekalipun Klara tidak pernah membelanjakan uang itu untuk hal yang tidak berguna.

Setiap hari jum'at Klara selalu sedekah ke fakir miskin. Tak pernah terbesit di pikiran Klara untuk foya-foya shoping di luar negeri selain diajak Kyos dinas.

"Aku nggak bisa ngasih," jawab Klara tegas, ia mengalihkan pandangan pada majalah yang ada di tangan.

Tiba-tiba Ibu merebut majalah itu dengan kasar lalu membuangnya begitu saja.

"Ibu sudah sabar sama kamu, apa ruginya sih ngasih ATM. Uangmu tidak akan habis hanya untuk belanja. Jadi anak pelit banget sama orang tua!" Ibu marah pada Klara.

"Dulu Ibu nggak pernah ada buat aku, dan tiba-tiba sekarang Ibu sok akrab. Sebelum minta hak ke aku sebagai anak, bukankah lebih baik ibu jalanin kewajiban sebagai seorang ibu?" Kali ini Klara berdiri berhadapan dengannya.

"Sudah berani kamu ya! Masih mending kamu Ibu lahirin ke dunia ini, seharusnya dulu Ibu gugurin kamu saja, kalo Ayahmu tidak sok-sok an mau bertanggung jawab sudah ibu bunuh kamu dari dulu!"

"Apa karena aku anak hasil zina, makanya ibu ninggalin aku?" Klara tersulut emosi.

"Kamu pikir ayahmu bisa bahagiain ibu? Kalau dulu kamu tidak ibu tinggalin, ibu akan hidup susah sama ayahmu yang suka mabuk itu," jawabnya.

Klara tau sekarang, kalau ayah kandungnya juga bersalah. Keluarga Klara hanya paman yang lumayan waras dan merawat Klara sampai besar.

"Jadi itu cerita yang sebenarnya, Ma?" suara Clarissa. Ia dan Erick tiba-tiba ada di pintu tepat di belakang Ibu.

Klara tahu Clarissa sedang berjuang mencari pekerjaan, setiap hari pergi keluar dan melamar ke mana-mana. Tapi dia tidak melamar di perusahaannya Kyos.

"Apa benar yang Mama katakan itu?" kali ini Erick meragukan ucapan ibu.

"Bukan, ini nggak seperti yang kalian pikirkan!" sangkal Ibu.n

"Mama bilang, Mama diperkosa makanya Mama sangat benci Kak Klara, Mama juga menyuruh kami untuk membencinya. Tapi kenapa ceritanya sekarang berbeda?" Clarissa tampak kecewa.

"Bukan ... yang Mama ceritain itu bener. Mama nggak salah," sangkal ibu.

Apa yang sebenernya ibu pikirkan sampai membohongi semua orang? Klara tidak habis pikir.

"Kenapa berbohong pada mereka, Bu? Ibu nggak pernah diperkosa, tapi Ibu yang mau sama ayah, saat semua sudah terjadi. Ibu baru sadar kalau cowok yang ibu tiduri bukan dari keluarga kaya raya dan punya sifat jelek. Maka dari itu, ibu ninggalin aku gitu aja." Klara berucap dengan berani.

"Apa itu benar, Ma?" Erick menatap mata ibu dengan sendu.

"Nggak! Jangan percaya Klara!" teriak ibu seperti orang kesetanan.

"Apa Mama akan membuangku juga kalau tau papa nggak kaya?" tanya Clarissa.

"Ayahnya Klara suka mabuk, apa kalian pikir Mama mau hidup selamanya seperti itu? Tolong pikirkan perasaan Mama juga."

"Tapi Mama nggak perlu bohong dan membuat kami jadi benci Kak Klara!" Erick masuk ke dalam tanpa mengindahkan penolakan Mamanya.

"Eric! Dengarkan Mama dulu!"

Klara tak ingin mendengar kebohongan yang akan ibu lontarkan untuk menutupi aibnya lagi. Rasanya terlalu sakit memiliki ibu kandung seperti dia.

Klara masuk ke dalam kamar tanpa memperdulikan mereka lagi. Bayi yang sebentar lagi akan lahir ini butuh ketenangan.

Tapi tak berselang lama suara pintu kamar Klara diketuk.

"Kak Klara, kami mau pamit," suara Clarissa dari balik pintu, ia segera membukanya.

"Pamit ke mana?"

"Kami malu udah nyusahin kamu Kak, kami juga malu karena percaya omongan Mama tanpa tanya dulu ke Kakak. Kami akan pergi." ucap Clarissa.

"Aku minta maaf ya Kak, sebagai adik laki-laki harusnya aku bisa melindungi kakak." Erick terlihat menyesal. Klara beruntung karena kedua adiknya beda dengan ibu.

"Kakak tidak bisa menghalangi kalian pergi, tapi tunggu sebentar." Klara masuk ke dalam, dan mengambil barang yang Klara butuhkan.

Klaea mengulurkan kunci mobil ke mereka.

"Pergilah ke Bandung, Erick kamu masih kuliah di sana, 'kan? Lanjutkan kuliahmu. Di sana Kakak ada rumah, ini alamatnya. Kalian bisa tinggal di sana, Clarissa kamu bisa bekerja di perusahaan cabang Finansial Grup di sana, nanti aku yang akan menyuruh orang kantor untuk menjemputmu langsung."

"Kakak ... Kenapa baik sekali sama kami?" Clarissa terharu sampai mengeluarkan air mata.

"Karena kalian tetap adiknya Kakak," hanya senyuman yang bisa Klara berikan pada mereka. Dia merasa berhutang budi pada kedua adiknya.

"Makasih ya Kak, aku sekali lagi minta maaf sama Kakak."

"Iya, kalian baik-baik di sana, kalau butuh apa-apa jangan sungkan hubungi kakak," pinta Klara.

"iya Kak, oh ya kami akan membawa Mama biar nggak ngerepotin kakak lagi," ucap Clarissa.

"Iya, jaga baik-baik Mama kalian. Itu permintaan kakak, jangan membenci Mama, oke?" Klara tersenyum lebar.

Clarissa dan Erick mengangguk, dan Mereka berpelukan sebelum pergi. Hari itu Klara membantu mereka bersiap walaupun Ibunya berteriak tidak mau.

Ibu Klara bersikeras tetap tinggal di rumah Klara, ia tidak mau tinggal di rumah kecil. Dia menganggap bahwa Klara harus menampungnya seumur hidup.

1
davil_14
Luar biasa
Eva The-kk
gmn konsep nyaa. apakah ada sel telur yg d bekukan
vi
ringan..... tetapi penuh makna
Desi Asmarani
Luar biasa
EndRu
ada karya kak Umay ternyata
nyimak aah
Abie Mas
bagus banget ceritanya mksi thor
Abie Mas
jgn2 arsel nnti nikahnya sm chika
Abie Mas
anak jovan si arsel. laria parah hamil sama siapa minta tanggung jawab sm siapa
Miss Rumm
padahal bisa tetap berkembangkan meski ibunya koma???
Fitrianti
toxic
Fitrianti
anak Jovan 😱
Fitrianti
bilang nya jan d tungguin makan malam, nggak th nya dah habis d balap 😅
lyani
cerita kak Umay bagus
lyani
bosnya Jovan 😁
lyani
y Allah
lyani
semangat pak wal
lyani
waduhhh
lyani
apakah ini saatnya
lyani
walahhh
lyani
sinting
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!