Disaat teman-teman merancang hendak kemana melanjutkan pendidikan atau bekerja setelah lulus SMA. Alya terpaksa menikah karena keinginan ayahnya yang lagi kritis di rumah sakit. Sayangnya pernikahannya hanya mampu bertahan tidak sampai 2 tahun, karena suaminya menikah lagi dengan mantan kekasihnya.
Setelah 12 tahun perceraian mereka ahkirnya mereka dipertemukan kembali. Dengan status yang sama-sama Single.
Alya Si single mom, harus menghadapi 3 duren yang berusaha untuk mendapatkan hatinya. Sang atasan yang baru mendapatkan status duda, serta mantan suami dan mantan adik iparnya. Siapa yang akan mendapatkan hati Alya mantan suami, atau mantan adik iparnya, atau bukan salah satu dari mantan tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eed Reniati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Lepaskan Beban
Aku tahu malam itu ucapanku pada Haidar sedikit keterlaluan, tapi aku juga bersyukur karena kejadian itu Haidar tidak menampakkan dirinya lagi di depanku. Hari ini adalah hari ulang tahun pak Hilman , sesuai tanggal undangan yang di berikan Haidar tempo hari. Setelah melalui drama yang di lakukan Bisma, ahkirnya aku datang menemani Bisma menghadiri acara ulang tahun pak Hilman.
Dengan menggunakan dress brokat dengan warna putih tulang dan pasmina senada dengan warna dress yang aku gunakan. Setelah berpikir panjang dan bertukar pendapat dengan Silvi, orang yang tahu segala proses perceraian kami. Malam ini aku kuatkan tekadku untuk bertemu dengan orang-orang dari masa lalu ku.
"Kamu tidak perlu dandan secantik ini untuk menghadiri pesta ulang tahun ayah Haidar. Mereka juga tidak akan melirik mu, karena mereka tidak kenal kamu kecuali aku." Ucap Bisma sambil membetulkan letak jasnya.
"Kalau gitu aku gak usah datang mereka kan tidak mengenal ku."
"Justru bagus mereka tidak mengenal mu. Aku bisa mengenalkan mu sebagai calon istriku, biar aku tidak di jodohkan dengan Hana."
"Kenapa kamu tidak mau dengan Hana? Dokter Lo! Masak kamu menolak seorang dokter ?"
"Bukannya menolak aku masih berharap mendapatkan mu."
"Sinting udah ah ayo berangkat !"
"Kamu tidak mau mempertimbangkan aku untuk menjadi ayah Juna?"
"Jangan gila deh, mbak Arimbi baru 100 hari ya!"
"Apa kamu lebih memilih menjadi istri kedua si Maulana ?"
"Udah ah, ga ada habisnya bahas jodoh jadi berangkat gak sih ?"
"Jadilah ayok," ucap Bisma yang langsung berjalan membuka pintu mobil untukku.
"So sweet banget sih bos ku."
"Udah so sweet begini aja masih belum kamu lirik,"ucap Bisma sambil masuk ke dalam mobil.
Aku hanya cekikikan menanggapinya, "Dulu Arimbi meminta mu menikah dengan ku. Kamu menolak dengan alasan tidak mau di anggap pelakor. Sekarang kalau aku melamar mu lagi alasan mu apa untuk menolak ku?"
"Antara kita tidak ada cinta, kamu sayang aku hanya sebagai adik begitupun aku. Mas lebih sayang pada Juna, karena sudah mengagap Juna sebagai anak mas."
"Jika diantara kita belum ada cinta kita bisa menumbuhkan rasa cinta itu. Bukannya ada pepatah yang mengatakan tresno jalaran Soko kulino."
"Haha aku gak percaya itu."
"Aku sebenarnya juga gak percaya sih," cengir Bisma.
"Oya, sepertinya punya pengalaman sendiri ya mas ?"
"Aku pernah menyukai perempuan kami pacaran 3 tahun, tapi orang tuanya tidak setuju. Ahkirnya kami putus setelah dia memberikan kesuciannya buat mas."
"Gila bejat juga kamu mas, kamu gak takut dosa ?"
"Takut sih, saat itu kami berharap calon suaminya akan menolak perjodohan jika tahu calon istrinya hamil, atau tidak perawan."
"Gila kalian mas! Terus sekarang gimana nasibnya pacarmu itu?"
"Aku tidak tahu, terakhir aku ketemu ya pas kami melakukan itu. Jika benih ku jadi mungkin anakku sekarang sudah berumur 17 tahun."
"Gila Lo mas!"
"Karena itu sampai sekarang aku gak bisa move on darinya."
"Apa saat menikah dengan mbak Arimbi, mas juga tidak mencintai mbak Arimbi?"
"Aku tidak tahu, tapi aku selalu berusaha menumbuhkan benih-benih cinta itu buat Arimbi."
"Tapi selalu gagal?" Tanyaku memotong ucapan Bisma.
"Ya, begitulah. Aku selalu terbayang kejadian yang pernah kami lakukan."
"Saranku cari dia mas, lepaskan bebanmu. Biar kamu bisa melangkah ke depan !"
" Kamu juga harus begitu, biar Juna merasakan kasih sayang seorang ayah !"
Ini juga aku lagi berusaha mas, berusaha melepaskan masa laluku. Dengan belajar menghadapi masa laluku secara langsung tanpa bersembunyi lagi.
"Akan aku usahakan. Acaranya di rumah apa di hotel mas?"
"Di rumah."
"Hah!" Kenapa aku tidak melihat undangannya sih. Ah sial tau gitu aku kabur ke Bandung. Mau sampai kapan juga aku kabur-kaburan?
"Kenapa? Kamu kira di hotel atau di gedung gitu?"
"Hehe iya," cengir ku . Padahal aku kaget dengan suara Bisma yang membuyarkan lamunanku.
"Itu sudah sampai rumahnya !"
Rumah yang masi sama hanya ada beberapa hal yang terlihat baru. Seperti banyak taman bermain anak-anak, mungkin fasilitas buat anak Hana.
"Ayo gak usah norak."
Sialan kamu mas ,aku bukan norak tapi berusaha mengenang masa lalu. Andai kamu tahu mas aku dulu salah sering keluar masuk rumah ini , Kamu pasti pinsan.
'Papa, ternyata papa masih awet muda ya?
"Kamu lihat apa ?"
"Foto itu, ternyata ayah awet muda ."
"Iyaa lahh awet muda,pak Hilman ayah Haidar itu orang humoris wajar awet muda."
"Oh iya, jadi itu ayah pak Haidar dan pak Hendra ?" Ucapku lirih sambil pura-pura baru lihat.
"Iya. Ayo kita sapa yang punya acara dulu!"
"Mas sepertinya dia lagi sibuk, lihat pada ngantri untuk mengucapkan selamat padanya!" Tunjuk ku pada mantan mertua ku yang lagi sibuk, menerima ucapan dari para tamu undangan.
"Iya juga sih ya. Bagaimana kalau kita temui Haidar atau Hendra saja dulu!"
Aku memperhatikan keadaan sekeliling acara di adakan di halaman belakang, berdekatan dengan kolam renang. Aku ingat pak Hilman memang suka mengadakan acara barbeque di sini ,baik dengan keluarga atau dengan anak buah dan rekan kerjanya. Papa juga suka berjemur di pagi hari, di sini sambil olahraga pagi.
"Ayo! Bengong aja kamu lihat apa sih?"
"Siapa yang bengong. Aku cuma memperhatikan para tamu, mungkin ada yang ku kenal."
"Emang ada yang kamu kenal ?"
"Itu ada," tunjuk ku pada Rangga yang sedang mengobrol.
"Haha dasar Lo."
"Istri pak Rangga yang mana?"
"Itu yang ngobrol dengan Hana. Oya kamu kan tidak tahu mana yang namanya Hana Haha ha."
Siapa bilang aku tidak tahu aku tahu.
"Yang memakai gaun model Sabrina warna merah , dengan rambut di Gelung keatas memperlihatkan leher jenjangnya itu kan."
"Ko kamu tahu?"
"Ya tahu lah,kan saat masuk tadi aku melihat foto keluarga yang di pasang di sana." Ucapku sambil menujuk jalan yang aku lalui tadi.
"Haha bener pinter juga kamu."
"Mas sebelum menemui tuan rumah minum dan makan kue dulu yu!"
"Kenapa lapar?"
"Bukan mas, coba mas lihat tuan rumahnya dari tadi sibuk." Ucapku memperlihatkan Haidar dan Hendra yang sibuk ngobrol dengan orang-orang yang tidak aku kenal. Sedangkan pak Hilman dan istrinya sibuk juga dengan tamu undangan.
"Tapi tidak sopan datang-datang langsung makan, lebih baik kita sapa tuan rumah dulu baru makan."
"Gitu ya?"
"Ya iyalah,kaya orang kelaparan aja kamu."
Dengan berjalan mengikuti Bisma,aku berusaha mengatur detak jantungku yang berdegup kencang. Seperti anak kecil ketahuan berbohong oleh ayahnya.
"Jalan di sampingku, bukan di belakang ku!" Ucap Bisma sambil menarikku dan memaksaku memegang lengannya.
Brukk sesuatu menabrak kakiku, oh bajuku jadi kotor.
"Maaf aku tidak sengaja!"
"Cleo mbak sudah bilang jangan terlalu banyak makan es krim nanti kamu sakit !"
"Aku cuma makan es krim 3 cup kok."
"Maaf baju anda jadi kotor ," ucap sang pengasuh.
"Ada apa mbak,?" tanya Hana yang baru datang.
"Ini Bu non Cleo makan es krim habis 3, terus es krimnya mengenai gaun salah satu tamu."
"Maafkan putri.... Alya..Kamu Alya kan?"
"Hallo Hana, iya ini Alya kamu kenal Alya juga to."
"Ada apa sayang?"ucap mama Hana yang menghampiri kami.
"Ini non Cleo menumpahkan es krim bu."
"Tidak apa-apa mbak hanya es krim nanti bisa saya cuci."
"Kamu Alya kan?"
"Iya bu."
Oh tuhan tolong aku, aku tidak mau menjadi pusat perhatian.
ada kisah lain donk,Juna atau Naya yg diposesif ma ayah dan kakaknya mungkin
up
up maning.....
btw 60 meter persegi itu seukuran rumah aku