NovelToon NovelToon
Jiwa Yang Tertukar

Jiwa Yang Tertukar

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:28.6k
Nilai: 5
Nama Author: Shizi

Saat bangun tidur. Nara tiba-tiba menjadi sosok yang bukan dirinya, dan itu membuatnya merasa syok.

Apa semua ini karena ucapan sang ibu? pada waktu itu hingga dirinya berada di tubuh seseorang?

Yuk simak dalam kisah Nara, dengan judul.
Jiwa yang tertukar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shizi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Nara berkunjung ke toko

Hari ini Nara menepati janjinya meski sedikit terlambat. Itu karena ia baru bisa berkunjung setelah pertemuannya dengan Angga, seminggu yang lalu.

Saat Nara memang sedang membutuhkan bantuannya, namun siapa sangka jika hal tak terduga telah menghampirinya.

Dengan sedikit rasa tidak percaya diri, namun Nara harus tetap masuk untuk melihat kinerja mereka semua, dan ia juga sudah berjanji pada Angga, jadi mau tak mau. Ia pun harus siap dengan segalanya.

Krieeet.

Suara pintu yang terbuat dari kaca terbuka. Memperlihatkan deretan kue yang berada di rak. Menampilkan beberapa macam kue yang telah di pajang, begitu sangat menggugah selera karena tampilannya yang begitu cantik, dan mempesona.

"Selamat pagi, Mbak." Seseorang tengah menyapa dan membuat Nara sedikit menunduk, karena baru kali ini dirinya menjajakan kakinya di toko yang terdapat. Karyawan wanita dengan berbagai wajah, yang tengah menyapanya seperti sekarang.

"Pa–gi," balas Nara.

Sedikit gugup tapi tak masalah menurutnya. Ini adalah pengalaman baru dan pertama kalinya untuk Nara berinteraksi dengan banyaknya wanita juga, ketimbang lelaki yang berada di dalam toko tersebut.

"Mbak Nara kan, ya?" tanya seseorang dengan senyuman mengembang. Lalu langkahnya saat ini tengah menghampiri sosok yang ia panggil barusan. Nara yang sedang berdiri dan netranya menyusuri tiap deretan kue itu pun, langsung tersenyum kikuk.

"I–ya saya Nara," kata Nara menimpali panggilan tersebut.

"Perkenalkan saya Sinta, Mbak. Kepala toko di sini," ujar seseorang yang baru saja memperkenalkan diri dengan nama Sinta tersebut.

"Gimana? Rame?" tanya Nara.

"Iya Mbak, bersyukur sekali karena banyak yang suka dengan kue-kue yang ada di sini." Sinta pun mengajak bos nya itu keliling toko dengan sesekali mengajaknya mengobrol.

"Bagus kalau begitu," ucap Nara dengan rasa haru karena toko ini baru saja dibuka, namun melihat pendapatan yang masuk di kantongnya. Berarti semua itu tidaklah main-main.

Lepas berbincang-bincang dengan Sinta. Nara diberitahu jika ruangannya berada lantai atas.

"Gini ya rasa jadi bos," gumam Nara dengan posisi kaki di atas meja dan dan kedua tangan berada di belakang kepala.

Tidak membutuhkan waktu lama, nyawa Nara sudah berada di lain tempat.

…………..

Pukul tiga sore. Mak Rohayah yang kelimpungan mencari Nara, namun tidak juga mengetahui dimana anak itu berada. Di tambah ada Jali dan juga Dani datang ke rumahnya, tapi tidak bertemu dengan Nara juga.

"Coba deh kalian telepon, siapa tahu ada di suatu tempat." Mak Rohayah lantas menyuruh Dani untuk menelepon namun keningnya justru mengkerut, karena sepertinya Mak Rohayah sedang melupakan sesuatu.

"Kenapa malah diam dan bukannya cepat di hubungi," titah Mak Rohayah.

"Mau menghubungi gimana Mak, orang ponselnya ada di Emak. Itu tandanya Nara kaga bawa ponsel, ujar Dani pada Mak Rohayah.

"Astoge." Seketika Mak Rohayah menepuk jidatnya karena ia tidak sadar akan hal itu.

"Apa jangan-jangan Nara sama Angga?" Jali pun angkat bicara karena siapa tahu saja pikirnya.

"Mana mungkin," kata Dani tidak percaya.

"Coba saja, kan siapa tahu memang itu anak ada sama ban—."

Ssstttt.

Dani langsung memotong dan segera memberi kode, agar Jali berhenti bicara soal Angga. Ia tidak mau jika sampai Mak Rohaya mengetahui siapa Angga sebenarnya dan bisa-bisa Mak nya Nara berubah jadi kucing garong.

Dani dan juga Jali sengaja datang karena sudah beberapa hari ini temannya itu tidak terlihat. Sehingga memutuskan untuk datang ke rumahnya Nara, dengan harapan agar bisa mengetahui kabar temannya itu. Bukan sambutan yang di dapatkan oleh Dani dan Jali. Mereka justru dibuat bingung dengan kepergian Nara tanpa pamit itu.

"Mak, tunggu saja. Siapa tahu Nara sebentar lagi pulang," kata Jali menenangkan Mak Rohayah.

"Iya, sepertinya Mak harus menunggu." Jawab Mak Rohayah dengan tangan yang masih memegang ponsel milik sang anak.

Setengah jam sudah berlalu dan belum ada tanda-tanda jika Nara akan pulang. Namun, Dani dan juga Jali. Masih tetap menunggu dan bila sampai pukul empat belum juga pulang, maka dengan terpaksa mereka berdua harus mencarinya karena tidak mau terjadi sesuatu, yang tidak diinginkan.

Detik demi detik telah berlalu, dan menit demi menit juga kian bertambah. Hingga akhirnya Dani memutuskan untuk keluar dan mencari keberadaan Nara.

Belum sampai keduanya keluar rumah, tampak sosok berjalan dengan tubuh yang lelah.

"Nara! Lo darimana? Kita dari tadi nungguin lo, dan baru juga gue mau–.”

“Stoppp.”

Belum sempat Dani melanjutkan ucapannya, namun sayang. Nara keburu memotong percakapan tersebut.

“Nanti ada yang akan gue bahas sama kalian, tapi tidak sekarang karena tidak mungkin gue jelasin di sini.” Nara pun berkata sembari berjalan ke arah halaman rumah, dan meletakkan bokongnya pada kursi yang terdapat di teras.

“Apa ada yang tidak gue sama Jali tahu? Sampai lo gak mau bilang sekarang,” kata Dani dengan alis yang terangkat.

“Ini bukan soal gue gak mau bilang sama kalian, cuma waktunya doang yang belum tepat. Lagian gue gak mau sampai Emak dengar dodo,” Nara pun menjelaskan dengan wajah kesal dan bibir sengaja dimajukan.

“Baiklah, gue sama Jali akan menurutinya sampai elo cerita.” Jawab Dani.

Sesaat mereka diam termasuk Dani, namun nampaknya kedua pria tersebut sedang memikirkan sesuatu, karena terlihat dari mimik wajahnya yang sangat kentara.

“Angga!” teriak mereka berdua bersamaan saat menyebut nama Angga.

Saat mereka teringat dengan sosok Angga. Tiba-tiba Nara diam dan rupanya sedang memikirkan sosok tersebut.

“Na,” panggil Jali.

“Gue udah beberapa hari gak ketemu sama Angga, dan kontak gue pun sepertinya di blokir. Sempat penasaran gue pantau itu rumah namun gak ada sosok Angga juga,” terang Nara yang merasa ada yang tidak beres, tapi entah apa. Hingga membuat Angga tiba-tiba menghilang selama beberapa hari ini.

“Apa lo sempat berantem dengan itu anak?” tanya Dani dengan sedikit menoleh ke arah Nara.

“Iya gue setuju, dengan apa yang baru saja dibilang Dani. Sepertinya memang ada yang tidak beres dengan kalian berdua,” ujar Jali yang setuju dengan ucapan Dani.

“Kalian kenapa sih sama Angga, lagian rasa kehilangan bukan berarti suka, kan.” Saat Nara menatap kedua lelaki itu, mereka hanya diam dan otaknya kini sedang bekerja dengan keras karena bagaimana bisa Nara tahu hal itu.

“Bagaimana Nara tahu?” itulah yang diucapkan dalam hati Dani.

“Kenapa Nara tahu dengan umpatan di hati gue?” sama halnya dengan Dani. Jali juga sedang bertanya-tanya kenapa bisa tahu.

“Jangan mengumpatku!” seru Nara, dan mereka berdua langsung membelalakkan matanya lebar-lebar, dengan apa yang ia dengar barusan.

1
mom mimu
dua 🌹🌹 untuk penutup Angga dan Nara, happy ending ya... 🤗🤗🤗
Shizi🦁🦁: makasih mom, udah ikutin nara sampai end😍😍 iya happy ending
total 1 replies
mom mimu
aku mampir lagi kak, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
dua 🌹🌹 untuk penyemangat 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: makasih mom😇
total 1 replies
mom mimu
Angga, Nara aku mampir lagi, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: semangat juga buat mom🥰
total 1 replies
Lee
Ikutan sedih, mnding jepitnya sini buat q aja angga mubazir loh dbuang..
Shizi🦁🦁: iya, padahl aku juga mau lho
total 1 replies
Lee
ingat aku orang kaya,..😂😅
Lee
Penasaran isi rekening Nara skrang brpa...😅
Shizi🦁🦁: jangan kakak, aku pun penasaran🤣
total 1 replies
Lee
selamat y nara angga akhirnya rga kalian udh kembali lg...

mampir lg y kak.
maaf lma
Lee
Ada hikmahnya jg Angga ketuker sma Nara, jdi Angga asli pnya tmen bru Jali sma Dany yg solid..
Shizi🦁🦁: iya, dari yang gak punya jadi.punya
total 1 replies
վմղíα | HV💕
iklan meluncur
Shizi🦁🦁: makasih say🥰
total 1 replies
վմղíα | HV💕
kasihan mama Rena dikira Rangga
Shizi🦁🦁: iya, mana semua beda pula
total 1 replies
mom mimu
yoo semangat yoo... 💪🏻💪🏻💪🏻 setangkai 🌹 meluncur...
Shizi🦁🦁: makasih mom, yuk semangat juga buat mom😇
total 1 replies
mom mimu
mampir lagi...
Shizi🦁🦁: makasih mom
total 1 replies
mom mimu
setangkai 🌹 mendarat... 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: makasih mom😘😘😘
total 1 replies
mom mimu
nyicil lagi kak, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: siap mom🥰🥰
total 1 replies
mom mimu
setangkai 🌹 mendarat, semangat terus kak 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: makasih ya mom🥰
total 1 replies
mom mimu
mampir lagi kak,semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: makasih mom😇
total 1 replies
Lee
Angga ngomentari diri sndiri..😂
Shizi🦁🦁: wkwkwk. iya yah 🤣🤣🤣
total 1 replies
Lee
Nara asli mrsa brsalah, angga asli merasa mnikmati hdup..tpi mau gmana lg jiwa mreka kn trtukar..
Shizi🦁🦁: itu dia masalahnya, menikmati peran yang kebalik😁
total 1 replies
Lee
Emg bner, prnah punya tmen kya Angga gini trus dia crita emg smua brawal dri mamanya yg dmen anak cwek, serius ka kisah nyata ini tpi orgnya asyik bgt jdi kngen 😢
Shizi🦁🦁: iya, aku pun ada juga temen seperti itu. rata2 emaknya yang menyalahi aturan kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!