Di kehidupan sebelumnya dia adalah seorang pembunuh berdarah dingin. Namun ia bertransmigrasi di kehidupan sekarang, dan dia menjadi Nona pertama dari kediaman mentri Long yang gendut dan tidak menarik.
Naasnya ... Nona pertama mati karna di pukul oleh tunangan nya sendiri, yang tidak lain adalah Putra ke dua dari jenderal Song.
"Mulai sekarang, jika ada yang menghinaku, meremehkan ku, bahkan mempermalukan ku. Maka dia akan mendapatkan balasan yang setimpal."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani_aza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 : Flashback On.
Transmigrasi pembunuh berdarah dingin.
...🦢🦢🦢...
Flashback sebelum malam pengantin.
''Berikan serbuk ini pada minuman Pangeran Mahkota ChenHua. Jangan sampai ada yang mengetahui. Jika kau berhasil, maka aku akan membiarkan imbalan yang banyak untukmu.''
Pelayan itu melihat botol kecil yang di berikan padanya lalu mengangguk. ''Baik.''
Dua wanita yang tidak lain adalah Putri Jun lishe dan Putri Jilly menyunggingkan bibirnya, saat mereka berdua berencana untuk menghancurkan malam pertama Ziang'er dan Putra Mahkota ChenHua.
''Kakak, apa rencana ini akan berhasil?'' Tanya Putri Jilly.
''Tentu saja. Wanita itu tidak akan aku biarkan tenang di istana ini. Dia harus tau siapa yang berkuasa. Setelah minuman itu berhasil di teguk oleh Pangeran Mahkota, maka di perjalanan ketika akan pergi ke kediamannya ... aku akan menyuruh orang untuk menculiknya dan membiarkan Ziang'er sendiri di malam pertama.'' Ucapnya dengan percaya diri.
Putri Jun lishe menyunggingkan bibirnya karna merasa rencananya kali ini akan berhasil. Dimana jika Pangeran Mahkota ChenHua tidak datang ke kediaman Ziang'er untuk menghabiskan malam pertamanya ... maka ke esokan pagi akan ada gosip jika Ziang'er tidak di cintai oleh Pangeran Mahkota.
''Kakak, kau sangat pintar.'' Puji Putri Jilly.
Mereka berdua terus membicarakan Ziang'er dan rencana rencananya, tanpa tau jika ada dua orang di atas pohon mendengarkan pembicaraan mereka.
''YangMulia, apa yang harus kita lakukan?''
Zhang diam sejenak, lalu membisikkan sesuatu yang mana langsung di angguki oleh bawahannya.
''Pergilah dan selesaikan tugasmu dengan baik.''
''Baik, YangMulia.''
Bawahan itu pergi menjadi asap hitam dan menghilang di kegelapan malam, sedangkan Zhang pergi untuk mengawasi Pangeran Mahkota ChenHua yang masih bersama Kaisar dan beberapa tamu penting.
Aula istana pria...
Para pelayan menuangkan arak kedalam cangkir masing-masing tamu, namun pelayan yang menuangkan arak pada Pangeran Mahkota ChenHua tengah menjalankan askinya ... dimana ia sudah mencampurkan arak itu dengan obat yang di berikan Putri Jun lishe.
Pelayan itu tertunduk namun kedua matanya mengamati Pangeran Mahkota ChenHua yang meminum arak itu tanpa curiga. Ia tersenyum karna rencananya berjalan dengan baik. Lalu ia mundur dan pergi untuk mengabari Putri Jun lishe.
Beberapa menit berlalu...
Pangeran Mahkota ChenHua pergi dari Aula dengan keadaan sadar tidak sadar karna pengaruh alkohol. Tak jauh dari arahnya ada Zhang yang sedang mengamati dengan kening mengkerut lalu berkata, ''Manusia memang tidak akan pernah tahan oleh godaan.''
Setelah mengatakan itu ... Zhang pun menjentikkan jarinya hingga tidak lama angin kencang datang.
''Pangeran Mahkota, mohon perhatikan langkah anda.'' Pelayan pribadinya memperingatkan.
''Aku masih sadar.'' Ucapnya namun dengan langkah sempoyongan. Ia bingung karna arak yang ia minum tidaklah banyak, tapi mengapa kesadarannya tidak bisa terkendali.
''Cari tahu arak apa yang sudah di berikan padaku! Ini benar-benar membuatku pus--'''
SYUUUTT...
Tiba-tiba angin kencang datang dan membuat semua orang menutup mukanya. Secara bersamaan Zhang membawa Pangeran Mahkota dan membuatnya pingsan.
''Bawa dia untuk sementara, aku akan memanggilmu setelah keadaan membaik.''
''Baik, YangMulia.''
Bawahan Zhang membawa Pangeran Mahkota ChenHua entah kemana, sedangkan Zhang merubah wujudkan menjadi Pangeran Mahkota dan berdiri tegak setelah angin itu hilang.
''Pangeran Mahkota, anda tidak terluka?'' Pelayan Su.
Zhang melirik dengan dingin ketika pergelangan tanganya di pengang oleh seorang pelayan, lalu Zhang menghempaskan tangan itu dengan kasar.
''Jangan lancang!''
''Maafkan hamba Yangmulia, hamba pantas mati.'' Pelayan itu berlutut.
Zhang hanya menatapnya lalu pergi ke kediaman Ziang'er, yang sudah menunggu pengantin pria datang.
Sedangkan kediaman Putri Jun lishe...
''Bagaimana itu bisa terjadi! Kenapa kalian tidak bisa membawanya kemari.'' Sentak Putri Jilly yang kesal karna bawahannya tidak bisa membawa Pangeran Mahkota.
''Obat itu tidak bekerja dengan baik, Tuan Putri.''
''Jalas itu tidak mungkin! itu obat mahal yang tidak sembarang orang membelinya.'' Tutur Putri Jun lishe, yang sama kesannya dengan sang adik.
''Lalu apa yang harus kita lakukan? Pangeran Mahkota sudah pasti ada di kediaman Ziang'er,'' kata Putri Jilly.
''Biarkan! Kita tidak bisa membuat rencana sekarang. Tapi esok hari kita pikirkan agar wanita itu kehilangan akal berada di istana ini.''
Sementara Zhang, yang sudah berubah wujud menjadi Pangeran Mahkota ChenHua. Ia awalnya tidak akan berbuat lebih, tapi melihat jika Ziang'er tidak menurigainya dan ia pun terpikat akan kecantikan Ziang'er ... membuat Zhang menutup mata dan melakukan hal yang seharusnya orang lain dapatkan.
Nasi sudah menjadi bubur, Zhang tau apa yang ia lakukan salah ... tapi ini sudah terlanjur.
Flashback Off•
...🦢🦢🦢...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...