NovelToon NovelToon
Pelayan Gadis Buta

Pelayan Gadis Buta

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Pembantu / Tamat
Popularitas:8.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Sebuah kecelakaan pesawat Jet terjadi dan Alika adalah seorang pramugari satu-satunya yang selamat dalam penerbangan tersebut, namun kecelakaan itu membuat Alika buta.

Ryan Aditama sang CEO, rasa bersalah atas meninggalnya seluruh tim 1 membuatnya tak bisa mengabaikan Alika, dia putuskan untuk jadi pelayan gadis buta tersebut dengan identitas yang lain, Erlan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 - Seperti Pencuri

"Hati-hati," ucap Ryan, saat Alika hendak masuk ke dalam mobil.

Alika masih mengira bahwa saat ini dia menggunakan mobil taksi, padahal bukan. Itu adalah mobil milik Ryan yang dikemudikan oleh Romi.

Alasan seperti ini jugalah yang membuat Ryan dulu berpura-pura jadi Erlan seorang pelayan, hanya untuk membuat Alika nyaman dan tidak sungkan ketika berada di dekatnya.

Jika sejak awal dia mengaku sebagai Ryan Aditama, jelas Alika tidak akan menerima keberadaan dan malah membuat gadis itu merasa tidak nyaman.

Ryan juga tidak pernah mengira bahwa hubungannya dengan Alika akan berkembang sejauh ini, ini semua di luar kendalinya.

"Er, Apa aku boleh meminta tolong padamu?" tanya Alika, Dia merasakan saat ini mobil mulai melaju.

"Apa? katakan," tanya Ryan, tangannya kembali menggenggam jemari Alika dengan kuat, yang kehangatannya terasa sampai di dalam hati Alika.

Gadis dengan rambut yang saat ini diikat tinggi itu pun tersenyum, saat dia menoleh ke arah Erlan rambutnya ikut bergerak dengan sangat cantik.

"Tolong hubungi pak Ryan, dan katakan bahwa aku butuh donor mata, mungkin dia juga akan segera mencari donor itu, jadi aku bisa dioperasi," ucap Alika, dia sudah tidak sabar untuk sembuh.

Dan satu-satunya harapan yang bisa membantunya adalah pak Ryan.

"Baiklah, tiba di rumah nanti aku akan langsung menghubungi beliau," jawab Ryan.

Alika yang merasa sangat senang langsung memeluk Erlan erat, dan Ryan pun membalas pelukan itu pula.

Salah satu tangannya pun selalu mengelus puncak kepala Alika dengan lembut.

Seperti Alika adalah anak kecilnya yang harus selalu dielus.

"Al, karena kamu sudah mengajukan 1 permintaan, jadi aku punya permintaan juga," ucap Ryan.

Dan mendengar kalimat itu, Alika sontak melerai pelukan mereka. Menatap dengan penuh selidik, dahinya pun nampak berkerut.

Di telinganya ucapan Alika terdengar sangat mencurigakan.

"Permintaan apa? Jagan macam-macam!" ketua Alika.

"Pikiran mu saja yang selalu macam-macam," gemas Ryan, dia menarik hidung Alika saking gemasnya.

"Awh, sakit."

"Makanya dengarkan dulu, jangan asal tuduh saja."

"Ya sudah katakan, apa?"

"Ayo beli cincin pasangan. Aku pakai cincin yang ada nama mu, dan kamu pakai cincin yang ada nama ku."

Mendengar itu awalnya Alika mengulum senyum, namun lama-lama dia jadi tertawa juga.

Permintaan Erlan itu terdengar sangat lucu, kekanak-kanakan.

"Kamu tidak mau?" tanya Ryan, wajahnya mulai nampak murung.

"Usiamu berapa sih? itu terlalu kekanak-kanakan Er," balas Alika.

"Itu bukan kekanak-kanakan sayang, itu adalah jaminan. Jadi saat kamu bisa melihat nanti, bukan hanya wajah tampanku saja yang bisa membuat mu ingat, tapi juga cincin itu," terang Ryan apa adanya.

Dan mendengar alasannya, seketika tawa Alika pun mereda.

Diganti dengan wajah yang nampak sendu, membenarkan pula ucapan Erlan itu.

"Baiklah, ayo kita beli cincin pasangan," balas Alika langsung, tanpa basa basi lagi.

Ryan tersenyum lebar, rasanya ingin sekali kembali mengecup bibir merah Cherry itu, tidak bukan hanya sebuah kecupan, tapi sebuah ciuman yang begitu dalam.

Perlahan Ryan pun mengikis jarak, namun belum sempat terjangkau, Alika sudah lebih dulu bicara ...

"Belinya dimana? apa kita langsung pergi sekarang?" tanya Alika antusias, membuat Ryan terkejut dan sontak memundurkan wajah.

Jantungnya berdegup, seperti pencuri yang nyaris ketahuan.

Romi yang tanpa sengaja melihat adegan itu pun jadi kikuk sendiri.

Alhamdulillah, gagal, batin Romi. Jika tidak dia akan melihat adegan iya iya itu.

1
Ibrahim Efendi
bukankah video call otomatis ke mode speaker (not earpiece)?????
Ibrahim Efendi
jawaban yang bijak..👍
Gia Nasgia
Untung Alika jawabnya pas😂
Gia Nasgia
Alika msh butuh waktu sebab dekat dgn pak Ceo sama dgn naik Rolercoster😂
Gia Nasgia
Benar kata Ryan ingat Alika siapa yg selama ini ada di samping mu saat kamu terpuruk
Gia Nasgia
Pusing nggak tuh 🤣🤣🤣
Gia Nasgia
penasaran caranya pak Ceo menjelaskan ke Alika tentang peran ganda nya menjadi Erlan😂
Gia Nasgia
Dua orang yg sama
Gia Nasgia
siap kk Author🫡
Gia Nasgia
jeng....jeng....jadi ikut pinisirin😂🤣
Gia Nasgia
Pak Ceo modus🤭
Gia Nasgia
cemungut Al yg penting pak Ceo nggak berpaling😍
Gia Nasgia
Siap"aja pak Ceo menjelaskan di saat mata Alika kembali bisa melihat🤭
Gia Nasgia
Awalnya hanya kecupan aja dulu🤭
Gia Nasgia
jeng...jeng...tdk sabar lihat reaksi Alika klau tahu selama ini yg menjaga nya ,adalah pak Ceo
Gia Nasgia
Sdh tdk ada jarak antara pak Ceo dan Alika😍
Gia Nasgia
Semua ikut dgn Drama nya pak Ceo🤭
Gia Nasgia
Ciee😍😍🥰🥰
Gia Nasgia
Romi 😂😂
Gia Nasgia
Nah lho
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!