NovelToon NovelToon
DEWA PERANG DAN KUCING BENCANA

DEWA PERANG DAN KUCING BENCANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:883
Nilai: 5
Nama Author: Argo Sujendro

Di dunia di mana batas tertinggi manusia hanyalah Saint Rank, Sander Duster—putra ketiga keluarga militer terkuat di Elegrand Kingdom—dianggap gagal karena tidak memiliki bakat Life Energy seperti para ksatria lain. Namun takdirnya berubah saat ia menyelamatkan seekor kucing hitam misterius di tengah badai salju.

Kucing itu ternyata adalah Behemoth, salah satu Legendary Beast pemegang Hukum Devouring yang hampir memusnahkan dunia di masa lalu.

Melalui ikatan Soul Resonance yang tak disengaja, Sander perlahan memperoleh kekuatan fisik abnormal yang melampaui logika manusia biasa. Di balik kehidupan akademi, intrik politik bangsawan, ancaman perang antar kerajaan, dan kebangkitan monster legendaris mulai mengguncang dunia.

Saat semua orang memperebutkan kekuasaan, Sander justru berjalan menuju sesuatu yang belum pernah dicapai siapa pun dalam sejarah—

God Rank, ranah sang Dewa Perang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Argo Sujendro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Ujian Pertama

Aula pertemuan utama Elegrand Royal Academy berdiri dengan keagungan arsitektur yang sanggup membuat siapa pun menahan napas. Langit-langit ruangan yang melengkung tinggi ditopang oleh pilar-pilar marmer putih berukir huruf kuno yang memancarkan pendaran cahaya biru temaram. Ribuan murid baru telah duduk dengan rapi di barisan kursi kayu ek yang disusun melingkar laksana tribun teater raksasa, menciptakan atmosfer yang dipenuhi oleh ketegangan yang sangat pekat.

Di tengah altar utama aula, telah berdiri tiga buah instrumen penguji berukuran besar. Alat pertama adalah pilar besi hitam khusus untuk mengukur densitas kekuatan fisik murni. Alat kedua adalah bola kristal bening untuk membaca afinitas bakat elemental. Dan alat ketiga adalah batu penguji obsidian raksasa yang berfungsi untuk mengukur kapasitas serta ranah Life Energy secara akurat.

Di balik meja instruktur yang terletak di podium atas, beberapa profesor akademi berpakaian jubah magis formal tampak duduk dengan ekspresi wajah yang serius. Di posisi paling tengah, duduk Kepala Departemen Tempur, Darius Blackthorn, seorang ksatria veteran berwajah keras dengan bekas luka segaris di pipi kirinya yang memancarkan tekanan aura intimidasi yang sangat padat.

Sander Duster duduk di barisan tengah tribun bersama dengan Elena Aurelius, Sylvia Frost, dan Gideon Valentine. Di atas bahu kiri Sander, Behemoth duduk dengan posisi melingkar yang malas, seolah-olah seluruh kemegahan upacara pengujian di hadapan mereka tidak lebih dari sekadar tontonan anak kecil yang membosankan.

"Perhatian kepada seluruh murid baru tahun pertama," suara bariton Darius Blackthorn menggema lantang ke seluruh penjuru aula, diperkuat oleh mantra sihir pengeras suara yang terpasang di langit-langit. "Hari ini adalah hari di mana kalian akan membuktikan kelayakan kalian untuk menyandang status sebagai murid Elegrand Royal Academy. Tes dasar akan segera dimulai. Pengukuran ini meliputi tiga aspek mutlak: kekuatan fisik, bakat elemental, dan kapasitas Life Energy. Hasil dari tes ini akan menentukan penempatan kelas dan alokasi sumber daya latihan kalian selama satu semester ke depan."

Darius Blackthorn mengibaskan tangan kanannya yang besar, memberi isyarat kepada asisten profesor yang berdiri di samping altar untuk mulai memanggil nama peserta berdasarkan nomor urut registrasi.

"Peserta nomor urut satu, Damian von Drake dari House Drake!" teriak asisten profesor tersebut dengan lantang.

Kehebohan kecil langsung pecah di antara barisan kursi tribun saat nama tersebut dipanggil. Damian von Drake, seorang pemuda berusia sembilan belas tahun dengan rambut hitam dan sepasang mata berwarna merah kriminal, melangkah menununi tangga tribun dengan senyuman yang penuh dengan keangkuhan seorang anak Duke. Pembawaannya yang beringas memancarkan getaran Life Energy yang bergerak aktif di sekitar permukaan kulitnya.

Damian berjalan mendekati instrumen pertama, yaitu pilar besi hitam pengukur kekuatan fisik murni. Ia menarik napas dalam-dalam, mengambil posisi kuda-kuda yang kokoh, lalu menghantamkan tinju kanannya yang telah dilapisi oleh seulas aura merah redup langsung ke permukaan pilar besi tersebut.

Benturan keras terdengar menggema, diikuti oleh pendaran angka sihir yang muncul di atas pilar hitam, menunjukkan angka delapan ratus lima puluh poin. Sebuah pencapaian fisik yang sangat luar biasa untuk ukuran murid baru tahun pertama.

Damian tersenyum puas, lalu melangkah ke alat kedua dan menempelkan tangannya pada bola kristal bakat elemental. Dalam sekejap, bagian dalam kristal tersebut bergejolak hebat, memuntahkan visualisasi kobaran api berwarna merah kehitaman yang pekat.

"Damian von Drake. Kekuatan fisik: Sangat Tinggi. Afinitas elemental: Api Kegelapan kelas unggulan," teriak asisten profesor sembari mencatat hasil tersebut di atas lembaran dokumen sihir.

Terakhir, Damian melangkah menuju batu obsidian penguji Life Energy. Begitu telapak tangannya menyentuh permukaan batu yang dingin, gelombang hawa panas yang meledak-ledak langsung menyapu area altar, memicu pendaran cahaya perunggu yang sangat terang dan berkilau sebelum akhirnya memunculkan simbol ranah kekuatan di atas batu.

"Kapasitas Life Energy: Puncak Bronze Rank!" asisten profesor mengumumkan dengan suara yang sedikit bergetar karena kagum.

Tepuk tangan riuh langsung menggema dari arah kelompok murid bangsawan faksi tengah dan selatan, memuji kehebatan pewaris House Drake yang berhasil menunjukkan standar kekuatan yang sangat mengesankan di awal ujian. Damian membalikkan badannya, mengedarkan pandangan matanya yang beringas ke arah tribun penonton, sebelum tatapannya berhenti tepat pada posisi duduk Sander Duster. Damian menyunggingkan sebuah senyuman meremehkan yang sangat kentara, seolah-olah sedang menantang Sander untuk menyamai hasil pencapaiannya.

Sander hanya menatap lurus ke arah altar dengan ekspresi wajah yang tetap datar dan tenang, sama sekali tidak terpengaruh oleh provokasi tersebut. Namun, di dalam benaknya, suara dengkur sarkastik Behemoth kembali terdengar dengan nada yang penuh dengan kejengkelan.

(Manusia bermata merah itu benar-benar bodoh, Sander. Hanya karena bisa memancarkan setitik percikan api kecil yang tidak lebih hangat dari bara api rokok, dia sudah berani membusungkan dadanya seperti seekor ayam jantan di atas tumpukan sampah. Jika kau mengizinkanku, aku bisa mengisap seluruh energi api murahan miliknya itu sampai dia menangis berlutut di atas lantai ini.)

Sander memberikan usapan lembut pada kepala Behemoth dengan ujung jarinya untuk menenangkan emosi kucing hitamnya.

(Tenanglah, Behemoth. Biarkan saja dia menikmati momennya. Ujian ini baru saja dimulai.)

Setelah Damian von Drake selesai, proses pengujian terus berlanjut dengan ritme yang cepat. Satu per satu murid baru dari berbagai klan berbakat mulai maju menunjukkan hasil kemampuan mereka yang luar biasa.

Gideon Valentine mendapatkan giliran berikutnya. Pemuda berambut perak itu melangkah dengan santai tanpa beban. Hasil pengujiannya langsung membuat para profesor di podium atas menganggukkan kepala mereka dengan sangat puas. Gideon mencetak angka sembilan ratus poin pada pilar kekuatan fisik, menunjukkan afinitas elemen angin kelas murni pada bola kristal, dan mengukuhkan ranah kekuatannya di tingkat Silver Rank tingkat rendah, sebuah pencapaian jenius yang setara dengan statusnya sebagai penguasa dataran barat.

Sylvia Frost juga menunjukkan perkembangan yang sangat cemerlang. Meskipun pembawaannya tampak sangat pemalu dan gugup saat berdiri di tengah altar, batu penguji obsidian memancarkan cahaya biru es yang sangat padat, mengonfirmasi sirkulasi energinya berada di ranah Bronze Rank tingkat tinggi dengan afinitas elemen es murni khas ksatria Utara.

Elena Aurelius menjadi peserta terakhir dari kelompok mereka yang maju sebelum urutan nama Sander tiba. Sebagai Putri Pertama kerajaan, kemunculan Elena langsung mengubah atmosfer aula menjadi sangat segan. Saat telapak tangannya menyentuh batu penguji, sebuah ledakan aura cahaya putih keemasan yang sangat murni langsung menyelimuti seluruh area altar, memperlihatkan simbol ranah kekuatan Bronze Rank yang sangat padat dan stabil, mendekati transisi menuju ranah Silver. Tepuk tangan paling meriah di hari itu pun pecah, menghormati bakat luar biasa sang putri matahari.

Setelah Elena kembali ke barisan kursi dengan senyuman cerianya yang biasa, asisten profesor di bawah altar menarik napas dalam-dalam, lalu melihat ke arah lembar nama berikutnya yang tertera di daftar urutan.

"Peserta nomor urut seratus dua puluh delapan, Sander Duster dari House Duster!"

Seketika itu juga, seluruh keriuhan dan suara tepuk tangan di dalam aula besar langsung lenyap seketika, digantikan oleh keheningan yang mendadak terasa sangat tegang dan dipenuhi oleh rasa penasaran yang luar biasa dari ribuan pasang mata. Rumor mengenai putra ketiga Grand Duke Gabriel yang dinilai tidak memiliki bakat manipulasi aura tradisional telah menyebar secara berbisik di antara para murid baru sejak beberapa waktu lalu. Mereka semua ingin menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri apakah nama besar Frost Wolf Utara kali ini akan membawa kartu as rahasia ataukah justru akan menanggung aib di atas altar akademi.

Sander menarik napas perlahan, merasakan kerapatan sel tubuhnya yang sangat padat di bawah permukaan kulit kain latihannya. Ia menegakkan punggung tegapnya, mengabaikan ratusan pandangan mata yang penuh dengan penilaian miring, rasa ingin tahu, dan keraguan yang mulai diarahkan kepadanya.

Sander mulai melangkah menununi anak tangga tribun dengan ritme yang sangat teratur dan tenang, siap menghadapi takdir dan awal dari ujian pertamanya di Elegrand Royal Academy.

1
Manusia Ikan 🫪
bagus bagus, aku kasih nawar untuk kamu/Chuckle//Rose/

folback aku yah ehehe
Argo Sujendro: termakasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!