NovelToon NovelToon
14 Februari

14 Februari

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Tamat
Popularitas:104.7k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Semua dimulai pada tanggal 14 februari, saat Fay berulang tahun yang ke 22 tahun, Kendra berjanji kepada Fay akan selalu pulang di hari ulang tahun kekasihnya.

Mereka berdua terpaksa harus menjalani hubungan jarak jauh lantaran Kendra mendapatkan pekerjaan di Jakarta, sementara Fay masih harus terus meyelesaikan kuliah kedokterannya di Jogja.

Waktu menguji mereka, tapi keduanya berhasil terus bertemu pada tanggal yang sama setiap tahun. Hingga suatu hari tersingkap rahasia yang Kendra sembunyikan selama ini, Kendra mengkhianati janji yang pernah ia ucapkan kepada Fay.

Akankah keduanya bisa terus bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Pukul 23.00 usai nmengobrol panjang bersama Luna, Kendra pamit kembali pulang. "Jangan segan-segan datang kemari jika kau butuh untuk bercerita, aku akan selalu siap mendengar ceritamu," ucap Luna saat ia mengantarkan Kendra ke pintu depan apartementmya.

Kendra mengangguk. "Aku akan datang lagi untuk bayi tampanmu," ia melangkahkan kaki meninggalkan unit apartement luna. Di dalam lift Kendra berpikir, bahwa apa yang di katakan Luna memang ada benarnya, dirinya tak seharusnya sekasar itu dengan wanita yang tengah mengandung, terlepas Amanda bersalah apa tidak, apa yang di lakukannya tentu menyakiti janin dalam kandungan Amanda, namun Kendra sendiri tak tahu harus memulainya dari mana, sebab baru melihat Amanda saja dirinya sudah sangat kesal dan emosi.

Pintu lift terbuka, Kendra berpapasan dengan asisten rumah tangganya yang tengah memegang koper milik Amanda di tangannya. "Bibi mau kemana?" tanyanya dengan nada curiga, sebab wanita paruh baya itu terlihat seperti sedang terbu-buru.

"Mau ke rumah sakit, Pak Kendra," jawabnya dengan raut wajah yang sangat gelisah. "Tadi pagi, bu Amanda mengalami flek dan kram, sehingga saya membawanya ke rumah sakit."

Kendra terkejut mendengar jawaban asisten rumah tangganya, ia meminta asistennya segera masuk ke lift. "Mengapa bibik tidak menghubungiku?" tanya Kendra dengan cemas.

Bik Ijah tertunduk, ia tak berani menatap Kendra. Baru dua hari ia bekerja bersama Kendra dan Amanda, ia menilai jika majikannya itu sangat galak terlebih saat pagi tadi ia tak sengaja mendengar pertengkaran Kendra dengan Amanda. "Maaf pak Kendra, Bu Amanda yang melarang saya, untuk menghubungi Pak Ken. Ibu tidak ingin mengganggu Pak Kendra kerja."

"Lalu sekarang siapa yang menunggu Amanda di rumah sakit?" tanyahya kembali.

Bik Ijah menggelengkan kepalanya."Tidak ada," jawabnya. "Tapi tadi sebelum saya pergi, saya meminta perawat untuk menjaga bu Amanda."

Kendra semakin panik, begitu pintu lift terbuka, ia mempercepat langkahnya menuju mobilnya. "Ayo cepat bik!" ia meraih koper Amanda dan memasukannya ke bagasi mobilnya.

Kendra mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi sehingga hanya butuh waktu dua puluh menit untuk Kendra tiba di rumah sakit. "Amanda di ruang mana?" tanya Kendra.

"Di Aster, pak Ken," jawabnya sembari mengarahkan Kendra menuju ruang Amanda di rawat.

Begitu masuk ke ruang rawat inap istrinya, Kendra tertegun melihat Amanda berbaring di atas tempat tidur dengan wajah pucat. Perlahan Kendra mendekat ke arah istrinya, ia menaikan selimut hingga ke dada Amanda. Kendra duduk di samping Amanda, kemudian mengelus perutnya dengan lembut. "Maafkan aku," bisiknya, ada perasaan menyesal dalam diri Kendra karena telah membentak Amanda pagi tadi. Lama ia memandangi Amanda, Kendra pun tertidur di sampingnya.

Pagi harinya Amanda terkejut dengan keberadaan Kendra yang tertidur di sampingnya, ia mengelus rambut Kendra hingga Kendra terbangun dari tidurnya.

"Mas Kendra kenapa tidur di sini?"

Kendra meregangkan otot tubuhnya, tidur di kursi semalaman membuat tubuhnya sedikit pegal. "Semalam bibik bilang kamu di rawat, kenapa kamu tidak menghubungiku atau paling tidak kamu menghubungi orangtuamu."

"Aku baik-baik saja mas, hanya butuh istirahat." Amanda tersenyum ke arah Kendra. "Terima kasih ya, mas Kendra sudah menemaniku."

Kendra mengangguk, ia beranjak dari tempat duduknya kemudian menarik meja makan pasien. "Kamu makan dulu ya, sebentar lagi dokter akan datang untuk memeriksamu."

Aroma daun bawang yang menyengat pada sup di hadapnnya, membut perut Amanda bergejolak. "Hoeek..." tanpa sengaja Amanda memuntahkan isi perutnya ke samping hingga mengenai pakaian Kendra.

Dengan sigap Kendra langsung mengambil emesis basin untuk menampung muntahan Amanda. "Kau baik-baik saja Amanda?" dari raut wajahnya sangat jelas jika Kendra nampak bingung dan panik melihat Amanda muntah-muntah, ia mengambil tisu dan mengelap mulut Amanda.

"Teruma kasih mas," ucap Amanda. "Aku baik-baik saja mas, hanya saja jika mencium aroma daun bawang, rasanya sangat mual."

"Apa itu yang di namakan ngidam?" tanya Kendra dengan polosnya.

Amanda mengangguk. "Mas Ken tidak perlu khawatir, kata dokter ini hanya di trimester awal saja." Amanda memperhatikan pakaian Kendra yang terkena muntahan dirinya. "Maaf ya mas."

"Tidak apa-apa, nanti aku bersihkan sekalian aku mandi," ucap Kendra sembari menaruh emesis basin, kemudian ia mencuci tangannya dan memisahkan daun bawang pada sup dan bubur Amanda. "Di habiskan ya, setelah itu minum obatnya. Aku mau mandi dulu."

"Terima kasih ya mas."

Kendra mengangguk, sebelum masuk ke kamar mandi, ia meminta asisten rumah tangganya untuk menemani Amanda sarapan dan minum obat.

Didalam kamar mandi ia memandangi dirinya di depan cermin wastafel. "Benar apa yang di ucapkan Luna, ini tak seburuk yang aku pikirkan. Aku bisa bersikap baik kepadanya demi anak dalam kandungan Amanda, sambil perlahan meminta Amanda untuk berterus terang mengenai kejadian malam itu dan menyelesaikan masalah ini secara baik." Kendra mengangguk. "Hanya 7 bulan, dan itu tidak akan sulit."

Setelah membersihkan tubuhnya, Kendra kembali ke ruangan, ia melihat Amanda tengah di periksa oleh dokter. "Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Kendra.

Sama seperti bulan lalu, dokter mengatakan jika kandungan Amanda terbilang lemah dan cukup rawan, sehingga Amanda harus bed rest total selama beberapa hari, dan dokter meminta Kendra untuk ikut menjaganya.

"Baik dok, terima kasih," Kendra mengantarkan dokter keluar dari ruang rawat inap istrinya, setelah itu Kendra mengambil laptop dan duduk di samping Amanda.

"Mas tidak ke kantor?"

Kendra menggeleng. "Aku sudah izin tidak masuk," jawabnya sembari fokus pada layar laptopnya. "Tapi ada pekerjaan yang harus aku selesaikan."

Mendengar Kendra tidak masuk kerja demi menemani dirinya, membuat hati Amanda merasa senang, namun di sisi lain Amanda tak enak hati karena ia tahu, jika Kendra sangat mencintai pekerjaannya. "Boleh aku tahu apa yang mas Kendra kerjakan?"

Kendra menutup sedikit laptopnya, lalu kemudian menatap Amanda. "Aku bekerja di bursa aset kripto Indonesia, sebagai Crypto Content Writer," ia menjelaskan sedikit menenai jobdesknya dan dateline pekerjaan yang harus ia selesaikan.

"Ya aku pernah lihat beberapa konten itu di internet, tapi kenapa aku tidak menemukan konten seri 'Bitcoin for Beginners'?"

Kendra berpikir sejenak ia memang belum pernah membuat konten untuk pemula. "Terima kasih, untuk idenya." ia kembali membuka laptopnya dan kembali bekerja, sambil sesekali berdiskusi dengan Amanda dan mengelus perutnya.

Ia tak menyangka jika sudah hampir satu tahun Amanda bermain crypto, sehingga obrolan mereka menjadi sangat berkembang. 'It's not so bad,' gumam Kendra

1
RithaMartinE
luar biasa
falea sezi
hahaha mati kan akirnya mampusss
falea sezi
enak bgt manda hancurin sepupu sendiri dia bahagia hahaha aneh
falea sezi
enak bgt amanda Kendra bahagia karna amanda mana jahat bgt jd cwek
falea sezi
ttep g respect ma amanda
falea sezi
g nrima amanda tp cium cium amanda munafik kau ken
falea sezi
si jalang amanda bahagia hahah
falea sezi
tukang selingkuh dpet karma
Atmita Gajiwi
/Smile//Smirk/
Surati
bagus, menguras air mata dan emosi
el
aktor utama wanitanya terlalu baek
Yunerty Blessa
makasih kak thor buat novel nya yang sungguh mantap..
teruskan usaha kak thor dalam penulisan nya 😘😘 dan sukses selalu 😘❤️
Yunerty Blessa
akhirnya setiap pasangan hidup bahagia..
makasih buat novel nya😘😘
Yunerty Blessa
seandainya Kevin yang menikah dengan Fay kan best..apa pun tahniah kendra dan Fay buat pernikahan kalian..smoga bahagia bersama Lily
Yunerty Blessa
Amanda egois..tidak memberi kad undangan Fay
Yunerty Blessa
Fay bukalah hati mu untuk Kevin dan lupakan Kendra
Yunerty Blessa
jujur saja kendra sama Fay
Yunerty Blessa
seperti nya Amanda menjerat Kendra..
Yunerty Blessa
kendra bodoh sekali..mudah terpedaya
Yunerty Blessa
bahaya dengan Amanda nih...gatal punya perempuan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!