NovelToon NovelToon
System Villain

System Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Time Travel / Barat / Tamat
Popularitas:106.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Khusayni

Arven seorang manusia yang berasal dari Bumi Tahun 2893. Ia membawa mini atom S5 di mana, atom tersebut dapat menghancurkan berbagai planet dalam sekali luncuran.

Para professor ingin menyita atom tersebut, mereka bertujuan untuk menghancurkan Bumi dan pindah ke Planet yang lebih jauh.

Arven tidak menyerahkannya. Namun, ia mengaktifkan atom tersebut. Sehingga Bumi hancur bersama dengan meteorit yang tersebar di angkasa.

Namun, hal yang menakjubkan terjadi ketika ia bangun. Arven bangun tepat di ruangan penuh tengkorak. Lalu, sosok makhluk tengah berdiri di tengah ruangan.

Apa yang akan dilakukan Arven? Dunia apa yang menanti dirinya?

Silakan Baca, perjalanan Arven.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusayni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26 - Rekrut Kriez

Silakan Dibaca.

Kedalaman gang Desa Molan, terdapat beberapa prajurit yang berpakaian armor lengkap. Salah satu pemimpin mereka menatap ke arah depan dengan penuh rasa penasaran tinggi.

“Seharusnya jejak kaki darah, berhenti di sini. Mengapa sama sekali tidak ada seseorang di sekitar sini. Juga, daerah ini benar-benar aneh.” Kriez berkata dengan nada penuh akan kecurigaan.

Ia melihat ke kanan dan kiri, akan tetapi dirinya tidak menemukan keanehan sama sekali. Sampai akhirnya, ia berkata kepada para prajurit. “Hati-hati, kemungkinan pelaku penyerang berada di tempat ini!”

Prajurit sama sekali tidak menjawab, hal ini jelas membuat Kriez mengerutkan keningnya dan berbalik melihat keadaan prajuritnya.

Namun, apa yang ia dapatkan ialah, prajuritnya tersisa dua orang saja. Hal ini membuat Kriez terkejut dan ia segera bertanya dengan nada tinggi. “Di mana rekan kalian yang lain?”

Dua prajurit segera sadar, apa yang mereka pikirkan sana dengan pemikiran Kriez tersebut. Mereka benar-benar bingung ke mana rekan lainnya pergi.

“Kami tidak tahu, Kapten. Sebelumnya, kami utuh sepuluh sampai saat kita menyusuri berbagai belokan. Para prajurit mulai berkurang satu persatu.” Prajurit1 mulai menjelaskan kejadian tersebut.

Kriez benar-benar tidak menyangka akan ada kejadian aneh tersebut. Ia mengeluarkan pedang miliknya dan tatapannya tertuju ke segala arah.

Kriez sendiri tidak mengetahui apa yang mereka lawan kali ini. Kemudian, di saat ia meningkatkan kewaspadaan. Tanah yang membentuk bola seukuran bola basket, segera melesat ke arahnya.

Kriez menyadari hal itu, ia menurunkan pedangnya. Kemudian, muncul di belakang tanah berbentuk bola dalam sekejap. Tepat beberapa detik kemudian, bola tanah tersebut terpotong menjadi dua bagian.

Keahlian pedang Kriez benar-benar di atas. Bakatnya terhadap pedang memanglah bagus. Namun, bagi Lask sendiri. Keahlian tersebut masihlah tingkat kedua. Belum cocok di sebut tingkat ketiga.

Detik berikutnya, Lask yang berada di bawah tanah mulai menghilang dan dalam sekejap muncul di depan Kriez. Ia segera mengayunkan kepalan tangannya yang sudah diberikan armor tanah.

Kriez terkejut dengan kemunculan Lask. Ia segera menghunuskan pedangnya ke depan untuk menangkis serangan dari Lask tersebut.

Ding!

Kriez dan Lask mundur beberapa langkah. Namun, Lask segera menunduk dan menaruh kedua telapak tangannya ke tanah. Selanjutnya, Lask menggunakan teknik miliknya segera.

“Tepak Tangan Golem!” tanah yang membentuk lengan besar seketika menyerang Kriez kembali. Namun, tanggapan Kriez sederhana, ia hanya mengayunkan pedangnya dengan kuat.

Booom!

Ledakan keras terjadi akibat dua serangan tersebut. Kawah kecil mulai terlihat, di mana di sisi ujung kawah terdapat dua orang yang saling mengangkat senjatanya masing-masing.

“Jawab aku, apa tujuanmu di Desa Molan!” teriak tegas Kriez, jelas ia mengetahui bahwa orang di depannya ialah penyusup yang tengah membunuh orang-orang di bawah sebelumnya.

“Entah, coba tebak. Apa tujuanku datang kemari?” tanya Lask dengan senyum main-main. Jelas ia tidak menganggap lawannya tersebut. Ia hanya meningkatkan kewaspadaannya di level rendah.

Kriez mengatupkan giginya, ia benar-benar marah akibat permainan kata dari lawan di depannya itu. Kriez kemudian meraung dengan keras. “Jika, kamu tidak mengatakan tujuanmu, maka jalan satu-satunya ialah memaksamu.”

Kriez seketika menghilang dari tempat, siluet bayangannya masih terlihat beberapa saja. Lask sama sekali tidak terkejut, ia hanya merasa bahwa lawannya sedikit menarik.

Lask segera mengentakkan kakinya dengan cepat. Dalam sekejap ia muncul di depan Kriez yang masih berlari dengan cepat.

Namun, saat melihat Lask di depannya begitu dekat. Kriez benar-benar terkejut, ia tidak menyangka lawannya memiliki kecepatan yang hampir sebanding dengan kecepatan cahaya.

Lask mengayunkan kepalan tangannya segera tepat di wajah Kriez. Sementara Kriez sendiri, tidak dapat menghindar karena kecepatannya kini tidak bisa dihentikan begitu saja.

Booom!

Kriez terlempar kuat ke belakang. Ia menabrak permukaan tanah dalam sekejap. Retakan akibat jatuhnya Kriez menyebar luas membentuk jaring-jaring laba-laba.

Lask sendiri memandang dengan mata ringan, kemudian ia mendekat untuk melihat apakah lawannya sudah pingsan atau belum.

Namun, baru setengah jalan. Kriez berubah menjadi butiran cahaya dan seketika ia berada di atas Lask sambil mengayunkan kepalan tangannya.

Lask sendiri sudah merasakan kehadiran Kriez tersebut. Ia segera menunduk tepat saat Kriez mengayunkan pukulannya.

Lask yang sudah menempelkan kedua telapak tangan di bawah, seketika berkata, “Wall!” dalam sekejap tempat berdirinya Kriez naik menjulang tinggi sekitar dua meter.

Kriez sendiri terkejut dengan kekuatan dari Lask tersebut. Namun, ia segera sadar dan memandang ke arah bawah di mana Lask yang seharusnya ada di sana, kini tengah menghilang tanpa jejak.

Kriez semakin waspada dan berikutnya, ia tidak menyangka bahwa dirinya dikurung dalam sebuah kubah tanah. Hal ini membuatnya mengerutkan kening, bingung sekaligus gemetar dalam hati.

Lask yang melihat bahwa Kriez masih bertahan. Ia tersenyum dan berkata, “Biarkan kamu mengetahui, bagaimana ketika energi habis dan mulai menggerogoti organ dalam-dalammu.”

Kriez sendiri tidak tahu, sampai akhirnya ia mencoba menghancurkan dinding. Namun, yang di dapat ialah serangannya sama sekali tidak dapat menghancurkan kubah tanah itu. Juga, ia merasa sesuatu dalam dirinya terkuras begitu cepat.

Kriez mengerutkan keningnya, ia segera memeriksa dan ketika mengetahui apa yang terkuras. Kriez melebarkan matanya dan ekspresinya menjadi serius.

Pandangan Kriez terus menatap ke arah kanan dan kiri. Ia tidak bisa berlama-lama di dalam kubah tanah, jika tidak energi dirinya akan habis dan akibat selanjutnya sangat fatal.

“Aku harus mengeluarkan energi sedikit lebih kuat. Jika tidak, itu akan terbuang sia-sia.”

Kriez segera merapatkan kedua tangannya. Energi miliknya mulai berkumpul di satu tempat yaitu telapak tangannya. Energi terus berkumpul sampai akhirnya membentuk bola kecil.

“Laser Ball!” Kriez mengarahkan bola ke kubah tanah. Detik berikutnya, sinar cahaya melesat dari bola tersebut menuju ke arah kubah tanah.

Boom!

Ledakan keras terdengar di dalam kubah tanah. Kriez dapat melihat cahaya di tempat kubah tanah berada, ia segera melesat karena, ia tahu bahwa kubah tanah sudah hancur.

Kriez segera tiba di luar, ia berlutut di tanah dengan satu kaki. Nafasnya terengah-engah, seolah telah melakukan lari maraton. Pandangan Kriez segera berbalik dan ia menemukan Lask memandangnya dengan ringan.

“Kamu adalah kandidat baru yang cocok, bergabunglah dengan kami untuk sesuatu hal dibalik dunia ini.” Lask segera menawarkan perekrutan kepada Kriez.

Namun, Kriez tidak menjawab. Ia menggelengkan kepalanya dan berkata dengan dingin. “Aku paling tidak menyukai, ketika seseorang yang membunuh orang lain, menawarkan kelompok kepadaku.”

“Sungguh merepotkan, meski begitu...” Lask menghilang dan muncul di dekat Kriez. “Kamu sudah ditunjuk, tidak ada penolakan sama sekali.”

Kriez terkejut dengan kecepatan yang ditampilkan oleh Lask. Ia tidak menyangka bahwa orang yang dirinya lawan sosok orang yang memiliki level di atas dirinya sendiri.

Lask segera membuat Kriez pingsan. Kemudian, ia turun dari dinding tanah yang ia buat sebelumnya.

“Misi merekrut telah selesai.”

To be Continued.

1
FANSNYA PARA AUTHOR (JEPARA)
sial, napa adegan selanjutnya harus berhenti nyampai sini...
apkh author emg sengaja /Cry//Angry/
di tunggu kelanjutannya,ekekeke
Toyib Sr.
mana nih thor
smile:•
berarti deket indonesia dong?!!
Saya@×͜×🐜🎸@TampAan
Chek juga novel ku ya/Scowl/
Saya@×͜×🐜🎸@TampAan
Chek Juga Novel ku ya/Scowl/
????
semangat✨
????
kapan lanjut?
????
cita-cita yang aneh🗿
Ghost_the_comments
................
.
.....
..........
.......
....... . . . .... ..... .... .
.........
.... ......
..........
..... ........ ....
.....
... ..... ..
.... .... ..
..... ........
Adam Iskandar
experience atau poin pengalaman
na han ken tut
mantap
Xean
gada update kah?
rws
mantan
rws: mantap
total 1 replies
Sei
b
Sei
shittt mennnnn
Sei
b
Sei
a
UNKNOWN
👍👉👈
T.L.S 01
hmm sayang sekali bukan komik kalo komik pasti laris ini dari prolog ya aja bagus
Fantasy_Master: sayangnya ga bisa gambar
total 1 replies
Frando Kanan
tahun 2893!? tahun yg skrg udh 2023....beda 870 tahun bah 😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!